Time Travel The Secret Agent

Time Travel The Secret Agent
T3SA Eps. 41 : Kembali Ke Istana



" Anda tak percaya 'Yang Mulia'? "Tanya Mu Lin dengan penekanan dalam kata belakang nya, setelah mendapat persetujuan ia pun memerintahkan pelayan untuk mengambil mangkuk berisi air beserta jarum.


......................


Tak lama kemudian pelayan tersebut datang dan segera menyerahkan mangkuk dan jarum tersebut kepada Mu Lin. Mereka nampak bingung dengan benda-benda yang Mu Lin minta, namun melihat ada nya jarum mereka akhir nya faham.


'Shuwan kan bukan anak kandung kaisar Qin, bagaimana ini? ' Batin Xuan ragu dengan bukti yang ingin di tunjukkan Mu Lin/Shuwan.


" Lakukan tes darah, Aku akan teteskan darah ku disini, Pangeran Luan aku membutuhkan bantuan mu" ucap Mu Lin/Shuwan seraya menatap Luan. Xuan yang mendengar itu pun langsung merasa lega, bagaimana pun ini adalah pesan dari ibu nya.


...[~Flashback~]...


Saat itu Selir Wen(Permaisuri Fu Wen) berada di dunia tengah, lebih tepat nya di kediaman nya yang berada di istana Kekaisaran Qin. Saat itu usia kandungan nya sudah memasuki bulan ke-8. Ia sedang duduk bersama putra ke-2 nya yang bernama Qin Xuan(Fu Xuan) di taman, tampak Xuan sedang bermanja dengan cara berbaring dan kepala nya berada di pangkuan Sang ibu.


"Ibu! Jika anak ini lahir di sini, bagaimana dengan ayah? " Ucap Xuan seraya memejamkan mata nya menikmati elusan lembut sang ibu di kepala nya.


"Dia akan menganggap Kaisar Qin sebagai anak nya" Lirih Wen dengan nada sendu, bagaimana bisa dia tak sedih!? Tentu saja dia sedih! Di saat akan melahirkan bayi yang ia kandung, suami nya malah tak berada di sisi nya. Bahkan ia tak tahu apakah suami nya masih hidup atau tidak sekarang, ia juga tak tahu bagaimana keadaan suami nya sekarang jika masih hidup.


"Lalu bagaimana jika dia bertemu ayah yang sebenar nya? " Tanya Xuan lagi tanpa membuka mata nya. Sungguh ia terlalu malas sekarang!


"Tentu saja itu tugas mu untuk memberi tahu dia kelak. Jika kalian dewasa nanti, kalian harus pergi ke dunia atas untuk mencari keberadaan ayah kalian. " Kata Wen dengan nada yang lebih sendu dari sebelum nya.


"Ibu akan ikut mencari ayah juga kan? " Tanya Xuan seraya membuka mata nya untuk menatap ibu nya yang tengah menunduk sambil menatap nya.


"Ibu tidak tahu..... Jika ibu tak ada nanti, kamu harus menjaga dan melindungi adik mu" Titah Wen sambil tersenyum menatap Xuan. Mendengar itu Xuan langsung mengerjapkan mata nya lalu berkata...


"Apa yang ibu katakan? Ibu harus ikut menjaga adik nanti" Mendengar perkataan ibu nya, Xuan segera bangkit dan menatap ibu nya tajam.


"Yang terpenting, jika ibu tak ada setelah melahirkan nanti, kamu harus melindungi dan menjaga adik mu Xu'er" Ucap Wen lembut yang malah membuat Xuan semakin tajam menatap nya.


"Tidak, aku tak mau! Ibu harus ikut! " Setelah nya Xuan langsung berlari meninggalkan Wen yang masih duduk di taman dengan pandangan kosong.


"Maaf kan ibu Xu'er" Gumam Wen Lirih sambil menitihkan air mata nya.


...[~Flashback Off~]...


Mengingat itu tanpa sadar Xuan menitihkan air mata nya, ia segera menyeka nya tanpa di ketahui siapa pun. Luan yang di tatap Mu Lin/Shuwan pun membalas tatapan nya lalu menatap Kaisar. Setelah di anggukki, Luan segera bangkit dari duduk nya dan menghampiri Mu Lin/Shuwan diikuti Kaisar, Permaisuri, Xuan dan Ruan. Sisa nya hanya duduk diam menatap mereka yang berdiri.


Zeying dan Junsi pun ikut bangkit dan menghampiri, sedangkan Jinsu terlalu malas untuk melakukan sesuatu. Setelah berkumpul, Mu Lin/Shuwan segera menusuk jari nya dengan jarum dan memencet nya agar mengeluarkan darah, ia pun meneteskan darah nya ke dalam mangkuk berisi air tersebut. Luan pun melakukan hal serupa tanpa bicara, mereka yang berdiri tampak menatap penuh harap ke darah dalam mangkuk tersebut.


Walau menatap penuh harap, tentu saja harapan yang berbeda-beda. Ada yang berharap hasil nya positif, ada juga yang berharap kebalikan nya. Darah dalam air tersebut perlahan menyatu, dan sukses membuat semua yang berdiri membulat kan mata nya, kecuali Zeying dan Junsi yang sudah tahu. Spontan Luan segera menarik Mu Lin/Shuwan dan memeluk nya erat, pelukan nya begitu erat meski tak di balas oleh Mu Lin/Shuwan namun juga tak di tolak.


Bohong jika Xuan tak senang! Ia juga merasa senang dengan kembali nya adik perempuan satu-satu nya ini. Zeying pun menatap Kaisar Sinis yang membuat Kaisar sedikit kesal.


Setelah perbincangan singkat, Mu Lin/Shuwan di perintahkan untuk kembali ke istana malam ini juga. Ia dan Xiaomi di perintahkan untuk langsung tidur di sini, kini Kaisar, Xuan dan Luan tengah mengantar Mu Lin/Shuwan kembali ke kediaman nya dulu. Mereka berjalan dengan suasana canggung, tidak dengan Mu Lin/Shuwan yang santai.


Hening


Tak ada yang bicara selama perjalanan, begitu sampai Mu Lin/Shuwan segera menjatuhkan rahang nya. Kotor, Tidak terurus, debu di mana-mana dan bisa rubuh kapan saja terutama jika terkena ngin kencang di musim gugur ini.


"Sebaik nya kau tinggal di kediaman ku saja, di samping kamar ku ada kamar kosong" Ucap Luan saat melihat Kaisar hendak membuka mulut.


"Benar! Sebaik nya kau tinggal di kediaman Luan dulu selama Paviliun mu di perbaiki" Ucap Xuan seraya menatap Kaisar Yang seperti nya ingin bicara.


"Terserah" Ucap Mu Lin/Shuwan acuh dan melihat Kaisar Yang mengangguk. Mu Lin/Shuwan pun berjalan mengikuti Luan kakak nya.


"Bagaimana perlakuan keluarga Hua terhadap mu? " Tanya Luan pada Mu Lin/Shuwan saat sedang berjalan di lorong kerajaan. Mu Lin/Shuwan pun berhenti di ikuti Luan, ia menoleh menatap Luan dan tersenyum tipis.


"Lebih baik daripada yang asli" Ucap nya lalu melanjutkan langkah meninggalkan Luan yang termenung. Merasa Luan tak di samping nya, Mu Lin/Shuwan pun menghentikan langkah nya dan menoleh ke belakang.


"Kau akan tetap di situ sampai pagi? " Tanya Mu Lin/Shuwan datar, Luan mengerjapkan mata nya lalu melanjutkan langkah nya beriringan dengan Mu Lin/Shuwan.


"Bagaimana kau bisa ber kultivasi? " Tanya Luan lagi.


"Membaca buku dan mempraktikkan nya"


"Kenapa aku tak tahu tingkattan mu? "


"Aku menyembunyikan nya"


"Kenapa" Tanya Luan lagi, Mu Lin/Shuwan langsung menoleh dan menatap Luan datar.


"Bukan urusan mu" Jawab Mu Lin/Shuwan datar dan kembali menatap lurus ke depan. Merasa adik nya tak mau lagi bicara, Luan pun memilih diam dan mengantarkan Adik nya sampai kamar kosong di kediaman nya. Sesampai nya di kamar, Mu Lin/Shuwan langsung membersihkan diri dan tidur.


...----------------...


Jangan lupa dukung author melalui...


Like


Vote


Rate


Favorit


Ada yang ingin berteman lebih jauh dengan author? Yuk hubungi author....


Author orang care kok, ga mudah tersinggung, bisa cepat akrab dan b


blak-blakan.


IG: @lrnrrhmnia1412 (Follow yak, Author follback kok)


WA: +6289670108559 (Untuk para wibu pecinta anime, author punya group yang selalu share file video anime baik movie ataupun the movie, Seperti Naruto, One Pick Man, Black Clover, Battle Trough Heaven dll. Silahkan hubungi admin yang juga author sendiri untuk yang tertarik. Kalau mau berteman dengan author juga ga masalah sih~hihihi)


FB: Nurrahmania Art(Terima pesanan gambar sketsa wajah buatan author sendiri. Bagi yang berminat silakan hubungi. )