
Lalu dia menekan kaki nya dengan letupan energi, kemudian dia kembali melompat tinggi ke Udara.
Swoooosshh
Asap putih menyelimuti tubuh Shan Lan, seketika dia pun berubah kembali menjadi Phoenix dan dia mengeluarkan suara nya yang nyaring.
......................
Sementara itu Shuwan kini di hadap kan dengan kalajengking raksasa milik Ziran yang memiliki kekuatan di atas Erlang. Mungkin setara dengan An Ri atau Shan Lan.
Nyata nya Erlang berasa di tahap Pelatihan Dou King Tahap 9 sementara Kalajengking milik Ziran adalah hewan legenda.
'Beast Legenda ya? 'Batin Shuwan seraya bangkit dan berjalan santai ke depan kemudian mengambil kembali pedang nya menggunakan tangan kiri.
Lalu Shuwan menekuk siku kiri nya sehingga Pedang Shèng yǐnshì nya berdiri lurus ke atas membentuk garis Vertikal.
Kemudian Shuwan mengangkat tangan kanan nya, dia pun mengusap pedang Shèng yǐnshì milik nya itu dengan ekspresi datar. Seperti biasa...
"Aku terkesan" Ucap Shuwan singkat lalu menghilang dari sana, secara alami Ziran mengerut kan dahi nya tidak senang namun tetap waspada.
Syuttt
Secara tiba-tiba Shuwan berada di hadapan Ziran dalam posisi melayang dan mengayunkan pedang nya.
Ziran yang mengetahui hal itu tentu nya segera bergerak menghindar dengan lompatan.
Tepat setelah dia melompat, Shuwan pun hanya mendarat di atas punggung kalajengking tadi.
Tiba-tiba sungut kalajengking itu menekuk dan hendak menyengat Shuwan, namun dengan cepat Shuwan melompat dan pergi menjauh.
"Aku ingin bermain, tapi waktu ku tidak banyak" Ucap Shuwan singkat kemudian menghilang dan kembali muncul di belakang Ziran...
Bughh
Shuwan mengangkat kaki kanan nya dan menendang Ziran dengan cukup kuat. Ziran yang tidak menduga akan mendapat serangan dadakan pun tidak sempat menghindar.
"Ukh! " Ziran mengerang lalu dia mendarat dengan sempurna setelah berhasil mengendalikan diri nya.
Lalu Ziran memegang pedang dengan tangan kanan nya, dia melakukan hal serupa dengan Shuwan yaitu mengusap pedang nya dari ujung ke ujung.
Seketika pedang nya berubah menjadi tongkat besi panjang dengan pisau tajam di sisi-sisi nya.
Ukuran nya sedikit memendek kala Ziran pun memegang tongkat itu horizontal di depan.
Tangg
Tongkat itu menjadi dua dan di tengah-tengah nya terdapat sebuah rantai yang menghubungkan dua mata pisau.
'Ah.... ahli senjata' Gumam Shuwan dalam hati mulai merasa tidak sabar, tanpa menunggu lama Shuwan pun kembali melesat dengan ayunan pedang.
Trangg
Ziran menangkis serangan nya, lalu memutar pisau di sebelah kiri kemudian melempar nya ke depan.
Pisau itu berputar mengitari tubuh Shuwan, dan rantai hitam itu memanjang dengan cepat.
Happ
Srett
Krakk
Ziran kembali menangkap pisau tadi, kemudian dia melompat mundur dan meregangkan pisau nya.
Seketika itu rantai yang mengelilingi Shuwan pun menegang dan mulai mengikat Shuwan, semakin naik dan berakhir di leher.
Rantai itu semakin menegang dan semakin mencekik Shuwan. Tetapi wajah Shuwan tetap datar, hingga tiba-tiba dia ber teleportasi.
"Aku lupa bahwa dia dapat ber teleportasi" Gumam Ziran dengan tatapan malas karena melupakan hal yang cukup penting.
Krakkhhh
"Akh teknik ini! " Ziran berteriak sedikit ketika Es itu mulai semakin merambat naik dan tentu jika dia bergerak maka kaki nya akan hancur.
"Teknik Kristal Es-Pembekuan Kristal Es" Ucap Shuwan dengan tatapan datar ke depan, kemudian kaki nya mulai melangkah maju menuju Ziran.
Degg
Tiba-tiba Shuwan merasakan sakit di dada kiri nya sehingga dia jatuh terduduk dalam posisi berlutut.
Tangan kanan nya menyentuh dada kiri sementara tangan lain nya masih mencengkram pedang dengan erat.
'Aku lupa dengan Racun Es ini' Ucap Shuwan dalam hati dengan dahi berkerut.
Wajah nya mulai pucat tanpa warna, bibir nya pun membiru. Pemandangan ini tentu nya tidak luput dari tatapan Ziran.
"Uhuk" Shuwan terbatuk dengan seteguk darah yang keluar dari mulut nya.
Kemudian dengan sedikit meringis Shuwan bangkit dan kembali melangkah ke depan dengan perlahan.
Langkah nya lambat namun tidak mempengaruhi kecepatan pembekuan yang kini sampai pada pinggang Ziran membuat Iblis Wanita itu semakin panik.
Shuwan berjalan dengan menyeret pedang di tangan kiri nya, sementara tangan kanan nya masih mencengkram dada kiri nya.
"Menjauh dari ku! " Teriak Ziran seraya mengarahkan tangan nya ke depan dan menyerang Shuwan dengan teknik jarak jauh.
"Teknik Angin Hitam-Tembakan Angin! " Ziran menembakkan angin hitam ke arah Shuwan.
Namun Shuwan menghindari nya dengan sedikit terhuyung, meski begitu tetap berhasil menghindar.
Tidak berhenti di situ, Ziran tanpa jeda menembakkan angin pada Shuwan. Terus tanpa henti dan Shuwan berhasil menghindari nya tanpa memundurkan langkah.
"Teknik Iblis Legenda-Kabut Hitam! " Ujar Ziran lagi kemudian muncul kabut hitam di tangan nya yang kini mulai mendekat ke arah Shuwan.
"Hosh! Hosh! Hosh! " Nafas Shuwan mulai terengah-engah.
Bukan karena kabut itu, melainkan Racun yang di derita nya semakin menjadi-jadi dan membuat Shuwan kesulitan mengendalikan kekuatan nya.
Melihat kabut hitam yang di kendalikan Ziran, Shuwan jadi mengingat kabut hitam ciptaan Wei Tianzi dulu.
Kini Shuwan menyadari kalau kekuatan Ziran tidak jauh berbeda dari Wei Tianzi. Meski tidak lebih kuat, namun juga tidak bisa di bilang lemah.
Sementara itu Pembekuan Es milik Shuwan sudah mencapai dada Ziran, dan kalajengking Ziran pun sudah hampir sepenuh nya membeku terutama karena kalajengking itu tidak bisa diam.
Kabut Ciptaan Ziran pun terbagi dua, satu nya terus ke arah Shuwan sementara satu nya lagi mulai membuat pembekuan Shuwan terhenti bahkan mulai mencair meski sedikit.
Tetapi Shuwan mengarahkan tangan kanan nya ke arah kabut tadi dengan lurus. Kilat di mata nya sempat memancar kan keterkejutan.
"Teknik Cahaya-Tembakan Cahaya Suci" Ucap Shuwan pelan kemudian dari tinggal kanan nya mulai keluar Cahaya yang melesat horizontal dan menghancurkan kabut hitam tadi.
Baik kabut hitam yang sedang melesat menuju Shuwan, mau pun kabut hitam yang sedang menghentikan pembekuan Shuwan.
Kedua nya meledak setelah di tembus oleh Cahaya yang Shuwan keluarkan dan melesat dalam satu garis lurus tadi.
Sontak hal ini membuat Ziran terkejut sekaligus mulai panik. Dia pun menutup mata nya untuk ber telepati.
'Yang Mulai tolong...! 'Teriak Ziran dalam hati dengan bulir-bulir keringat jatuh dari pelipis nya.
...----------------...
Sebenarnya author agak bingung menempatkan jurus-jurus nya ini sekaligus bingung mikirin kelemahan serta kelebihan jurus itu.
Tapi author gak bisa ngilangin jurus-jurus itu karena novel ini memil,unsur Fantasi yang kuat. Akan aneh kalau Author hilangkan.
Karena hal itu lah... apakah para reader punya saran dan ide tentang jurus-jurus nya? Atau strategi pertarungan nya?
Komen di bawah!! Dan jangan lupa Like! Belakangan ini like semakin menipis, mungkin karena author yang tidak update beberapa hari yang lalu.
Mohon Like nya agar author semangat! Like itu Gratis! Tidak berbayar! Dan juga tidak membuang banyak waktu!
LIKE!!