
Haifeng menarik Xuan yang sedang tersenyum tipis, alhasil terjadi kejadian mengharukan antara ayah dan ank yang saling berpelukan melepas kerinduan.
......................
Setelah kejadian mengharukan itu kini mereka sedang berada di taman. Mereka hanya bertiga karena tak ada yang ingin mengganggu, bahkan kaisar Qin pun merasa ancaman besar dari Haifeng.
"Ayah sudah tahu semua nya" Ucap Haifeng seraya menyesap teh di tangan nya.
"Soal... Apa? " Tanya Xuan ragi sementara Luan diam menyimak dan merasa canggung.
"Tentang hubungan kalian dengan Shuwan" Jawab Haifeng santai namun membuat jantung Xuan terpacu.
"Tidak seharus nya kau bersikap egois dan kekanakan seperti itu Xuan! Kematian ibu mu bukan kesalahan siapa pun, setiap yang hidup pasti akan mati. "Haifeng menatap Xuan yang menunduk merasa bersalah, namun ia memaklumi sifat Xuan.
" Tapi yang lalu biar lah berlalu, kau hanya perlu berusaha mendapat maaf nya..... Saat ini ia sedang terpuruk karena kekasih nya tiada, kau bisa menghibur nya "Lanjut Haifeng yang mendapat tatapan terkejut oleh ke dua anak nya.
" APA!? "Teriak mereka bersamaan, bukan karena kekasih Shuwan yang telah tiada. Tapi yang membuat mereka terkejut adalah sejak kapan?
Namun kalau mereka pikir kembali, mereka memang tak mungkin tahu mengingat betapa renggang nya hubungan mereka.
Dan mereka hanya bisa menghela nafas memaklumi sifat Shuwan yang begitu tertutup pada kakak nya.
Rasa penyesalan merasuki jiwa, namun mereka tak dapat mengulang kembali masa yang telah berlalu.
Menyesal tak akan merubah apa pun! Perubahan itu pasti namun kesadaran bahwa diam bukan lah penyelesaian maka tindakan adalah jawaban nya.
"Sejak kapan dia memiliki kekasih? " Tanya Luan pelan nyaris seperti bergumam, layak nya bertanya pada diri sendiri.
"Itu tidak penting! Yang jelas kekasih nya tiada karena iblis itu, dan mungkin adik kalian saat ini mengalami depresi" Jelas Haifeng mengingat wajah datar Shuwan.
"Iblis? " Tanya Luan bingung, ia hanya pernah mendengar cerita Xuan tentang iblis yang membuat keluarga mereka terpisah.
"Apa iblis itu masih berulah? " Xuan pun teringat akan iblis menyeramkan yang telah membuat bibi nya terbunuh.
"Ya! Iblis yang sama, namun iblis itu memanggil raja iblis lain nya sehingga membuat Shuwan kesulitan dan kekasih nya menjadi korban! Namun ada yang aneh" Jelas Haifeng lalu bergumam pada akhir kalimat.
"Apa yang aneh? " Luan turut penasaran mendengar gumaman ayah kandung nya. Haifeng pun menjawab dengan wajah serius.
"Saat itu Adik perempuan kalian berhasil membunuh dua di antara tiga, dan hampir menyegel yang ke tiga.... Namun tiba-tiba muncul asap hitam yang menghisap mereka beserta pasukan iblis nya"
"Dan adik perempuan kalian terlihat sangat tertekan" Lanjut nya lalu terdiam.
"Lalu sekarang dia dimana? " Tanya Xuan karena dia menduga bahwa ayah nya sudah bertemu dengan Shuwan lebih dulu.
"Saat ini dia ad-"
Swooossshh
Perkataan Haifeng terhenti saat tiba-tiba portal teleportasi muncul di hadapan nya. Ia tak waspada karena mengenal dengan jelas aura energi itu.
"Salam ayah! Kami berdua tak dapat menemukan adik perempuan, kami mengikuti jejak aura nya hingga berakhir pada jurang kematian. Saat kami memeriksa jurang itu, ada kemungkinan kalau itu adalah salah satu gerbang antar dunia yang tidak kita ketahui! " Tiba-tiba Yixuan muncul dengan wajah serius dan melaporkan pengamatan nya langsung tanpa melihat ada Xuan di sana.
"Apa? Kenapa bisa begini? " Tanya Haifeng terkejut mendengar penuturan Yixuan.
"Aku tidak tahu! Tapi itu hanya salah satu kemungkinan yang mungkin saja! " Ucap Yixuan menghela nafas pelan.
"Kakak....! " Lirih Xuan pelan namun masih terdengar oleh mereka. Mendengar itu segera Yixuan mengalihkan pandangan nya pada Xuan.
"Xu? " Tanya Yixuan dengan pandangan penuh kerinduan.
"Tunda dahulu rindu kalian, sekarang yang terpenting adalah ke dunia mana adik kalian terlempar? " Haifeng langsung membuat Yixuan kembali fokus pada masalah yang sedang di hadapi nya.
"Terlebih kita tidak tahu kemana pergi nya para iblis saat itu! " Lanjut Haifeng lagi. Sementara Junsi hanya menyimak perbincangan mereka karena ia merasa terlupakan.
***
Sedangkan di dunia lain, sosok yang menjadi perbincangan tengah duduk dengan santai nya memakan apel merah. Pandangan nya tetap kosong tanpa binar apa pun.
Lalu tiba-tiba ia tersenyum miris, entah apa yang memicu nya menarik sudut bibir. Namun pikiran nya melayang pada kejadian yang ia pikir hanya imajinasi.
"Aneh....! " Gumam nya pelan namun sesaat kemudian mengangkat bahu nya tak peduli.
Ia bahkan sempat berpikir mungkin kekasih nya masih hidup. Tapi ia segera menepis pikiran itu karena ia tak ingin menjadi gila. Ia terdiam sejenak sebelum akhir nya kembali memakan apel nya.
'Shan Lan! Apakah ada artefak yang dapat menghidupkan orang mati? 'Tanya Shuwan tiba-tiba melalui telepati nya.
Terdiam sejenak memikirkan perkataan Shan Lan. Namun ia kembali tak peduli, bagi nya itu tak penting ia pun kembali berbicara.
'Jangan memuntahkan omong kosong! Katakan saja yang kau tahu! '
"Tapi itu melanggar hukum alam! Kau tahu perbuatan itu dapat mengganggu keseimbangan Dunia! " Ucap Shan Lan lagi mencoba agar Shuwan menggagalkan rencana nya.
'.... 'Shuwan tak menjawab namun ekspresi nya menjadi lebih dingin seolah ia tak peduli. Hal ini membuat Shan Lan menghela nafas lemah.
"Kau harus mengambil jantung pemimpin Phoenix, Feng Xue! Berada di daratan tengah dunia bawah, itu yang paling terdekat! " Jelas Shan Lan berharap Shuwan membatalkan niat nya.
'Bagus! 'Ucap Shuwan lalu bangkit dari duduk nya lalu menepuk pelan hanfu nya yang kotor.
Brukh
Shuwan melompat dan mendarat sempurna dari tinggi nya dahan pohon itu.
"Lin Lin Coba pikirkan kembali.... Kau tak boleh mengganggu keseimbangan dunia! Menghidupkan kembali orang mati sama saja menarik paksa jiwa kekasih mu dari alam Roh! Resiko nya adalah kau harus mengorbankan separuh jiwa mu! Jika begitu sama saja saat kau mati, jiwa mu akan terombang-ambing di alam Roh hingga akhir nya melebur dan tak dapat bereinkarnasi! " Shan Lan berharap Shuwan memikirkan kembali rencana nya.
Memang Benar! Menghidupkan kembali yang sudah mati akan menggangu keseimbangan dunia! Namun tak ada yang mustahil dalam dunia ini!
Meski begitu semakin besar keinginan, pasti bayaran yang harus di bayar pun akan semakin besar. Seperti hal nya menghidupkan yang telah mati.
Hanya kultivator tingkat tinggi yang bisa menggunakan Jantung Feng Xue. Dan bayaran nya adalah separuh jiwa penggua yang akan di korbankan.
Dengan jiwa yang hanya separuh, saat pengguna mati maka sisa jiwa nya akan terombang-ambing di alam Roh. Sama seperti mereka yang bunuh diri!
Tak di Terima baik di Neraka mau pun di syurga! Lalu jiwa penggua itu akan melebur dan hilang seiring berjalan nya waktu. Tak dapat lagi bereinkarnasi.
Namun bagi Shuwan, itu sama sekali tak penting. Yang terpenting bagi nya adalah ada cara untuk bertemu kembali dengan orang terkasih.
Sedangkan Shan Lan benar-benar merasa aneh. Ia cukup mengenal tuan nya dengan baik selama ini. Bagi nya Shuwan adalah tipikal orang yang tenang namun menghanyutkan.
Selalu bertindak sesuai logika, tak pernah gegabah dalam mengambil keputusan. Alih-alih berfikir sebelum bertindak.
Ia selalu memikirkan efek jangka panjang yang akan di timbulkan tindakan nya. Tak ingin memiliki efek buruk, namun prediksi nya selalu akurat.
Meski beberapa kali pernah salah karena lawan yang tak sebanding. Namun bagi Shan Lan itu wajah karena bagaimana pun Shuwan hanya lah makhluk hidup yang pasti melakukan kesalahan.
Karena itu lah diam-diam ia sungguh menyayangkan kecerdasan milik Shuwan yang masih bisa kalah oleh ego.
'Sungguh Cinta adalah hal yang berbahaya! 'Pikir Shan Lan merasa bahwa cinta adalah suatu hal yang sulit di pahami.
"Huft! " Shuwan menghela nafas nya lemah, jujur saja ia memiliki keraguan dalam rencana nya kali ini.
Namun sulit bagi hati untuk berbohong, Bohong jika ia tak ingin kekasih nya kembali! Bohong jika ia mengikhlaskan kekasih nya! Bohong jika ia tak merindukan kekasih nya.
"Kak Lee..... Tahukah kau? Sebelum mengenal mu aku tak pernah berani berharap lebih dalam hidup ku! " Gumam Shuwan menatap kosong ke depan, berharap kekasih nya dapat mendengar curahan isi hati.
"Selalu menerima apa yang takdir berikan pada ku, baik atau buruk tanpa begitu peduli.... Setelah mengenal mu aku menjadi pembangkang terhadap hati ku! Berusaha mangkir dari gekora asmara namun berharap terpatri di hati mu" Lanjut nya menengadah lalu menitihkan air mata.
Ia tak pernah bisa menerima hal ini! Ia merasa Tuhan begitu tak adil dengan nya. Ia merasa tak pernah menyinggung para penguasa takdir. Namun kesialan selalu menyertai nya.
...----------...
Jangan lupa dukung author melalui...
Like
Vote
Rate
Favorit
Ada yang ingin berteman lebih jauh dengan author? Yuk hubungi author....
Author orangnya care kok, ga mudah tersinggung, bisa cepat akrab dan sedikit blak-blakan.
IG: @lrnrrhmnia1412 (Follow yak, Author follback kok)
WA: +6282123981798(Lira Nur) (Untuk para wibu pecinta anime, author punya group yang selalu share file video anime baik movie ataupun the movie, Seperti Naruto, One Pick Man, Black Clover, Battle Trough Heaven dll. Silahkan hubungi admin yang juga author sendiri untuk yang tertarik. Kalau mau berteman dengan author juga ga masalah sih~hihihi)
FB: Nurrahmania Art(Terima pesanan gambar sketsa wajah buatan author sendiri. Bagi yang berminat silakan hubungi. :')