
Yixuan jatuh tersungkur karena tarikan Junsi yang begitu kuat. Beruntung Yixuan tidak terjatuh menimpa Junsi yang juga ikut tersungkur.
......................
"Seperti nya ini bukan jurang biasa! Ku rasa Shuwan berpindah dunia.... lagi! " Ucap Yixuan pelan seraya menghela nafas.
"Lagi? " Tanya Junsi terkejut dengan apa yang di dengar nya. Sedangkan Yixuan hanya mengangguk dengan ekspresi serius.
Bagaimana tidak terkejut? Baru saja adik angkat nya itu keluar dari dunia neraka dan masuk dunia atas, kini kembali terlempar ke dunia lain? Sulit di percaya.
"Jadi kita harus apa? " Tanya Junsi lagi ikut memasang wajah serius nya.
"Kita harus melaporkan hal ini kepada ayah kaisar terlebih dulu agar tidak mengambil langkah yang salah" Yixuan menggelengkan kepala nya pelan seraya tersenyum tipis menatap jurang di hadapan nya.
Ia berniat mencari tahu keberadaan adik nya lalu membiarkan adik nya melupakan kesedihan dengan cara menjelajah. Biarkan ia memantau adik nya dari jauh.
***
Kelopak mata cantik itu perlahan terbuka dan mengerjap menyesuaikan diri dengan Cahaya yang memasuki retina.
Shuwan mengedarkan pandangan nya menyapu sekitar di mana banyak pohon yang sangat besar tumbuh.
Dahi nya mengernyit kala atensi nya menangkap sebuah air terjun yang sangat indah. Banyak burung berkicauan menambah suasana tenang.
Sejenak ia lupa akan kesedihan nya setelah kehilangan sang kekasih. Lalu ia menyentuh kepala nya yang terluka saat terasa sakit.
Ia melihat pakaian nya yang setengah basah karena ia terbaring di tepi sungai yang air nya sangat jernih.
"Teknik Medis-Air Penyembuh! " Shuwan mengarahkan tangan kanan nya pada luka-luka di tubuh lalu luka itu menghilang tanpa meninggalkan bekas.
Ia bangkit lalu melihat bayangan diri di air yang jernih. Ia manatap polos wajah nya yang kotor lalu mencoba menganalisis sekitar.
'Shan Lan! Apa kau bisa mendengar ku?' Tanya Shuwan melalui telepati dan berharap agar partner kontrak nya itu dapat di hubungi.
"Aku bisa mendengar mu Lin Lin" Balas Shan Lan membuat Shuwan bernafas lega.
'Apa kau tahu tempat apa ini? 'Tanya Shuwan lagi.
"Suasana ini seperti.... Dunia Bawah!!! " Ujar Shan Lan memekik terkejut, tentu Shuwan pun terkejut mengetahui hal ini.
'Dunia bawah? 'Tanya Shuwan lagi karena tak menyangka akan terlempar ke dunia lain.
"Ya! Dunia tempat para Ras lain selain manusia berkumpul" Setelah Shan Lan mengatakan itu, Shuwan hanya diam bergelut dengan pikiran nya.
"Ah sudah lah, kalau sudah begini ya mau bagaimana lagi....? " Gumam Shuwan acuh lalu melangkah kan kaki nya tak tentu arah.
"Jadi kau akan pergi kemana? " Tiba-tiba kembali terdengar suara Shan Lan yang seperti nya bingung.
'Hanya mengikuti kemana kaki membawa ku' Balas Shuwan tak peduli sementara Shan Lan memilih diam.
Ia terus melangkah ke arah barat mengikuti matahari, tanpa ia sadari ternyata ia tengah di awasi sejak tadi.
"Darimana datang nya? " Gumam seseorang yang mengawasi Shuwan.
Pada awal nya ia hanya merasa bosan dan ingin berjalan-jalan. Tapi saat memasuki hutan Ranah Iblis, siapa yang menyangka ia akan bertemu seorang gadis kecil yang tiba-tiba muncul tak sadarkan diri di tepi sungai Han.
Sementara itu Shuwan masih tak menyadari kalau ia sedang di awasi, namun ia merasa seperti sedang di ikuti. Hal itu membuat Shuwan menghentikan langkah nya lalu melihat sekeliling.
Memejamkan mata nya sebentar seraya mengumpulkan Qi di mata nya, lalu ia membuka mata kiri nya yang menampilkan warna merah dengan pola rumit.
Dalam penglihatan nya ia dapat melihat sampai 360°(Tiga ratus enam puluh derajat). Ia tak perlu menoleh untuk melihat ke belakang.
Bagaimana ia bisa menguasai mata Iblis nya? Tentu dari sebuah buku yang ia dapatkan dari Qiu Jiancheng saat itu.
...[~Flashback~]...
Pandangan nya kosong menatap ke depan lalu ia memejamkan mata nya menikmati semilir angin yang menerbangkan rambut nya.
Diam-diam ia melihat ke dalam ruang dimensi nya. Namun ua begitu terkejut saat melihat buku tebal dengan sampul hitam itu.
Segera tangan nya bergerak meraih buku itu lalu mengusap debu yang menempel. Saat ia membuka nya dahi nya kembali mengernyit dalam.
"Buku macam apa ini? " Gumam Shuwan saat membalik lembaran demi lembaran buku yang kosong.
"Shan Lan!!! " Panggil Shuwan pada Shan Lan yang sedang ber kultivasi.
"Ada apa Lin Lin? " Tiba-tiba Shan Lan sudah muncul di hadapan Shuwan namun Shuwan tak terkejut dan hanya acuh.
"Kenapa buku ini sangat aneh? " Tanya Shuwan dengan wajah datar nyaa, berbeda dengan hati yang saat ini sedang dalam proses pembekuan.
"Hm? " Shan Lan meraih buku yang masih dalam genggaman Shuwan lalu memeriksa nya.
"Hemmm seperti nya kau perlu meneteskan darah mu, ini seperti buku kuno! Dari mana kau mendapatkan nya? " Tanya Shan Lan bingung.
Sreettt
"..... "Shuwan tak menjawab dan memilih merebut kembali buku di tangan Shan Lan.
Tess
Segera tanpa pikir panjang Shuwan menggigit ujung jari nya dan meneteskan darah yang keluar itu ke permata yang menempel di sampul buku.
Sringgg
Buku itu tampak memancarkan cahaya keunguan lalu buku itu bergetar dan terbuka sendiri menunjukkan salah satu halaman berisi tulisan yang sangat banyak.
Shuwan nampak memandang datar buku di hadapan nya lalu membaca tulisan itu. Dahi nya mengerut halus saat melihat teknik yang akan dia pelajari.
Namun untuk menyibukkan diri, ia memilih acuh dan mempelajari teknik itu. Sedangkan Shan Lan memilih kembali melanjutkan kultivasi nya yang tertunda.
...[~Flashback Off~]...
" Tidak ada apa pun di sini? "Gumam Shuwan pelan merasa aneh, pasal nya ia tak bertemu dengan hewan spiritual di sini.
Lalu Shuwan kembali menutup mata nya dan menghilangkan Qi di mata nya hingga kembali berwarna Coklat keemasan seperti semula.
Shuwan mengernyit lalu hilang di antara kekosongan, hilang dari pandangan. Selang beberapa saat kembali muncul dari ketiadaan.
Muncul dengan Hanfu baru yang berwarna jingga dan di balut luaran berwarna merah. Rambut nya terkepang dengan anak rambut menutup dahi nya.
Mata nya tetap menatap tajam. sekeliling dengan aura gelap. Sungguh ia kini sudah tahu bahwa ada orang lain selain diri nya di hutan itu.
'Masih tak ingin keluar? 'Gumam Shuwan dalam hati lalu berjalan perlahan, mencoba mengabaikan 'Seseorang' yang terus membuntuti nya.
Meski ia berusaha mengabaikan orang itu, namun bagi Shuwan itu sesuatu yang sulit karena ke lima indra nya yang berfungi dengan sangat baik.
...----------...
Jangan lupa dukung author melalui...
Like
Vote
Rate
Favorit
Ada yang ingin berteman lebih jauh dengan author? Yuk hubungi author....
Author orangnya care kok, ga mudah tersinggung, bisa cepat akrab dan sedikit blak-blakan.
IG: @lrnrrhmnia1412 (Follow yak, Author follback kok)
WA: +6282123981798(Lira Nur) (Untuk para wibu pecinta anime, author punya group yang selalu share file video anime baik movie ataupun the movie, Seperti Naruto, One Pick Man, Black Clover, Battle Trough Heaven dll. Silahkan hubungi admin yang juga author sendiri untuk yang tertarik. Kalau mau berteman dengan author juga ga masalah sih~hihihi)
FB: Nurrahmania Art(Terima pesanan gambar sketsa wajah buatan author sendiri. Bagi yang berminat silakan hubungi. :')