
".... " Shuwan tak bisa berkata-kata, sisi gelap nya mengatakan itu hanya sebagian kecil? Lantas seperti apa kekuatan sisi gelap Shuwan yang sepenuh nya?
Boleh kah Shuwan merasa takut sekarang?
......................
Junsi, Yixuan dan Li Yue terus melompat dari dahan pohon satu ke dahan pohon lain nya. Sesekali mereka melihat ke arah belakang, seekor Laba-laba sebesar kuda terus mengejar mereka.
Laba-laba itu memiliki mata berwarna merah, dia adalah tipe Beast Spirit Iblis. Tentu karena saat ini mereka berada di hutan ranah Iblis.
"Hosh hosh hosh hosh! " Nafas Li Yue sudah tidak beraturan.
'Jika seperti ini terus, energi ku bisa habis' Gumam Li Yue dalam hati seraya menoleh ke belakang.
Seolah mengerti isi pikiran Li Yue, Junsi berbalik dan menarik pedang nya membuat Yixuan segera mendekat ke arah Li Yue.
Sreettt
Happ
Yixuan merangkul bahu Li Yue dan segera mempercepat langkah nya. Li Yue terkejut sekaligus panik saat mengetahui Junsi tidak mempercepat langkah.
Sringgg
Junsi mengayunkan pedang dari kanan atas ke kiri bawah, menyisakan Air di udara lalu dia melompat sedikit ke belakang.
"Ba-bagaimana dengan Ju-unsi? " Tanya Li Yue menoleh ke arah Yixuan yang menampilkan wajah dingin.
"Diam dan percepat langkah mu! " Ucap Yixuan dengan nada bicara yang terasa dingin.
'Menyeramkan! '
Li Yue pun memilih untuk menutup mulut. Meski di sisi lain dia merasa khawatir karena setidak nya Laba-laba itu berada pada tahap King Bintang 9.
Sedangkan Junsi tetap berusaha tenang dengan bilah pedang di tangan nya. Kemudian dia memposisikan tangan kiri nya ke depan.
"Teknik Air-Pusaran Air! " Ucap Junsi mengalirkan Qi dan menembakkan nya ke arah Laba-laba itu.
Swooossshh
Air mengelilingi Laba-laba itu, Junsi dengan cepat berbalik dan melesat pergi dengan kecepatan yang tidak biasa.
Slaassshhh
Siapa yang menyangka kalau Laba-laba itu dengan mudah lepas dari Teknik yang Junsi kerahkan, lalu menyemprotkan benang-benang putih ke sekitar Junsi.
Tapp
Junsi berhenti secara tiba-tiba saat melihat sekeliling nya yang terdapat banyak jaringan Laba-laba itu.
'Si*l! 'Umpat Junsi dalam hati lalu memasang sikap waspada dan berbalik.
Laba-laba itu memekik marah dan menyemburkan racun nya, pasa saat ini Junsi tidak memiliki kesempatan untuk menghindar.
"Perisai Air! "Ucap Junsi dan air menggumpal di hadapan nya membentuk dinding tipis yang transparan.
Slaassshhh
Tanpa di sadari Junsi menggunakan teknik teleportasi nya dan berada di belakang Laba-laba itu seraya mengayunkan pedang nya.
Kkkkkkkkk
Laba-laba itu kembali memekik dengan cairan putih yang keluar dari tubuh Laba-laba itu karena sayatan pedang Junsi.
Laba-laba itu meluncurkan serangan tak terduga, saat Junsi mengambil nafas, Laba-laba itu menyemprotkan jaring ke arah samping kanan Junsi.
Sreettt
Serangan itu memang tidak melukai Junsi secara langsung karena melesat tepat di samping kanan Junsi.
Akan tetapi karena serangan itu, Leher Junsi terluka cukup dalam hingga mengeluarkan darah yang terbilang banyak.
Dengan segera Junsi menyentuh luka nya seraya menggerakkan gigi dan melompat menghindar kala Laba-laba itu kembali meluncurkan serangan.
***
Dua orang pemuda tampak duduk santai di sebuah Gazebo yang berada di tepi kolam ikan seraya memainkan bidak catur.
"Kau kalah lagi Adik! " Seorang pemuda tampan dengan pakaian kebesaran berwarna putih bersih, memiliki iris mata yang berwarna kuning kehijauan.
"Huh! Aku bukan kalah, hanya mengalah! Jika aku serius, kau akan kalah kak! " Ucap pemuda satu nya yang memakai pakaian kebesaran berwarna putih kecoklatan, dengan sepasang mata berwaspada kuning.
"Ah iya iya! Adik ku memang selalu hebat! "
Mendengar pujian dari kakak nya, sang adik pun membusungkan dada dengan rasa bangga. Meski pada dasar nya mereka hanya membual.
Hening...!
"Ku dengar Zhao Li Chen sedang dekat dengan seorang gadis!? " Ucap sang kakak seraya menyeruput teh nya dengan ekspresi tenang.
"Hmm Ya! Saat aku bertemu dengan gadis itu secara langsung, aku merasa gadis itu terkena Racun Es! Tidak kah ini seperti kebetulan? Li Chen sembuh dari racun Es itu, sedangkan gadis itu terkena Racun Es! Seperti nya ini bukan lah kebetulan"
Mendengar itu, sang kakak terdiam sejenak kemudian berkata....
".... Mungkin kah gadis itu memindahkan racun Es ke-dalam tubuh nya sendiri? Apa kah gadis itu sudah gila? " Sang kakak tersenyum sinis sementara adik nya hanya terdiam dengan ekspresi bingung.
"Tetapi... Aku merasa Gadis itu tidak sederhana, maksud ku... Aku tidak bisa mendeteksi Aura nya, juga tidak bisa mengetahui Tahap pelatihan nya! Jadi... Mungkin kah dia bukan lah sembarang gadis? " Tanya sang adik seraya mengingat ingat kejadian beberapa waktu yang lalu.
"Apa kau sedang Bercanda De An? Ku rasa ini sedikit aneh! "
De An terdiam mendengar ucapan sang kakak, dia mengakui kalau hal ini memang tidak bisa di anggap remeh.
"Ya! Dari yang ku dengar, Kaisar Zhao pernah meminta Gadis itu untuk menciptakan Barier Pertahanan yang kata nya sangat kuat dan tidak bisa di tembus. Namun... Saat pemasangan, ada seseorang yang mengacu... " De An menghentikan perkataan nya karena ia hanya mendengar kilasan-kilasan Informasi dari mata mata yang dia kirim.
"Gadis itu seorang Aray Master? Ini semakin menarik! " Ucap kakak De An seraya menyeringai lebar.
"Sayang nya ada seseorang yang menghentikan proses itu! Menurut dari informasi yang aku dapat, orang itu sangat hebat bahkan hingga Kaisar Zhao tidak mampu mengalahkan nya! " Ucap De An pelam membuat sang kakak terkejut.
"Benar kah? Kaisar Zhao tidak bisa mengalahkan orang itu? Bahkan dengan kekuatan ku sekarang pun aku belum bisa mengalahkan Kaisar tua itu!! Dan orang itu berhasil mengalahkan Kaisar Zhao?? " Secara alami kakak De An merasa tidak berdaya jika berhadapan dengan sosok itu.
"Aku pun pada awal nya tidak percaya! Namun yang membuat ku lebih tertarik adalah Gadis yang sedang dekat dengan Li Chen ternyata memiliki Phoenix sebagai hewan kontrak nya! "
Lagi dan lagi informasi yang De An berikan membuat sang kakak tercengang. Dia merasa hal ini semakin menarik, setidak nya Phoenix adalah hewan mitologi yang langka saat ini.
"Tidak kah kau tertarik untuk menemui Gadis itu kak? " Tanya De An pada akhir nya, dia merasa kakak nya bisa di andalkan dalam hal ini.
"Aku akan melihat gadis itu nanti! "
"Uh? Terserah kau saja! "
De An hanya bisa menghela nafas pasrah, kakak nya memang memiliki sifat yang terlalu Santai namun tidak bisa di pandang rendah.
Kekuatan De An saat ini berada jauh di bawah kakak nya!
...----------------...
Hai....!
Apa kabar?
Harus baik dong ya!!!
Jangan lupa LIKE!!
WA: +6282123981798
IG: @lrnrrhmnia1412
Email: rahmanialiranur@gmail.com
Selalu dukung author!!!