Time Travel The Secret Agent

Time Travel The Secret Agent
T3SA Eps. 161: Menyingkirkan Sayuran



"Ada yang bisa saya bantu emm... "


"Makanan terenak di sini dan jangan banyak bicara " Ucap sang wanita dengan nada datar membuat pelayan tadi meneguk ludah nya susah payah lalu mengangguk patah-patah.


"Ba-baik moho-on tunggu se-bentar" Ucap pelayan itu tergagap lalu segera pergi setelah membungkuk hormat.


......................


Setelah pelayan itu pergi, keadaan di sana kembali hening. Hingga kedua nya masing-masing dari mereka melepas tudung dan meletakkan nya di atas meja yang tersedia.


Terpampang lah dua wajah yang sama-sama menghipnotis, wanita cantik dan pria tampan. Tentu nya mereka adalah Shuwan dan Li Chen.


" Jadi.... " Ucap Chen sedikit ragu untuk meneruskan kalimat nya.


"Jadi? Apa? " Tanya Shuwan seraya mengangkat sebelah alis nya dengan bingung.


"Apa rencana mu setelah dari sini? " Tanya Chen dengan wajah serius menatap Shuwan yang hanya diam tidak menjawab.


"Kau yakin untuk mengikuti ku? " Alih-alih menjawab, Shuwan justru melemparkan pertanyaan yang membuat dahi Chen berkerut tipis.


"Kau meragukan ku? " Tanya Chen membalas Pertayaan Shuwan dengan pertanyaan membuat sudut bibir Shuwan berkedut ringan.


"Aku harus mencari cara untuk kembali ke dunia tengah dan melakukan urusan yang belum selesai.... Setelah selesai aku mungkin akan berkeliling dunia mencari Pemimpin Phoenix Feng Xue" Shuwan menghentikan ucapan nya sejenak lalu menarik nafas dan membuang nya perlahan. Kemudian dia melanjutkan....


"Selebih nya.... belum ku pikir kan, lagi pula aku memang tidak memiliki banyak tujuan" Lanjut Shuwan terhenti karena pelayan tadi sudah datang di ikuti pelayan lain seraya membawa berbagai makanan dan di letakan di atas meja.


'Pemimpin Phoenix Feng Xue? Ibunda juga membutuhkan Jantung Feng Xue untuk kesembuhan nya. Untuk apa dia mencari Feng Xue? ' Batin Chen bingung namun tidak mengutarakan kebimbangan nya.


"Silahkan di nikmati Tuan dan Nona" Ucap pelayan itu tersenyum ramah kemudian membungkuk hormat.


"Hmm" Balas Shuwan dan Chen bersamaan sehingga para pelayan hanya meringis di buat nya.


"Ka-kalau begitu kami pamit terlebih dahulu, jika Tuan dan Nona membutuhkan sesuatu jangan sungkan untuk memanggil" Ucap pelayan tadi lagi seraya melirik yang lain nya.


"Hmm" Lagi dan lagi ucapan pelayan itu hanya di balas deheman oleh Chen sementara Shuwan hanya mengangguk seraya mengangkat sumpit nya.


"Makan lah dengan lahap" Ucap Chen di iringi senyum manis nya membuat Shuwan bernostalgia lalu tanpa sadar tersenyum tipis dan mengangguk kecil.


Sedikit demi sedikit Shuwan memakan makanan nya, begitu pun dengan Chen yang makan dengan berwibawa dan berkelas.


Takk


Shuwan menyingkirkan sayur-sayuran dari piring nya ke piring lain lalu lebih banyak memakan daging. Melihat hal itu, Chen tidak dapat menahan diri nya lagi.


Takk


"Lebih banyak lah memakan sayur-sayuran. Terlalu banyak memakan daging tidak baik untuk kesehatan" Ucap Chen kembali meletakkan sayur yang Shuwan singkirkan ke dalam piring Shuwan kembali.


"Hei! Aku tidak menyukai nya" Ucap Shuwan dengan ekspresi datar.


"Sayur itu baik untuk kesehatan mu! Lihat lah tubuh kecil mu itu, bagaimana bisa menjadi istri yang baik jika kau memiliki tubuh yang kecil seperti itu" Balas Chen sedikit mengejek seraya memberikan kedipan sebelah mata membuat Shuwan tertegun dan merenung.


...[~Flashback~]...


"Jangan singkirkan sayuran ini.... Mereka baik untuk kesehatan mu" Ucap Zhenli kepada Shuwan seraya mengembalikan sayuran yang sudah Shuwan singkirkan tadi.


"Tapi aku tidak menyukai nya" Balas Shuwan menatap datar Zhenli.


"Ckckck...! Sayur itu baik untuk perkembangan tubuh! Lihat lah tubuh mu yang kecil ini! Bagaimana bisa menjadi istri yang baik jika tubuh mu kecil seperti ini" Ucapan Zhenli membuat Shuwan mengerjapkan mata nya lalu menatap kesal Zhenli.


"Tubuh ku tidak kecil! Lihat lah dada ku... Ini sudah cukup besar untuk menjadi istri yang seksi! " Balas Shuwan sengit seraya membusungkan dada nya.


Hal ini membuat Zhenli berekspresi aneh, Zhenli menatap Shuwan dengan tatapan yang sulit di artikan. Sementara Shuwan masih membusungkan dada nya yang memang tidak kecil.


"Bagaimana? Besar kan? " Dan ekspresi Zhenli semakin aneh saat Shuwan berdiri dan mendekatkan tubuh nya pada Zhenli.


"Eh eh eh!!! I-iya besar se-kali! Menja-uh lah sedikit" Ucap Zhenli gugup ketika Shuwan sudah sangat dekat dengan nya.


Wajah Zhenli memerah hingga ke telinga membuat Zhen segera memalingkan wajah nya ke samping. Sementara Shuwan kembali duduk dengan tenang.


"Wan kecil! Saat dewasa nanti kau ingin menjadi apa? " Tanya Zhenli tiba-tiba membuat Shuwan yang sedang makan pun menghentikan kegiatan nya sejenak.


"Aku... mungkin akan menjadi Dokter atau meneruskan perusahaan keluarga ku" Balas Shuwan singkat kemudian melanjutkan makan nga. Tetapi kemudian Shuwan bertanya....


"Ada apa kau bertanya seperti itu? "Lanjut Shuwan datar tanpa menatap Zhenli di hadapan nya.


" Aku mengalami mimpi buruk, di mana kau pergi jauh saat menggunakan pakaian serba hitam dan membawa senjata "


Degg


Mendengar hal ini jantung Shuwan berdegup kencang, Perlahan Shuwan mendongak untuk menatap manik mata Zhenli.


"Tenang saja... Mimpi itu hanya lah bunga tidur" Ucap Shuwan tersenyum teduh menenangkan Zhenli.


"Kalau begitu.... Kamu harus berjanji untuk tetap di sini dan bukti kan pada ku bahwa Mimpi yang ku alami hanya bunga tidur" Zhenli menggenggam kedua tangan Shuwan dengan erat, kilat mata nya menunjukkan keseriusan.


...[~Flashback Off~]...


Shuwan tersenyum tipis mengingat ini seraya kembali memakan makanan nya. Namun senyum tipis yang di ulas sangat tipis sehingga Chen tidak melihat nya.


Sebenar nya Shuwan menyukai sayuran sejak peristiwa bersama Zhenli. Namun dia kembali menyingkirkan sayuran sejak kejadian itu.


Kejadian di mana Shuwan kehilangan seseorang yang bagi nya sangat berharga untuk selama-lamanya.


***


Seseorang bertudung hitam tampak melintasi sebuah desa menggunakan kuda nya. Kuda yang gagah berwarna coklat dengan ukuran yang sedikit tidak biasa.


Sosok bertudung itu mengeluarkan aura hitam yang pekat di setiap langkah nya. Meski aura tersebut tidak dapat di pandang oleh warga biasa, namun para warga dapat merasakan energi negatif nya.


Terlebih karena hari sudah gelap sehingga para warga berbondong-bondong memasuki rumah mengingat peristiwa yang sering terjadi saat malam hari.


Sosok bertudung itu menyeringai tipis ketika desa secara tiba-tiba mulai sepi. Lalu sosok bertudung itu turun dari kuda nya, seketika kuda itu menghilang dari pandangan.


Sosok bertudung itu berjalan pelan menuju sebuah rumah. Rumah yang sedikit besar di banding kan dari yang lain nya.


Lalu sosok bertudung itu mulai mengitari rumah tersebut, setelah nya sosok bertudung itu berhenti tepat di hadapan sebuah jendela.


Sreettt


Tangan putih nya mulai membuka jendela tersebut perlahan, bergiti terbuka dia menaburkan sebuah bubuk dengan elemen angin nya ke seluruh rumah.


Dia terdiam sejenak ketika melihat seseorang di dalam ruangan seketika tertidur. Dia kembali menyeringai lalu dengan cepat ia berpindah tempat dan seketika berada di dalam ruangan tersebut.


Sosok bertudung itu kemudian mengangkat seorang pemuda di bahu nya seperti karung beras. Lalu dia pun menghilang dan kembali berasa di luar rumah tanpa ada yang tahu.


Tiba-tiba tepat di hadapan nya sosok bertudung itu muncul asap hitam yang perlahan berubah menjadi seseorang.


"Xio Xin? " Tanya sosok bertudung itu pelan saat seseorang di hadapan nya telah sempurna menjadi sosok yang dia kenal.


"Apa kau sudah selesai Xiu Min!? Berhenti lah bermain-main!! " Ucap Xio Xin kesal terhadap sosok bertudung di hadapan nya.


"Hidup mu akan terlalu membosankan tanpa sebuah permainan" Ucap sosok bertudung itu yang ternyata adalah Xiu Min dengan santai berjalan melewati Xio Xin yang sedang bersunggut kesal.


"Ck! Kau ini selalu saja! " Tanpa kata Xio Xin ikut melangkah menyusul Xiu Min yang sudah mulai jauh.


......................


Author mau promosi sebentar.....


Jangan lupa mampir di karya author yang lain, salah satu karya terbaru author adalah


-WEST FRONTIER-CUAN XING VILLAGE



Pada jaman Dinasti, dua orang ini sama-sama menjadi orang yang selalu mengikuti perang. Kedua nya memiliki gelar masing-masing, sang wanita mendapat gelar jendral Wanita pertama. Maka sang pria memiliki Gelar sebagai Raja.


Awal nya sang pria yang memiliki Gelar Raja Li mulai mendekati jendral wanita itu karena memiliki tujuan tersembunyi.


Sedangkan jenderal wanita yang bernama Huang Di Fei itu tidak tertarik sama sekali. Hingga perlahan waktu mulai membawa perubahan.


Kedua nya mulai menyadari perasaan saat sedang menjalankan tugas Di Perbatasan Barat-Desa Cuan Xing.


Namun suatu tragedi terjadi dan merenggut segala nya.


Pemeran Pria- Qin Li Zhen/Raja Li


Pemeran Wanita- Huang Di Fei/Jendral Muda Huang


...----------------...


Hai....!


Apa kabar?


Harus baik dong ya!!!


Jangan lupa LIKE!!


WA: +6282123981798(Dua grup yang mengirim Film setiap minggu nya)


IG: @lrnrrhmnia1412


Email: rahmanialiranur@gmail.com


Selalu dukung author!!!