Time Travel The Secret Agent

Time Travel The Secret Agent
T3SA Eps. 24 : Tuan Baru Shan Lan & Visual Tempat!!



Sebelum Author lanjut, author mau ngingetin para readers untuk selalu dukung author dengan cara


Like


Favorit


Vote


Komen


Tenang sajaa readers, semuanya gratis kok. Jadi tetap dukung author yaaa Muach😚😋


...****************...


Istana Kekaisaran ia tinggal kan dan di berikan kepada Kekaisaran Gu, ia sudah mengatakan apa yang terjadi. Awalnya mereka marah, tapi akhirnya mereka bisa menerima kenyataan dan membuka pintu lebar lebar bila Ying Shang mau. Ying Shang menolak dan mengatakan bahwa dia hanya ingin berkeliling dunia. Ia pun pergi dan memulai petualangan nya.


...(-Flashback Off-)...


...----------------...


Du Xie bercerita seperti itu dari awal sampai akhir, setelah cerita berakhir ia menatap Mu Lin untuk melihat tanggapan ekspresi nya. Namun nihil, tak ada ekspresi apapun di wajah Mu Lin, hal ini malah membuat Du Xie menyesal bercerita panjang lebar pada nya.


"Jadi? " Tanya Mu Lin dengan alis terangkat sebelah. Mu Lin menatap Du Xie tanpa ada perasaan ketertarikan.


"Hah! Kau adalah reinkarnasi dari Kaisar Es, Kau harus menaklukkan Phoenix milik ku. Elemen Angin mu juga sangat murni, kau akan berada di puncak tertinggi, jadi tugas mu adalah mencari para elementer yang memiliki elemen murni" Ucap Du Xie Menghela nafas berat, Mu Lin memandang nya dengan pandangan rumit.


'Kenapa harus aku? merepotkan! 'Ucap Mu Lin dalam hati, ia bingung kenapa hidup nya di kehidupan kedua ini menjadi rumit sih? Menyebalkan!


"Merepotkan! " Ucap Mu Lin sambil berdecak, Du Xie di buat melongo.


'Semua orang ingin memiliki elemen murni, dan dia malah bilang ini merepotkan? 'Batin Du Xie bertanya tanya.


"Ekhem! Intinya kau harus bisa menaklukkan Phoenix ku dengan kekuatan mu. Ini sudah menjadi takdir mu, ingatlah itu! " Lalu Du Xie menghilang bersamaan dengan angin yang berhembus kencang.


Mu Lin berdiri dari duduknya saat melihat Phoenix biru muncul di hadapan nya.


"Ck! Menyebalkan" Mu Lin segera melompat saat Phoenix itu melemparkan jarum es ke arah nya. Ia terus menghindar dan mencari celah.


"Koakkk! " Jerit Phoenix itu saat Mu Lin menyerangnya dengan elemen anginnya.


Swooshhhh


Phoenix itu melemparkan bongkahan es yang besar, lalu membuat pusaran es, serangan nya melesat cepat ke arah Mu Lin. Dengan cepat pula Mu Lin menghindar, ia tahu kalau ia tak bisa mematahkan serangan sang Phoenix, jadi ia hanya menghindar saja.


Serang, menghindar, melompat dan serang. Terus seperti itu sampai Mu Lin mulai kelelahan, saat Phoenix itu melemparkan bola energi Es dengan wajah lelah Mu Lin segera bersalto dan menghindar. Karena sudah hampir kehabisan tenaga, Mu Lin terhuyung ke belakang dan membuat kesempatan untuk Phoenix. Segera Shan Lan menyerang Mu Lin dengan cakar nya. Mu Lin langsung terhempas saat cakar itu menendang Mu Lin sejauh 30 (tiga puluh) meter.


"Uhuk" Seteguk darah keluar dari mulut mungil Mu Lin, tenaga nya betul-betul terkuras sekarang. Tiba-tiba mata kiri Mu Lin langsung berubah menjadi berwarna merah dan kekuatan nya sedikit meningkat. Segera Mu Lin membuat bola energi dari elemen api nya dan di tembak kan ke Shan Lan. Lalu Mu Lin mengambil kesempatan saat Shan Lan menghindar, ia mengangkat pedang nya dan menebaa sayap kanan Shan Lan sehingga hilang keseimbangan. Mengambil kesempatan, Mu Lin segera melompat naik ke punggung Shan Lan dan menebas punggung nya lalu melompat turun.


"Koakkkk" Jerit Shan Lan kesakitan sambil terus menyerang Mu Lin dengan membabibuta. Mu Lin masih dengan wajah datarnya sesekali meringis saat udara dingin menusuk ke tulang nya. Kecepatan melompat Mu Lin mulai melambat, segera Mu Lin membuat penjara dari elemen kristal nya. Dan Shan Lan langsung masuk ke penjara nya, hanya kepala nya saja yang terlihat dari luar.


Akhirnya udara dingin menghilang bersamaan dengan Shan Lan yang mulai diam. Mu Lin langsung berjalan santai ke arah kepala Shan Lan, ia berhenti tepat di depan paruh sang Phoenix. Ia menyunggingkan senyum tipis yang sangat tipis dan berkata...


"Aku menang... "ucap Mu Lin sambil menatap mata biru milik Shan Lan. Mata kiri Mu Lin kembali berwarna coklat keemasan, perlahan lahan kedua mata Mu Lin berubah menjadi berwarna biru laut. Sang Phoenix nampak tak terkejut, ia hanya menunduk kepada Tuan barunya.


" Sekarang kau milikku " ucap Mu Lin lalu menggigit jarinya hingga berdarah dan meneteskan nya ke dahi Shan Lan. Dalam sekejap, penjara kristal Mu Lin menghilang bersamaan dengan hilangnya Shan Lan. Kemudian penglihatan Mu Lin memudar, kepala nya berputar dan akhirnya gelap.


Saat membuka mata nya, hal pertama yang Mu Lin lihat adalah dalam tenda nya. Segera ia duduk dan mengedarkan pandangan nya ke kanan dan kiri. Ia mendengar suara kicauan burung dan suara riak air karena ia tinggal di dekat air terjun. Ia terkejut saat melihat ada kalung di lehernya, kalung itu memiliki permata dengan ukiran Es biru. Tapi Mu Lin tak terlalu memedulikan nya.


Saat ia keluar, matahari mulai nampak di ufuk timur. Ia pun segera pergi ke sungai untuk membersihkan diri. Setelah selesai ia memakai hanfu berwarna putih polos lalu di lapis dengan hanFu hitam tipis nya. Dengan pedang di pinggang lalu seruling menggantung di pinggang nya juga rambut panjang nya yang di kuncir dalam satu gulungan menambah kesan pemberani untuk nya.


Nampak nya para laki-laki sudah bangun, mereka terlihat sedang berbicara dengan serius, Mu Lin pun menghampiri mereka berniatu untuk menyapa. Tapi, karena terlalu serius mereka sama sekali tak menyadari kehadiran Mu Lin yang sudah berada tepat di sisi mereka. Mu Lin pun bertanya...


"Apa yang kalian bicara kan? "


"Aaaaakh" Teriak Erlang, dan An Ri. Sedangkan guru Hang dan Lee langsung mengangkat pedang karena terkejut. Paman Ho yang sedang di dalam tenda segera keluar mendengar teriak kan mereka.


"Ada apa? " Tanya paman Ho panik.


"Mu Lin!! Sejak kapan kau di situ? " Tanya guru Hang setelah menurunkan pedang nya, begitupun dengan Lee. Sedangkan An Ri dan Erlang sudah mulai tenang dari keterkejutan nya.


"Baru saja" Ucap Mu Lin acuh, lalu berjalan santai ke arah di mana terdapat Hu Ren yang sedang tiduran.


"A-Aku juga, dia bagaikan hantu yang tiba-tiba muncul" Erlang bergidik membayangkan wajah Mu Lin yang menyeramkan.


"Huh! Sudah lah, Jadi.... Mu Lin harus menyucikan diri di api penyucian kapan? " Tanya An Ri kepada guru Hang.


"Angin sudah berhembus dengan kencang, musim panas akan berakhir beberapa hari lagi, tepat saat itu lah musim gugur tiba. Itu waktu yang sangat tepat" Jelas guru Hang cukup panjang.


"Jadi sebelum itu dia harus bersiap siap" Ucap Lee lalu mereka saling bergantian untuk membersihkan diri di sungai. Sedangkan Mu Lin sedang duduk di sisi Hu Ren sambil membiarkan rambut panjang nya melambai di tiup angin.


Saat Mu Lin menutup mata nya, Hu Ren melirik wajah Mu Lin yang menyejukkan hati.


"Kenapa hari ini begiru berangin? "Tanya Mu Lin tanpa membuka mata nya, Hu Ren pun ikut menutup mata nya.


" Musim panas akan berakhir "Ucap Hu Ren. Mu Lin pun membuka mata nya dan mendongak untuk menatap langit.


Mu Lin terus menatap langit tanpa berkedip, Lee yang sudah selesai membersihkan diri pun menghampiri Mu Lin Dan duduk di samping nya membuat Mu Lin menoleh ke samping. Tapi ia segera menatap langit lagi, ada sesuatu yang mengganjal di hatinya.


" Kenapa serius sekali saat melihat langit? "Tanya Lee sambil menatap Mu Lin dengan lekat.


" Hu Ren kau pergilah dulu "ucap Mu Lin tanpa mengalihkan pandangan nya.


" Baiklah "Hu Ren pun pergi meninggalkan dua sejoli itu.


" Kenapa menyuruh nya pergi? "Tanya Lee lagi. Mu Lin segera mengalihkan pandangan nya ke arah Lee lalu menatap nya dan berkata....


" Itu lebih baik dari pada membiarkan dia jadi nyamuk pagi pagi "Sarkas Mu Lin, Lee pun terkekeh kecil mendengar nya.


" Hehehe~bilang saja kau tak ingin di ganggu oleh nya"


"hemm begitulah" Tukas Mu Lin santai lalu menatap ke depan.


"Bagaimana kalau kita bertanding satu putaran? " Tanya Lee.


"Tentu! sepertinya akan sedikit menyenangkan" ucap Mu Lin sambil menatap Lee.


"Baiklah" Lee segera bangun dan mengulurkan tangan nya kepada Mu Lin yang tentu saja di sambut dan di balas dengan senyuman manis milik Mu Lin di pagi hari. Mereka pun berjalan dengan bergandengan tangan menuju hamparan rumput luas tempat mereka berlatih saat di hutan.


...----------------...


Author kasih sedikit gambar tempat yang di tempati Mu Lin.


Air Terjun Kembar



Tempat latihan



Jalan di ibu



......................


Hai Readers segini dulu yaaa


Jangan lupa dukung author lewat


Like


Favorit


Vote


Komen


Thanks atas dukungan nya semoga sehat selalu, jangan lupa bila ingin keluar rumah selalu mematuhi protokol kesehatan dan jaga jarak fisik. Semoga pandemi ini segera berakhir aminn👐