Time Travel The Secret Agent

Time Travel The Secret Agent
T3SA Eps. 113: Mereka Datang... Lagi!



'Aku tak tahu perasaan apa yang ku miliki untuk mu, tapi jika ini memang cinta... Maka akan ku usahakan agar kau menjadi yang pertama dan terakhir untuk ku, Zhenli.....' Batin Shuwan seraya memejamkan mata nya dan berbalik pergi meninggalkan Bandar Udara.


...[~Flashback~]...


......................


Shuwan menarik nafas lalu membuang nya perlahan saat mengingat kenangan itu, ia telah melanggar janji nya.


Ia sudah kehilangan Cinta pertama nya lalu Cinta ke dua nya. Namun ia sungguh benar-benar tak ingin kehilangan Cinta kedua nya.


Ia merasa gagal menjaga diri untuk cinta pertama nya, dan ia tak ingin gagal menjaga cinta kedua nya.


Meski ia tak tahu apa yang akan terjadi di mada depan, akan kah ia menemukan cinta sejati nya? Apakah ia memang di takdir kan untuk tak dapat menggenggam Cinta.


"Jadi kapan aku dapat membuka segel ini? " Melupakan pasal cinta sejenak, Shuwan bertanya pada guru nya.


"Ketika kekuatan mu terisi penuh, selama satu minggu ini kau tak boleh menggunakan Qi sedikit pun untuk bertarung. Kau harus mengisi Lautan Qi mu hingga penuh" Jawab Jiancheng membuat Shuwan menghela nafas, padahal Shuwan sudah berencana untuk pergi malam ini.


"Huft! Apa tidak bisa di percepat? " Tanya Shuwan seraya mengusap wajah nya kasar.


"Ku rasa tidak, kecuali kau bersedia untuk bermeditasi selama Tiga hari dan mengalirkan Eneri mu ke seluruh tubuh tanpa mengumpulkan nya Di Dantian"


"Begitu kah? " Shuwan merasa ini masih kurang namun tak ada pilihan lain.


"Sebaik nya kau bermeditasi di ruang dimensi mu yang memiliki Qi murni" Ucap Jiancheng pelan sementara Shuwan yang mendengar nya terdiam.


Sejak hari itu Shuwan belum berkomunikasi lagi dengan kawan-kawan nya. Dan Shuwan sebenar nya tidak terlalu peduli.


Hanya saja Shuwan lebih suka menghindari masalah dan berada di Zona aman dari pada menciptakan masalah dan menyelesaikan nya.


"Jika kau bermeditasi di sana, ada kemungkinan Energi mu terisi lebih cepat dari perhitungan ku" Lanjut nya karena Shuwan sejak tadi tak mengeluarkan suara nya.


Bukan nya Jiancheng tak tahu masalah yang mereka hadapi! Hanya saja Jiancheng ingin murid nya memiliki sifat yang dewasa dan tidak kekanakan.


"Kau tak boleh kekanakan! Hanya karena masalah kecil kau ingin menunda pelatihan mu? Kau bahkan belum membuka segel, bagaimana cara ku memulai pelatihan yang sebenar nya? " Ujar Jiancheng membuat Shuwan tersentak dari lamunan.


"Huft! Baik-"


Duaaarrrrr


Ucapan Shuwan terpotong saat terdengar suara ledakan. Baik Shuwan mau pun Jiancheng menoleh serentak ke arah pintu.


'Apa itu? 'Batin Shuwan seraya melirik guru nya lalu bangkit dan melangkah keluar.


Sreettt


"Ingat jangan gunakan Qi mu! " Ujar Jiancheng saat melihat Shuwan menggeser pintu dan keluar dengan langkah sedikit cepat.


Shuwan yang mendengar ucapan Jiancheng pun hanya mengacuhkan nya. Jiancheng pun menghilang dalam kekosongan.


***


Sementara itu setelah berpisah dengan Shuwan, Chen tampak duduk merenung melihat ke arah luar jendela.


Membayangkan kejadian yang ia alami di danau sore tadi, sadar atau tidak dia tersenyum tipis. Ia ingin mengulangi kejadian itu sekali lagi.


Namun ia memutuskan untuk keluar dan pergi ke taman Kekaisaran. Tak lupa membawa seruling bambu nya.


Krieeett


Penjaga yang berjaga di depan pintu kediaman nya segera membungkuk hormat dan hanya di balas anggukan oleh nya.


Chen menghentikan langkah nya di dekat kolam ikan saat merasakan aura yang berbeda.


'Aura ini.... 'Batin Chen seraya memejamkan mata nya mencoba mengingat sesuatu.


Degg


Mata nya melebar saat berhasil mengingat asal energi yang saat ini ia rasa kan. Dalam pikiran nya berputar memori ingatan beberapa tahun lalu, asal di mana ia terkena Racun Es.


"Mereka datang lagi! " Ucap Chen tiba-tiba....


Duaaarrrrr


"Seperti nya Yang Mulia Putra Mahkota sudah pulih!? " Terdengar suara gelak tawa yang selalu menjadi mimpi buruk Para Ras Vampire.


Swooossshh


Sreettt


Tiba-tiba serigala besar itu berubah menjadi seorang pemuda bermata Kuning berada tepat beberapa meter di hadapan Chen. Namun Chen menghilang dan muncul di sisi pemuda itu seraya mengarahkan pedang nya.


"Mari kita lihat! Sejauh mana kau berkembang Zhao Li Chen!! "


Sriinggg


Pertarungan tak terelakkan, dari arah belakang pemuda itu muncul Enam orang lain nya yang langsung berpencar. Dan enam orang itu berubah menjadi serigala yang lumayan besar.


Sedangkan Chen yang masih sibuk dengan pemuda itu tak sempat menghalau yang lain nya. Karena kecepatan pemuda tak bisa di anggap remeh.


"Langkah Petir! " Ternyata pemuda itu ber elemen Petir, dia dengan secepat kilat menghampiri Chen dengan Senjata nya.



Melihat itu Chen segera berusaha menghindar, namun karena terlalu cepat alhasil lengan kanan Chen tergores.


'Seperti nya aku harus menggunakan itu! 'Batin Chen seraya memejamkan mata nya.


Saat membuka mata, Boleh mata Chen berubah menjadi merah dan pupil nya yang hijau. Muncul taring yang tidak terlalu panjang dari mulut Chen.


Kecepatan Chen meningkat drastis dan mengalahkan kecepatan pemuda itu. Pemuda itu... Kang De An tercengang dengan kecepatan Chen.


Sring


Tranggg


Senjata mereka saling beradu, beruntung De An sempat mengelak. Sedangkan Chen dengan wajah datar nya mundur beberapa langkah untuk menyiapkan teknik.


"Pusaran Angin Topan! " Ujar nya lalu angin berhembus dengan dahsyat.


Swooossshh


De An menggunakan lengan nya untuk menghalau debu yang beterbangan karena angin kencang. Ia memekik terkejut saat wajah nya tergores sesuatu yang tidak terlihat.


'Ini.... Belati Angin' Batin De An mulai waspada, hanya orang tertentu saja yang bisa menggunakan teknik gabungan seperti ini.


Saat ini Chen menggunakan gabungan antar Teknik Pusaran dan Teknik manipulasi Elemen. Sehingga bisa di gunakan pada waktu bersamaan.


"Kau yang meminta nya! " Ucap De An lalu mulai berubah menjadi serigala berwarna hitam yang besar nya seperti mobil di dunia modern.


Chen hanya diam fokus membagi Qi nya agar tidak berantakan. Tanpa sadar mata nya tak sengaja melihat Shuwan yang memperhatikan seraya bersender di dahan pohon.


'Di saat seperti ini dia masih sempat bersantai!? 'Chen tersenyum tipis lalu kembali fokus dengan lawan nya yang mulai serius.


...----------------...


Hai....!


Ketemu lagi nih ehehehe....


Author sebenar nya sedikit bingung untuk taktik bertarung, ada yang punya ide?


Chat ya... (+6282123981798)



Atau berminat masuk Group Attention Please?


Silahkan chat ke nomor di atas 👆👆👆


Karena buat cerita ini dengan susah payah, tolong dukung author dan beri penyemangat berupa Vote!


Jangan lupa LIKE karena LIKE itu GRATIS!!!!


See You Next~~