Time Travel The Secret Agent

Time Travel The Secret Agent
T3SA Eps. 103: Takdir Yang Lucu....



Tanpa sadar Junsi menggeleng pelan lalu tersenyum tipis melihat tingkah kekanakan gadis yang ia tolong tadi. Entah kebetulan atau memang takdir.


.......................


Fajar menyingsing, embun menetes di dedaunan. Matahari tampak memancarkan sinar nya di ufuk timur membuat suhu sekitar nya hangat.


Namun hangat nya suasana pagi tak dapat membuat Shuwan merasakan hangat nya pagi yang indah.


Dia tak bisa tidur nyenyak membuat nya memiliki dua lingkaran hitam yang samar. Tenaga nya seakan terkuras hanya untuk menahan dingin yang ia rasakan.


'Takdir macam apa ini? Aku adalah reinkarnasi Du Xie, kultivator dengan elemen Es murni. Namun aku justru terkena racun Es sehingga tak bisa menggunakan elemen es ku? Sungguh lucu! '


Shuwan tertawa lirih merasa di permainkan oleh takdir. Namun tak peduli apa, tetap tak ada yang bisa menentang takdir itu sendiri.


Namun percaya lah, akan hadir pelangi setelah hujan badai berkepanjangan. Tetapi tak semua hujan berakhir dengan hadir nya pelangi.


Tak semua penderitaan akan berakhir dengan kebahagiaan. Layak nya sebuah cerita yang tak selalu berakhir bahagia, namun begitu lah hidup.


Dan Shuwan tak tahu akan berakhir seperti apa kisah hidup nya. Akankah ia akan berbahagia atau justru merasakan kebalikan dari rasa bahagia?


Tak ada yang tahu, tak dapat di tebak. Hanya bisa membiarkan waktu memberikan jawaban nya. Semua akan terungkap seiring berjalan nya waktu.


Hidup itu mengalir layak nya air sungai, dari hulu ke hilir. Berawal dari sebuah kelahiran dan di akhiri dengan kematian.


Terkadang kematian bukan lah akhir melainkan awal dari kelahiran yang baru. Awal sebuah kisah yang baru saja di mulai.


Puas merenungi nasib nya, Shuwan beranjak dari duduk nya. Lantas ia terkekeh pelan merasa lucu, untuk apa merenungi segala yang telah berlalu?


Apakah merenung dapat mengembalikan waktu yang telah terlewati? Namun merenung dapat membuat nya sadar dengan kesalahan yang ia perbuat di masa lalu.


Agar tak mengulangi nya kelak di masa depan. Dan agar masa depan menjadi lebih baik dari masa yang telah ia lalui.


Tokk


Tokk


Shuwan membuka pintu saat mendengar ketukan yang membuat nya sadar dari lamunan.


Menatap datar kasim di hadapan nya, kasim yang is kenal. Namun entah lah is lupa siapa nama nya.


"Yang mulia kaisar mengundang anda ke aula perjamuan untuk merayakan kabar bahagia! " Kasim itu membungkuk hormat.


Shuwan diam dan berpikir dengan keras, kabar bahagia apa yang membuat kaisar mengundang nya ke aula perjamuan? Bukan kah jika ingin sarapan mereka biasa nya hanya di aula makan?


Namun mengingat sifat nya yang acuh, ia tak peduli dan tak berminat untuk memikirkan nya lagi.


Mengusap tengkuk nya yang terasa dingin, ingin memeluk diri sendiri berharap dingin yang ia rasakan hanya lah ilusi.


Tak menjawab, Shuwan melangkahkan kaki nya mendahului sang kasim. Masih dengan tatapan dingin yang membekukan, tatapan yang secara tidak sadar ia layangkan.


Kasim Qu tersadar dan segera menyusul Shuwan, masih dengan raut bahagia nya yang sulit di tebak.


Namun melihat senyum yang senantiasa ia pancarkan, membuat semua yang melihat nya tahu ia sedang dalam suasana hati yang bagus.


Menggelikan memang, terlihat kekanak-kanakan. Namun begitu lah cara seseorang menyampaikan isi hati tanpa sadar.


Tak membutuhkan waktu lama, Shuwan dan Kasim Qu sudah sampai di aula besar yang menjadi tempat perjamuan.


Masuk dengan santai tanpa berniat melihat ke sekeliling. Hanya fokus pada kaisar yang tak henti-henti tersenyum.


"Salam kepada yang mulia kaisar, permaisuri dan Pangeran! " Ujar Shuwan mengalihkan fokus beberapa orang. Ia berlutut dengan sebelah kaki menjadi tumpuan dan tangan kanan yang menempel di dada kiri.


Degg


Melihat Shuwan, jantung Chen berdebar kencang. Merasa wajah Shuwan terlihat familiar.


"Bukan kah gadis itu.... " Chen menghentikan gumaman nya karena ia sendiri merasa ragu.


Semalam ia melihat dengan cahaya yang temaram. Tidak dapat melihat dengan jelas wajah gadis yang menyelamatkan hidup nya, namun bayangan gadis itu terlintas tepat saat ia melihat wajah Shuwan.


"Zhen menerima salam mu Nona Shu, silahkan nikmati perjamuan ini atas dasar kesembuhan Putra  Pertama kami, Zhao Li Chen" Tutur Kaisar tersenyum lalu membolehkan kepala nya ke arah Chen membuat Shuwan mau tak mau melirik lelaki itu.


Degg


'Semoga dia tidak melihat ku dengan jelas saat itu! 'Shuwan berdoa dalam hati.


Meski ia terkejut, ekspresi yang ia tunjukkan tak berubah. Segera ia memalingkan pandangan dan kembali menatap kaisar.


Lantas ia tersenyum membalas ucapan Kaisar dan bangkit dari berlutut nya lalu di tuntun Pelayan ke tempat duduk di mana Qiu berada.


"Pangeran Mahkota sangat tampan kan? " Ucap Qiu tepat saat Shuwan duduk di sisi nya.


Pandangan mata Qiu tak henti-henti menatap wajah rupawan pangeran mahkota yang mengalahkan saudara nya.


Sedangkan Shuwan hanya menanggapi nya dengan deheman karena ia mengakui ketampanan Chen yang di atas rata-rata.


Namun seperti kata pepatah, tak kenal maka tak sayang. Ia mengakui ketampanan Chen namun bagi nya Lee lah yang paling tampan.


Shuwan memilih diam menikmati pertunjukan tari yang memang hanya di hadiri beberapa orang saja.


Pandangan mata Chen tak sedikit pun lepas dari Shuwan yang acuh. Dan pemandangan itu tak lepas dari adik nya, Shen.


"Cantik bukan? " Ucap Shen berbisik membuat Chen mengalihkan pandangan nya pada sang adik.


Chen tersenyum seraya menganggukkan kepala nya pelan. Harus ia akui kalau Shuwan itu sangat cantik dengan hanfu biru muda nya.


"Dia adalah Shuwan, gadis yang aku cerita kan beberapa hari yang lalu pada mu Kak! "


".... "


Chen terdiam menikmati keraguan yang menelusup dalam jiwa saat perkataan sang adin terdengar.


Tentu dengan begitu ia tahu kalau Shuwan memiliki elemen petir, sedangkan jika ingin menyembuhkan nya bukan kah harus dengan elemen api, minimal?


'Seperti nya aku salah orang 'Batin nya lalu mulai tak memedulikan Shuwan karena fokus nya kini bersama sang adik.


Sedangkan Shuwan memilih mengabaikan pandangan Chen meski ia menyadari nya.


Namun ia sedikit melirik ke arah Chen saat tak lagi merasakan tatapan. Ia mengernyit bingung tapi akhir nya hanya acuh.


'Syukur lah dia tak mengenali ku'Batin Shuwan seraya menghela nafas lega.


"Hei Shuwan! Apa kau tak melihat kalau tadi pangeran mahkota melihat mu? " Terdengar suara Qiu yang lagi-lagi membicarakan Qiu.


"Hemm" Shuwan hanya berdehem tanpa minat membalas. Melihat ketidakpedulian Shuwan, Qiu mengerucut kan bibir nya.


"Kau sangat membosankan! "


...----------...


Jangan lupa dukung author melalui...


Like


Vote


Rate


Favorit


Ada yang ingin berteman lebih jauh dengan author? Yuk hubungi author....


Author orangnya care kok, ga mudah tersinggung, bisa cepat akrab dan sedikit blak-blakan.


IG: @lrnrrhmnia1412 (Follow yak, Author follback kok)


WA: +6282123981798(Lira Nur) (Untuk para wibu pecinta anime, author punya group yang selalu share file video anime baik movie ataupun the movie, Seperti Naruto, One Pick Man, Black Clover, Battle Trough Heaven dll. Silahkan hubungi admin yang juga author sendiri untuk yang tertarik. Kalau mau berteman dengan author juga ga masalah sih~hihihi)


FB: Nurrahmania Art(Terima pesanan gambar sketsa wajah buatan author sendiri. Bagi yang berminat silakan hubungi. :')