
...Selamat Menunaikan Ibadah Puasa Bagi yang melaksanakan!!...
'Siapa pun kekasih Wan Wan di masa lalu, tolong dukung aku untuk membahagiakan nya. Aku akan berusaha semampu ku, bahkan jika harus melepas Gelar ku sebagai Pangeran Mahkota' Gumam Chen dalam hati tanpa menghilangkan senyum nya.
......................
Chen membawa Shuwan ke Hutan Zhiliao, Hutan itu adalah Hutan yang di gunakan untuk Festival Berburu antar Kekaisaran.
Hewan-hewan yang berada di hutan tersebut tidak terlalu berbahaya. Paling tinggi hanya mencapai Dou King saja.
Namun konon kata nya Hutan Zhiliao di lindungi oleh Seekor Naga Giok. Hal ini karena naga tersebut cenderung berwarna Hijau pudar seperti Giok.
Tepat saat berada dalam kawasan Hutan, Shuwan menghentikan Teknik manipulasi nya. Beruntung Hujan telah berubah menjadi gerimis.
Begini menginjakkan kaki di kawasan Hutan, Shuwan segera berlari meninggalkan Chen. Dia berlari dengan ekspresi biasa, tak lupa tangan kiri yang siap mencabut pedang dari sarung nya.
"Wan Wan jangan berlari terlalu jauh, nanti kau akan terjatuh! " Ujar Chen tersenyum karena dia tahu Shuwan tidak suka di remehkan.
"Hanya berlari pelan, apa menurut mu aku akan terjatuh? " Tanya Shuwan menghentikan langkah kaki nya dan berbalik menatap Chen dengan dengusan.
"Aku hanya tidak ingin kau terluka! " Ucap Chen dengan raut wajah sedih yang di buat-buat.
"Hentikan raut wajah menjijikkan mu itu, aku mual dan ingin muntah melihat nya!! " Sarkas Shuwan seraya bergerak memeragakan gerakan orang muntah.
"Kau jahat sekali Wan Wan! " Keluh Chen seraya memejamkan mata nya, Sementara Shuwan hanya mengedikkan bahu nya acuh.
Namun sesaat kemudian dia tersenyum tipis menyadari sesuatu. Dia berjalan mendekat ke arah Chen dengan langkah perlahan.
Merasa tidak mendapat jawaban dari Shuwan, Chen membuka mata nya yang terpejam lalu menatap Shuwan yang sedang berjalan pelan ke arah nya.
'Ada apa dengan nya? ' Gumam Chen dalam hati ketika Shuwan sudah berada tepat di hadapan nya.
"Ada apa dengan mu Wan Wan? Kenapa ka-kau! " Chen tidak dapat melanjutkan kata-kata nya ketika jari telunjuk Shuwan berada di depan bibir Chen.
Degg
Degg
Degg
".... " Chen menatap Shuwan dengan bingung, sementara Shuwan terus berjalan tanpa menatap nya.
Chen membelalakkan mata nya sedikit ketika Shuwan melewati nya begitu saja. Padahal dia sudah berfikir jauh.
Kemudian Chen sedikit meringis dan berbalik ke belakang. Sedikit terkejut ketika Shuwan sudah memegang tombak dengan kelinci mati di ujung nya.
Lalu Shuwan berbalik dan menatap Chen dengan tatapan bingung karena Chen terlihat seperti orang yang sedang pusing.
Karena Chen sedang memijit pangkal hidung nya sendiri dengan bibir terangkat mengulas senyum yang menurut Shuwan cukup aneh.
"Kenapa? " Tanya Shuwan mengejutkan Chen.
"Ah? Tidak! Tidak apa-apa! " Chen menggelengkan kepala nya.
Terlihat Shuwan yang berkacak pinggang di hadapan Chen. Shuwan kesal karena sedari tadi Chen hanya diam.
"Apa yang kamu lakukan? Cepat cari kayu bakar, aku akan membersihkan kelinci ini dulu" Ucap Shuwan seraya menyodorkan kelinci di tombak nya.
"Ini" Chen terdiam menatap tombak yang Shuwan guna kan.
Tombak baja berwarna hitam dengan ujung sedikit panjang dan sangat tajam meruncing. Terdapat pisau tumpul di bagian gagang nya.
"Apa yang kau tunggu? " Tanya Shuwan dengan Tatapan tajam meski tidak marah.
"Hehe baiklah, aku pergi dulu. Sungai nya berada di ujung jalan sana! Jangan pergi terlalu jauh Wan Wan" Ucap Chen seraya melambaikan tangan nya dan pergi mengumpulkan kayu bakar.
"Dia fikir aku akan pergi kemana? " Gumam Shuwan seraya menggelengkan kepala nya samar, namun sudut bibir nya terangkat mengulas senyum tipis.
***
"Jadi begitu rencana mu? "Tanya Wei Tianzi menjeda ucapan nya.
" Harus ku akui rencana mu cukup bagus! Namun aku tidak ingin menunggu lagi, jadi cepat lah! Waktu kita hanya beberapa hari saja" Lanjut Wei Tianzi melayangkan tatapan tajam nya pada Xiao Guang yang sedang berlutut.
"Saya akan melaksanakan rencana ini sekarang Yang Mulia! Karena saat ini mereka sedang berada di Hutan Zhiliao yang memungkinkan saya untuk menjalankan rencana ini" Jelas Xiao Guang seraya menyeringai.
"Hmm pastikan kali ini kau tidak gagal lagi! " Titah Wei Tianzi seraya mengibaskan tangan menyuruh Xiao Guang pergi.
"Baik Yang Mulia! " Ucap Xiao Guang bangkit dari duduk nya kemudian berjalan keluar ruangan.
"Xiu Min!" Panggil Wei Tianzi setelah memastikan Xiao Guang benar-benar sudah pergi.
Swooossshh
"Hamba Yang Mulia! " Muncul Xiu Min yang berlutut satu kaki di bawah singgasana Wei Tianzi.
"Ketika rencana berjalan, Aku ingin kau membawa setengah pasukan untuk menyerang Kekaisaran Langit, Bumi dan Alam Baka sekaligus. Saat mengalami kekalahan, kau harus mempersiapkan Gelombang kedua pasukan untuk menyerang Menara Penghubung Tiga Dunia! "Ujar Wei Tianzi menjelaskan rencana nya, kemudian melanjutkan....
" Tepat Di menara itu kita akan membebaskan Leluhur dari segel b*jingan itu! Xiao Guang sudah memulai rencana nya untuk membawa gadis itu karena sekarang gadis itu sudah cukup kuat setidak nya dapat mengalahkan mu dan dua lain nya sekaligus " Lanjut Wei Tianzi membuat Xiu Min terkejut mendengar peningkatan Shuwan.
"Baik Yang Mulia! Saya akan melakukan nya" Ujar Xiu Min seraya mengepalkan kedua tangan nya di depan dada dengan kapala sedikit tertunduk.
"Jadi sebelum gadis itu berhasil di bawa, kau harus sudah menyiapkan Pohon Batu Jiwa Merah. Aku tidak ingin ada kesalahan sedikit pun, sudah waktu nya Leluhur bangkit dan membalas perbuatan Jiancheng br*ngsek itu! " Ujar Wei Tianzi seraya mengepalkan tangan nya keras karena geram.
"Xiu Min akan melakukan sesuai rencana, Yang Mulia! Hamba berjanji tidak akan melakukan kesalahan dalam rencana kali ini" Xiu Min berujar dengan raut wajah tegas dan serius.
"Jangan melakukan kesalahan seperti dulu lagi! Pergi lah! " Titah Wei Tianzi mengibaskan tangan nya menyuruh Xiu Min pergi.
"Hamba Pamit Yang Mulia! " Setelah nya Xiu Min pun bangkit dari duduk nya kemudian menghilang begitu saja dengan teleportasi.
Meninggalkan Wei Tianzi yang duduk sendirian di singgasana nya dengan memijit pelipis nya sendiri. Terlihat sedang memiliki masalah yang besar untuk di tanggung.
...----------------...
Hai....!
Apa kabar?
Harus baik dong ya!!!
Jangan lupa LIKE!!
WA: +6282123981798(Dua grup yang mengirim Film setiap minggu nya)
IG: @lrnrrhmnia1412
Email: rahmanialiranur@gmail.com
Selalu dukung author!!!