
Pertandingan kian berlanjut, seorang pemuda bermata coklat dengan rambut hitam panjang dan di kuncir kuda datang dan menantang Pangeran ke tiga yang tak lain dan tak bukan adalah Qin Xuan (Fu Xuan). Pemuda itu bernama Jieru, dia adalah rakyat biasa yang tinggal di pegunungan. Ia lolos dengan baik pada babak pertama, melihat pemuda itu Shuwan mengernyitkan dahi. Pasal nya Shuwan tak dapat merasakan tahapan kultivasi nya, ia juga merasakan hal yang berbeda pada aura orang tersebut.
......................
Pangeran Ke Tiga Qin Xuan menerima tantangan dan turun ke arena, dapat di lihat kening Xuan berkerut karena tak dapat merasakan tingkat kultivasi Jieru.
Bahkan kaisar sendiri nampak mengerutkan kening nya, Shuwan tak begitu memperhatikan nya saat pertandingan tahap pertama sehingga ia tak mengetahui bagaimana kekuatan pemuda tersebut.
Wasit memberikan tanda dan pertandingan pun di mulai, dengan gesit Jieru menarik pedang nya dan melesat ke arah Xuan. Begitu pun dengan Xuan yang segera menarik pedang nya lalu melesat menuju ke Jieru, kedua pedang beradu menciptakan dentingan yang nyaring.
Sriinggg
Sraakk
Mereka hanya mengaliri pedang dengan energi Qi masing-masing, Shuwan sendiri masih sibuk memperhatikan setiap gerakan Jieru.
Selama ini yang tidak dapat dia rasakan tingkat kultivasi nya hanya lah Guru Yang, Du Xie (Dalam mimpi nya, dan Permaisuri Wen(Saat mensucikan diri). Selebih nya masih dapat ia rasakan, lalu pemuda ini. Entah lah ia tak tahu pasti.
Sraakk
Dengan lihai Jieru menebas dan mengelak dengan pedang nya, begitu pun dengan Xuan. Pertandingan nampak seri hingga...
Bruukkhh
"Uhuk!!" Xuan terbatuk kala ia terbanting oleh Jieru.
Sreettt
Segera Xuan bangun dan memberikan serangan balasan, dalam diam ia sedang mengatur strategi guna mengalahkan Jieru yang sedang tersenyum manis itu. Namun jangan menyalah arti kan senyum nya, itu lebih terlihat seperti senyum iblis.
"Goutu Baowei! Tiba-tiba Xuan di kelilingi gelembung air dan tanah runcing yang menjulang tinggi di sekeliling nya. Jieru tampak fokus dengan pengendalian energi nya serta membentuk segel tangan dengan cepat.
'Kena Kau! ' Batin Jieru sambil tersenyum manis bak iblis, seketika gelembung air yang mengelilingi Xuan berputar dengan cepat dan menjadi satu gelembung besar. Tanah yang menjulang pun remuk dan larut dalam gelembung air itu. Tiba-tiba gelembung lumpur tersebut kembali berpisah menjadi gelembung kecil dan melesat ke arah Xuan.
Panik kala tubuh nya kaku untuk di gerak kan, Xuan terus mencoba untuk menghindar. Namun satu persatu gelembung itu menempel ke Xuan dan akhir nya Xuan terjebak di dalam nya.
Semua yang menonton itu pun tegang, pasal nya pangeran ke tiga bukan lah orang sembarangan. Kaisar sendiri terkejut melihat hal itu, bahkan Shuwan kagum dengan teknik nya. Diam-diam ia berkomunikasi dengan Shan Lan dan meminta nya untuk mengajarkan teknik menarik itu.
Sementara itu Xuan menahan nafas nya dan merasakan tubuh nya yang tak dapat di gerak kan. Ia mencoba membebaskan diri dengan elemen angin nya sehingga gelembung itu membesar dan memberikan Xuan sedikit ruang.
Jieru tampak tak panik dan kini ia mulai menciptakan segel tangan lagi untuk mengaktifkan sebuah teknik.
"Baozha!!! " Ucap nya dan tiba-tiba pusaran air membentuk anak panah melesat ke arah gelembung lumpur tadi dan...
Swooshh
Duaaaarrr
Bruuughh
Tepat saat anak panah air itu menyentuh gelembung lumpur, saat itu lah gelembung lumpur nya langsung meledak dan Xuan terpental ke dinding pembatas hingga runtuh.
Penonton dan peserta tercengang dengan teknik tak biasa itu, bahkan kaisar berdiri dari duduk nya. Luan berlari menghampiri Xuan, dan ketika itu Shuwan malah tersenyum dan bertepuk tangan guna menyadarkan semua orang.
Prokk
Prokk
Prokk
Prokk
Mendengar itu, penonton yang tadi nya diam karena kagum pun tersadar dan akhir nya pertandingan kembali riuh dengan tepuk tangan dan sorakan penonton. Jieru melirik ke arah Shuwan dengan ekor mata nya lalu tersenyum manis.
Putri Bailin nampak memandang Jieru dengan pandangan yang berbeda. Aaakkhh seperti nya dia merasakan getaran dalam hati nya kala melihat senyum milik Jieru. Setelah wasit mengumumkan kemenangan nya, ia segera duduk kembali dan mengisi tenaga yang tadi sempat terkuras.
Pertandingan berhenti sejenak karena Pangeran Xuan terluka parah, tampak para pangeran dan Putri berbondong-bondong mengerubungi ruang perawatan, namun kaisar sama sekali tak beranjak dari duduk nya begitu pun dengan permaisuri.
"Dia bukan orang sembarangan" Ucap Junsi sambil kembali mengambil kue kacang di hadapan nya.
"Benar! Ada yang salah dengan pemuda itu" Tukas Shuwan sambil terus memperhatikan Jieru dengan pandangan rumit.
"Senyum nya tak asing" Kata Jinsu yang entah sejak kapan berada di sisi Junsi itu.
"Aku tak dapat merasakan aura nya" Ucap Junsi yang di anggukki oleh Shuwan serta Jinsu.
"Aku seperti pernah bertemu dengan nya" Sambung nya lagi, sementara Shuwan terdiam karena perasaan nya tek enak.
Entah kenapa tatapan Jieru itu begitu....
Entah lah, seperti nya ia sangat haus darah, dan wajah nya sedikit familiar.
Gelap!
Hampa!
Sepi!
Hening!
Dingin!
Itu semua yang di rasakan Xuan saat ini, kegelapan dan kegelisahan kini menghantui nya. Xuan tampak mengedarkan pandangan nya kesana kemari tuk menganalisis situasi.
Ia merasa gelisah, perasaan nya gundah dan ia resah. Bayangan ibu nya kini mulai menghantui, teriakan pilu rakyat Kekaisaran Fu kalakejadian 14(empat belas) tahun lalu kembali terdengar. Tangisan sang ibu yang tak dapat membantu dan melindungi ayah nya kembali membuat nya frustasi.
Suara kakak nya yang meneriakkan nama nya terdengar miris. Kini ia melihat diri nya yang saat itu bersembunyi dalam dekapan sang ibu yang terus melindungi nya dari iblis kejam itu.
Suara tawa mengerikan dari iblis bertanduk membuat tubuh nya bergetar. Ia ingat jelas suara itu, suara tawa yang terus membayang dalam mimpi nya. Suara tawa yang memaksa ibu nya menggunakan kekuatan terakhir nya yang tersisa guna membuka portal menuju dunia tengah.
Teriakan kesakitan dari mulut kakak membuat mata nya mengalir kan air dengan deras. Isak tangis sang ibu kini terdengar dalam rungu saat melihat ayah nya yang terluka dengan sangat parah. Samar-samar ia mendengar suara panggilan sayang nan lirih dari ibu nya.
"Xuan... "
"Xuan... " Suara sang ibu kembali terdengar menyapa rungu. Kini ia melihat diri nya berada dalam sebuah kamar yang tak asing bagi nya.
'Ini...... Kamar ku? ' Batin Xuan bertanya-tanya sambil mengedarkan pandangan nya kesana kemari. Ia melihat diri nya saat masih 3(tiga) tahun sedang berbaring dalam dekapan sang ibu.
"Hiks... " Isak tangis kesedihan ibu nya kembali terdengar, tanpa sadar Xuan ikut menangis melihat ibu nya yang memeluk Xuan kecil dengan sangat erat.
"A'Feng hiks... Yi'er hiks.... semoga kalian baik baik saja hiks.... ya Tuhan kenapa? Kenapa di saat aku merasakan kebahagiaan, kau malah merenggut nya? Kenapa? Kenapa kau malah mengambil orang yang ku sayang? Xu'er jadi lah kuat! Hiks... Lindungi adik mu nanti nak! Ibu menyayangi kalian! Hiks... Anak ibu! Kalau sudah besar nanti kamu harus hiks menurut dengan kakak mu ya! Jangan merepotkan kakak mu! Hiks... A'Feng.... " Tangis Pilu nya berhasil membuat air mata Xuan semakin deras.
Ia tak tahu penderitaan ibu nya selama ini, ia bahkan marah pada ibu nya yang meminta nya untuk melindungi sang adik apa bila ibu nya tak dapat bertahan.
'Oh Tuhan jika waktu dapat di ulang, aku ingin memperbaiki semua nya' Batin Xuan sambil menangis pilu, sayup-sayup ia mendengar suara tangisan bayi dan suara pekikan bahagia dari beberapa orang.
Kini ia melihat ibu nya yang tengah berjuang melahirkan bayi ke dua setelah melahirkan yang pertama dan yang pertama itu masih menangis. Namun tangisan bayi laki-laki itu berhenti saat bayi ke dua lahir dan menangis dengan kencang nya.
Jdaarrr
Bersamaan dengan itu petir menyambar, ia ingat jelas saat sedang menunggu ibu nya melahirkan dulu. Tepat saat bayi ke dua menangis, saat itu lah petir menyambar begitu hebat. Cahaya yang menyilaukan menyeruak dari dalam ruangan itu, lonjakan Qi spiritual dapat ia rasakan bersamaan dengan itu.
Ia melihat ibu nya yang menggendong bayi ke dua itu dengan erat lalu merapalkan mantra dan membuat segel tangan. Tampak tulisan kuno mengelilingi bayi yang ke dua dan langsung masuk ke tubuh bayi tersebut.
Sedangkan tabib dan pelayan yang sedang di sana sedang pingsan sejak petir menyambar tadi. Terlihat dahi bayi ke dua itu terdapat ukiran segel rumit yang membuat bayi itu menangis sangat keras.
Perlahan bayi itu di letakkan di sebelah ibu nya dan ibu nya perlahan menutup mata bersamaan dengan tabib dan pelayan yang sadar dari pingsan nya. Ia melihat ibu nya yang sudah menutup mata dan mata nya memutih lalu aura nya benar-benar lenyap.
Terlihat tabib yang memeriksa nadi ibu nya itu menggeleng dengan tatapan sendu. Bersamaan dengan itu bayi pertama dan ke dua menangis bersama dengan keras. Lalu pandangan nya memburam dan kembali menghilang.
...----------------...
Sebelum nya author minta maaf yang sebesar-besarnya karena belum sempat membalas komen kalian. Jangan merajuk yaaa...
Pati author balas, ya walau balasan author juga tidak terbalas...
Author hanya sedang sibuk saja sekarang, mohon doa dan dukungan nya hehehe...
Jangan lupa dukung author melalui...
Like
Vote
Rate
Favorit
Ada yang ingin berteman lebih jauh dengan author? Yuk hubungi author....
Author orang care kok, ga mudah tersinggung, bisa cepat akrab dan b
blak-blakan.
IG: @lrnrrhmnia1412 (Follow yak, Author follback kok)
WA: +6289670108559 (Untuk para wibu pecinta anime, author punya group yang selalu share file video anime baik movie ataupun the movie, Seperti Naruto, One Pick Man, Black Clover, Battle Trough Heaven dll. Silahkan hubungi admin yang juga author sendiri untuk yang tertarik. Kalau mau berteman dengan author juga ga masalah sih~hihihi)
FB: Nurrahmania Art(Terima pesanan gambar sketsa wajah buatan author sendiri. Bagi yang berminat silakan hubungi. )