
Melihat hal ini Yanlei mau tak mau ikut mengeluarkan sayap nya yang berwarna hitam kecoklatan. Dia melihat junjungan nya yang terdiam.
"Aku akan menyelamatkan nya, kau juga selamat kan yang tersisa" Ucap pemuda itu segera menghilang dan melesat di ikuti Yanlei. Entah apa yang akan di lakukan nya.
......................
Sreettt
Happ
Grepp
Sebuah tangan kekar melingkar di pinggang Shuwan yang ramping, bersamaan dengan bahu Chen yang di rengkuh oleh seseorang.
Syuttt
Tepat setelah sampai di dahan pohon yang cukup besar, seseorang yang merangkul Chen segera menghilang lalu kembali muncul tepat di bawah bola tanah besar ciptaan Shuwan.
"Huh! Merepotkan!! " Gumam nya kesal lalu melayangkan tinju yang di aliri Qi sehingga seketika bola tanah besar Ciptaan Shuwan pun hancur berkeping-keping.
Bruakkkhhh
Duaaaarrrrhhh
Shuwan terperangah melihat nya, lalu pria yang tadi segera berbalik menatap penuh hormat pada sosok yang berada di belakang Shuwan. Masih melingkar kan pinggang nya.
"Kerja bagus Yanlei" Ucap pemuda itu membuat Chen mau pun Shuwan tersadar dengan kehadiran nya.
Sreettt
"Siapa kau!? " Tanya Chen yang dengan tiba-tiba menarik tangan Shuwan untuk berada di sisi nya.
"Hmmm" Pemuda bersurau hitam itu memberenggut manatap tangan kanan nya yang tadi ia gunakan untuk merengkuh pinggang Shuwan.
"Kau tidak perlu tahu" Ucap pemuda itu pada akhir nya lalu tatapan nya teralih pada Shuwan yang menatap nya dengan ekspresi rumit
Melihat hal itu dia secara alami mengangkat sebelah alis nya lalu berjalan sedikit mendekat ke arah Shuwan mengabaikan tatapan aneh dari Chen dan satu pria lain nya. Yanlei.
"Kau adalah.... " Shuwan ragu untuk melanjutkan kata-kata nya, sebulir keringat jatuh dari pelipis Shuwan.
Terlihat manik mata Shuwan yang bergetar pelan namun ekspresi nya sama sekali tidak berubah. Meski begitu, pemuda tersebut semakin penasaran dengan Shuwan
'Hmmm Menarik!' Batin Shuwan menyeringai tipis dan sangat singkat, hal itu dapat di tangkap oleh Chen dan pemuda bersurai hitam tadi.
'Ada apa dengan Wan Wan? ' Batin Chen bingung namun raut wajah nya tetap datar dengan Tatapan dingin.
Begitu pun dengan pemuda bersurai hitam tadi yang kini berada tepat di hadapan Shuwan. Tatapan mereka bertemu, saling beradu tatap sejenak sebelum akhir nya Shuwan memejamkan mata nya.
"Kamu adalah...." Ucap Shuwan dengan penuh penekanan lalu membuka mata nya dan menatap tajam pemuda bersurai hitam di hadapan nya.
"Jelmaan kematian, Huo Shuai!! " Ujar Shuwan membuat pemuda di hadapan nya tersenyum sinis.
"Tidak ku sangka kalau benar, kamu lah orang nya. Dan tidak ku sangka kamu akan mengetahui nama ku...!" Ucap pemuda yang tak lain adalah Huo Shuai.
...[~Flashback~]...
"Kamu berkembang dengan cukup baik, saat ini kamu dapat mengalahkan satu Raja Iblis tanpa kesulitan" Ucap Jiancheng seraya mengusap janggut putih nya yang panjang.
"Hmm" Balas Shuwan berdeham seraya memejamkan mata setelah melewati pelatihan Teknik yang cukup bagus.
"Ah tetapi kamu masih belum dapat mengalahkan Leluhur Iblis, bahkan untuk sekedar imbang dengan kaisar Iblis pun kamu masih belum layak" Mendengar hal ini Shuwan membuka mata nya lalu menatap datar sang guru.
"Aku memiliki pertanyaan" Ucap Shuwan tanpa mengindahkan ucapan Jiancheng tadi.
Mendengar ucapan Shuwan, Jiancheng menaikan alis nya tanda bertanya kepada Shuwan. Setelah menghela nafas pelan, Shuwan kembali membuka suara.
"Selain pemilik Eseni Dunia yang terdapat di Tujuh Dantian Surgawi, siapa lagi yang dapat menandingi leluhur Iblis? " Tanya Shuwan dalam satu kali tarikan nafas.
Jiancheng terdiam mendengar ucapan Shuwan, dia bingung dengan Shuwan yang menanyakan hal ini, sehingga alih-alih menjawab Jiancheng justru berbalik melempar pertanyaan.
"Kenapa kau bertanya seperti itu? "
"..... " Tatapan Shuwan yang mulai nya seperti sedang bertanya, kini berubah datar karena sedikit jengkel dengan sang guru.
"Ah baik-baik... Guru mu ini akan menjawab nya tanpa banyak bicara, sebenar nya.... Pemilik Esensi Dunia itu berada di sisi netral, antara hitam dan putih. Sedang kan Leluhur Iblis berada di sisi hitam, jadi tentu terdapat seseorang yang berada di sisi putih... " Jiancheng terdiam sejenak menatap murid nya yang mendengarkan seraya memejamkan mata. Kemudian Jiancheng melanjutkan....
"Seseorang itu di sebut sebagai Jelmaan kematian padahal berada di sisi yang terang. Sisi yang terang selalu mencoba menyelesaikan perseteruan, namun kekuatan nya masih di bawah sisi yang netral. Meski pun berada di sisi yang terang, seseorang itu identik dengan warna hitam. Aneh bukan? " Tanya Jiancheng namun hanya di jawab kebisuan sehingga Jiancheng meringis kesal. Namun tetap kembali berbicara....
"Seseorang itu adalah Huo Shuai, jangan pernah tertipu dengan wajah nya karena dia adalah makhluk terkutuk yang tidak terikat dengan konsep waktu. Tubuh nya memiliki kelainan di mana dia akan terus meregenerasi kan sel baru sehingga dia tidak dapat mati, kecuali di hapus dari dunia. Dan Huo Shuai bukan lah orang jahat namun juga bukan orang yang baik, sehingga jika kau bertemu dengan nya, lebih baik menghindar!!" Ucap Jiancheng dengan penekanan pada akhir kalimat nya.
Hal ini justru membuat Shuwan penasaran dengan sosok bernama Huo Shuai. Dalam hati Shuwan bergumam.....
'Jika bertemu, aku akan menyempatkan diri untuk bertanya-tanya tentang kekuatan nya hihi' Batin nya tersenyum miring, lebih mirip menyeringai.
...[~Flashback Off~]...
'Ah... Apakah aku harus menanyakan perihal kekuatan nya? 'Batin Shuwan seraya mengerjapkan mata nya polos.
...----------------...
Hai....!
Apa kabar?
Harus baik dong ya!!!
Jangan lupa LIKE!!
WA: +6282123981798(Dua grup yang mengirim Film setiap minggu nya)
IG: @lrnrrhmnia1412
Email: rahmanialiranur@gmail.com
Selalu dukung author!!!