
"Teknik Alam-Pusaran Pilar Angin!!! " Ujar mereka bertiga secara bersamaan seraya melompat di tiga sisi yang berbeda.
Mereka menengadah kan tangan kanan yang kemudian keluar pusaran angin. Lalu Pusaran tersebut semakin membesar dan semakin ke atas.
Dduuaaaaarrrr
......................
Tiga Pilat Angin tercipta dan menopang Bola tanah tersebut. De Lu, De An dan Di Sin berusaha sekuat tenaga mempertahankan teknik yang mereka gunakan.
Krakkk
Namun sedikit demi sedikit ujung pilar ciptaan mereka mulai hancur karena tak sanggup menahan beban sebesar bola tanah yang Shuwan ciptakan.
"Ak-aku sudah tidak sanggup lagi kak" Ucap De An dengan wajah memelas, dia seperti memikul beban besar di punggung nya.
"Jangan menyerah!! Demi kelanjutan nasib Kekaisaran Kang dan demi seluruh rakyat yang tidak berdosa. Kita tidak bisa menyerah saat sudah sampai di sini!!! " Teriak De Lu mencoba membangkitkan semangat De An kembali.
"Tapi aku sungguh tidak sanggup lagi!!! " Bentak De An dengan tubuh yang perlahan mulai jatuh.
Duaaarrrrr
Satu pilar pun runtuh begitu saja karena De An tidak lagi sanggup menahan beban yang begitu berat. Melihat hal itu De Lu pun khawatir.
"Adik!!! " Teriak nya yang kemudian kembali memberatkan tubuh nya tanpa melepas fokus pada pilar agar tidak membebani Di Sin.
Namun karena fokus De Lu terbagi, pilar milik De Lu semakin terkikis oleh bola besar ciptaan Shuwan. Alhasil pilar milik Di Sin pun ikut melemah.
'Apa yang harus aku lakukan? 'Batin De Lu yang menyadari kesalahan nya, lalu ia pun melepas teknik nya begitu saja sehingga pilar milik nya hancur di ikuti milik Di Sin yang juga hancur seketika.
Tapp
De Lu mendarat kan kaki nya di tanah dengan sempurna, tak jauh dari nya De An yang jatuh telungkup hanya mampu memperhatikan kakak nya.
"Teknik Legenda-Tujuh Pilar Leluhur Serigala!! "Ucap De Lu seraya membentuk pola dengan jemari tangan nya.
Swooossshh
Tiba-tiba angin berhembus kencang menerbangkan benda-benda ringan di sekitar nya. Lalu di tanah muncul pola lingkaran aneh yang di sekeliling nya muncul pilar pilar indah.
Pilar-pilar tersebut berjumlah tujuh batang, yang tercipta dari Besi/Baja kemudian di lilit sulur bunga berduri. Tiba-tiba.....
Syuuutttt
Swooossshh
***
Swoooooossshhhhh
Di tempat lain. lebih tepat nya di istana Kekaisaran Kang, tamak para penghuni istana yang berbondong-bondong keluar.
Angin yang sangat kencang membuat tekanan di Istana Kekaisaran Kang. Pohon pohon tampak ikut terbang akibat nya.
" Apa yang sedang terjadi? "
"Angin nya besar sekali!! "
"Apa yang terjadi sebenar nya!!?? "
"Kenapa angin nya kencang!? "
"Ya Tuhan! Apakah ada bencana yang akan melanda Kekaisaran Kang!? "
Teriakan para pelayan terdengar saling bersahut-sahutan saat angin berhembus dengan sangat sangat kencang.
" Ada apa ini? "Tanya Kaisar Kang yang tiba-tiba berada di sana juga bersama permaisuri nya.
" Demi Langit!! Benda apa itu!? "Teriak Permaisuri Kang terkejut seraya menunjuk sebuah bola besar yang berada di langit.
Serentak semua orang mengikuti arah tunjukkan Permaisuri. Tidak ada yang bisa tidak terkejut melihat nya, meski mereka lebih tepat nya panik.
" Benar yang mulia! Cepat lah menyelamatkan diri!! Benda itu dapat menghancurkan Kekaisaran Kang!! "Pejabat lain nya turut mengangkat suara mencoba membujuk sang kaisar.
" Omong Kosong!!! Perintah kan para Ksatria untuk membuat pi-"
Ucapan Kaisar terhenti saat melihat tiga pilar penyangga yang tercipta dari angin. Dia tampak mengernyitkan dahi nya.
"Cepat perintah kan para Ksatria untuk pergi melihat dan lindungi Kekaisaran Kang!!! " Teriak Kaisar Yang segera di angguki oleh para pejabat dan jendral yang kebetulan berada di sana.
"Shijian!! Pergi dan Ungsikan para rakyat serta pelayan Kekaisaran ke tempat yang aman!! " Ucap kaisar lagi pada pria dewasa di sisi nya.
"Baik yang mulia!! " Ujar mereka semua serempak lalu pergi menjalankan tugas.
"De An, De Lu.... Ayah harap kalian dapat bertahan hingga bantuan tiba" Lirih Kaisar lalu pergi untuk mengikuti para Ksatria.
Semua orang sibuk untuk menyelamatkan dirii. Banyak yang beteriak ketakutan, begitu pun para rakyat biasa Kekaisaran. Mereka semua takut dengan peristiwa yang sedang terjadi.
Beberapa di antara mereka hanya bisa terduduk pasrah akan takdir yang terjadi selanjut nya. Beberapa rumah kecil para rakyat hancur akibat tekanan dari bola tanah tersebut.
Dan pemandangan hal ini dapat di lihat jelas dari atas. Oleh dua orang yang memang sedang berada di atas langit.
***
"Kamu melihat nya bukan? Tidak kah kamu merasa kasihan dan bersalah? " Tanya Chen lembut pada Shuwan seraya menunjuk daerah pemukiman Kekaisaran Kang.
"Cih! Bukan kah kalian juga berperang? Berperang pun tidak ada beda nya, Sama-sama mengakibatkan kehancuran" Balas Shuwan berdecih lalu mengalihkan pandangan nya ke samping.
"Kamu tahu? Pada awal nya Kekaisaran Kang dan Kekaisaran Zhao itu bersahabat, namun sesuatu terjadi dan hingga sekarang kesalah pahaman itu membuat dua Kekaisaran terus berperang tanpa ada yang mencoba untuk saling mengerti posisi" Chen menatap kosong ke depan, seolah sedang menerawang jauh ke sana.
"..... " Sementara Shuwan tidak mengeluarkan sepatah kata pun seolah ucapan Chen itu tidak penting.
"Jadi.... Aku mohon pada mu.... Hentikan semua ini...! " Ucap Chen lagi seraya menggenggam kedua tangan Shuwan dengan erat dan memasang wajah memelas.
Shuwan tidak berkata apa-apa, dia memalingkan wajah nya ke samping karena enggan menatap langsung wajah kasihan Chen.
Melihat Shuwan yang tidak memberikan Respon sesuai harapan, Chen semakin mengeratkan genggaman nya lalu mendekatkan wajah nya ke wajah Shuwan.
Sehingga secara alami Shuwan kembali menghadap ke depan, mata Shuwan sedikit membola saat melihat Chen yang terus mengikis jarak.
"A-apa yang ingin kau lakukan? " Akhir nya setelah sekian lama Shuwan terdiam, kini dia mengangkat suara.
Namun Chen tidak mengatakan apa pun, dia menatap lekat manik mata Shuwan seraya terus mengikis jarak yang ada.
Tanpa sadar hidung mereka sudah bertautan, hal ini membuat Shuwan segera tersadar lalu...
Sreettt
Syuuutttt
Shuwan melepas paksa genggaman tangan Chen lalu segera hilang dari pandangan membuat Chen tersenyum tipis di wajah nya yang begitu menawan.
...----------------...
Hai....!
Apa kabar?
Harus baik dong ya!!!
Jangan lupa LIKE!!
WA: +6282123981798(Dua grup yang mengirim Film setiap minggu nya)
IG: @lrnrrhmnia1412
Email: rahmanialiranur@gmail.com
Selalu dukung author!!!