
".... " Chen menatap datar Kasim Qu di hadapan nya seolah mengatakan itu tidak lah lucu.
......................
Sadar perbuatan nya salah, Kasik Qu segera membungkuk hormat dan merasa haru sekaligus bingung.
"Salam yang mulia! " Ucap Kasim Qu walau sebenar nya terlambat melakukan salam penghormatan.
"Katakan pada Kaisar dan Permaisuri bahwa ada seseorang yang ingin bertemu dengan mereka! " Chen tak memedulikan perbuatan Kasim Qu tadi dan kembali mengutarakan niat nya.
"Baik yang mulia, hamba permisi" Kasik Qu segera mengetuk pintu dan masuk dengan gugup setelah di ijinkan.
Kaisar dan Permaisuri nampak langsung keluar dan menatap terkejut pada Chen yang tersenyum.
Tanpa sadar sudut bibir Shuwan terangkat melihat pertunjukan penuh haru itu. Kebahagiaan seolah tersalur dan ia turut merasakan nya.
Selepas itu Shuwan melihat mereka masuk dan Shuwan pun hanya bisa mengintip dari selah dinding seraya mendengar obrolan mereka.
Tak lama kemudian ia melihat Shen yang masuk dan berpelukan dengan Chen. Shuwan melihat sisi manja Shen dari sini.
Lalu Shuwan menyeringai saat Mereka bergerak untuk pergi melihat keadaan nya yang jelas saat ini baik-baik saja.
Senyuman Shuwan luntur saat jantung nya terasa di remas. Keringat dingin bercucuran di dahi nya.
Shuwan menyentuh dada kiri nya dan meremas nya kuat. Dia menggertak kan gigi seraya menggigit bibir.
"Ukh! " Erang Shuwan merasa tubuh nya dingin.
'Apa yang terjadi? 'Batin Shuwan saat melihat telapak tangan kiri nya yang membiru.
Lalu mata Shuwan terbelalak saat tubuh nya terasa semakin dingin. Seolah akan membeku dan Shuwan pun bingung karena nya.
Tak ingin ambil pusing, Shuwan segera menghubungi Hu Ren melalui telepati nya dan bertahan soal ini.
"Kau b*doh! Kau menggunakan teknologi penyerapan itu arti nya saat ini kau lah yang menderita racun Es itu! Dan kau tak bisa mengeluarkan nya sendiri, kecuali mendapatkan Inti Api sebagai penawar nya!!! " Ujar Hu Ren mencerca keteledoran Shuwan yang ceroboh mengambil tindakan.
Shuwan merasakan tubuh nya lemas saat Hu Ren mengatakan itu. Nafas nya mulai tak beraturan dan bibir nya kini berubah biru.
"Apa yang harus aku lakukan? " Gumam Shuwan menahan rasa dingin itu dengan mengalirkan Qi panas ke seluruh tubuh.
Lantas Shuwan memejamkan mata nya dan ia menghilang dalam kekosongan. Memasuki ruang dimensi nya untuk meminta bantuan lebih.
***
Sementara itu Chen dan keluarga nya saat ini berada di dalam kediaman Chen dengan tatapan aneh. Berbeda dengan Chen yang tampak bingung.
"Kemana pergi nya....? " Gumam Chen bingung karena is yakin butuh waktu lama untuk mengisi Energi yang terkuras.
"Mungkin kah ada seseorang yang membawa nya pergi? " Tanya Kaisar Yang mendengar Chen Bergumam.
Chen tak menjawab dan hanya menggeleng seraya mengangkat bahu. Ia sendiri bingung kenapa gak ini terjadi.
Siapa gadis itu sebenar nya? Dari mana gadis itu berasal? Dan bagaimana cara gadis itu menyembuhkan nya dengan sangat hebat?
Berbagai pertanyaan muncul di kepala nya, semua pertanyaan itu tak memiliki jawaban sehingga ia pusing memikirkan nya.
Ia menyentuh kepala nya lalu memijit nya pelan karena pening dengan pertanyaan yang terus berputar di pikiran nya.
Menyadari hal itu Shen langsung menyentuh lengan Chen membuat sang empu menoleh dan menatap adik nya yang tersenyum lembut.
"Sebaik nya kita urus masalah ini besok, karena seperti nya kakak masih harus istirahat dan kondisi kakak masih belum pulih sepenuh nya" Turut Shen dengan sangat pengertian membuat Orang tua nya tersenyum.
"Baiklah nak, masalah ini kita bahas esok hari saja! Sebaik nya kau istirahat dulu! " Ucap Kaisar di balas anggukan dan senyuman tipis oleh Chen
Lalu Kaisar pun pergi keluar karena Permaisuri masih ingin berbicara sebentar dengan putra nya.
"Mulai sekarang jaga kesehatan mu baik-baik Chen'er! Istirahat lah Ibunda menyayangi mu" Permaisuri mengelus rambut Chen dan mengecup kening Chen dan Shen lalu pergi keluar menyusul Kaisar.
Tinggal lah Chen dan Shen di kamar itu, terjebak dalam keheningan karena mereka sibuk dengan pikiran masing-masing.
Lalu Chen bergerak dan duduk di tepian peraduan, di ikuti Shen yang ikut duduk di sisi kakak nya.
"Cerita kan pada ku seperti apa ciri-ciri Gadis itu? " Tanya Shen penasaran membuat Chen mengalihkan pandangan nya pada sang adik.
Chen terdiam dan berpikir seraya membayangkan wajah gadis itu. Ia menghela nafas pelan lalu berkata....
"Dia cantik.... Sangat! Mata nya coklat keemasan, Rambut nya tidak terlalu panjang dan bibir nya terlihat.... manis? " Ucap Chen ragu pada kalimat terakhir nya.
'Manik mata coklat keemasan? Seperti nya aku pernah lihat karena coklat keemasan itu sedikit jarang' Batin Shen namun sepintas ia justru membayangkan wajah Shuwan.
Ia menggelengkan kepala nya pelan karena merasa itu sedikit mustahil. Mengingat yang ia lihat Shuwan adalah kultivator berelemen Petir.
Meski tak menampik kalau ia sedikit mencurigai identitas Shuwan yang sangat mencurigakan. Terlebih ia tak bisa melihat tahapan Shuwan.
Ia merasa kalau Kekuatan Shuwan jauh berada di atas nya. Mengingat Shuwan dapat mengalahkan prajurit Elite Kerajaan Serigala dengan santai nya.
Pada akhir nya ia hanya berpikir, jika memang gadis yang di maksud Chen adalah Shuwan. Maka mereka akan tahu besok.
***
Bruukk
Dia tiba-tiba muncul dan langsung jatuh namun kesadaran nya tidak hilang. Dan ia merasakan tubuh nya yang mati rasa dan dingin.
Ia hanya bisa berharap Shan Lan segera mengetahui keberadaan nya dan menolong nya.
Ia merutuki kecerobohan nya yang bertindak dengan begitu gegabah sehingga melakukan kesalahan yang sangat fatal.
"Lin Lin!? " Pekik Shan Lan melihat Shuwan yang tergeletak tak berdaya.
Ia segera menghampiri Shuwan dan memeriksa nadi. Mata nya terbelalak saat merasakan Racun Es yang mengalir di dantian Shuwan.
Ia segera menggendong Shuwan dan membawa nya ke kamar. Lalu setelah itu ia bergegas mencari keberadaan Hu Ren.
Ia bergegas pergi ke arah barat tempat Shuwan membuatkan Pagoda Ren Hu. Tempat di mana Hu Ren berada.
"Hu Ren!! " Teriak Shan Lan dengan raut wajah panik nya.
Sementara Hu Ren yang ternyata sudah bersiap langsung melesat melewati Shan Lan yang baru saja sampai di pintu pagoda.
'Aku menyusul nya ke sini, dan dia pergi begitu saja tanpa mengucapkan sepatah kata pun? 'Batin Shan Lan menatap datar kepergian Hu Ren.
Namun sesaat kemudian ia segera tersadar akan sesuatu yang lebih penting di bandingkan kekesalan nya saat ini.
Ia segera bergegas menyusul Hu Ren dengan langkah cepat nya. Seraya berdoa dalam hati agar tuan kecil nya baik-baik saja.
......................
...WAJIB BACA!!! ...
Selama Tiga atau Lima Hari ke depan Author tidak Update karena masalah yang sedang Author hadapi saat ini.
Namun Author janji akan membayar hutang Update itu di kemudian hari jika sedang senggang. Sekali lagi mohon pengertiannya untuk para Reader...!
Tetap setia menjadi Reader author, dan jangan lupa Like yaa...!!
...-----------...
Hai....!
Apa kabar?
Harus baik dong ya....!
Ketemu lagi nih sama Author yang cantik (Muji diri sendiri gapapa lah)
Jangan Lupa dukung author ya...!
Tekan tombol Like karena Like itu GRATIS!!!
Jadi WAJIB LIKE!!!
Medsos;
IG: @Lrnrrhmnia1412 (Follow yak!!)
WA: +6282123981798 (Gabung Group Wibu author, atau group lain nya)
Email: rahmanialiranur@gmail.com (Kritik dan sarah lebih leluasa)
Inti nya selalu tekan tombol LIKE karena LIKE itu GRATIS!!!
See You Next Time~~