
Perasaan cemas mulai menjalar di benak nya, ia bahkan tidak tahu bagaimana cara nya kembali. Pada akhir nya ia memilih untuk menelusuri dunia tempat ia berada saat ini.
......................
Shuwan berjalan tak tentu arah menyusuri hutan nan luas. Dia masih terus mencoba menghubungi Shan Lan Melalui telepati, namun hasil nya tetap Nihil.
Lama ia berjalan, perlahan rasa lelah mulai hinggap kini ia memilih untuk istirahat sejenak. Pandangan nya menelisik ke sekeliling mencari sesuatu yang tertangkap netra nya.
Aura kehidupan yang ia rasakan begitu samar, bahkan mungkin tak ada kehidupan di sini. Hal itu membuat kecemasan Shuwan semakin bertambah.
Bagaimana jika tak ada kehidupan di dunia ini? Bagaimana cara nya ia keluar? Apakah ia terjebak? Apakah ia bisa keluar? Berbagai pertanyaan tanpa jawaban masih berputar di kepala nya.
Namun tiba-tiba pandangan nya berkunang-kunang. Perlahan tapi pasti Shuwan menutup mata nya dalam diam.
Setelah itu muncul dari balik bayangan seorang pemuda tampan dengan senyum di wajah nya. Dia terus memandangi wajah Shuwan yang begitu teduh.
"Akhir nya kau datang, aku sudah menunggu mu sejak lama" Ucap nya tersenyum tipis.
Lalu ia mengangkat tubuh Shuwan dalam gendongan nya. Ia pun membawa Shuwan untuk ke tempat nya, sesuai rencana.
Apa yang ia ingin kan dari Shuwan? Tak ada yang tahu jawaban nya, yang bisa di lakukan saat ini hanya lah menunggu Waktu menjawab nya.
***
"Hilang? " Gumam nya saat merasakan aura Shuwan di tempat yang bernama Jurang pembatas.
'Kenapa aura nya berakhir di sini? 'Batin nya bertanya-tanya.
'Tempat ini.... ' Ia menyentuh dagu nya seolah sedang berfikir keras. Tidak sepenuh nya salah ia memang sedang mengingat nama tempat ini.
Mata nya terbelalak di sertai gerak tubuh yang secara spontan mundur perlahan. Ia kini mengingat nama tempat ini, sebuah tempat yang di jadikan sebagai gerbang antar dunia.
Di tempat nya, dunia atas juga memiliki tempat seperti ini. Begitu pun di dunia bawah, ia yakin dunia bawah memiliki tempat seperti ini.
"Jurang Pembatas! " Pekik nya terkejut.
Fu Lee mematung di tempat nya, perasaan Cemas mulai ia rasakan. Wajah sang pujaan hati mulai terbayang dalam benak. Apa yang harus ia lakukan? Pertanyaan itu lah yang ingin ia tanya kan.
Ingin rasa nya ia kembali ke Kekaisaran langit untuk melaporkan hal ini. Namun ia juga ingin secepatnya menemui sang kekasih. Bimbang ia rasakan saat ini. Namun ia harus cepat mengambil keputusan.
Fu Lee pun memutuskan untuk melaporkan hal ini dulu untuk mencegah segala kemungkinan buruk terjadi. Ia segera membuka Portal teleportasi.
Swoooosshhh
Gerbang teleportasi terbuka memancarkan cahaya hitam keunguan. Setelah nya ia melangkah cepat memasuki Teleportasi yang berujung di Kekaisaran langit itu.
***
Zeying dan kedua anak nya nampak sedang bercakap-cakap di dalam penginapan. Mereka sesekali bergurau dan mengobrol ringan seraya memakan kue kacang.
"Kau ini memang tak berubah! Mau sampai kapan kau makan dengan berantakan seperti itu! " Tegur Zeying pada anak nya Jinsu.
"Biarkan dia seperti itu Ayah! Saat menikah nanti ia akan malu di hadapan istri nya sendiri" Ejek Junsi dengan mata menyipit.
"Hei kak! Terserah diri ku ingin makan seperti apa! Itu bukan urusan mu, dan soal istri aku yakin istri ku sangat baik dan tidak akan mengejek ku" Cibir Jinsu kesal.
"Oh ya? Memang nya kapan kau akan menikah? " Tanya Zeying bersemangat namun baik Junsi mau pun Jinsu sama-sama terdiam.
"Tcih! Bicara seolah akan menikah! Memiliki pasangan saja seperti nya, kalian belum memiliki nya! " Sindir Zeying sementara Jinsu hanya bisa terkikik aneh.
"Enn Aku tidak tertarik" Junsi tersenyum kaku lalu bangkit dari duduk nya dan berlalu keluar.
"Haish! Dia ini selalu saja kabur jika di tanyakan tentang pasangan" Gumam Zeying pelan seraya tersenyum tipis.
"Ya sudah lah ayah, aku ingin pergi jalan-jalan bersama Rui dulu" Jinsu pun menyusul kakak nya keluar dengan alasan akan jalan-jalan.
Sementara Zeying hanya tersenyum kecil melihat kelakuan dua putra nya yang dulu ia gendong itu. Tiba-tiba pikiran nya melayang ke putri angkat nya, rasa nya ia rindu sekali dengan gadis kecil itu.
Namun ia enggan egois dan memilih melepaskan putri nya untuk memilih. Meskipun berat hati nya, namun ia bisa melengkapi kekosongan itu bersama dua putra nya.
Sedangkan Jinsu kini tengah berkeliling penginapan dan sekitar nya untuk mencari keberadaan Rui.
"Kak Ar Ran! Apa kau melihat Rui? " Tanya Jinsu saat melihat Junsi dan Ar Ran yang sedang berlatih pedang.
"Emm ku rasa pagi tadi Rui berjalan ke arah selatan" Jawab nya setelah berpikir selama beberapa saat.
Ia melewati ibu kota begitu saja seraya mengedarkan pandangan nya mencari sosok Rui. Lama ia mencari akhir nya ia malah melihat hutan yang sangat terang.
Ia pun masuk ke dalam hutan itu karena penasaran dan aura hutan itu. Ia pun berjalan menyusuri hutan itu, namun ia merasakan jejak aura yang ia kenal meski samar.
Pada akhir nya ia mencari dan mengikuti arah aura yang menurut nya familiar itu. Dan langkah nya terhenti di tempat seperti jurang yang dasar nya tidak dapat di lihat oleh mata telanjang.
Ia mengernyitkan dahi nya saat jejak aura yang ia kenal hilang di sini. Karena bingung dengan tempat ini, ia pun bertanya pada Hei Long hewan kontrak nya.
'Apa kau tahu tempat apa ini? 'Tanya nya melalui telepati.
"Hemm entah lah tapi tempat ini seperti jurang" Jawab Hei Long dengan b*doh nya.
'Aku tahu ini jurang, maksud ku ini tempat apa? 'Tanya Jinsu seraya memutar bola mata nya jengah.
"Ini.... Jurang Pembatas! " Pekik Hei Long terkejut.
'Tempat apa itu? '
"Jurang pembatas adalah gerbang penghubung dunia, artinya tempat ini adalah gerbang antara Dunia tengah dan dunia lain" Jelas Hei Long bersemangat.
'Oh begitu... Lalu dunia apa yang berada di sana? '
"Emm aku tak tahu"
'Bagaimana cara nya agar bisa ke sana? 'Tanya Jinsu karena bingung tak ada apa pun di sini.
"Kau harus mengaktifkan gerbang nya, atau seseorang memanggil mu dari sana"
"Oh di sana ada orang? " Gumam Jinsu saat mendengar penuturan Hei Long.
'Jadi bagaimana cara nya untuk mengaktifkan gerbang ini? '
"Aku akan mengajari mu"
Hei Long pun mengucapkan mantra dan menunjukkan nya pada Jinsu. Setelah itu Jinsu mulai mengulang ulang mantra yang ia ucapkan hingga berhasil.
"Teknik Segel-Gerbang kematian terbuka lah! " Muncul sebuah portal yang memancarkan cahaya hitam kebiruan.
Jinsu yang sedang senang pun tanpa pikir panjang segera masuk ke portal tersebut. Ia dapat merasakan kepala nya yang sedikit sakit namun memilih tak peduli.
Tak lama kemudian ia sampai di sebuah hutan dengan langit berwarna hitam kemerahan. Hawa panas yang nenyenngat membuat nya terus berkeringat.
"Tempat apa ini? " Gumam Jinsu pelan.
'Hei Long! " Panggil Jinsu melalui telepati nya.
Hening!
Tak ada suara apa pun dalam benak nya. Ia bingung dan terus memanggil Hei Long seraya terus berjalan menyusuri hutan tersebut.
"Oh S*al! " Umpat Jinsu menendang hewan di hadapan nya hingga Mati, dan pada akhir nya ia pun memilih pergi menyusuri hutan ini.
...----------...
Jangan lupa dukung author melalui...
Like
Vote
Rate
Favorit
Ada yang ingin berteman lebih jauh dengan author? Yuk hubungi author....
Author orangnya care kok, ga mudah tersinggung, bisa cepat akrab dan sedikit blak-blakan.
IG: @lrnrrhmnia1412 (Follow yak, Author follback kok)
WA: +6282123981798(Lira Nur) (Untuk para wibu pecinta anime, author punya group yang selalu share file video anime baik movie ataupun the movie, Seperti Naruto, One Pick Man, Black Clover, Battle Trough Heaven dll. Silahkan hubungi admin yang juga author sendiri untuk yang tertarik. Kalau mau berteman dengan author juga ga masalah sih~hihihi)
FB: Nurrahmania Art(Terima pesanan gambar sketsa wajah buatan author sendiri. Bagi yang berminat silakan hubungi. :')