Time Travel The Secret Agent

Time Travel The Secret Agent
T3SA Eps. 248: Tiga Legenda



"Bisakah kalian berdua tenang? Perkenalkan, saya adalah Yanlei, dan seperti nya kalian sudah mengenali Raja ya? " Tanya pria satu nya yang tak lain dan tak bukan ialah Yanlei.


Mendengar itu, Yixuan menoleh pada pria di samping Yanlei yang mengulas senyum lebar. Dia mengingat kata Segel Kontrak yang pria itu ucapkan tadi. Yixuan tidak bisa untuk tidak menanyakan ini....


"Apa maksud perkataan mu, Xiu Min!? "


......................


"Lama tidak berjumpa, Wei Tianzi! "


Wei Tianzi dengan wujud mengerikan itu menoleh dan terkejut melihat sosok yang pernah ada di masa lalu nya. Sosok itu tentu nya adalah Zhang Xueying.


"Kau masih hidup? " ucap Wei Tianzi membuat Zhang Xueying menatap nya sinis.


"Dengan tingkatan kekuatan ku saat itu... Kau pikir aku akan mati dengan mudah begitu saja? " tanya Zhang Xueying dengan kilat dendam di mata nya.


"Wajah mu tidak berubah dari yang ada di ingatan ku meski sudah bereinkarnasi ya Xueying? " ucap Wei Tianzi mengangkat sebelah sudut bibir nya.


"Seperti nya kalian begitu serius berbincang hingga melupakan keberadaan ku, ya? " Kedua nya menoleh secara alami ke arah pohon Shèng shù.


Terlihat Huo Shuai yang bersender dengan malas di atas dahan pohon yang cukup besar. Terlihat sangat mempesona di bawah sinar rembulan.


Pohon yang sudah tidak memiliki daun itu terlihat tetap berdiri kokoh tak goyah dengan angin yang berhembus cukup kencang.


Bulan yang belum benar-benar naik terlihat mulai berwarna merah darah khas para Iblis. Sudah jelas itu adalah efek dari yang Wei Tianzi lakukan.


"Huo Shuai sang Anak Terkutuk ya? " tanya Wei Tianzi dengan seringai nya seperti biasa.


"Sungguh kehormatan dapat di kenali oleh Raja Iblis yang legendaris" balas Huo Shuai seraya mengangkat kepala nya dengan malas.


"Berhenti ber main-main Lao Shuai" ucap Zhang Xueying membuat Huo Shuai menghilang dan muncul di samping nya.


Sriiinnggg


Huo Shuai menarik pedang dari sarung nya dengan perlahan, lalu mulai mensejajarkan pedang itu dengan bahu nya ke samping kanan.


Lalu dia memutar nya searah jarum jam dengan kecepatan yang tidak terlalu cepat. Sehingga muncul pola cahaya yang di ciptakan oleh gerakan pedang tadi.


"Teknik Dewa/Dewi - Segel Matahari! " ujar Huo Shuai dengan pola teknik yang mulai memancarkan cahaya kekuningan.


"Meledak! " lanjut Huo Shuai kemudian menghilang di ikuti Zhang Xueying.


Meninggalkan pola teknik yang semakin terang sinar nya, hingga perlahan tapi pasti Pola itu memadat membentuk lingkaran cermin dan....


Ddduuuaaarrrrrr.....!!!!!!


Wei Tianzi dengan santai menyilangkan tangan di depan wajah nya, dan efek ledakkan pun seketika terbelah dengan perisai kecil yang Wei Tianzi ciptakan.


"Kekuatan seorang Raja Iblis memang tidak di ragukan" ucap Huo Shuai yang tiba-tiba berada di atas Wei Tianzi seraya mengayunkan pedang nya.


Trangg


Pedang Huo Shuai di tangkis oleh Rantai berwarna ungu kehitaman, Huo Shuai sama sekali tidak terkejut bahkan raut wajah nya tidak berubah sedikit pun sejak tadi.


"Teknik Dewa/Dewi - Pusaran Angin Kematian! "


Zhang Xueying berada tak jauh dari mereka dan merentang kan tangan nya ke depan lalu berputar cepat searah jarum jam.


Seketika angin yang besar mulai memadat membentuk pusaran dan Zhang Xueying dengan segera mengarahkan angin tersebut pada Wei Tianzi yang berhadapan dengan Huo Shuai.


Melihat hal itu, Huo Shuai mulai mengeluarkan sesuatu dari telapak tangan kiri nya yang tidak memegang pedang, sementara tangan kanan nya masih menahan rantai Wei Tianzi yang kini sedang menatap nya dengan santai.


"Teknik Legenda - Bola Matahari! " ujar Huo Shuai seraya melemparkan bola berwarna kemerahan dari tangan kiri nya ke arah pusaran angin Zhang Xueying.


Syuuuttt


Woossshhh


Ddduuaarr!!!


Seketika saat bola tersebut masuk ke dalam pusat dari pusaran angin, bola tersebut meledak sehingga pusaran angin ciptaan Zhang Xueying menjadi kemerahan dengan api yang berkobar.


Wei Tianzi hanya diam ketika dia kini berada di dalam Pusaran angin yang telah melahap nya, dia melihat Huo Shuai yang tidak mendapat efek dari pusaran itu.


Syuuuttt....!!


Wei Tianzi merentang kan tangan kiri nya dan menyerap pusaran angin berapi itu dengan mudah, membuat sedikit keterkejutan di mata Huo Shuai dan Zhang Xueying.


"Semakin kuat dari terakhir kali kita bertemu! " ucap Zhang Xueying yang terkejut.


Sringg


Kemudian Zhang Xueying menarik pedang nya dan melompat lalu melesat ke arah Wei Tianzi. Dia mengayunkan pedang nya membuat Huo Shuai sedikit mundur untuk memberi ruang.


Trangg


Pedang Zhang Xueying di tangkis menggunakan rantai yang sama dengan rantai ungu kehitaman yang juga menahan Huo Shuai tadi.


Syuuuttt


***


Tess


Tess


Tess


Sepasang kelopak mata terbuka menampilkan iris indah nya yang berwarna hijau pudar. Hal yang pertama kali di lihat oleh nya adalah kegelapan tiada ujung. Sepi, gelap, dan hampa.


Woosh


Pemilik sepasang iris hijau itu bangkit dan duduk saat menyadari kalau alas tempat dia berpijak itu adalah genangan air.


"Tempat apa ini? " Gumam nya pelan dengan netra yang berkeliaran menatap sekeliling yang hanya terdapat kegelapan.


"Apakah... Aku benar-benar sudah mati kali ini? " Tanya nya lebih kepada diri sendiri.


Cruusshh... !!


"Hahaha Apa kau akan berpikir tentang kematian hanya karena melihat banyak kegelapan? "


Dia... Li Chen bangkit dan berdiri saat mendengar suara tidak asing itu. Suara tersebut terdengar menggema dan memantul kembali ke telinga.


"Siapa? " Gumam nya saat tidak bisa mengingat siapa pemilik suara.


"Pertanyaan itu.... Cocok untuk seseorang yang tidak mengenal ku, jadi apa kau melupakan ku Anak muda? "


Akhirnya Li Chen dapat melihat sosok itu, duduk di atas singgasana yang tercipta dari air. Sosok yang juga memiliki mata hijau, menatap nya datar.


"Shèng Juan!? " Pekik Li Chen setelah berhasil mengingat sosok di hadapan nya.


"Ingatan mu buruk.... Sayang sekali, padahal kau masih muda" Ucap sosok itu yang ternyata bernama Shèng Juan seraya menggeleng kan kepala nya dan menatap Li Chen dengan tatapan kasihan.


Hal ini membuat Li Chen sedikit jengkel dan menatap nya dengan datar. Wajar tidak ingat karena terakhir mereka bertemu adalah sepuluh tahun lalu.


"Kenapa kau bisa berada di sini? " Tanya Li Chen mencoba mengindahkan hal yang tadi.


"Seperti nya kau mulai berbakat mengalihkan pembicaraan ya? " Ucap Shèng Juan dengan tatapan datar nya.


"Jawab saja pertanyaan ku" Ucap Li Chen mencoba mengacuhkan ucapan Shèng Juan.


"Huftt! Aku di sini untuk membantu mu lagi" Jawab Shèng Juan setelah menghela nafas.


"Seperti nya hidup mu penuh dengan masalah Anak Muda! "Ejek Shèng Juan dengan wajah datar nya yang bagi Li Chen begitu menjengkelkan.


" Memang nya apa yang akan kau lakukan untuk membantu masalah ku? Memberi ku kekuatan, lagi? "Tanya Li Chen seraya melipat kedua tangan nya di depan dada, menatap Shèng Juan dengan mata memicing.


"Tidak! Aku hanya membantu sedikit karena bukan aku yang akan memberi mu kekuatan! " Ucap Shèng Juan membuat Li Chen terkejut dan mulai menatap Shèng Juan dengan serius.


"Tapi..... Dia! "


...----------...


Penasaran? Penasaran?


Sedikit lagi tamat kok.... jadi ayo tunda rasa penasaran kalian oke?


Sejujurnya belakangan ini author sibuk sama tugas yang mulai menumpuk~!


Ahh~! Rasa nya..... Antara mikirin tugas sama Nulis untuk dua cerita sekaligus dalam satu hari. Belum lagi kegiatan lain di rumah yang gak kalah penting, huft!


Tapi author benar-benar semangat melihat komentar positif para reader! Tidak hanya komentar positif, tapi komentar negatif juga membuat semangat author semakin membara untuk menjadi lebih baik lagi.


Author menikmati masa-masa ini.... Author juga udah punya Plan untuk cerita selanjutnya di Noveltoon.


Di aplikasi Noveltoon ini cerita yang udah di publish itu gak bisa di unpublish jadi ada beberapa cerita yang gak author lanjutkan karena masalah server.


Jadi setelah cerita ini tamat, author akan melanjutkan cerita The Female Cold Ketos dan West Frontier-Cuanxing Village.


Setelah nya di susul dengan sebuah cerita berjudul Mo Xuanzang Dan Dewi Angin yang menceritakan tentang....


Seorang Assassin yang entah bagaimana cara nya tiba-tiba berasal di tubuh seorang tuan muda yang tidak di harapkan.


Mencoba mengubah nasib, Xuanzang justru menerima kenyataan kalau dia adalah seorang Dewa Api di masa lalu.


Kemudian berkeliling dunia untuk membuka segel kekuatan nya, tanpa sengaja bertemu dengan Dewi Angin dan mereka berpetualang bersama.


Semua mulai berantakan saat bencana Seribu Tahun itu kembali terjadi karena kebangkitan Iblis. Dewa Api dan Dewi Angin dengan kisah percintaan yang malang.


Nantikan kelanjutan cerita nya ya!!!!