Time Travel The Secret Agent

Time Travel The Secret Agent
T3SA Eps. 33 : Perpisahan & Kembali Pulang



"Eh? " Tak menghiraukan pekikan Mu Lin, Lee memasangkan Gelang kaki permata berwarna hitam di kaki jenjang milik Mu Lin. Kembali ke posisi duduk nya ia memandang Mu Lin lekat-lekat begitu pun dengan Mu Lin. Perlahan tangan Lee terulur untuk menyingkirkan anak rambut nakal yang menghalangi wajah Mu Lin. Mereka saling menikmati Degupan jantung yang sangat kencang, wajah Lee semakin mendekat ke wajah Mu Lin yang memerah dan mengecup singkat pelipis Mu Lin yang membuat Mu Lin menggigit bibir bawah nya, setelah itu segera Lee beranjak meninggalkan Mu Lin yang masiharus dalam mode terkejut nya.


......................


Setelah beberapa saat Mu Lin sadar akan keterkejutan nya. Ia pun segera keluar dan mencari Lee yang menyebalkan itu. Tapi saat ia sedang mencari Lee, ia malah bertemu dengan Guru Hang.


"Lin Lin, guru ingin bicara sebentar" Ucap guru Hang, Mu Lin pun hanya menaikan sebelah alis nya tapi akhir nya mengangguk dan mengikuti guru nya. Mereka berhenti tepat di sisi air terjun kembar, guru Hang melirik Mu Lin sekilas lalu menjulurkan tangan nya menyentuh air.


"Sebelum pergi... ibu mu pernah berpesan pada guru" Ucap nya lalu melirik Mu Lin untuk melihat perubahan ekspresi nya.


"hm? " Nihil. Hanya deheman saja yang keluar dari mulut mungil Mu Lin. Guru Hang menghela nafas lalu menatap Mu Lin Dan berkata...


"Tepat saat kamu berusia 15(lima belas) tahun, guru di perintahkan oleh ibu mu untuk memberikan kekuatan ibu mu" Ucap nya masih menatap Mu Lin yang tatapan nya terarah ke depan.


"Jadi? " Tanya Mu Lin sambil melirik guru nya dan menaikkan sebelah alis nya.


"Hah! Tidak! Guru hanya memberitahu, karena itu akan terasa cukup sakit. Jadi kau jangan terkejut nanti" Tukas guru Hang pada Mu Lin.


"Apakah kalian akan datang saat aku berulang tahun? Tunggu! Bagaimana kalian tahu kapan ulang tahun ku? Aku saja tak tahu! " Mu Lin curiga dengan guru Hang, ia bahkan tak tahu dengan kapan ulang tahun nya.


"Eh? Tentu saja guru mu ini tahu, Saat pertengahan musim salju tiba, itulah ulang tahun mu" Jelas guru Hang, awal nya ia sedikit gugup tapi ia berusaha tenang.


"hmm" Mu Lin hanya berdehem, lalu guru nya menepuk pundak nya dua kali dan berlalu pergi. Dia mendongakkan kepala nya ke atas, kini perasaan nya gusar. Terlalu banyak misteri yang belum terpecahkan dalam hidup nya yang kedua ini.


Setelah merasa sedikit tenang, ia pun kembali dan terlihat lah tenda yang sudah terlipat rapih. Ia segera menghampiri paman Ho yang sudah menyiapkan kuda mereka.


"Paman, apakah semua nya sudah siap? " Tanya nya pada Hua Ho yang sedang menyisir rambut kuda yang nampak gagah perkasa.


"Sudah, kita bisa berangkat setelah An Ri" Ucap Hua Ho seraya tersenyum, Mu Lin hanya diam lalu melirik An Ri dengan ekor mata nya. Terlihat lah An Ri yang sedang mengaitkan tenda yang terlipat itu ke kuda nya.


"Kurasa dia sudah selesai "Setelah itu ia menatap paman nya kembali, lalu ia mengelus kuda yang tadi di sisir oleh paman.


Mu Lin pun segera menaiki kuda nya, terlihat Lee dan guru Hang tersenyum pada mereka yang sudah di atas kuda. Erlang dan Hu Ren sudah berada dalam kalung dimensi bersama dengan Shan Lan.


...(~Flashback~)...


Mu Lin tampak termenung seraya menyentuh kalung pemberian Du Xie. Ia menutup mata nya kala rasa kantuk itu menyerang nya. Namun sesaat Kemudian mata nya terbuka dengan sendiri nya. Netra tajam nya menangkap bangunan yang megah berupa istana atau jika di dunia modern itu akan nampak seperti Castile. Udara terasa sangat sejuk di sana, Mu Lin melangkah memasuki istana yang tidak dijaga, ia tak menyadari kalau ia tak memakai alas apapun Saat ini.


Di hadapan Mu Lin terdapat bangunan yang seperti istana nan megah. Mu Lin menaikkan sebelah alis nya kala netra nya menatap seorang pria muda yang kini tersenyum pada nya.


"Akhhh Anda akhirnya datang yang mulia" Ucap pria itu membungkuk memberi salam yang tidak di respon oleh Mu Lin. Dengan keadaan kesal, pria itu bangkitak dan kembali tersenyum pada Mu Lin.


"Siapa? Dan dimana? " Tanya Mu Lin dengan penekanan dalam kata nya. Tampak sebelah alis milik Mu Lin yang masih terangkat itu tak kunjung turun kala sosok yang di tanya belum menjawab.


Ia juga akhirnya tahu kalau di sini terdapat Air Roh Surgawi di dalam gua yang berada di belakang Istana. Air Roh Surgawi adalah air yang memiliki Etensitas Yin Yang yang murni. Dan, tentu memiliki banyak manfaat juga kegunaan.


Perkebunan yang terdapat di ruang dimensi itu juga membuat nya terkejut. Bagaimana tidak? Di sana terdapat banyak sekali tanaman obat dan racun. Ia bingung harus berkata apa sehingga ia hanya diam dan mendengarkan penjelasan Shan Lan.


Setelah kejadian itu juga ia menceritakan nya pada Guru Hang dan yang lainnya, dan sejak saat itu Erlang dan Hu Ren lebih menyukai tempat itu.


...(~Flashback Off~)...


"Sampai jumpa saat ulang tahun Lin Lin" Ucap Lee menampilkan senyum manis nya pada Mu Lin yang tentu di balas juga dengan senyuman.


"Tentu, jaga diri kalian"'Jaga juga hatimu untuk ku' Sayang nya kalimat terakhir itu tak bisa di keluarkan sehingga hanya di ketahui oleh Mu Lin Dan sang Pencipta saja.


Mu Lin Dan yang lain pun mulai memacu kuda nya yang awalnya perlahan kini mulai cepat lalu terdengar sebuah teriakan kecil.


" Jaga diri mu Lin Lin! "Ucap Lee sedikit berteriak sebelum akhir nya tubuh nya dan guru Hang menghilang di telan cahaya.


Senyum tipis tercetak di bibir Mu Lin kala mendengar teriakan sang kekasih dari belakang. Kuda mereka melaju cepat membelah hutan kematian dengan kecepatan angin karena mereka memberi suntikan energi spiritual pada kuda masing-masing.


Tak butuh waktu lama, kini gerbang kediaman Hua sudah nampak dan terlihat kah Hua Zeying, Junsi dan Jinsu yang berdiri di sana dengan senyuman kala mata mereka melihat Mu Lin Dan yang lain nya tiba. Begitu sampai, Mu Lin segera turun dari kereta dan di sambut pelukan hangat oleh keluarga itu. Senyum Mu Lin semakin mengembang kala mengetahui tingkatkan mereka masing-masing.


" Bagaimana kabar mu adik? "Tanya Jinsu dengan senyuman di wajah nya, tapi ia menyeka air mata nya yang sempat tumpah.


" Akhh tentu aku baik"Jawab Mu Lin sambil tersenyum pada mereka yang juga tersenyum pada nya.


"Kau nampak lebih tinggi sekarang" Ucap Junsi seraya menepuk nepuk kepala Mu Lin.


"Sudah-Sudah, Ayo sebaik nya biarkan adik kalian beristirahat, perjalanan ini pasti melelahkan bagi nya"Lerai Zeying kala melihat Ke tiga anak nya mengobrol tak ingat tempat. Akhirnya mereka masuk bersama dengan Hua Ho juga An Ri yang memiliki kediaman masing-masing.


...----------------...


Tinggal kan jejak jempol...


Berikan dukungan agar author semangat dengan cara memberikan Vote....


Nilai karya author dengan cara berikan Rate....


Jangan lupa agar tidak ketinggalan update segera klik Favorit...


Selamat membaca...