Time Travel The Secret Agent

Time Travel The Secret Agent
T3SA Eps. 85: Ingat lah.....



Siapa yang sanggup bila orang yang di cintai harus pergi? Tak ada yang sanggup menahan air mata saat melepaskan kekasih kembali pada yang maha Kuasa.


......................


Tiga hari sudah berlalu sejak terakhir kali Shuwan menampilkan ekspresi kesedihan di wajah nya. Sejak saat itu dia yang awal nya minim ekspresi berubah menjadi tanpa ekspresi.


Tak ada binar kebahagiaan atau kesedihan di mata nya. Hanya ada kekosongan dan kehampaan, bagai samudra yang sangat luas saat melihat mata nya.


"Lin Lin..... " Lirih Jinsu memandang sendu ke arah Shuwan yang sedang memakan makanan nya.


Mendengar lirihan sang adik, Junsi pun menoleh dan mengikuti arah pandang Jinsu. Ia juga begitu merasa perbedaan antara Lin Lin nya yang dulu dan sekarang.


"Aku sudah selesai...! " Ucap Shuwan meletakkan sumpit nya dan berniat pergi namun....


"Tunggu! " Haifeng memanggil Shuwan membuat nya kembali duduk dengan pandangan lurus ke Haifeng.


"Huft! Kita akan ke dunia tengah siang ini guna menemui dua kakak mu" Jelas Haifeng menatap lekat putri nya berharap ada perubahan ekspresi, namun nihil.


"..... " Shuwan tak menjawab dan hanya mengangguk kecil menghargai Ucapan ayah nya.


"Bersiaplah karena kita akan menggunakan aray teleportasi" Ucap Yixuan seraya bangkit dari duduk nya dan melangkah pergi meninggalkan ruang makan.


"Hmm" Shuwan hanya berdehem pelan dan berlalu pergi.


Semua orang yang berada di meja makan hanya bisa menghela nafas. Kepergian orang terkasih membawa dampak perubahan cukup besar untuk Shuwan.


***


Setelah perbincangan singkat di meja makan, Shuwan berlari melesat dengan ilmu peringan tubuh nya membelah hutan yang tidak ia ketahui nama nya.


Dia terus berlari tanpa sadar di kepala nya terus terbayang kenangan dari hari-hari yang ia lalui bersama sang kekasih.


Ingin rasa nya mengulang kembali masa-masa itu. Ingin rasa nya kembali melihat senyum menawan sang kekasih nya itu.


Andai saja! Andai saja ada cara yang dapat ia lakukan untuk kembali bersama dengan kekasih nya. Tak perlu ragu! Tak perlu bimbang! Ia akan berusaha melakukan nya.


Air mata yang telah di tahan kembali menetes tanpa ijin. Di satu sisi ia begitu marah, marah kepada kekasih nya yang ingkar akan janji bahwa mereka akan sentiasa bersama.


Di sisi lain ia sangat sedih, sedih kehilangan orang yang sangat ia cintai. Tak pernah ia tersenyum penuh bunga selain kepada kekasih nya itu.


Jika saja ia memiliki waktu, SEBENTAR SAJA untuk menikmati masa-masa indah itu kembali. Ia sungguh tak akan mensia-siakan nya lagi.


Benar! Terkadang seseorang harus sampai pada titik KEHILANGAN, Untuk mengerti arti sebuah penantian, kehadiran, dan kesetiaan. Dan kini ia mengerti arti kalimat itu.


"Aarggghhh Kenapa? " Teriak nya frustasi berhenti di sebuah dahan pohon seraya menopang tubuh nya.


Brukkhh


Kesedihan tak dapat lagi di bendung, ia memukul batang pohon besar itu meluapkan emosi yang tertahan. Nampak lubang yang ia ciptakan sebesar kepalan tangan.


"Lin Lin....! " Panggil seseorang yang suara nya sangat di rindukan oleh Shuwan, sontak ia menoleh cepat ke depan dan atensi nya menangkap sosok yang sangat ingin ia peluk sekarang.


".....!! " Shuwan diam dalam keterkejutan nya, lalu ia berniat menggerakkan tubuh nya guna memeluk pemuda itu.


Degg


Shuwan tak bisa menggerakkan tubuh nya atau membuka mulut nya. Hanya mampu menatap seseorang itu dengan pandangan sendu penuh kesedihan dan kerinduan.


"Ingat lah aku dengan kebahagiaan dan senyuman, karena seperti itu lah cara ku mengingat mu...! Kalau kau hanya mengingat ku dengan kesedihan dan tangisan...... Lebih baik jangan mengingat ku sama sekali!! " Ucap seseorang itu lalu menghilang dari pandangan.


Brukh


Shuwan jatuh terduduk dengan lutut yang lemas dan peluh membasahi tubuh. Mata nya mengerjap pelan, lalu ia mengusap nya.


"Apakah aku.... sedang bermimpi? " Gumam nya lirih dengan pandangan sendu.


Ia pun memejamkan mata nya menikmati semilir angin yang menerbangkan rambut nya. Perlahan membuka kelopak mata nya dan menatap lurus ke depan.


Dengan pandangan kosong ia kembali melanjutkan langkah nya, melesat membelah lebat nya hutan ke arah yang tak sedikit pun terpikirkan.


Tapp


Ia berhenti di bibir jurang, menatap kosong ke depan seraya merentang kan tangan nya. Kaki nya melangkah ke depan di mana tak terdapat pijakan seraya memejamkan mata nya.


"Berjanji lah untuk tetap hidup! "


Degg


Namun kala sudah terlanjur jatuh ia Tersentak dan melebarkan mata nya. Ia segera sadar kala pesan terakhir sang kekasih tiba-tiba terbayang di kepala nya.


"Akh apa ini? " Shuwan mengalirkan Qi ke punggung nya berniat menciptakan sayap.


Namun apa yang terjadi? Ia bahkan tak dapat merasakan Qi di tubuh nya, selain itu jurang ini seolah-olah menarik nya semakin ke dalam. Entah akan seperti apa ia nanti nya.... Ia pasrah!


***


Di sisi lain pada waktu bersamaan nampak Haifeng, Yixuan dan dua saudara Hua tengah menunggu Shuwan kembali.


"Kemana pergi nya dia? " Tanya Yixuan merasa risau, takut-takut sang adik melakukan hal gila.


"Tenang lah, aku mengenal Lin Lin dengan cukup Baik....! Dia tak akan melakukan sesuatu yang membahayakan diri nya sendiri" Ucap Junsi pelan menatap ke depan berharap firasat nya salah.


Ia begitu menyayangi adik angkat nya, meski tak terikat hubungan darah. Karena kedekatan nya lah yang membuat ia kadang merasa tak ada wanita sesempurna adik angkat nya.


"Aku tahu...! Tapi aku hanya khawatir" Lirih Yixuan pada akhir kalimat.


"Aku akan mencari nya" Putus Jinsu berniat melesat namun....


"Diam di sini! Terakhir kau ku biarkan pergi sendiri malah mencari mati! Jadi biar aku saja...!" Ujar Junsi menghentikan gerakan Jinsu dan mengingatkan nya tentang kejadian tempo hari.


Ya kejadian dimana Jinsu malah bertemu katak iblis, lepas dari itu justru malah bertemu naga iblis. Dari mana ia tahu? Tentu saja adik nya yang nakal itu lah yang bercerita sendiri.


"Hehehehe...! " Jinsu hanya bisa tertawa canggung namun dalam hati membenarkan ucapan sang kakak.


"Huh! " Junsi mendengus sebelum akhir nya pergi melesat mencari keberadaan Shuwan mau pun jejak nya.


"Aku juga akan mencari nya.... Ayah duluan saja bersama Saudara Hua, aku akan menyusul jika sudah bertemu dengan kucing kecil ku! Lagi pula aku bisa ber teleportasi! " Tak ingin kalah, Yixuan langsung pergi setelah mengatakan hal itu tanpa mendengar ucapan Haifeng.


"Huh! Anak itu begitu bersemangat jika berkaitan dengan adik nya" Haifeng hanya mendengus dan bergumam pelan seraya tersenyum tipis.


Namun ia memutuskan untuk berangkat lebih dulu, tentu karena ia percaya dengan kemampuan putra sulung nya. Ia cukup dekat dengan Jinsu karena sifat ceria Jinsu, di banding kan dengan Junsi yang pendiam.


...----------...


Jangan lupa dukung author melalui...


Like


Vote


Rate


Favorit


Ada yang ingin berteman lebih jauh dengan author? Yuk hubungi author....


Author orangnya care kok, ga mudah tersinggung, bisa cepat akrab dan sedikit blak-blakan.


IG: @lrnrrhmnia1412 (Follow yak, Author follback kok)


WA: +6282123981798(Lira Nur) (Untuk para wibu pecinta anime, author punya group yang selalu share file video anime baik movie ataupun the movie, Seperti Naruto, One Pick Man, Black Clover, Battle Trough Heaven dll. Silahkan hubungi admin yang juga author sendiri untuk yang tertarik. Kalau mau berteman dengan author juga ga masalah sih~hihihi)


FB: Nurrahmania Art(Terima pesanan gambar sketsa wajah buatan author sendiri. Bagi yang berminat silakan hubungi. :')