Time Travel The Secret Agent

Time Travel The Secret Agent
T3SA Eps. 112: Zhenli....



"Akhm sudah lah, sebaik nya kita mencari tempat untuk bermalam dan melanjutkan perjalanan besok" Tutur Yixuan seraya bangkit dari duduk nya dan segera melesat pergi di ikuti Junsi dan Li Yue.


......................


Shuwan dan Chen berpisah di jalan, dan Shuwan kini berada di kediaman nya dengan posisi bersemedi.


Merasakan Aliran Qi aneh nya yang terus menyebar dari satu Meridian ke seluruh Dantian nya. Dia baru menyadari kalau Racun Es yang ia derita belum kembali bereaksi.


Swooossshh


Tiba-tiba sang guru yakni Jiancheng muncul di sisi Shuwan seraya mengelus janggut nya. Ia mengangguk kan kepala nya pelan.


"Kalau Bukan Pemuda itu yang menyalurkan Qi Perak nya pada mu, Kau tak akan bisa selamat karena saat ini bukan waktu yang tepat untuk melepaskan Segel 'Itu'" Ucap Jiancheng membuat kedua mata Shuwan yang mula nya terpejam perlahan terangkat.


"Chen? " Gumam Shuwan pelan nyaris berbisik, bahkan mungkin hanya di dengar oleh diri nya sendiri.


"Aliran Qi milik pemuda itu begitu teratur, Pantas saat menderita Racun Es dia masih bisa hidup selama bertahun-tahun! Energi yang dia miliki sangat unik, seperti milik mu yang mana perpaduan Energi Gelap dan Terang"


Shuwan masih bungkam mendengar penuturan sang guru. Ia memejamkan mata nya sejenak lalu menarik nafas dan membuang nya perlahan.


"Aku tak bisa mengetahui Tingkat Pelatihan nya" Ucap Shuwan dengan dahi sedikit mengernyit, ia kembali teringat dengan Senyuman Chen.


'Zhenli.... '


...[~Flashback~]...


Tapp


Tapp


Tapp


Suara langkah kaki menggema di seluruh Koridor yang sudah mulai sepi karena murid-murid sudah keluar dari Area sekolah sejak tadi.


Langkah nya begitu pelan seolah enggan untuk kembali ke rumah yang seperti neraka bagi nya. Karena setiap waktu hanya di isi dengan latihan.


Rumah besar yang selalu sepi, hanya di isi para maid yang seolah tak pernah peduli. Bahkan para penjaga pun tak ada yang bersuara.


Rumah yang seharus nya di isi hiruk-pikuk kegiatan anggota keluarga, namun rumah itu kini selalu sepi seperti tidak berpenghuni.


Dia....


Gadis itu berusia 18 tahun, berjalan menuju parkiran dengan raut wajah datar nya yang mendarah daging.


Berjalan melalui koridor yang sepi, hanya beberapa murid yang lewat. Dan murid-murid yang sedang menjalani Ekstrakurikuler.


Slaasshhh


Tiba-tiba sebuah bola voli nampak terlempar ke arah nya. Dia... Shuwan yang menyadari hal itu segera menggerak kan kepala nya ke belakang tanpa peduli dengan orang yang berada di samping kiri nya.


Bermaksud menghindari bola itu, dan ia berhasil. Seperti biasa, reflek nya memang bagus. Namun......


Brukkhh


"Aduhh!! " Pekik seseorang yang ternyata berada di sisi kiri Shuwan.


Karena Shuwan menghindar, seseorang itu terkena Bola Voli yang tak sengaja terlempar. Orang itu terhuyung ke kanan membuat Shuwan mau tak mau menyentuh lengan nya.


"Aww" Orang itu meringis saat merasa kepala nya terdapat benjolan. Shuwan sendiri hanya menatap orang itu datar, tanpa ekspresi sedikit pun.


Shuwan menoleh sedikit ke kanan melihat para murid yang sedang latihan bermain Voli itu berlari mendekati mereka dengan raut wajah khawatir.


"Ah apa kalian baik-baik saja? " Seorang Siswa tampak segera menghampiri.


"..... " Shuwan tak menjawab dan melepaskan cengkraman nya pada orang yang terkena bola tadi.


"Terimakasih! " Ucap orang yang terkena bola itu.


"Kak Zhenli, aku baik-baik saja" Ucap orang yang terkena bola Voli, ternyata dia adalah teman sekelas Shuwan.


"Syukur lah kalau, begitu! Maaf tadi kami sungguh tidak sengaja" Ucap siswa bernama Zhenli seraya tersenyum manis.


Siswi yang terkena bola tadi tampak terpesona dengan senyuman Zhenli, sementara Shuwan hanya terdiam acuh.


"..... " Tanpa kata Shuwan melangkah pergi begitu saja meninggalkan mereka yang tampak bercakap-cakap.


Zhenli terpaku melihat Shuwan yang menurut nya sangat dingin dan kaku. Ada ketertarikan tersendiri yang menimbulkan rasa penasaran dalam diri nya.


'Sangat Aneh.... 'Batin nya tersenyum tipis melihat punggung Shuwan yang menjauh dan hilang termakan tikungan.


***


Saat ini Shuwan sedang berjalan menyusuri kota tanpa menggunakan kendaraan. Ia berjalan dengan tangan yang di masukan ke kantung jaket nya serta Headset menggantung di kedua telinga.


Pakaian berwarna Biru muda dengan celana Jeans abu-abu dan jaket Putih serta sepatu putih. Rambut nya ia gerai dan di selipkan ke telinga.


"Permisi, boleh saya duduk di sini? " Seseorang tampak tersenyum ke arah Shuwan dengan senyum ramah nya.


".... " Shuwan tak bergeming dari tempat nya dan sama sekali tak mengeluarkan sepatah kata pun.


Seseorang itu tampak tersenyum canggung melihat sikap Shuwan. Ia bertanya-tanya, apakah gadis di hadapan nya ini mendengar ucapan nya?


"Em permisi nona? " Ucap nya lagi, merasa jengah Shuwan melirik nya sekilas lalu sedikit menyingkir ke arah kanan.


Seseorang itu segera duduk di tempat itu, Shuwan sendiri hanya acuh dengan Pemuda berpakaian putih dan celana jeans hitam.


"Kau itu siswi di sekolah siang tadi kan? " Tanya nya pada Shuwan, membuat sang empu mengalihkan fokus dari handphone.


"Hm" Dehem Shuwan lalu kembali menatap Handphone nya dan mengabaikan seseorang yang ternyata adalah pemuda bernama Zhenli.


"Nama ku Zhenli, kalau boleh tahu siapa nama mu? " Tanya Zhenli pada Shuwan.


"..... "


Zhenli tersenyum tipis saat Shuwan tak bergeming sedikit pun. Bahkan sekedar melirik pun tidak! Ini semakin menarik menurut nya.


"Em-"


"Shuwan! " Ucap Shuwan memotong ucapan Zhenli.


Tampak Zhenli tersenyum manis mendengar respon Shuwan. Ternyata meski menjawab, Shuwan tetap menjawab dengan nada datar dan tak melirik yang bertanya.


Namun sejak perkenalan singkat itu, Zhenli yang semakin penasaran mulai sering mengganggu Shuwan. Perlahan Shuwan pun mulai menerima keberadaan Zhenli yang selalu membuat nya jengkel tertahan.


Hingga... saat ini Shuwan berada di bandar udara untuk mengantar Zhenli pergi ke luar negri untuk melanjutkan studi nya.


"Hati-hati" Ucap Shuwan singkat, mungkin wajah nya mengatakan bahwa ia baik-baik saja.


Namun siapa yang menyangka kalau saat ini hati Shuwan bagai di iris, tak menampik bahwa diri nya sudah terbiasa dengan keberadaan Zhenli.


Hari-hari yang akan ia lanjutkan pasti terasa berat namun apalah daya, Ini adalah keinginan orang tua Zhenli untuk melanjutkan Studi di Negri Sakura di bidang teknologi dan mesin.


"Jaga diri mu baik-baik di sana" Lanjut Shuwan seraya memalingkan wajah nya ke samping.


"Aku berjanji akan kembali secepat nya, setelah hari itu tiba mau kah kau menjadi teman hidup ku? " Tanya Zhenli seraya menangkup wajah Shuwan.


"Ya... Cepat lah kembali, aku akan selalu menunggu mu" Tutur Shuwan dengan nada lembut untuk pertama kali nya.


Cupp


Entah di sengaja atau tidak, Zhenli menempelkan bibir nya pada Shuwan. Heran nya Shuwan sama sekali tak menolak atau tertegun, ia hanya diam dan menikmati.


Kecupan selamat tinggal itu hanya berlangsung selama beberapa detik sebelum akhir nya terlepas karena sebentar lagi pesawat akan lepas landas.


"Kak Zhen! " Panggil Shuwan saat Zhenli mulai menjauh.


Tapp


Tapp


Greepp


Segera Shuwan memeluk Zhenli dengan erat saat Zhenli membalikkan tubuh nya. Zhenli terkejut namun segera membalas pelukan itu.


"Jaga mata dan hati mu" Tutur Shuwan seraya melepaskan pelukan nya.


Zhenli hanya tersenyum manis dan mengangguk. Lalu perlahan namun pasti punggung nya mulai tak terlihat tertutup banyak nya orang yang juga ingin pergi.


'Aku tak tahu perasaan apa yang ku miliki untuk mu, tapi jika ini memang cinta... Maka akan ku usahakan agar kau menjadi yang pertama dan terakhir untuk ku, Zhenli.....' Batin Shuwan seraya memejamkan mata nya dan berbalik pergi meninggalkan Bandar Udara.


...[~Flashback~]...


...-------------...


Hai.....!


Author bingung nih dengan kelanjutan nya!!!


Kasih ide dong....


Oh ya jangan lupa Chat author ya (+6282123981798)


Untuk masuk ke grup attention please yang berisi tentang info dari Cerita T3SA dll.



Jangan lupa LIKE karena LIKE itu GRATIS!!!


See You Next Time~~