Time Travel The Secret Agent

Time Travel The Secret Agent
T3SA Eps. 102: Aku Menyesal...!



Mungkin ia bisa selamat dari b*jingan itu namun akan kah ia selamat keluar dari padang kematian yang kata nya sangat berbahaya?


......................


Wajah nya pias menahan dingin yang menusuk ke tulang. Ia mengalirkan Qi panas ke seluruh tubuh untuk menahan rasa itu.


Shuwan teringat dengan penawar untuk racun yang ia derita. Inti Api! Ia mengingat kejadian di mana Fu Lee mati karena Inti Api milik Xio Xin.


'Di mana aku dapat mendapatkan Inti Api! ' Batin Shuwan bertanya-tanya.


Inti api biasa nya berada di tempat yang memiliki hawa panas alami. Dan inti api biasa nya di lindungi oleh War Craft Beast tingkat tinggi.


Ia merasa akan sulit mencari sesuatu bernama inti api tersebut. Mencari kultivator ber-elemen api murni pun tak kalah sulit.


Shuwan merasa frustasi karena ke dua nya sangat lah mustahil di dapat kan dalam waktu dekat. Dan ia merasa kalau rencana nya akan tertunda lama.


Lantas ia membuka mata nya dan beranjak berdiri melihat langit yang masih gelap. Merasa dingin menusuk ke tulang ia pun risau.


Takut jika nanti ia tak sempat mencari penawar dan lebih dulu mati karena racun ini.


Ia tak takut mati atau nanti di siksa oleh panas nya api neraka karena ia akui memiliki banyak dosa.


Namun yang ia takut kan adalah ia belum membalas kan dendam pada iblis-iblis itu. Ia ingin mati dengan tenang tanpa meninggalkan beban dan dendam.


Setelah puas memandangi langit malam, ia pun beringsut menaiki peraduan dan memasuki alam mimpi.


Berharap rasa sakit nya hilang saat membuka mata di esok hari. Berharap segala kejadian hari ini adalah mimpi yang tidak pernah terjadi.


Namun harapan hanya menjadi harapan dan akan selalu menjadi harapan yang tak menjadi kenyataan. Yang nyata adalah segala kejadian hari ini, nyata dan bukan halusinasi.


***


"Hosh Hosh Hosh...! " Nafas nya sudah tak beraturan namun ia memaksakan diri untuk tak berhenti berlari.


Seraya berlari ia menoleh ke. belakang melihat 'mereka' yang mengejar nya menggunakan ilmu peringan tubuh.


Ia memang bukan lah seorang Ahli bela diri namun ia adalah Kultivator dengan elemen angin sehingga lari nya sangat cepat.


Sayang sekali tahapan nya masih sangat rendah sehingga ia tak dapat mengimbangi satu pun dari 'mereka'.


Ia terus berlari dengan sesekali menoleh ke belakang. Namun ketika ia kembali melihat ke depan, ia terkejut dan....


Brukkhh


"Aargh! " Ia beteriak saat tiba-tiba menabrak sesuatu yang kokoh sehingga ia terjatuh, begitu pun dengan sesuatu yang ia tabrak.


Bukan sesuatu, melainkan seseorang. Seorang pemuda bertudung yang juga sedang melesat dari arah berlawanan tanpa sengaja bertabrakan dengan nya.


Tak ada adegan romantis seperti ekspektasi nya. Tak ada adegan peluk pinggang, mereka sama-sama terjembab cukup jauh dari tempat awal mereka berpijak.


"Hahaha~ Ingin Berlari kemana lagi kau j*lang kecil!? " Teriak salah satu dari 'mereka' saat melihat Gadis itu tak dapat lagi berlari.


Gadis itu memiliki beberapa luka di tubuh nya, belum lagi dengan tenaga yang hampir terkuras tadi. Dan beberapa saat yang lalu bertabrakan dengan pemuda bertudung.


Tanpa sadar ia merapatkan diri ke arah pemuda yang tak lain adalah Junsi. Ya Junsi baru saja melesat setelah mengalahkan kalajengking gurun.


Tentu ia terkejut karena pada awal nya ia hanya berlari santai. Siapa yang mengira kalau berlari santai pun memiliki resiko yang lumayan.


"Jangan Mendekat!!! " Teriak gadis itu gemetar ketakutan dan bersembunyi di belakang tubuh Junsi.


'Apa yang terjadi? ' Batin Junsi mencoba mencerna kejadian yang saat ini ia alami.


"Kalian siapa? Dan kenapa mengejar gadis ini? " Tanya Junsi menunjuk belakang punggung nya.


"Cuih! Diam kau, cepat tangkap gadis itu dan habisi pemuda itu sekarang! " Ujar seseorang yang di yakini Junsi sebagai ketua 'Mereka'.


"Huft! " Seraya menghela nafas lelah Junsi menarik pedang dari sarung nya.


Sriinggg


Tranggg


Pedang nya langsung berbenturan dengan pedang lawan. Setelah itu Junsi kembali bersalto dan mengayunkan pedang nye ke samping.


Sreettt


Lawan nya refleks mundur ke belakang namun sedikit banyak pipi orang itu tergores oleh pedang Junsi.


Kini Junsi mengerti dengan keadaan yang ia hadapi. Ia faham kalau gadis yang menabrak nya adalah budak yang melarikan diri.


Melihat kondisi gadis itu yang begitu memprihatinkan membuat Junsi tak tega untuk menyerahkan nya dengan acuh.


Mata Li Yue melebar saat tudung kepala Junsi terbang terbawa angin menampilkan wajah nya yang masih datar dan dingin.


Sraakkk


Dugg


Habis sudah 'mereka' di tangan Junsi tanpa perlu repot menggunakan elemen nya. Siapa yang memungkiri kalau 'mereka' sangat lemah.


"Anda baik-baik saja nona? " Tanya Junsi pelan karena ini pertama kali ia berbicara lebih dulu dengan perempuan.


"Aku... aku... aku" Li Yue tampak ragu untuk mengatakan nya pada Junsi.


"Aku mengerti...! " Tutur Junsi karena memang ia mengerti, namun penuturan Junsi membuat Li Yue bingung.


"Minum lah dulu" Junsi menyodorkan botol air bambu pada Li Yue.


".... " Tanpa banyak bicara Li Yue langsung mengambil dan meminum nya dengan tangan bergetar.


Li Yue langsung duduk bersimpuh karena benar-benar lelah. Junsi pun ikut terduduk dan hanya memperhatikan Li Yue dengan tatapan datar nya.


"Te-rimakasih Tuan! " Tutur Li Yue menunduk kan kepala nya dan mengembalikan botol itu kepada pemilik nya.


"Hem" Dehem Junsi tak peduli seraya memasukkan botol tadi ke dalam cincin penyimpanan nya.


Li Yue masih sangat lelah namun ia begitu tak nyaman dengan situasi saat ini yang menurut nya canggung. Sementara Junsi terlihat santai dan terkesan tidak peduli.


"Ka-kalau boleh tahu, setelah ini Tuan ingin pergi kemana? "Ragu untuk membuka suara namun akhir nya memutuskan bertanya setelah hening beberapa saat.


".... " Namun tak ada sepatah kata pun yang keluar dari mulut Junsi membuat Li Yue murung karena merasa di abaikan.


"Emm anu boleh kah aku ikut dengan mu, aku tak tahu ini di mana" Lagi dan lagi ucapan Li Yue hanya di anggap angin lalu oleh Junsi membuat Li Yue semakin mengerucut kan bibir nya.


"Nama ku Han Li Yue, kalau boleh tahu siapa nama mu? " Tanya Li Yue yang kembali di jawab dengan hembusan angin keheningan.


"Huft! " Akhir nya Li Yue pun menyerah memilih menutup mulut nya rapat karena tak ingin bicara sendiri.


Tak lama kemudian tiba-tiba Junsi bangkit dari duduk nya seraya melirik Li Yue sekilas. Lalu melangkah kan kaki nya ke arah barat, tujuan nya sebelum bertemu dengan Li Yue.


"Eh Tunggu! " Teriak Li Yue seraya bangkit dan mengikuti Junsi karena jujur ia tak tahu di mana ia berada.


"Tu-tunggu! Tuan tunggu sebentar Hosh Hosh! " Setelah berhasil menyamakan langkah nya dengan langkah lebar Junsi, Li Yue mengatur nafas namun kembali di kejutkan karena Junsi berhenti tiba-tiba membuat nya mau tak mau ikut berhenti.


"Berhenti mengikuti ku! " Sarkas Junsi lalu melanjutkan langkah nya meninggalkan Li Yue yang terpaku dengan ucapan Junsi.


"Tapi tapi tapi aku tak tahu jalan pulang, ku mohon biarkan aku ikut dengan mu tuan! Aku berjanji tak akan menyusahkan mu, aku bahkan bisa memasak jika kau mau! Aku tidak keberatan jika harus tidur tanpa alasan, dan aku sudah terbiasa tidak makan beberapa hari! Aku berjanji tidak akan membuat mu repot, aku-"


"Berisik! " Junsi segera memotong ucapan Li Yue yang sangat panjang seraya menatap tajam gadis itu.


'Aku menyesal telah membantu nya' Batin Junsi merasa kesal dengan gadis yang ia tolong.


"Aku... sungguh biarkan aku ikut dengan mu, aku tidak akan menyusahkan mu tuan! " Mengabaikan ucapan Junsi sebelum nya, Li Yue kembali memohon agar tidak di tinggal kan.


"Terserah! "


"Yeaahh Terimakasih tuan!!! "Li Yue melompat girang seolah baru saja mendapatkan kupon undian.


Tanpa sadar Junsi menggeleng pelan lalu tersenyum tipis melihat tingkah kekanakan gadis yang ia tolong tadi. Entah kebetulan atau memang takdir.


...----------...


Jangan lupa dukung author melalui...


Like


Vote


Rate


Favorit


Ada yang ingin berteman lebih jauh dengan author? Yuk hubungi author....


Author orangnya care kok, ga mudah tersinggung, bisa cepat akrab dan sedikit blak-blakan.


IG: @lrnrrhmnia1412 (Follow yak, Author follback kok)


WA: +6282123981798(Lira Nur) (Untuk para wibu pecinta anime, author punya group yang selalu share file video anime baik movie ataupun the movie, Seperti Naruto, One Pick Man, Black Clover, Battle Trough Heaven dll. Silahkan hubungi admin yang juga author sendiri untuk yang tertarik. Kalau mau berteman dengan author juga ga masalah sih~hihihi)


FB: Nurrahmania Art(Terima pesanan gambar sketsa wajah buatan author sendiri. Bagi yang berminat silakan hubungi. :')