Time Travel The Secret Agent

Time Travel The Secret Agent
T3SA Eps. 45 : Penyesalan Xuan



Terlihat tabib yang memeriksa nadi ibu nya itu menggeleng dengan tatapan sendu. Bersamaan dengan itu bayi pertama dan ke dua menangis bersama dengan keras. Lalu pandangan nya memburam dan kembali menghilang.


......................


Samar-samar ia mendengar suara tangis anak kecil, tidak! lebih tepat nya gadis kecil, ia melangkah kan kaki nya menyusuri lorong gelap itu dan melihat gadis kecil yang familiar tengah meringkuk dan menangis sambil memeluk kedua lutut nya dengan erat.


Gadis kecil itu menenggelamkan wajah nya pada lipatan tangan dan mulut nya memanggil manggil seseorang. Ia pun melangkah kembali mendekat ke gadis kecil itu guna mendengar suara nya.


"Ibu hiks... Kenapa ibu hiks pergi lebih hiks dulu? Kenapa tidak mengajak hiks Wan'er bersama ibu hiks? Kenapa meninggal kan hiks Wan'er sendiri? Hiks kenapa kakak sangat hiks benci Wan'er? Hiks apa salah Wan'er? Hiks kenapa ayah tak sayang Wan'er? Kenapa mereka semua jahat ibu? Hiks kenapa? Wan'er ingin ikut ibu! Hiks Wan'er tak mau di sini! Huaaa... " Gadis kecil itu menangis pilu, pakaian nya yang compang-camping membuat ia terlihat sangat tak terurus. Perlahan tangis gadis itu reda dan ia mengangkat kepala nya lalu menatap kosong ke depan.


Degg


Xuan tahu! Xuan ingat! Ia ingat dan tahu dengan jelas wajah siapa itu! Gadis dengan manik mata coklat terang di sertai bibir mungil dan mata bulat itu adalah adik nya. Yak! Adik yang selama ini tak ia anggap! Adik yang ia larang memanggil diri nya dengan sebutan kakak!


Pandangan kosong, mata sembab, hidung nya mengeluarkan darah, pipi nya yang lebam di sertai beberapa luka di tubuh nya. Satu kata yang cocok menggambarkan penampilan nya saat ini, MENGENASKAN!! Melihat hal ini Xuan merasa tak pantas di sebut kakak.


Pandangan nya kini teralih ke samping nya dan mendapati sebuah cahaya, ia pun mendengar suara gadis kecil lagi namun suara yang berbeda dengan gadis di lorong tadi.


Plakk


Brukk


"Dasar j*lang si*lan! Sedang apa kau di sini? " Teriak seorang gadis bersamaan dengan suara tamparan dan terjatuh nya seorang gadis kecil lain tepat di bawah gadis kecil yang menampar itu.


Xuan menyipitkan mata nya dan melihat jelas wajah para gadis kecil itu. Ia juga mendengar suara isakan tertahan dari gadis yang terduduk dan suara tawa jahat dari gadis yang menampar di ikuti beberapa anak kecil lain yang sedang menonton.


Degg


'Gadis kecil itu?! ' Xuan dapat melihat dengan jelas para gadis itu. Mereka adalah adik nya, Shuwan yang sedang terduduk di tanah bersama dengan pelayan pribadi nya yang bersujud di kaki gadis kecil yang tak lain dan tak bukan ialah Bailin?!


"Pelayan ambil kan aku cambuk!! " Segera pelayan di belakang nya lari terbirit-birit saat Bailin berteriak menyuruh mereka.


"Ka-Kakak... " Suara adik kecil nya yang menahan tangis membuat hati nya tersentil. Ia dapat melihat pelayan pribadi Shuwan yang masih bersujud di bawah kaki Bailin seraya meminta pengampunan.


Ia ingin teriak untuk menghentikan Bailin, namun suara nya tertahan dalam tenggorokan. Jangan kan berteriak, berbicara lirih saja ia tak sanggup.


Ctaaarrr


Ctaarrr


"Aarghh hiks kakak" Teriakan Putri Shuwan menyapa indra pendengaran. Anak kecil (Pangeran dan putri saat masih kecil), pelayan dan penjaga yang melihat itu malah tertawa.


"Hahahaha" Tawa mereka Bersama-sama saat melihat Putri Shuwan yang sudah tergeletak bersimbah darah, mereka pun bersamaan pergi meninggalkan putri Shuwan bersama pelayan pribadi nya dengan di iringi tawa yang menggema.


Pelayan pribadi Putri Shuwan itu langsung memapah junjungan nya dengan susah payah. Xuan sangat ingin mendekat dan membopong adik nya lalu mengobati nya. Namun tubuh nya kaku dan tak dapat bergerak, sungguh ia marah pada diri nya sendiri yang tak berguna.


Sreekk


Sreekk


"Pstttt apa mereka sudah pergi? " Suara itu, suara anak kecil yang tak lain ialah adik nya Luan. Terlihat Luan yang perlahan keluar dari semak-semak dan ikut membantu Xiaomi memapah Putri Shuwan. Tubuh Xuan bergerak sendiri mengikuti mereka dan terhenti di depan pintu kamar sang adik perempuan nya yang kumuh.


"Ini oleskan pada luka nya! Sampai kan maaf ku tak bisa membantu" Ucap Luan menyodorkan obat salep kepada Xiaomi yang di Terima dengan patuh.


Luan pun pergi dan Xiaomi melakukan tugas nya seraya menangis sesegukan. Xiaomi tampak Meratapi nasib junjungan nya yang sungguh kasihan.


Dalam sekali kedip sekeliling Xuan kembali berubah, Yang ia lihat saat ini adalah adik nya Shuwan. Namun aneh nya terdapat dua Shuwan dalam ekspresi yang berbeda saling menatap. Yang satu nya tersenyum manis menampilkan lesung di kedua pipi nya, satu nya lagi dingin dan datar tanpa ekspresi.


Lalu ia melihat Shuwan yang tersenyum itu perlahan menghilang dan lenyap tergantikan dengan Shuwan yang datar namun menyinggung kan senyum miring.


Shuwan tanpa ekspresi itu kini menatap nya dengan dingin, mata Xuan memancarkan penyesalan yang mendalam. Perlahan bibir Shuwan kembali tersenyum miring lalu berkata....


"Jangan menyesal! Kau terlambat! " Ucap nya lalu tiba-tiba mata Shuwan berubah menjadi merah semerah darah.


Degg


Dada Xuan sesak mendengar nya. Apakah memang sudah terlambat? Sungguh ia benar-benar menyesal sekarang! Namun sudah terlambat!


"Shuwan yang dulu sudah mati!! " Ucap Shuwan lagi masih dengan senyum miring tersungging di bibir mungil nya.


Perlahan rambut Shuwan berubah menjadi putih, terdapat tanduk kecil di kiri kanan kepala nya. Shuwan berdiri tegak sambil memegang pedang yang berlumuran darah di tangan kiri nya dan sabit berwarna hitam di tangan kanan nya.


Pemandangan sekitar nya berubah menjadi reruntuhan di mana terdapat banyak mayat tergeletak di mana-mana. Lalu ia melihat tangan kiri Shuwan bergerak mengayunkan pedang nya dan...


Dugg


Sebuah kepala terjatuh dan menggelinding di bawah kaki nya. Ia melihat kepala itu dengan rinci dan ia mengenali siapa pemilik kepala itu. Keterkejutan menghampiri nya. Kepala itu adalah milik seorang putri yang di kenal nya, Putri Bailin!


Jlebb


Tangan kiri Shuwan kembali bergerak menusuk tubuh seseorang dari belakang. Tubuh itu pun jatuh tersungkur dengan mata terbuka yang menampilkan kemarahan, penyesalan, dan kebencian menjadi satu. Tubuh itu adalah milik Kaisar Qin.


Sraakk


Dugg


Tangan kanan Shuwan bergerak mengayunkan sabit nya guna mengaitkan mata sabit dengan leher seseorang. Leher jenjang yang sering ia lihat, Permaisuri Juan! Sayup-sayup ia mendengar teriakan dan tangisan yang terdengar pilu.


"Hahahaha! Rasakan pembalasan ku! " Suara tawa Shuwan menggelegar membuat Xuan bergetar. Suara tawa yang mirip dengan sosok iblis kejam yang memisahkan ia dengan keluarga nya.


Satu persatu anggota keluarga Kekaisaran Qin mati di hadapan nya. Kini hanya tersisa diri nya, dan Luan. Tangan Shuwan kembali bergerak dan menusuk tepat di jantung Xuan yang di hadapan Shuwan itu.


"Hentikan!! " Terdengar suara Luan yang berteriak kencang melihat Xuan yang terbunuh. Namun terlambat, Xuan sudah tergeletak di tanah dengan bersimbah darah.


"Cih! Kau bahkan tak pernah berteriak untuk menghentikan mereka yang menyakiti ku, namun kau berteriak pada ku untuk berhenti membunuh mereka! Sungguh menjengkelkan! " Ucap Shuwan setengah mencibir, dapat ia lihat Luan yang menangis berlutut di hadapan mayat nya.


Perlahan kaki Shuwan bergerak mendekati Luan yang masih menangis, sudut bibir Shuwan tertarik membentuk seringaian. Tangan kanan Shuwan melempar sabit yang di genggam nya dan perlahan menyentuh pundak Luan.


"Seperti nya kau sangat menyayangi nya ya? " Tanya Shuwan dengan nada pelan. Pelan namun pasti Luan mendongak menatap Shuwan dengan mata yang berair.


Srak


Tepat setelah mendongak, tangan Shuwan bergerak memegang leher Luan dengan erat. Mata Xuan terbelalak melihat Shuwan mengangkat tubuh Luan dengan tangan di leher itu. Mencekik! Tampak Luan berontak dan menyentuh tangan Shuwan yang mencekik nya itu.


"Kalau begitu... Susulah mereka!! "


Kraakk


Shuwan berteriak bersamaan dengan tangan nya mencengkram erat leher Luan hingga patah. Dada Xuan sesak melihat nya, Sakit rasa nya melihat iti dengan kepala nya sendiri. Ia pun berteriak...


"TIDAAAAKKKK!!! " Teriak nya dengan keringat mengucur deras di dahi nya. Ia melihat sekeliling di mana terdapat banyak orang.


"Apa yang terjadi kak? Apakah masih sakit? " Ia melihat Luan yang menatap nya cemas dan beberapa orang menatap nya khawatir.


"Itu... cuma mimpi? " Tanya nya lirih namun masih terdengar oleh Luan.


"Sudah lah kak, minum dulu! Kau istirahat lah" Ucap Luan menenangkan kakak nya dan memberikan minum yang segera di Terima oleh Xuan.


"Aku harus menghampiri nya! " Ucap Xuan lalu bangkit dan berlari tergesa-gesa guna menghampiri 'Dia'. Ia berlari tanpa memedulikan adik nya dan orang orang yang berteriak memanggil nya dan mengejar nya. Ia tak peduli, yang terpenting ia harus menemui nya.


...----------------...


Jangan lupa dukung author melalui...


Like


Vote


Rate


Favorit


Ada yang ingin berteman lebih jauh dengan author? Yuk hubungi author....


Author orang care kok, ga mudah tersinggung, bisa cepat akrab dan b


blak-blakan.


IG: @lrnrrhmnia1412 (Follow yak, Author follback kok)


WA: +6289670108559 (Untuk para wibu pecinta anime, author punya group yang selalu share file video anime baik movie ataupun the movie, Seperti Naruto, One Pick Man, Black Clover, Battle Trough Heaven dll. Silahkan hubungi admin yang juga author sendiri untuk yang tertarik. Kalau mau berteman dengan author juga ga masalah sih~hihihi)


FB: Nurrahmania Art(Terima pesanan gambar sketsa wajah buatan author sendiri. Bagi yang berminat silakan hubungi. )