
Shuwan menatap Tianzi dengan mata tajam nya saat berhasil membuat Shan Lan kembali seimbang. Dengan sisa Qi Shan Lan, Shuwan melompat dan memberikan tebasan.
Sringgg
......................
Junsi duduk bersila si belakang Yixuan seraya menempelkan ke dua telapak tangan nya pada punggung Yixuan yang juga duduk bersila di hadapan nya.
Tak jauh dari situ, Li Yue hanya memperhatikan mereka seraya membaca buku tentang medis. Ia ingin menjadi sedikit lebih berguna untuk mereka.
Slluuusshhh
Junsi menyalurkan Qi nya pada Yixuan agar dia dapat menggunakan Teknik Mata Dewa. Energi yang Yixuan butuh kan tidak sedikit.
Sedangkan Yixuan mengumpulkan segala Energi pada mata nya dan juga menekan titik pusat perputaran Manipulasi Energi.
Perlahan Yixuan membuka mata nya yang terpejam, terlihat manik mata biru gelap yang memancarkan cahaya biru.
Yixuan mengedarkan pandangan nya yang dapat menembus jauh tersebut. Mulai dari Istana Kekaisaran Zhao hingga sisi berlawanan nya.
Yixuan tersenyum samar dengan Junsi yang tetap fokus mengalirkan Energi dan Li Yue yang mengamati mereka.
'Aku Menemukan mu... 'Batin Yixuan dengan seringai halus nya.
***
Sringg
Tianzi menahan tebasan Shuwan menggunakan Panah hitam nya. Dia menyeringai lalu menekan Titik Dantian Shuwan. Shan Lan menghilang karena Qi yang Shuwan miliki tertutup rapat.
Tokk
Swooossshh
Tianzi mendorong dada Shuwan menggunakan Qi nya sehingga Shuwan terpental ke belakang. Dan.....
Happ
Grepp
Beruntung dengan cepat Chen menangkap tubuh Shuwan. Sejenak Shuwan terpaku ketika melihat wajah Chen dengan begitu dekat.
Degg
Degg
Degg
Jantung mereka berdetak kencang tanpa mereka sadari. Chen mendarat dengan sempurna di tanah dan menurunkan Shuwan dengan hati-hati.
"Terima kasih" Ucap Shuwan kembali dengan nada datar nya, namun Chen tersenyum samar. Shuwan langsung melompat ke arah Tianzi, lagi.
Kini Chen sudah pasti dengan perasaan nya, meski mereka baru bertemu beberapa hari. Chen dapat merasakan getaran aneh di hati nya dan ia sudah menyimpul kan.
'Jadi benar? Apa kah ini yang di namakan Cinta...?'Batin Chen terus memperhatikan gerakan Shuwan yang tidak terbaca namun terlihat sangat lemah karena tidak di lapisi Qi.
Jiancheng sendiri memandang cemas Shuwan yang sedang bertarung, ada perasaan bersalah karena telah membohongi murid nya.
Tak ada yang menyadari keberadaan Jiancheng kecuali Shuwan. Namun Kaisar, Shen, Chen dan Tianzi dapat merasakan Aura Agung yang samar milik Jiancheng.
Sreettt
"Uh! " Shuwan mengerang saat merasakan pedang nya di tepis Tianzi dengan kasar, tentu juga berdampak pada nya.
"Teknik Kristal-Tembakan Embun Kristal! " Ucap Chen yang ternyata sudah bergabung dengan pertarungan.
Muncul kristal-kristal hijau di sekeliling Chen yang memiliki ujung runcing, lalu para kristal itu melesat cepat ke arah Tianzi.
Tianzi memiringkan kepala nya lalu menggerakkan tubuh nya menghindari serangan Chen. Setiap benda yang menyentuh kristal hijau tadi tampak berubah menjadi Kristal secara perlahan.
Ketika fokus dengan Kristal-kristal milik Chen, Tianzi di kejutkan dengan Shuwan yang berada tepat di hadapan nya seraya mengayunkan pedang.
Sreettt
Pipi Kanan Tianzi tergores pedang Shuwan karena dia tak sempat menangkis. Chen segera turut melesat dan ikut mengayunkan pedang nya.
Tringg
Bilah pedang saling berbenturan serangan demi serangan di luncurkan. Tangkis dan tangkis yang di lakukan.
Brukkhh
Shuwan terdorong hingga jatuh tersungkur. Shuwan sudah memiliki luka di beberapa bagian tubuh nya, meski tidak terlalu parah.
" Tahu apa kau? "Ucap Shuwan dengan nada dingin lalu menyentuh luka di tangan kanan nya.
Karena tidak menggunakan Qi, Shuwan terlalu mudah terluka dan luka nya tidak langsung tertutup seperti biasa.
'Bagaimana dia bisa terkena Racun Es? 'Batin Chen bingung namun memilih untuk melanjutkan serangan nya yang tertunda.
" Cukup! Aku tidak memiliki banyak waktu, Enyah Kalian Semua!!! "Tianzi akhir nya membuat segel tangan.
" Teknik Raja Iblis-Ledakan Roh Api! "
Swooossshh
Melihat api yang keluar dari dada Tianzi, Chen melompat mundur ke arah Shuwan dan memasang pelindung. Kaisar dan yang lain pun segera berlindung.
Api berwarna Ungu itu membuat sekitar menjadi sangat panas, bahkan setelah berada di dalam perisai pun tetap terasa panas nya.
'Tidak bisa di biarkan' Batin Shuwan merasa cemas, lalu mengambil keputusan setelah pertimbangan.
'Maaf guru' Gumam shuwan dalam hati lalu menciptakan segel tangan dan mengalirkan Qi ke seluruh tubuh.
"Teknik Raja Es-Pembekuan Es Abadi! " Ucap Shuwan membuat Chen menoleh.
Shuwan menghentak kan tangan nya ke tanah, seketika membuat daerah sekitar Shuwan menjadi Es dan membeku.
Setidak nya mengurangi suhu panas yang Tianzi ciptakan....
"Kau fikir teknik rendah itu dapat menghenti kan ku? Bermimpi lah!! " Ujar Tianzi seraya melepaskan Api yang ia sempurna kan tadi.
Swooossshh
Api ungu itu terbang ke arah Shuwan dan yang lain. Tepat saat di tengah-tengah Api itu....
Duaaarrrrrr.....!!!!!
Api itu meledak menghanguskan sekitar nya, membuat kebakaran besar yang sulit di padamkan. Perisai yang Chen buat tak cukup kuat hingga...
Kraakkk
Perlahan perisai itu hancur, sementara Shuwan sedang mengatur nafas di belakang Chen. Dingin dan Panas menjadi satu menciptakan sesak yang luar biasa.
Namun dingin itu berhasil di kalahkan oleh panas, meski begitu Shuwan tetap merasakan dingin nya karena di tempat nya lah yang menjadi Titik Teknik.
Bukan karena sesak nafas! Melainkan udara dingin itu membuat Racun Es nya kembali bereaksi. Mendengar suara retakan, Shuwan dan Chen menjadi cemas.
Kraakkk
Slaasshhh
"Akh! "
"Uhuk!" Perisai yang Chen ciptakan hancur berkeping-keping, Shuwan dan Chen segera melompat ke belakang namun tetap tak dapat menghindar dari serangan Tianzi.
Brukkhh
Api perlahan menghilang dengan sendiri nya, sama seperti serangan Xio Xin dulu. Shuwan dan Chen berhasil menghalau api namun Energi tembakan dari Tianzi melesat tepat mengenai dada Shuwan.
Shuwan terbatuk darah dan jatuh pingsan, tangan Shuwan membiru karena Racun Es bereaksi dengan sangat cepat, terutama setelah Tianzi menembakkan Energi tadi.
"Shuwan!! " Chen panik dan segera menhampiri Shuwan dan mengecek nadi.
"Syukur lah... " Gumam nya pelan lalu mengarahkan tangan nya ke dada Shuwan dan mengalirkan Qi untuk mencegah beberapa Resiko yang mungkin terjadi.
Terutama setelah Tianzi mengatakan tentang Racun Es, ada beberapa pertanyaan yang ingin Chen tanyakan. Dan beberapa ucapan yang sulit di ucapkan saat ini.
...----------------...
Hai....!
Apa kabar?
Harus baik dong ya!!!
Jangan lupa LIKE!!
WA: +6282123981798
IG: @lrnrrhmnia1412
Email: rahmanialiranur@gmail.com
Selalu dukung author!!!