Time Travel The Secret Agent

Time Travel The Secret Agent
T3SA Eps. 35 : Bertemu Pangeran & Putri



"Siapa di sana? Berani nya ikut campur! " Teriak ketua pembunuh itu kala melihat bayangan yang lewat dengan cepat lalu salah satu anggota mati dengan keadaan kepala terlepas dari tubuh nya. Sedangkan Mu Lin kini sedangkan diam di sisi ketua itu dengan wajah datar tanpa suara, dan ia terlihat mengerikan. Sekejap dia menghilang Dan...


......................


Swooshh


Sraakk


Gledukk


Satu lagi orang berpakaian hitam mati dalam keadaan kepala terpisah dari tubuh nya. Lagi-lagi mereka di buat tercengang dengan kecepatan sosok yang baru saja membunuh orang itu.


"Kalian mencari ku? " Suara halus nan imut menyapa rungu, secepat mungkin mereka menoleh ke arah suara. Nampak seorang gadis cantik dengan surai rambut hitam panjang nya, kulit putih dan mulus nya mampu menyihir mereka hingga terdiam dan terpaku.


"Siapa kau? " Tanya sang ketua tadi dengan aura intimidasi yang sayang nya tak mempan untuk Mu Lin.


"Aku? " Tanya Mu Lin seraya menunjuk diri nya sendiri, ekspresi nya yang datar membuat kesan aneh. Untung nya ia menunjuk diri nya sendiri seraya sedikit mengerjapkan mata nya polos hingga terkesan menggemaskan.


Nampak mereka yang berpakaian hitam itu mengangguk. Mu Lin pun menyunggingkan senyum remeh nya menanggapi respon mereka.


"Cih! Kualifikasi apa yang kalian miliki hingga ingin tahu siapa aku? " Tanya Mu Lin dengan nada dingin dan aura yang sedikit ia keluarkan. Mereka terlihat bergetar, begitu juga dengan pemuda tadi yang terus berada di sisi gadis bernama Bailin.


"Apa yang ingin kau lakukan bocah?! " Gertak sang ketua melihat Mu Lin yang mulai mengangkat pedang kesayangan nya.


"Membunuh mu"


Swooshh


Krakk


Dugg


Srakk


Sringg


Trangg


Dugg


Dugg


Suara pertarungan terjadi, namun tak ada yang bisa mengimbangi kecepatan Mu Lin yang mengerikan. Bahkan saat sang ketua menggunakan serangan elemen nya, Mu Lin dapat dengan mudah menghindari nya dan kini Mu Lin berada tepat di depan sang ketua seraya mencekik leher nya.


"Kau tahu apa yang ingin aku dengar? " Ucap Mu Lin dingin, tampak di sana seluruh anggota dari ketua berpakaian hitam itu hanya tinggal seonggok mayat tak berguna.


"Ka-kau? A-apa yang? " Perlahan tubuh sang ketua terangkat ke atas, Mu Lin mencekik nya menggunakan tangan kiri nya. Setelah kaki ketua itu tak menyentuh tanah, dengan cepat Mu Lin membenturkan nya ke tanah tanpa melepas cengkraman nya.


Druakk


"Cih! Makhluk tak berguna! " Cibir Mu Lin, kini cengkraman nya terlepas dan kaki kanan Mu Lin menginjak kepala ketua itu seraya menggantung kan tangan kanan nya yang masih memegang pedang.


Brakk


Crasss


Dalam sekali hentak kan, kepala itu pecah saat Mu Lin menarik kaki nya dan menghentak nya keras.


'Kenapa rasa nya aku mengenal mereka ya?? Apakah aku pernah bertemu dengan mereka? 'Batin Mu Lin saat melihat dengan jelas wajah pemuda dan gadis itu tadi.


'Nama Bailin itu rasa nya tidak asing' Batin nya kala menyadari nama yang terdengar tidak asing bagi nya.


Tubuh nya masih dalam posisi bertekuk, perlahan wajah nya menoleh pemuda dan gadis di belakang nya. Netra emas nya melirik mereka sekilas lalu ia bangun dan melemparkan sesuatu.


Sebuah botol berisi pil penyembuh tingkat tinggi Mu Lin berikan secara cuma cuma kepada mereka, lalu ia segera mengambil posisi dan duduk santai di bawah pohon seraya memejamkan mata nya yang lelah.


Pemuda itu dengan sigap menangkap botol yang di lemparkan Mu Lin, ia membuka nya dan tercium aroma khas dari pil bulat bergaris itu. Sejenak pemuda itu nampak ragu dengan pil pemberian Mu Lin, buka nya ia takut itu racun! Tapi menurut nya ini terlalu berharga, terpancar jelas jejak keraguan di mata nya. Melihat ini Mu Lin pun mencibir.


"Minum lah itu bukan racun" Cibir Mu Lin tanpa membuka mata nya. Pemuda itu pun memberikan pil tersebut pada Bailin. Ia juga meminum nya, dan luka mereka hilang tanpa bekas serta tenaga mereka kembali meski tak sepenuhnya. Tak menunggu waktu lama, gadis bernama Bailin itu membuka mata nya.


"Kakak" Suara serak milik gadis bernama Bailin menyapa indra pendengaran mereka. Segera pemuda itu manatap sang gadis seraya bertanya...


"Apa kau baik-baik saja? apakah kau terluka? " Tanya nya pada sang gadis.


"Aku baik-baik saja, apakah kakak terluka? Apa yang terjadi saat aku tak sadarkan diri? " Sang pemuda itu pun mengatakan bahwa ia baik-baik saja dan ia menceritakan tentang Mu Lin seraya menunjuk Mu Lin yang masih menutup mata nya.


"Benarkah? Hebat sekali! " Puji nya kagum namun ia juga iri karena Mu Lin sangat cantik dan rupawan.


"Ekhm Nona! " Ucap pemuda itu pada Mu Lin, segera Mu Lin membuka mata nya sambil menaikkan satu alis nya.


"Emm Terimakasih atas bantuan dan pill nya." Ucap nya seraya membungkukkan badan nya pada Mu Lin, di ikuti Bailin walaupun hati nya sedikit kesal karena merasa tak pantas.


"Hemm" Mu Lin hanya berdehem karena merasa tak tertarik dengan hal itu.


"Emm saya adalah Pangeran ke tiga Kekaisaran Qin, Qin Xuan. Dan ini putri kedua Qin Bailin. Kalau boleh tahu nama nona-"


"Hua Mu Lin" Potong Mu Lin langsung menyebutkan nama nya. Mendengar bahwa Mu Lin adalah anggota keluarga Hua, Xuan langsung menatap nya lagi. Tapi, saat Mu Lin mengingat lagi nama Xuan juga rasa nya ia pernah dengar.


"Apa kita pernah bertemu? " Tanya Mu Lin dengan sebelah alis yang terangkat. Xuan pun melakukan hal yang sama kala melihat gadis cantik di hadapan nya yang wajah nya seperti tak asing.


"Kurasa... Tidak. Tapi aku tak tahu" Jawab Xuan dengan raut wajah kebingungan, Mu Lin sendiri yang masih penasaran hanya bisa diam dan kembali menutup mata nya dan menarik nafas dalam.


"Kalau nona Hua tidak keberatan, Mungkin nona bisa berpartisipasi dengan acara yang di adakan saat pertengahan musim gugur nanti di Kekaisaran Qin" Tawar nya yang berhasil membuat Mu Lin sedikit tertarik.


"Acara? " Tanya Mu Lin sedikit tertarik.


"Acara pertandingan Kultivator, biasanya generasi muda akan mengikuti pertandingan itu karena yang menang akan mendapatkan gelar jendral, bahkan acara itu sudah bisa di ikuti oleh anak berusia 10(sepuluh). Bukan hanya itu, bahkan ada lomba berburu dan Alchemist, masing-masing lomba memiliki hadiah yang berbeda" Jelas nya cukup panjang. Bailin terheran dengan kakak nya yang satu ini, karena biasavnya Xuan sangat dingin kepada orang yang tak dikenal.


"Aakhh hari sudah gelap dan sepertini nya akan hujan ada baik nya kalian kembali atau mencari tempat untuk bermalam" Ucap Mu Lin seraya menatap langit yang mulai gelap. Angin berhembus menerbangkan rambut nya membuat ia nampak seperti dewi yang tengah bersedih.


Jdarrr


Tiba-tiba petir menggelegar dan akhirnya hujan turun tepat setelah Mu Lin bicara.


"Seperti nya kita harus mencari tempat bermalam" Ucap Bailin, mereka pun melesat di pimpin oleh Mu Lin menuju gua yang pernah di gunakan oleh Guru Hang.


Tak butuh waktu lama kini mereka telah sampai di gua itu dengan keadaan basah kuyup.


Klak


Pakaian mereka seketika mengering tepat setelah Mu Lin menjentikkan jari nya. Tidak mengejutkan memang untuk seorang Kultivator, tapi itu cukup menakjubkan karena pakaian Xuan dan Bailin kembali seperti semula tanpa robekan.


"Aku hanya mengantar kalian sampai sini karena harus segera kembali, ada baik nya kalian menghilang kan aura kalian, sampai jumpa! " Tepat setelah kata itu terucap Mu Lin menghilang tepat dengan bayangan hitam nya yang menunjukkan bahwa dia melakukan teleportasi, sangat menakjubkan menurut Xuan dan Bailin karena hanya tingkatkan tertentu saja yang bisa melakukan nya. Xuan sendiri merasa tertarik dengan gadis itu, karena tak ada yang sedingin itu pada nya.


...----------------...


Tinggal kan jejak jempol like...


Berikan dukungan lewat Vote...


Nilai karya Author dengan Rate....


Jangan lewatkan kelanjutan nya dan tekan tombol Favorit....