
Bersamaan dengan itu pusaran angin yang De Lu ciptakan berangsur-angsur menghilang. Melihat sekitar yang sepi, Chen mengernyit kan alis nya.
Nnnggg
Seketika rasa pusing menyerang, hal terakhir yang ia ingat adalah bayangan De Lu yang pergi. Meski hanya terlihat samar-samar.
...[~Flashback Off~]...
......................
Chen terdiam saat mengingat kenangan yang tiba-tiba terlintas dalam benak nya. Lalu dia kembali fokus terhadap pertarungan yang sedang terjadi.
Swooossshh
Pusaran angin yang De Lu ciptakan terus mengganggu tanpa henti. Merasa jengkel akan hal itu, Chen pun merapalkan mantra.
"Teknik-"
Bbbrrrtttthhhh
Belum sempat Chen menyelesaikan mantra nya, Tiba-tiba tempat ia berpijak berguncang dan bergetar hebat. Bersamaan dengan itu tanah-tanah mulai terangkat dan melayang mendekati sesuatu.
Secara tiba-tiba pula pusaran angin ciptaan De Lu menghilang karena fokus De Lu yang terpecah. Mereka terkejut dan bingung.
'Apa yang terjadi? 'Batin Chen seraya melompat lompat karena tanah terus melayang ke arah yang sama.
Pandangan Chen teralih pada De Lu dan De An yang juga melompat lompat berusaha menghindar dari tanah yang melayang ke atas sehingga menghantam mereka.
Brukkhh
De An menghantam tanah yang berada di atas nya sehingga wujud nya kembali berubah seperti manusia biasa. De Lu sendiri tampak berusaha mendekati sang adik.
Chen terdiam melihat hal itu, tatapan nya begitu sulit di artikan. Lalu Chen mengalihkan pandangan nya ke arah sesuatu yang membuat tanah melayang.
'Teknik ini..... ' Chen mengernyit kan kepala nya saat melihat bola hitam yang kini sudah di keliling tanah yang mulai memadat membentuk bola besar.
Lalu dia melihat sekelebat bayangan Di Sin yang juga berusaha menghindari tanah tanah tersebut. Tak jauh dari tempat Di Sin berada, Shuwan terlihat sedang melompat naik.
"Akh! " Chen mengalihkan pandangan ke arah De Lu yang terhantam tanah dengan keras.
Melihat hal itu, tanpa pikir panjang Chen melompat mendekati mereka. Dia menggunakan ilmu peringan tubuh nya dan menghindari tanah tanah itu dengan cepat.
***
"Berhati-hatilah kak" Ucap De An yang kini sudah menjadi manusia kembali, dia berusaha turun ke bawah namun tanah yang melayang lagi-lagi membuat nya mengudara.
"Kau juga" Balas De Lu fokus dan sesekali menghancurkan tanah yang tidak terlalu besar.
Namun tanpa di duga saat De Lu melompat ke atas, punggung nya tanpa sengaja menghantam tanah keras yang berada di belakang nya.
"Akh" De Lu meringis saat merasakan punggung nya seperti retak, tanah keras yang menghantam punggung nya perlahan mulai turun ke bawah.
Seolah-olah sesuatu yang menarik tanah tanah itu mulai berhenti menarik. Sehingga tanah yang masih melayang pun seketika kembali jatuh ke bawah.
De Lu yang sedang mengalirkan Qi ke punggung nya pun tak tahu kalau tanah di atas nya sedang bergerak turun dengan cepat.
Buuggghhhh
Dengan cepat De Lu berbalik dan menengadah melihat ke atas di mana Chen menghancurkan tanah keras tadi dengan tinju nya.
Mata De Lu mau pun De An tampak membola, lalu menetralkan ekspresi dan menatap Chen dengan bingung.
Namun yang di tatap hanya menggedik kan bahu nya acuh lalu melesat cepat ke arah Shuwan dan Di Sin. De An mau pun De Lu pun mengikuti tanpa berucap.
***
Seolah petir yang menyambar membuat Di Sin membelalak kan mata nya. Dia mengalihkan pandangan pada bola besar yang tercipta yang tercipta dari lapisan lapisan tanah, dan berada tepat di atas Shuwan.
Di punggung Shuwan ternampak sayap berupa cahaya putih samar yang tercipta dari sedikit energi yang Shuwan sisihkan.
Blllzzzrrrtttt
Tiba-tiba tanah kembali berguncang hebat, hal ini terjadi bersamaan dengan bola besar yang berada di atas Shuwan yang secara tiba-tiba ikut bergetar hebat.
Sementara itu....
Syuutttt
Chen memunculkan sepasang sayap berwarna hitam kehijauan di punggung nya. Sementara De Lu dan De An hanya terdiam di tanah seraya berusaha menyeimbangkan diri karena tanah yang berguncang.
Chen terbang mendekati Shuwan yang mulai semakin naik ke atas, berlawanan arah dengan bola besar ciptaan nya yang turun dan jatuh dengan cepat ke bawah.
"Wan Wan!! " Teriak Chen berhasil menghentikan pergerakan Shuwan, seketika Shuwan menoleh ke bawah melihat Chen yang bergegas menghampiri nya.
Happp
Begitu berada di sisi Shuwan, tanpa di duga Chen menggenggam erat tangan Shuwan. Lalu menatap lekay manik mata Shuwan yang kedua mata nya berbeda warna.
"Hentikan ini.... Kekaisaran Wang bisa hancur! Ku tahu akan ada bnyak orang tidak bersalah yang menjadi korban kehancuran Kekaisaran Wang" Ucap Chen pelan seraya mengeratkan genggaman nya.
"Kau fikir aku akan peduli? " Shuwan mendesis sinis dengan ketidak pedulian yang seolah mendarah daging.
"Pikir kan lah Wan Wan.... Bagaimana jika saudara mu atau orang yang kau sayang adalah salah satu dari mereka? Teknik ini sangat berbahaya, ada ratusan bahkan ribuan nyawa yang saat ini terancam... " Chen mendekatkan wajah nya ke wajah Shuwan sehingga hanya menyisakan sedikit jarak di antara kedua nya.
***
"Bola aneh itu akan jatuh dan menghancurkan Kekaisaran Wang!!! " Teriak De Lu khawatir membuat Di Sin mau pun De An ikut panik.
"Kita harus menghancurkan bola itu! " Balas De An yang di angguki oleh De Lu mau pun Di Sin.
Tapp
Swooossshh
Dengan Ilmu peringan tubuh tahap tertinggi, De Lu melompat di ikuti De An serta Di Sin untuk mencari cara agar bola tanah ciptaan Shuwan hancur dan tidak menghantam serta menghancurkan Kekaisaran Kang.
"Teknik Alam-Pusaran Pilar Angin!!! " Ujar mereka bertiga secara bersamaan seraya melompat di tiga sisi yang berbeda.
Mereka menengadah kan tangan kanan yang kemudian keluar pusaran angin. Lalu Pusaran tersebut semakin membesar dan semakin ke atas.
Dduuaaaaarrrr
...----------------...
Hai....!
Apa kabar?
Harus baik dong ya!!!
Jangan lupa LIKE!!
WA: +6282123981798(Dua grup yang mengirim Film setiap minggu nya)
IG: @lrnrrhmnia1412
Email: rahmanialiranur@gmail.com
Selalu dukung author!!!