
Jiancheng pun hanya bisa menghela nafas. Murid nya itu terlalu acuh dan keras kepala! Hingga ia sendiri bingung menghadapi murid nya saat ini.
......................
Swooossshh
Swooossshh
Malam semakin larut, bulan bersinar dengan terang nya. Angin berhembus pelan menerbangkan anak rambut yang nakal.
Dingin semakin menusuk, hingga ke tulang. Namun tak urung jua menghentikan langkah kaki nya. Mencari sesuatu yang berharga.
Di temani ribuan bintang, menembus dingin nya malam. Masih tak jua menemukan!
'Di mana kau berada? 'Batin nya bertanya-tanya.
Dia...
Yixuan masih tak menghentikan pencarian meski tak menghasilkan, bahkan setitik energi Shuwan pun belum dia rasa kan.
Dan saat ini dia berada di wilayah barat Ibu Kota Kekaisaran Zhao. Tak sedikit pun merasa putus asa, hanya merasa sedikit lelah.
Tapp
Yixuan mendarat tepat di atap sebuah bangunan yang ia tak tahu dan tak ingin tahu nama nya. Yang jelas ia hanya sekedar numpang lewat.
Jreengg
Sayup-sayup terdengar suara petikan Guzheng, entah bagaimana? Tubuh Yixuan seolah tergerak untuk mencari asal suara tersebut.
Tubuh nya bergerak ke arah selatan, sebuah bangunan yang di ukir dengan sangat indah. Terdapat beberapa Tumbuhan dan bunga di halaman bangunan itu.
Samar Yixuan melihat beberapa Tanaman Obat juga terdapat di sana. Dan Yixuan meyakini bahwa pemilik nya adalah Tabib atau Alchemist.
Tubuh nya berhenti di sebuah dahan pohon kokoh yang menghadap langsung ke tingkap jendela bangunan itu.
"Karena sudah sampai sini.... " Yixuan bergerak ringan membuka tingkap jendela dengan perlahan tanpa menimbulkan suara sedikit pun.
Blaasshhh
Angin berhembus menerbangkan anak rambut Yixuan, dia bisa melihat dengan cahaya ruangan yang remang-remang.
Siluet berambut hitam legam nan panjang, tampak berdiri memetik Guzheng dengan alunan yang merdu.
Ketika cahaya sedikit menyinari wajah sosok itu, Yixuan dapat melihat dengan jelas wajah sosok itu. Dia tersentak pelan.
'Dia... 'Batin Yixuan sedikit tak menyangka kalau akan bertemu lagi dengan gadis yang beberapa waktu lalu ia selamat kan.
Tanpa sadar Yixuan tampak menikmati alunan musik yang tercipta. Bahkan tak sadar hingga musik berhenti dia tetap di sana.
"Kau!? "Pekik sosok itu karena sejak awal sudah menyadari kedatangan Yixuan.
Yixuan terkesiap, tak menyangka kehadiran nya dapat di ketahui. Dia di landa bimbang, antara langsung pergi atau bermain-main sebentar.
Swooossshh
Pada akhir nya Yixuan melompat masuk ke dalam dan berhenti tepat di hadapan Nona Hao Piaoliang, Nona Tabib.
"Bagaimana kabar mu Nona? Seperti nya takdir mengijinkan kita untuk bertemu kembali meski tanpa kesengajaan" Ucap Yixuan di iringi senyum menyeringai.
Piaoliang terpaku, meski samar ia masih dapat melihat senyum Yixuan mengingat jarak mereka hanya sedikit.
"Apa yang kau ingin kan? " Tanya Piaoliang dengan waspada mengingat keahlian bela diri nya sangat rendah.
Tak mungkin ada yang menyangka kalau Piaoliang sebenar nya memiliki keahlian bela diri meski tak terlalu hebat.
Dia adalah Alchemist! Dengan pil atau elixir dia dapat dengan mudah menyembunyikan keahlian nya.
Dia adalah Kultivator dengan Elemen Angin, namun Teknik nya cenderung ia sebarkan dengan alat musik. Identik menyebarkan Racun.
"Apa yang ku ingin kan? Bagaimana kalau aku... Ingin diri mu? "Tanya Yixuan berniat menggoda.
Plakk
" Berani nya kau!? "Pekik Piaoliang terkejut dan reflek menampar wajah Yixuan.
Terdapat rona merah di wajah Yixuan, tamparan itu tidak main-main karena tanpa sengaja Piaoliang menggunakan Qi nya.
" Ups! Maaf... "Ucap Piaoliang menutup mulut nya tak percaya dengan yang ia lakukan.
" Kau ini sangat berani Nona...! "Yixuan menatap Piaoliang dengan tatapan tajam nya, hilang sudah kelembutan di wajah nya tadi.
" Yaah! Aku sedang sibuk, lain kali aku akan menagih hutang mu! Sampai jumpa! "
Swooossshh...!
Setelah mengatakan hal itu Yixuan menghilang dari sana meninggalkan Piaoliang yang lagi-lagi terpaku dengan kepergian Yixuan yang begitu tiba-tiba.
Muncul dan pergi secara tak terduga membuat Piaoliang diam-diam merasa kagum. Namun ucapan terakhir Yixuan justru membuat nya berpikir keras dan berharap agar tidak bertemu lagi.
"Ku harap kita tak pernah bertemu lagi Tuan Penyelamat! "Gumam nya seraya menutup tingkap jendela yang terbuka.
***
Chen tampak fokus dengan meditasi nya, ia sedang mengumpulkan energi untuk besok. Dia berada di ruang dimensi nya sendiri.
Chen memiliki Ruang dimensi tanpa wujud yang berada di alam bawah sadar nya. Namun tubuh nya bisa memasuki ruang dimensi itu.
Ruang dimensi nya di tempati oleh Jiangxi, Naga putih nya yang sudah menjalin kontrak sejak lama.
Naga itu adalah pemberian dari sosok yang kata nya adalah diri nya di masa lalu. Dan Chen adalah Reinkarnasi dari sosok itu.
Chen dapat merasakan energi sekitar nya yang mulai memasuki tubuh nya dan mengalir melalui Aliran Qi lalu berkumpul di satu titik vital.
Cukup lama ia bermeditasi sebelum akhir nya membuka mata menampilkan manik mata hijau nya yang sangat menawan.
"Seperti nya ini sudah cukup" Gumam Chen seraya bangkit dan menghampiri Jiangxi.
"Peningkatan yang tuan alami cukup bagus, hanya saja tuan belum mampu mengendalikan seluruh kekuatan tuan yang terlalu besar! " Tutur Jiangxi yang sedang dalam wujud pemuda tampan.
Jiangxi memiliki rambut keperakan yang panjang serta manik mata hitam legam nya. Sayang sekali raut wajah nya begitu datar.
"Aku tahu! " Jawab Chen seraya mengambil pedang nya.
Chen mengangkat pedang nya lalu ia ayunkan ke samping. Setelah itu ia berputar dan memutar ayunan pedang nya hingga melompat.
Ia melakukan beberapa teknik pedang yang cukup mudah, mungkin ini hanya bisa di sebut sebagai latihan biasa.
Sreettt
Chen menghentikan ayunan pedang nya lalu menatap Jiangxi dengan tatapan rumit.
"Bagaimana kalau kita beradu sebentar? " Ajak Chen membuat sebelah alis Jiangxi terangkat.
"Seperti nya bagus! " Ucap Jiangxi seraya bangkit dari duduk nya. Segera Chen melompat mundur menciptakan jarak aman.
Nngg
Jiangxi mengeluarkan seruling giok nya, lalu di arahkan ke mulut dan di tiup perlahan menciptakan alunan melodi yang indah.
Terlena sejenak, Chen segera melompat mundur lagi dan memasang perisai tipis di sekitar tubuh nya. Ia tentu mengetahui teknik yang akan Jiangxi gunakan.
Sejenis teknik pengendali jiwa/roh, teknik nya di sebarkan melalui bunyi. Mungkin masih termasuk Ilusi.
Jiangxi mulai meniup seruling nya membuat goncangan di sekitar. Chen berusaha menyeimbangkan tubuh agar tidak terjatuh.
Dia melompat dan menerjang Jiangxi dengan pedang nya. Di ayun dan di putar agar mengenai tepat pada sasaran.
Mengetahui hal itu Jiangxi segera melompat dengan seruling yang tak henti di tiup. Memutar tubuh sehingga menyamping dan membuat pedang Chen membelah udara.
Sringgg
...----------------...
Hai....!
Apa kabar?
Harus baik dong ya!!!
Jangan lupa LIKE!!
WA: +6282123981798
IG: @lrnrrhmnia1412
Email: rahmanialiranur@gmail.com
Selalu dukung author!!!