Time Travel The Secret Agent

Time Travel The Secret Agent
T3SA Eps. 150: Budak Dan Majikan Sama Saja!



"Seperti dulu"


Braakk


Wei Tianzi pun berbalik, seketika jendela tadi tiba-tiba tertutup rapat. Membuat Wei Tianzi tak lagi terlihat batang hidung nya.


......................


Zzrrrtthhh


Gumpalan petir yang berada dalam genggaman Shuwan menembus batang pohon sehingga pohon tersebut berlubang se kepalan tangan.


"B*doh! " Ucap Shuwan tanpa ekspresi yang berarti, nampak De An dan Yui yang masih sedikit terkejut saat Shuwan menyerang tiba-tiba.


Namun tidak menayangka kalau Shuwan melewati mereka begitu saja dan melubangi pohon yang tepat berada di belakang mereka.


'Cepat sekali' Batin Yui kemudian memulihkan diri dari keterkejutan nya.


"Budak dan majikan sama saja" Ucap Shuwan datang yang menyulut amarah De An serta Yui.


"Berani nya kau menyinggung Yang Mulia Pangeran!! " Bentak Yui kemudian dia mengeluarkan tombak dan segera menerjang Shuwan.


Syuuttt


"Yui! " Panggil De An saat Shuwan menghilang dari hadapan Yui dan tiba-tiba muncul di belakang seraya menusuk kan tangan nya ke punggung Yui.


"Gegabah" Komentar Shuwan pelan seraya menarik tangan nya yang masih teraliri petir sementara Yui seketika terbatuk dengan darah keluar melalui mulut nya.


Brukkk


Seketika itu pula tubuh Yui jatuh tersungkur membuat De An membulat kan mata nya. Kemudian menatap sengit Shuwan yang berbalik seraya mengusap tangan nya yang berlumur darah.


Swooossshh


Zrrrttthhh


Shuwan menghilang dan kembali muncul di hadapan De An seraya mengarahkan tangan nya ke arah De An seolah sedang menusuk.


Syuuuttt


Namun De An berhasil melompat dan menghindar. Kemudian perlahan wujud nya kembali menjadi serigala. Tetapi bola mata nya tampak memerah dengan air mata yang mengenang.


De An melolong yang kemudian di sahuti oleh serigala lain nya sehingga hutan saat itu terdengar suara lolongan serigala yang saling sahut menyahut.


De An kemudian mengayunkan cakar nya yang terlihat terdapat petir membuat Shuwan tentu nya segera menghindar.


Shuwan melompat ke samping dan segera bersalto ke belakang dengan tangan yang menjadi topangan tubuh nya di bawah.


Swooossshh


Tiba-tiba angin berhembus kencang daat,De An kembali melolong, di ikuti dengan bayangan hitam yang tiba-tiba muncul di sisi De An.


"Apa yang membuat De An lepas kendali pada emosi nya? " Tanya Chen yang tiba-tiba berada di sisi Shuwan seraya mengernyit kan alis nya.


"Entah lah... Ku rasa dia berlebihan untuk sekedar satu orang yang menjadi anjing nya" Balas Shuwan sarkas tanpa menatap Chen karena ia sudah menduga kalau orang di sisi nya adalah Chen.


De Lu mengusap lembut puncak kepala De An seolah mencoba menenangkan emosi De An sebab beberapa Spirit Beast mulai mencari jalan ke tempat mereka berada.


Sementara tatapan Chen tertuju ke arah tubuh seseorang yang jatuh terlungkup, begitu pun dengan De Lu yang juga menatap ke arah yang sama.


Mata kedua nya terbelalak, serentak kedua nya menatap De An dan Shuwan bergantian.


'Dia... membunuh Yui? 'Batin De Lu memendam amarah dan mencoba mendingin kan pikiran nya.


'Sesaat tadi aku merasakan Aura Energi milik Di Sin, lantas ia berada di mana? ' Gumam Chen dalam hati seraya mengedar kan pandangan nya ke sekeliling.


"Merepotkan" Lirih Shuwan kemudian menarik pedang di pinggang nya dan menghilang.


Seketika pula ia berada di belakang De Lu dan De An membuat kedua nya serentak menoleh tanpa sempat menghindar atau menepis serangan kejutan yang Shuwan lancar kan.


Traangg


Siapa yang akan menyangka dengan kemunculan sebilah pedang yang menangis serangan Shuwan. Hal itu membuat De An serta De Ku secara alami merasa terkejut.


"Mereka terus bermunculan layak nya serangga" Gumam Shuwan mengernyit kan dahi nya merasa tidak senang.


"Di Sin!? " Ucap De Lu dan Chen serentak saat melihat pemilik sebilah pedang itu dengan jelas.


"Teknik Api-Badai Pusaran Magma" Ucap seseorang pemilik sebilah pedang itu kemudian secara tiba-tiba angin berhembus memutari sekitar Shuwan.


Lalu angin itu mulai memancarkan cahaya kemerahan yang kemudian berubah menjadi magma cair yang mengelilingi Shuwan.


"Ukh Panas" Gumam Shuwan dengan tangan kanan menutupi dahi nya dan mata setengah terbuka.


"Teknik Besi-Lelehan Besi Cair" Tiba-tiba pemilik sebilah pedang bernama Di Sin itu muncul di atas pusaran seraya mengarahkan kedua telapak tangan nya ke arah dalam pusaran di mana Shuwan berada.


Syuuussshhh


Entah dari mana datang nya, tiba-tiba dari telapak tangan Di Sin keluar cairan kemerahan yang terlihat begitu panas.


Yang kemudian cairan itu mulai menghujani Shuwan yang dengan sigap mengangkat tangan kanan ke atas seraya membaca mantra.


Sehingga cairan panas dari atas tersebut berubah menjadi besi padat saat menembus air yang menjadi pelindung Shuwan.


Chen segera bergerak menuju arah Shuwan untuk membantu karena ia mengingat jelas kekuatan seorang Di Sin.


Sreettt


Brukkhhh


Namun tiba-tiba De Lu bergerak dan meninju perut Chen, lalu De An mengayunkan lengan nya berniat menyakar. Beruntung Chen segera menghindar.


"Lawan mu adalah kami" Ucap De Lu menyeringai dan mengeluarkan pedang nya. Bersamaan dengan De An ikut menerjang Chen.


***


Seorang pemuda tampan berusia sekitar 20 Tahun tampak duduk di kursi nya menatap ke arah berkas-berkas yang harus ia selesai kan.


Pemuda itu memiliki manik mata yang hitam legam serta surai yang juga hitam sekelam malam. Kulit nya putih dan terlihat pucat.


Tokk


Tokk


Takk


Kemudian terdengar suara ketukan pintu membuat dia meletakkan kuas nya kemudian menegakkan punggung nya.


"Yang Mulia!" Panggil seseorang dari luar, akhir nya dia pun mengangkat suara.


"Masuk! " Suara nya terdengar sangat dingin bahkan melebihi dingin nya Es.


Krieeett


Pintu di buka kemudian masuk lah seorang pria dengan usia berkisar 23 Tahun. Pria dengan surai coklat dan kulit yang pucat.


Sreettt


"Yanlei memberi hormat pada Yang Mulia" Pria berambut Coklat itu berlutut dengan satu kaki menjadi topangan tubuh dan tangan yang di kepal tepat di hadapan dada.


"Berdiri lah" Balas pemuda bermanik hitam itu tanpa ekspresi yang berarti.


"Setelah mengikuti gadis itu selama ini, saya mengetahui bahwa gadis itu bernama Shuwan. Selama ini dia tinggal di Istana Kekaisaran Zhao dan beberapa hari ini ikut terlibat dengan konflik yang ada" Jelas pria bernama Yanlei memberi laporan dari yang ia ketahui.


"Jelas kan lebih rinci! "


"Gadis bernama Shuwan itu seperti nya tidak biasa, yang mulia! Dia memiliki seekor Phoenix sebagai Beast kontrak, dan memiliki Roh Pemandu yang juga tidak biasa" Ucap Yanlei lagi, pemuda di hadapan nya melipat tangan di atas meja dan menopang dagu nya.


"Begitu ya? Hemm Menarik" Pemuda itu menarik sudut bibir nya membuat Yanlei bergidik.


'Ada apa dengan yang mulia? Dia tersenyum, ini akan mengerikan' Batin Yanlei menundukkan kepala nya tak ingin menatap sang junjungan.


"Awasi lagi, dan jangan biar kan dia terluka" Ucap pemuda itu mengembalikan raut wajah nya dengan sangat cepat.


Sreettt


"Baik Yang Mulia" Dengan cepat Yanlei berlutut sebelah kaki lalu keluar dan pergi melaksanakan tugas.


Sementara Pemuda itu tampak kembali menarik sudut bibir nya mengulum senyum di wajah nya yang sangat tampan.


"Shuwan.... Shuwan.... Gadis, kau telah menarik perhatian ku" Gumam nya lagi, namun kali ini dia menyeringai.


......................


Masih ingat dengan pemuda yang mengawasi Shuwan dari kegelapan pada episode T3SA Eps. 87: B*dohnya aku! ?


Beberapa di antara para reader pasti ada yang bertanya, siapa dia? Kenapa tidak muncul di episode setelah nya?


Nah.... Maka jawaban nya akan hadir di beberapa episode ke depan.


Gimana ya bagus nya? Bagus kah ia menjadi salah satu penggemar Shuwan? Atau menjadi musuh nya? Akhh yang mau jawab silahkan jawab dan beri saran yaa...


 


...----------------...


Hai....!


Apa kabar?


Harus baik dong ya!!!


Jangan lupa LIKE!!


WA: +6282123981798(Dua grup yang mengirim Film setiap minggu nya)


IG: @lrnrrhmnia1412


Email: rahmanialiranur@gmail.com


Selalu dukung author!!!