Time Travel The Secret Agent

Time Travel The Secret Agent
T3SA Eps.25 : Kedekatan Mu Lin Dan Lee



"Baiklah" Lee segera bangun dan mengulurkan tangan nya kepada Mu Lin yang tentu saja di sambut dan di balas dengan senyuman manis milik Mu Lin di pagi hari. Mereka pun berjalan dengan bergandengan tangan menuju hamparan rumput luas tempat mereka berlatih saat di hutan.


......................


Sesampainya di sana, mereka segera berdiri saling berhadapan dan memasang kuda kuda milik mereka masing-masing. Mereka bertanding tanpa menggunakan senjata, aksi baku hantam pun terjadi. Sesekali pukulan Mu Lin mendarat dengan mulus di wajah tampan milik Lee, begitu pun sebaliknya. Bahkan Mu Lin sampai meringis saat tinju Lee mengenai rahang nya.


Bughh


Bughh


Krakkk


Bughh


Krakkk


Pertandingan terus berlanjut hingga Mu Lin mendapat celah dan menarik pedangnya di ikuti oleh Lee.


Sringg


Srakk


Sringg


Alunan pedang itu terdengar, suara itu membuat semangat Mu Lin semakin membara. Saat mendapat celah Lee tersenyum licik pada Mu Lin.


'Sial!' Umpat Mu Lin dalam hatinya saat menyadari bahwa ia masuk dalam perangkap licik makhluk di hadapan nya.


Bughh


Satu pukulan dari tangan kiri Lee mendarat sempurna di perut bagian kiri Mu Lin.


"Shhhhh" Mu Lin meringis merasakan perutnya yang perih, ia berhenti sejenak dan berjongkok. Lee yang melihat itu pun ikut berjongkok di samping Mu Lin dan memegang tangan nya dengan ekspresi cemas.


"Maaf.... Apakah sakit?" Ucap Lee dengan nada khawatir, mendengar itu Mu Lin pun menoleh dan memutar bola mata nya malas.


"Tentu saja sakit! Kakak Lee sih memukul ku tanpa perasaan" Jawab Mu Lin dengan nada candaan tapi tak menghilang kan rasa cemas pada Lee. Sehingga bukan nya lega Lee malah menggendong Mu Lin dengan posisi romantis yang membuat Mu Lin memekik terkejut.


"Aaakh"Pekik Mu Lin terkejut saat Lee menggendong nya secara tiba-tiba. Ia pun memberontak minta di lepaskan.


"Diam lah! Kau ingin terjatuh?" Pertanyaan Lee yang mengandung kecemasan langsung membuat Mu Lin diam dan menyembunyikan wajahnya di dekapan Lee.


Lee pun segera membawa Mu Lin ke tempat yang nyaman untuk duduk, setelah itu ia mendudukkan Mu Lin di pangkuannya. Mu Lin pun langsung menatap Lee dengan tatapan meminta penjelasan.


"Maaf aku menyakiti mu" Ucap Lee seraya menatap Mu Lin lekat dengan senyum tulus nya.


Degg


Degg


Degg


"Akh...Bukan masalah" Jawab Mu Lin sambil melambaikan tangannya dengan terus menghindari tatapan mata Lee. Mu Lin masih berusaha menetralkan detak jantungnya yang seperti akan berhenti mendadak karena terlalu cepat terpacu.


"Kau yakin?" Tanya Lee memastikan yang langsung di anggukki oleh Mu Lin. Sejenak tatapan mereka bertemu dan seolah terkunci hingga membuat mereka tak mampu untuk berpaling.


Degg


Degg


Degg


Irama merdu yang di buat oleh jantung mereka menghiasi suasana di sana. Segera Mu Lin melempar tatapan nya ke arah lain yang membuat Lee terkekeh melihat nya.


"Ekhem... Wajah mu sangat merah, di mana wajah dingin mu itu hehehe" Goda Lee pada Mu Lin yang sekarang menutup wajahnya dengan kedua telapak tangan nya, tapi sesekali ia mengintip Lee lewat celah jari nya yang membuat Lee semakin terkekeh.


"Kenapa wajahmu di tutupi hemm? Apakah Lin Lin kecil malu?" Tanya Lee lagi dengan tatapan menggoda.


"Akhh...Diam lah kak Lee... Berhenti menggoda ku!" Teriak Mu Lin sambil turun dari pangkuan Lee dengan wajah memerah nya tapi rasa malu nya tetap di sembunyikan di balik topeng wajah nya yang datar itu.


"Haah! Baiklah ayo sebaiknya kita kembali, hari sudah mulai sore" Ucap Lee yang langsung di anggukki oleh Mu Lin. Segera Lee menggenggam tangan Mu Lin dan menarik nya kembali.


Dalam perjalanan mereka, tak ada yang berniat untuk membuka obrolan. Sesampainya di sana, mereka hanya duduk diam tak melakukan apapun sampai senja datang dan mereka membersihkan diri secara bergantian.


"Beberapa hari lagi musim panas akan berakhir. Sudah waktunya untuk melakukan penyucian diri di api suci" Ucap guru Hang memecah keheningan, Mu Lin terdiam dan menatap guru nya lalu memakan buah nya kembali.


"Lalu?" Tanya Mu Lin tanpa ekspresi.


"Kau harus mensucikan diri mu di api suci" Ucap guru Hang lagi.


"Hemm" Mu Lin hanya berdehem tanpa minat.


Suasana kembali hening, tak ada yang berniat membuka suara. Setelah itu mereka pergi untuk istirahat. Malam pun tiba, mereka beranjak tidur untuk menjemput mimpi mereka. Tapi, Mu Lin memilih untuk memulihkan diri sejenak dengan cara bersemedi.


......................


Di pegunungan selatan, seorang pemuda tampan berusia 14 (empat belas) tahun baru saja membuka kelopak mata nya bersamaan dengan bersinarnya langit di sekitarnya. Perlahan ia mengedarkan pandangannya ke sekeliling yang tidak banyak berubah sejak terakhir dia melihat nya.


Ia mulai menggerakkan kakinya dan berdiri lalu melangkah kaki nya. Cahaya yang mengelilingi nya pun mulai meredup. Samar samar ia mendengar ke gaduhan, ia pun melangkahkan kakinya perlahan.


"Cucuku!" Teriak seorang wanita lanjut usia yang tampak berlari dan langsung memeluk nya dengan erat. Tak lama muncul juga laki laki lanjut usia yang berjalan dengan senyuman lebar dan menghampiri nya.


"Selamat! Kau sudah mencapai Dou Huang bintang 6! "Ucap sang pria lanjut usia yang tidak lain dan tidak bukan adalah kakek nya sang kaisar terdahulu.


"Selamat cucuku" Sang wanita lanjut usia atau neneknya yang adalah ibu suri melepaskan pelukannya dan tersenyum kepada nya.


Dia adalah kembaran Mu Lin, yang tentunya bernama Luan. Ia tersenyum kepada kakek dan nenek nya. Lalu menanyakan beberapa kabar.


"Bagaimana kabar nenek dan kakek?" Tanya Luan sambil menampilkan senyum tipis.


"Yahh kakek dan nenek mu ini sudah tua, jadi wajar bila tak terlalu bertenaga" Jawab Kaisar terdahulu.


"Sudahlah, mari masuk dulu. Biarkan cucu makan dulu" Timpal ibu suri sambil menarik tangan Luan.


Mereka pun masuk dan duduk di kursi untuk menunggu makanan.


"Pelayan! Siapkan makanan yang enak dan banyak untuk cucuku ini" Titah Ibu suri kepada sang pelayan yang menunduk.


"Baik Yang Mulia" Setelah itu para pelayan pun segera pergi ke dapur untuk membuat makanan yang di perintahkan.


"Bagaimana keadaan keluarga ku?" Tanya Luan sambil menopang dagunya itu dengan kedua tangan nya di atas meja.


"Yahh.... Begitulah, tak banyak ada perubahan" Jawab Ibu suri.


"Apakah ada kabar tentang Shuwan?" Tanya Luan lagi dengan hati hati. Sejenak ibu suri dan kaisar terdahulu saling berpandangan lalu menatap Luan dengan tersenyum paksa.


"Dia juga menjalankan kultivasi secara tertutup, jadi kami tidak tahu" Kali ini kaisar terdahulu lah yang menjawab, ekspresi Luan tak banyak berubah.


"Oh" jawab Luan Acuh lalu teringat akan pertanyaan yang ingin ia tanyakan.


"Lalu apakah ayah menanyakan kabar ku?"


"Enn.... Ayah mu belum mengirim surat lagi seperti nya" Jawab Kaisar terdahulu dengan suara yang tak enak di hati. Raut wajah Luan mendingin dan tak enak untuk di pandang.


"Mungkin ayah mu sedang sibuk cucuku.... " Timpal ibu suri yang hanya di anggukki oleh Luan. Tak lama kemudian pelayan datang membawa makanan, lalu mereka pun makan dengan lahap tanpa ada yang berbicara.


...----------------...


Segitu dulu ya Readers.....


Jempol author sudah keriting hehehe...


Terus dukung author dengan cara...


Like


Vote


Komen


Favorit


Thanks untuk pembaca setia author 😘