
'Seperti nya energi mu terkuras ya kucing kecil? Tunggu lah, sebentar lagi waktu nya tiba!'Batin nya seraya tersenyum ke arah Shuwan yang berada dalam gendongan nya. Pertandingan pun berhasil di menangkan oleh Shuwan.
......................
Pemandangan langit cerah menyapa penglihatan Junsi saat pertama kali membuka mata. Ia mengedarkan pandangan nya ke sekeliling dan mendapati pemandangan indah bak syurga.
Sungai mengalir dengan air jernih dan di hulu nya terdapat air terjun kecil yang memperindah pemandangan. Hamparan bunga nampak luas sejauh mata memandang. Di tengah-tengah hamparan bunga itu terdapat satu pohon besar yang memancarkan aura yang kuat.
Junsi bangkit dan mencoba mendekat pohon besar itu, terlihat lah seorang pemuda tampan yang sedang duduk di batu dekat pohon itu seraya menengadah menatap langit.
"Ekhem Permisi! Boleh kah saya bertanya? Tempat apa ini? " Tanya Junsi sopan.
Pemuda tampan itu menoleh pelan ke arah Junsi seraya memasang senyum menenangkan. Wajah tampan nya semakin tampan dengan mata biru laut milik nya. Rambut hitam panjang terurai dengan ikatan kecil di belakang.
Semua laki-laki pasti akan iri dengan pesona nya, berbeda dengan perempuan yang pasti akan jatuh cinta kepada nya. Pemuda tampan itu melihat Junsi dengan tatapan teduh lalu kembali menengadah menatap langit.
Junsi bingung di buat nya, siapa yang tidak bingung akan hal itu? Lama ia berdiri menunggu jawaban dari pemuda itu, namun nihil. Tak ada sepatah kata pun keluar, bahkan sesekali Junsi ikut melihat langit mencari sesuatu yang di pandangi oleh pemuda itu.
Hingga akhir nya ia mulai bosan, Junsi pun membungkukkan tubuh nya sedikit demi menjaga sopan santun lalu melangkah pergi. Namun langkah kaki nya terhenti saat mendengar suara berat yang mengalun indah menyapa rungu.
"Orang yang tidak bersabar hanya akan mendapat kegagalan. Orang yang terlalu percaya diri akan selalu jatuh pada akhir nya. "
Ucap pemuda itu seraya menoleh lagi ke arah Junsi dan tersenyum. Sebuah nasihat namun jika di telaah lagi adalah sebuah peringatan. Dan Junsi tau akan hal itu.
"Kemari lah anak muda! Kau ingin tau di mana ini kan? Duduk lah dan dengar kan aku bercerita! " Ucap nya lagi, entah tarikan dari mana kini Junsi melangkah kan kaki nya menuju pemuda itu.
Pemuda itu mungkin sudah berusia 25(Dua puluh lima) tahun. Dan kini Junsi mendudukkan tubuh nya di batu yang sama tempat pemuda itu duduk.
"Kamu pasti bingung kenapa kamu berada di sini. Jadi kita mulai dari mana ya? " Tanya pemuda itu pada diri nya sendiri.
"Ahh begini.... Kamu bisa memanggil ku Du Yuwen, atau orang orang memanggil ku sebagai Kaisar Air. Aku adalah diri mu di masa lalu. Dan ini adalah alam lain, lebih tepat nya adalah Dimensi Bulan. Aku di sini untuk menurunkan kekuatan ku pada orang yang di pilih oleh takdir, dan kamu lah orang nya. " Ucap Pemuda itu memperkenalkan diri dengan nama Du Yuan.
"Maksud nya? " Tanya Junsi seolah tak mengerti, padahal ia sangat mengerti namun ia tak percaya.
Ia tahu kalau elemen air nya adalah elemen murni, Fu Hang lah yang memberi tahu. Namun ia tak percaya kalau ia bisa bertemu dengan kaisar air terdahulu.
"Aku adalah diri mu di masa lalu, atau kau adalah reinkarnasi ku. Aku akan menurunkan sebuah teknik, dan mewariskan binatang kontrak ku pada mu. Aku juga tahu kalau kamu mengenal reinkarnasi dari adik ku! "
"Reinkarnasi? "
"Kamu adalah orang terpilih yang harus mengemban takdir sebagai kaisar air karena kamu adalah reinkarnasi ku. Dan soal reinkarnasi adik ku, adik ku adalah kaisar es dan kamu kenal dengan reinkarnasi adik ku" Ucap Du Yuwen tenang.
"Siapa reinkarnasi adik mu? " Tanya Junsi bingung.
"Adik ku bernama Du Xie, cari lah seseorang yang mengenal nama nya maka kamu akan tahu" Ucap Du Yuwen seraya tersenyum kecil.
"Jadi? Teknik apa yang harus ku pelajari? "
"Ini adalah teknik kaisar air, kamu harus mencapai Dou Saint untuk menggunakan nya. Teknik ini bernama Ombak Penghancur Langit! Membutuhkan energi yang besar untuk ini, dan juga tambahan dari binatang kontrak bisa meringankan efek nya. Karena itu lah aku menurunkan teknik ini sekaligus memberikan Binatang Suci milik ku untuk mu" Jelas Du Yuwen sambil tersenyum tipis lalu mengarahkan tangan kanan nya ke depan.
Muncul energi berwarna biru dari tangan nya, lalu tiba-tiba terdapat asap di hadapan tangan itu yang perlahan semakin meluas.
Swoosshh
Saat asap nya hilang muncul makhluk besar yang membuat Junsi melebarkan mata nya. Makhluk besar dengan kulit keras dan empat kaki kecil dengan cakar tajam. Kumis panjang nya menjuntai terbang terbawa angin, dan jangan lupakan tubuh panjang nya itu.
"Na-naga!? " Pekik nya terkejut, Naga itu menundukkan kepala nya saat melihat Du Yuwen.
"Nama nya adalah Shui Shan, dia adalah Naga Air yang sudah mencapai tahap Suci Bintang 8. Ia belum mencapai tahap Legenda karena harus ikut mati bersama ku saat itu, jadi ku percayakan Naga ini pada mu" Jelas Du Yuwen sambil menatap Naga air dengan tatapan yang sulit di artikan.
"Jadi... Kapan aku harus mulai berlatih? " Tanya Junsi setelah mengontrol emosi nya.
"Lebih cepat lebih baik"
***
Perasaan bersalah membuncah dalam benak saat tahu betapa parah nya kondisi sang kakak angkat. Meski pun Jinsu dan Zeying tak menyalahkan nya, tetap saja.
Sedari tadi ia fokus menyalurkan energi nya tanpa peduli bujukan Xuan, Luan, dan Jinsu. Pertandingan pun akan di lanjut esok karena hari mulai gelap, dan Jieru setuju akan hal itu.
Karena hari telah gelap juga Junsi harus di bawa pulang ke penginapan, sementara Shuwan terpaksa kembali ke istana bersama dua kakak nya.
"Huft! " Helaan nafas kembali terdengar dari bibir kecil Shuwan.
Kini ia sudah berada di kediaman, lebih tepat nya di dalam kamar. Ia duduk dengan gelisah di tepi jendela seraya menengadah menatap langit malam.
Srekk
Srekk
Srekk
Suara semak bergoyang berhasil menyadarkan Shuwan dari lamunan. Segera ia menatap semak semak itu dengan tatapan Waspada, hingga sosok berpakaian biru tua muncul dengan senyum menawan.
"Apa yang menarik dari langit hingga begitu serius kamu memandang nya? " Tanya sosok itu masih mempertahankan senyum nya.
Sementara Shuwan yang mengenal sosok itu langsung memekik dan melompat keluar jendela menghampiri sosok itu lalu....
Grepp
Sosok itu terkejut saat Shuwan tiba-tiba langsung memeluk nya. Namun ia tak mau terlalu banyak berfikir dan memilih untuk membalas pelukan hangat dari Shuwan.
"Aku merindukan mu" Bisik nya tepat di telinga Shuwan yang sedikit memerah.
"Aku pun begitu" Balas Shuwan pelan sama-sama berbisik, namun balasan tak terduga dari Shuwan justru membuat sosok itu tersenyum.
***
Fu Lee menatap langit malam dengan perasaan gelisah. Ia akan berperang besok, namun perasaan ragu mulai menghampiri hati nya. Perasaan seolah ia tak akan bisa bertemu lagi dengan orang yang ia sayangi.
Di sisi lain ia malah ingat dengan sosok yang kerap menghantui mimpi nya. Hingga ia tak tahan dan memutuskan untuk menemui orang itu.
Dan di sini lah ia berada, duduk ber dua bersama orang yang di cintai nya. Mereka duduk di tepi danau yang sejuk dengan tangan yang saling bertautan.
...----------...
Jangan lupa dukung author melalui...
Like
Vote
Rate
Favorit
Ada yang ingin berteman lebih jauh dengan author? Yuk hubungi author....
Author orangnya care kok, ga mudah tersinggung, bisa cepat akrab dan b
blak-blakan.
IG: @lrnrrhmnia1412 (Follow yak, Author follback kok)
WA: +6282123981798(Lira Nur) (Untuk para wibu pecinta anime, author punya group yang selalu share file video anime baik movie ataupun the movie, Seperti Naruto, One Pick Man, Black Clover, Battle Trough Heaven dll. Silahkan hubungi admin yang juga author sendiri untuk yang tertarik. Kalau mau berteman dengan author juga ga masalah sih~hihihi)
FB: Nurrahmania Art(Terima pesanan gambar sketsa wajah buatan author sendiri. Bagi yang berminat silakan hubungi. :')