
Meski begitu setidaknya mereka tak akan di ganggu iblis lagi. Niat Shuwan memang membantu, namun cara nya terlalu ekstrim.
......................
Saat ini Shuwan dengan santai berjalan seraya memakan apel merah nya. Tatapan mata nya menelisik sekitar, terdapat bukit bukit dan hamparan bunga nan luas.
"Tempat yang bagus untuk swafoto" Gumam Shuwan yang tiba-tiba merindukan kehidupan pertama nya.
Dia merasakan energi Qi yang cukup padat di sekitar. Namun tiba-tiba ia merasakan energi negatif yang mulai mendekat, membuat nya menaikan kewaspadaan.
Memang tidak sebesar energi iblis, namun bagi nya ini cukup membuat kultivator tingkat rendah ketakutan.
'Siluman atau spirit beast? 'Batin nya mengubah ekspresi menjadi sedikit lebih serius.
Ssstttssshhh
Tiba-tiba terdengar suara desisan yang cukup memekakkan telinga.
Duaarrrrr
Tanah di tempat Shuwan berpijak tampak berterbangan membuat Shuwan terpaksa melompat ke belakang dengan cepat.
Slaasshhh
Tiba-tiba muncul seekor ular hitam bertanduk hitam dengan ukuran sebesar mobil Truk kontainer yang langsung menyemburkan racun bisa-nya pada Shuwan.
Sontak Shuwan mengambil langkah dengan bergerak ke samping menghindari serangan ular tersebut.
Ssstttssshhh
Ular tersebut berdesis tak suka melihat Shuwan. Sedangkan Shuwan sedikit terkejut melihat rerumputan yang terkena Bisa tadi langsung menghitam dan membuat tanah sekitar nya rusak.
"Ck! " Shuwan berdecak sebal merasa perjalanan nya terganggu.
Ia menarik nafas nya lalu menaruh telapak tangan di tanah. Setelah itu ia mengalirkan Qi di tangan nya, dan menyalurkan ke tanah.
"Teknik Neraka-Kobaran Api Neraka!! "
Swooossshh
Ssstttssshhh
Ular itu kembali berdesis saat tanah di sekitar nya terbakar membuat ular tersebut di kelilingi kobaran api.
Api mulai merambat membakar kulit sang ular, membuat nya memekik dan berdesis marah.
Shuwan segera melompat ke belakang kala ular itu dengan cepat membuka rahang dan mengarahkan nya pada Shuwan seolah hendak mematuk.
Namun siapa sangka kalau ular itu langsung mengarahkan ekor nya seperti cambuk yang langsung menghantam punggung Shuwan.
"Ukh! " Shuwan terpekik lalu terpental dengan punggung yang terdapat luka bakar. Tak dapat di sangka ternyata kulit ular itu sangat panas.
"Ular si*lan! " Maki Shuwan seraya melompat dengan tangan kanan di cengkram tangan kiri.
"Teknik Halilintar-Sambaran Seribu Burung! "Shuwan segera mengangkat tangan kanan nya seraya melompat ke arah ular tersebut.
Lalu ia melompat ke atas dan segera menghempaskan diri ke bawah dengan tangan yang hampir menyentuh kepala ular tadi.
Ssstttssshhh
Ternyata serangan Shuwan tidak berhasil, dan hanya memberikan sedikit luka pada ular tersebut. Shuwan kembali menyerang dengan teknik yang sama.
" Merepotkan! "Gumam Shuwan merasa lelah bermain-main.
Lantas ia segera melesat dan melompat dengan tangan terulur. Lalu dengan secepat cahaya, ia membelah ular tersebut menjadi dua.
Siapa yang menyangka kalau ternyata ular tadi adalah Ras Medusa. Ternyata banyak siluman lain yang melihat pertarungan Shuwan dengan penguasa wilayah.
Siapa yang menyangka kalau sebenar nya saat ini Shuwan berada di kawasan Siluman Medusa. Tentu sebagai penguasa wilayah, ular hitam tadi menyerang Shuwan.
" Seperti nya Sate Ular tidak lah buruk! "Ucap Shuwan menyentuh mayat ular tadi dan memasukkan nya ke dalam ruang dimensi.
Bukan tanpa alasan Shuwan mengatakan hal itu, karena ia tahu bukan hanya satu siluman yang berada di sana.
Benar saja! Para siluman Medusa itu bergidik ngeri melihat Shuwan dan cepat-cepat mencari jalan aman dengan mengambil langkah seribu.
***
Seorang pemuda bertudung itu memasuki sebuah kedai makan yang cukup ramai. Lalu ia duduk di salah satu tempat duduk, membuat pelayan menghampiri.
" Berikan aku satu porsi Mie Kalian! "Ucap pemuda itu dengan nada dingin menusuk.
Kalau di perkirakan mungkin pemuda itu masih lah berusia 18-19 Tahun. Dengan mata coklat terang yang menghipnotis.
"Baik silakan tunggu sebentar Tuan" Setelah itu sang pelayan meninggalkan pemuda itu sendirian.
"Huft! " Sang pemuda menghela nafas lelah, sudah berhari-hari ia mencari namun masih tak ketemu.
"Kemana kau pergi? " Gumam nya lalu menajam kan telinga.
"Kau tahu? Desa di tepi hutan Ranah Iblis kata nya hancur" Ucap seseorang yang tidak di ketahui nama nya.
"Ah iya! Padahal Desa Sungai Biru itu sangat indah dan perkembangan nya cukup maju" Balas seseorang lain nya.
"Kau benar! Tapi.... bagaimana bisa hancur? "
"Entah lah, kekuatan orang itu pasti sangat hebat, hingga daya hancur nya sangat hebat" Timpal yang lain.
"Benar! Tapi apakah kalian tahu kalau sebelum itu ada seorang gadis yang keluar dari hutan Ranah Iblis sendirian? "
"Hah!? Kau bercanda? Hutan ranah Iblis itu sangat berbahaya karena banyak Iblis yang berkeliaran, bagaimana mungkin ada gadis yang keluar dari sana? " Seseorang itu tampak meragukan ucapan rekan nya.
"Kalau kau tak percaya ya sudah! "
Sedangkan sang pemuda yang mendengar itu entah mengapa ia memiliki firasat kalau ini ada sangkut paut nya dengan orang yang ia cari.
'Apakah itu Shuwan? 'Batin nya seraya berfikir, namun pemuda itu tak melanjutkan lamunan nya karena pesanan yang ia pesan sudah sampai.
***
Shuwan saat ini berada di gerbang sebuah kota, yang ia yakini adalah ibu kota. Telihat sebuah tulisan yang mengatakan kalau ini adalah kota Cuanxing.
Dari yang ia dengar, Kota Cuanxing adalah ibu kota dari sebuah Kekaisaran yang entah lah ia tak tahu. Yang pasti saat ini adalah Shuwan berjalan santai tanpa memedulikan tatapan sekitar.
Tentu saja mereka memandang Shuwan aneh karena pakaian nya, saat ini Shuwan menggunakan Hanfu Merah dan di lapisi Jubah hitam bertudung.
Tentu saja penampilan nya sangat mencurigakan, namun ia hanya acuh dan tidak peduli.
"Awas Menyingkir dari jalan Nona Muda!! " Teriak seorang kusir yang menjalankan kuda nya dengan cepat.
Segera para warga menyingkir saat melihat lambang teratai di kereta itu. Termasuk Shuwan yang enggan mencari masalah, namun siapa sangka kalau ada seorang anaanak kecil yang masih linglung di tengah jalan.
"Menyingkir Bocah!!! " Teriak Kusir itu panik, para warga puji bersorak khawatir melihat anak kecil berpakaian bangsawan itu.
Pada awal nya Shuwan hanya memandang datar pemandangan itu. Namun kala melihat anak kecil itu menangis pandangan nya berubah dingin pada sang kusir.
Sreettt
Swooossshh
Para warga memekik panik saat tiba-tiba melihat bayangan hitam yang melintasi jalan tadi membawa serta anak kecil itu bersama nya.
Bahkan karena terlalu panik, sang kusir pun menarik taki kuda dengan tiba-tiba membuat kereta berhenti dengan pendaratan yang tidak mulus.
Shuwan hanya memandang bingung kejadian di mana kusir itu langsung menarik tali kuda. Namun ia tak peduli karena memang sejak awal ia tak peduli.
...----------...
Jangan lupa dukung author melalui...
Like
Vote
Rate
Favorit
Ada yang ingin berteman lebih jauh dengan author? Yuk hubungi author....
Author orangnya care kok, ga mudah tersinggung, bisa cepat akrab dan sedikit blak-blakan.
IG: @lrnrrhmnia1412 (Follow yak, Author follback kok)
WA: +6282123981798(Lira Nur) (Untuk para wibu pecinta anime, author punya group yang selalu share file video anime baik movie ataupun the movie, Seperti Naruto, One Pick Man, Black Clover, Battle Trough Heaven dll. Silahkan hubungi admin yang juga author sendiri untuk yang tertarik. Kalau mau berteman dengan author juga ga masalah sih~hihihi)
FB: Nurrahmania Art(Terima pesanan gambar sketsa wajah buatan author sendiri. Bagi yang berminat silakan hubungi. :')