Time Travel The Secret Agent

Time Travel The Secret Agent
T3SA Eps. 148: Strategi Pertarungan Sang Agent



"Uhuks! " Alhasil Shuwan terbatuk dengan darah yang keluar dari mulut nya, kemudian terlempar ke depan dan....


Swooossshh


Sedikit saja Shuwan lebih lambat, maka dia akan terpotong karena dua cakram milik De An. Namun sayang nya Shuwan berhasil lolos dari nya.


...----------------...


Tapp


Kaki nya mendarat tepat dengan ringan, lalu dia menyentuh dada kiri nya seraya kembali terbatuk dengan darah keluar dari mulut nya.


"Uhuks! Uhuks! " Dua kali dia terbatuk dan kembali darah keluar, Shuwan pun bergumam dalam hati...


'Seperti nya serangan laki-laki ini mengenai titik vital ku, namun serangan nya juga tanpa sadar menyerap Qi ku namun masih tidak cukup. Aku harus cepat mendobrak titik yang tertutup, jika tidak..... 'Shuwan memejamkan mata nya saat rasa sakit menjalar seperti meremas jantung nya.


Sringg


Kemudian Shuwan menarik pedang yang tergantung di pinggang nya, dengan mengatur nafas dia mengacungkan pedang ke arah De An yang kini sudah siap dengan dua cakram di masing-masing tangan.


Zrrtt


Zrrttthhh


Listrik mengalir di dua cakram yang De An pegang, kemudian De An melompat dan menerjang Shuwan seraya melemparkan cakram nya lurus ke arah Shuwan dan sedikit berbelok ke arah berlawanan.


Sreettt


Shuwan dengan segera bersalto dan menghindar, kemudian dia dengan cepat berlari memutari tunuh De An dan mencari celah seraya terus menghindari serangan De An.


Namun karena mereka bertarung di daerah yang sedikit terbuka, semakin memungkinkan bagi De An untuk mengalahkan Shuwan.


Terlebih dalam segi kekuatan, De An melemparkan Cakram nya yang kemudian memutari Shuwan dengan sangat cepat.


Segera Shuwan melompat namun saat ingin menghindar ke kiri, Ternyata terdapat benang Qi yang terhubung antara jemari De An dan Cakram nya.


Sreettt


Alhasil Shuwan memiringkan tubuh nya kemudian melayang dengan keadaan terlentang dan berputar, kejadian itu berlangsung dalam sekejap mata.


"Sampai kapan kau akan menghindar!? Kemari dan percepat kematian mu! " Ujar De An menyeringai, Namun Shuwan tak mengindahkan ucapan De An.


Tanpa di duga De An menarik benang Qi nya sehingga cakram tersebut berputar dan kembali mengincar Shuwan.


Shuwan yang merasa begitu terdesak pun segera melompat terlentang dengan mundur dan bersalto ke belakang membuat De An secara alami mengejar nya.


Sesekali Shuwan melirik ke belakang tanpa menghentikan gerakan nya yang bersalto, semakin masuk ke dalam hutan yang lebat dan berkabut.


Swooossshh


Shuwan membentuk posisi kayang saat cakram milik De An melintasi bagian atas tubuh nya begitu saja membuat Shuwan sedikit meringis.


'Dia benar-benar berniat membunuh ku! 'Batin Shuwan kemudian kembali melompat dan berbalik menghadap ke depan dan membelakangi De An.


"Behenti berlari, Gadis!! " Teriak De An marah karena serangan nya terus berhasil di hindari target.


Shuwan kemudian berhenti dan berbalik menghadap ke arah De An. Lalu dengan sigap De An melemparkan Cakram nya, namun cakram milik De An menancap di batang pohon besar karena Shuwan dengan cepat menghindar.


"B*doh! Mari banding kan, pedang dan Cakram di area yang sempit" Ucap Shuwan tersenyum sinis lalu tiba-tiba hujan mulai turun dengan rintikan yang sedikit deras.


"Hujan? Ini bagus untuk ku" Gumam De An pelan seraya menarik cakram nya yang menancap di batang pohon besar.


'Baik! Saat ini aku tidak di untung kan karena dia tipe petarung ber elemen petir serta dapat menggunakan Qi. Namun di satu sisi, dia adalah petarung jarak jauh, dan akan sulit melawan petarung jarak dekat seperti ku di area sempat hutan ini' Batin Shuwan mengamati sekitar.


'Aku harus segera memancing nya menggunakan Teknik yang menyerap Qi lawan' Batin Shuwan seraya berfikir dan menyusun strategi. Tanpa di duga, De An melemparkan Cakram nya.


"B*doh! " Gumam Shuwan pelan seraya melirik sinis ke arah De An.


Tiba-tiba Shuwan mengangkat pedang nya dan mengarahkan pada arah serangan Cakram De An sehingga Benang Qi milik pria itu melilit pedang bertuliskan Hei Lan milik Shuwan.


Sreettt


Shuwan mencengkram Cakram milik De An yang tentu nya tanpa sengaja terlempar ke arah Shuwan ketika benang Qi De An melilit pedang Shuwan.


Kemudian Shuwan menarik cakram itu ke belakang tanpa kesulitan. Namun sesuai dugaan Shuwan, De An merapalkan mantra....


"Teknik Alam-Sambaran petir! " Mendengar ini Shuwan secara alami berdecih malas.


'Ah Teknik ini lagi' Gumam Shuwan dalam hati kemudian seluruh benang Qi beserta Cakram milik De An di selimuti cahaya biru terang yang setelah nya berubah menjadi sengatan sengatan petir.


Shuwan memejamkan mata nya seraya semakin mengeratkan cengkraman pada cakram De An membuat pria itu mengernyit bingung.


'Si*l! Ternyata cukup menyakitkan' Batin Shuwan mengigit bibir bawah nya dengan keras saat sesuatu seperti di tarik paksa keluar dari dalam tubuh nya. Tiba-tiba...


Baanggg


De An terkejut dan terbelalak saat akhir nya memahami tindakan Shuwan. Secara alami pria itu tentu saja murka.


"Berani nya kau!! " Teriak De An saat melihat satu Dantian Shuwan hancur, namun titik pusat yang dia tutup kini telah terbuka perlahan.


"Dasar B*doh! " Maki Shuwan memberikan tatapan yang merendahkan di sertai senyum sinis nya.


"Teknik Halilintar-Sambaran Halilintar! " Ucap Shuwan membalas serangan De An dengan elemen yang hampir serupa.


Seketika itu pula benang QI milik De An terputus begitu saja, cakram De An pun kini di selimuti petir keunguan milik Shuwan yang kini sedikit menghitam.


"Bersiap lah menanti kehancuran! " Ucap Shuwan yang kemudian melemparkan cakram itu, dengan terdesak De An pun ikut melemparkan Cakram yang masih berada dalam genggaman nya.


Tranggg


Dua senjata yang sejenis itu berbenturan menimbulkan bunyi dentingan yang nyaring. Cakram yang di lempar kan De An tampak retak, sementara yang Shuwan lemparkan tersangkut di pohon.


'Si*lan! Gadis ini licik! 'Batin De An yang kemudian menerjang Shuwan dengan kuku panjang nya yang tajam, entah sejak kapan kuku nya mulai memanjang.


'Pertarungan jarak pendek ya? 'Gumam Shuwan dalam hati seraya memiringkan tubuh nya ke samping untuk menghindari serangan De An. Tiba-tiba.....


...----------------...


Hai....!


Apa kabar?


Harus baik dong ya!!!


Jangan lupa LIKE!!


WA: +6282123981798(Dua grup yang mengirim Film setiap minggu nya)


IG: @lrnrrhmnia1412


Email: rahmanialiranur@gmail.com


Selalu dukung author!!!