Time Travel The Secret Agent

Time Travel The Secret Agent
T3SA Eps. 166: Merasa Tidak Berguna



"Waktu mu hanya tersisa Dua Puluh Hari saja Xiao Guang!!! " Wei Tianzi menekan setiap kalimat nya, tak lupa aura membunuh yang sengaja di keluarkan membuat Xiao Guang sedikit gemetar.


"Baik yang mulia!! " Balas Xiao Guang dengan yakin dan penuh tekad. Namun masa depan tak ada yang tahu, hanya sang Pencipta lah yang tahu takdir mereka semua selanjut nya.


......................


Degg


Degup jantung Chen dan Feiye menjadi semakin kencang saat orang itu mulai mendekat ke arah mereka.


Bagaimana pun juga sebagai Kultivator yang terbiasa menggunakan Qi tentu nya akan merasa asing saat harus bertarung tanpa Qi.


Sringgg


Orang yang mendekat ke arah mereka tampak menggesekkan pisau nya ke alat pengasah. Seketika itu pula mata Chen mau pun Feiye membola lebar.


Teman-teman dari orang yang sedang mendekati mereka tampak ikut berdiri dan berjalan mendekat dengan perlahan.


Satu di antara mereka berjalan seraya menenteng kepala seorang manusia. Entah perempuan atau laki-laki, karena kepala tersebut berlumuran darah.


Sosok orang yang memegang pisau tadi berjongkok tepat di hadapan Chen seraya menatap Chen dengan senyuman yang begitu manis.


"Ssshhh" Chen mendesis saat ujung dingin pisau tersebut mulai mennggores pipi nya secara perlahan. Namun....


Brukkhhh


Prangg


Tiba-tiba sebuah kaki melayangkan tendangan pada tangan seseorang yang memegang pisau tadi sehingga secara alami pisau di genggaman nya terjatuh.


"Kau!? Bagaimana bisa? " Teriak orang itu saat melihat sosok yang menendang nya.


'Shuwan? 'Batin Chen tidak bisa untuk tidak terkejut melihat sosok yang berdiri tegak dengan hanfu putih nya yang berkibar.


Sreettt


Brukkhh


Tanpa mengucapkan sepatah kata pun, Shuwan kembali mengangkat kaki nya dan menendang orang yang sedang berjongkok tadi.


Sontak saja seseorang tersebut berteriak karena tendangan Shuwan mendarat tepat di dada nya sehingga dia terpental ke belakang.


Melihat hal itu teman-teman dari orang yang Shuwan tendang tentu saja merangsek maju menerjang Shuwan dengan senjata masing-masing.


"Cukup bagus" Gumam Shuwan merasa sedikit tertarik ketika tangan nya tergores oleh belati pendek.


Lalu Shuwan melompat dan bersalto depan belakang untuk menghindari ayunan balok besar yang si ayunkan oleh seseorang.


Syuttt


Belati terbang melewati wajah Shuwan dengan mulus tanpa meninggalkan goresan membuat orang-orang yang sedang menyeranh nya merasa geram.


"Berhenti menghindar, dasar J*lang! " Teriak salah satu dari mereka seraya kembali melemparkan belati.


Sementara itu Chen dan Feiye hanya menonton pertunjukan yang Shuwan ciptakan dengan tatapan penuh kekaguman.


"Aku tidak menyangka kalau teman wanita mu cukup hebat" Puji Feiye dengan senyuman tipis yang terluas. Andai tangan nya tidak terikat, ia mungkin akan bertepuk tangan.


"Wan Wan ku memang hebat!! "Balas Chen seraya membusungkan dada nya dan tersenyum bangga membuat Feiye menatap nya datar.


" Kau bersikap seolah-olah aku sedang memuji mu" Sarkas Feiye dengan suara rendah lalu kedua nya berusaha melepaskan ikatan tapi yang melilit.


***


Swooossshh


Shuwan menyerong kan tubuh nya ke samping menghindari tendangan. Lalu dia melompat saat sebuah tali hendak mengikat kaki nya.


Saat ini Shuwan mengernyit kan alis nya karena teringat sesuatu yang cukup penting untuk situasi seperti ini.


'Mereka bukan kultivator elemen? Hanya mengandalkan keahlian dan tenaga Qi saja? 'Batin Shuwan bertanya-tanya lalu dia mengumpulkan Qi di tangan nya.


"Teknik Cahaya-Ledakan cahaya Suci!! " Ujar Shuwan yang kemudian memancarkan cahaya dari tangan kanan nya.


Sraakk


Dengan mudah Shuwan memotong tali tersebut dengan pisau Qi yaitu telapak tangan yang di aliri Qi dan di manipulasi setipis mungkin.


"Terimakasih" Ucap Chen tersenyum tulus sementara Feiye hanya berterima kasih tanpa senyum.


"Cepat pergi dari sini! " Ujar Shuwan dengan wajah serius membuat Chen dan Feiye memiliki tanda tanya dalam benak mereka.


"Lalu bagaimana dengan mu? " Tanya Chen cemas namun Shuwan menggeleng kan kepala nya pelan.


"Jangan peduli kan!! Pergi lah menjauh sejauh mungkin dari tempat ini!! " Setelah mengucapkan hal itu Shuwan pun menghilang meninggalkan Chen dan Feiye yang membeku di tempat.


"Wan Wan!!! " Teriak Chen saat sadar dari kebingungan nya, mendengar teriakan Chen, Feiye tanpa berpikir panjang segera menarik tangan Chen dan menghilang dengan teleportasi.


Swooossshh


Tepat setelah mereka pergi, suhu di ruangan sekitar mulai turun secara drastis. Orang-orang yang tadi nya sedang menghalau cahaya tiba-tiba merasa kedinginan.


"Apa yang terjadi? " Hanya kata itu yang terus mereka sebutan.


Rupa nya tak hanya dalam ruangan saja. Rupa nya suhu dingin itu terasa hingga ke seluruh desa membuat Chen dan Feiye yang muncul tak jauh dari desa merasakan dingin nya.


"Dingin sekali, apa yang terjadi? " Tanya Feiye kepada Chen yang sedang mengepalkan tangan nya.


"Aku masih terlalu lemah dan ceroboh!! " Gumam Chen dengan suara rendah, desisan nya terdengar penuh tekad.


"Sebaik nya kita lebih menjauh, di sini semakin dingin" Ucap Feiye tanpa ekspresi karena ucapan nya tadi tidak di tanggapi Chen.


"Tapi Wan Wan-"


"Kau tidak percaya pada nya? " Potong Feiye dengan cepat karena saat ini bibir nya mulai membiru.


"Aku... " Chen ragu untuk melanjutkan ucapan nya, dia memang percaya dengan Shuwan namun rasa khawatir tetap membelenggu jiwa.


"Sudah lah ayo!! " Ucap Feiye segera melesat menjauhi desa si ikuti oleh Chen yang juga melesat dengan wajah dingin nya.


***


Matahari mulai merangkak naik menyinari dunia. Chen masih berdiri cemas di atas dahan pohon yang cukup besar membuat Feiye merasa sedikit jengah.


"Hei tenang lah sedikit!! " Ucap Feiye seraya melemparkan batu ke arah Chen yang dapat di hindari dengan mudah.


"Dia akan baik-baik saja! Apa kau tidak melihat kehebatan nya tadi? " Kali ini Feiye merasa benar-benar jengah.


Meski sifat Feiye sedikit dingin dan datar, namun dia akan sangat mudah berubah kepribadian saat merasa nyaman atau ketika mulai akrab.


".... " Chen tidak membalas nya, namun netra tajam Chen masih menatap lekat arah desa Shenhua.


Swooossshh


Chen dapat melihat dari kejauhan, sosok Shuwan dengan tatapan kosong dan pakaian sedikit berantakan. Rasa syukur sekaligus khawatir mulai menyeruak sehingga tanpa pikir panjang dia melesat menyusul Shuwan membuat Feiye tersentak.


...----------------...


Hai....!


Apa kabar?


Harus baik dong ya!!!


Jangan lupa LIKE!!


WA: +6282123981798(Dua grup yang mengirim Film setiap minggu nya)


IG: @lrnrrhmnia1412


Email: rahmanialiranur@gmail.com


Selalu dukung author!!!