Time Travel The Secret Agent

Time Travel The Secret Agent
T3SA Eps. 23 : Balas Dendam Ying Shang



"Ibu akan bercerita, ayahmu itu adalah seorang pangeran mahkota yang sekarang sudah menjadi kaisar, ayah mu bernama Ying Jun. Lalu Kisah kami di mulai saat..... " Du Xie menceritakan semuanya tanpa kurang dan lebih, Ying Shang pun mendengarkan dengan seksama. Ekspresi Ying Shang berubah ubah mendengar cerita Ibu nya, mulai dari senang, marah, sedih dan akhirnya kecewa. Ia juga menguatkan tekad untuk membalas perbuatan ayah nya.


......................


Waktu berlalu, kini Ying Shang telah berusia 18 (delapan belas) tahun. Ia sama sekali tak berhenti berlatih, kini ia sudah berada di tahap Emperor bintang 8. Du Xie pun Sudah ada di tahap Dou Sheng bintang 5.Kali ini mereka sepakat untuk menyerang Kekaisaran Ying, mereka akan berangkat sekarang juga. Setibanya di sana, Du Xie langsung menggunakan teknik elemen es nya, yaitu hujan jarum es.


Istana tiba-tiba di guyur jarum es membuat semua orang panik, termasuk kaisar nya. Sedangkan Ying Shang langsung menerobos masuk ke istana dan membunuh semua prajurit/penjaga dan pelayan yang ada di hadapan nya. Ying Shang adalah pemilik Elemen air murni, atau bisa di sebut kaisar air.


Dengan pedang biru nya, ia terus membunuh dan membunuh. Tak ada yang selama, kini Du Xie pun ikut menerobos masuk. Yang Du Xie lihat sepanjang jalan hanya lah mayat dengan kepala terpisah, ia pun tersenyum miring lalu melanjutkan ke ruang aula keluarga.


Di ruang aula keluarga, semua berkumpul dengan ketakutan. Karena, suara teriakan dan rintihan para pelayan dan pengawal sangat keras hingga terdengar sampai dalam aula. Para perempuan saling memeluk, para laki-laki saling menggenggam erat pedang masing-masing hingga.


Braaakkkk


Pintu di di dobrak secara paksa membuat seluruh orang yang berada di dalam memekik terkejut dan ketakutan.


"Aku datang" Suara itu yang terdengar karena tak ada seorang pun yang masuk. Suara itu masih teringat jelas oleh Ying Jun, ia masih mengenal suara itu. Mata nya membola mengingat kejadian 11(sebelas) tahun lalu.


"Du Xie! Apa yang kau lakukan? " Teriakan Ying Jun menggema, seluruh anggota keluarga nya menatap Ying Jun, sedangkan Gu Li Jia tahu apa yang akan terjadi, ia bergetar hebat dengan keringat bercucuran lalu memeluk lengan Ying Jun dengan sangat erat, nampak sekali ia tengah ketakutan.


"Aku mengirimkan hadiah untuk mu A'Jun~Hihihi" Suara itu di akhiri dengan kekeha.


Jdarr


Jdarr


Suara petir saling bersahutan lalu muncul lah sosok pemuda dengan jubah putih lusuhnya yang sudah berlumuran darah. Wajah dingin dan pandangan kosong nya semakin membuat aura disana mencekam. Semua orang memandang nya dengan tatapan takut dan bergetar.


"Aku mencari ayahku" Ucapnya datar tanpa ekspresi lalu bola mata nya berubah menjadi berwarna biru langit, bola mata nya bergerak ke kanan dan ke kiri secara bergantian memandang wajah mereka satu persatu, tangan kanannya yang memegang pedang semakin bergetar seolah masih ingin membunuh.


Seringaian tipis muncul di bibirnya, Tiba-tiba udara semakin dingin semua orang bergidik melihat sosok itu tak bergerak sedikit pun lalu tiba tiba ruangan di penuhi air, pusaran air nampak menyeret semua orang kedalam nya. Semua orang berteriak namun tak ada yang menghiraukan nya, tak ada yang mau dia di dalam air. Lalu air tiba-tiba membeku, semua orang tentu diam. Mereka masih mencoba membebaskan diri dengan kekuatan mereka, termasuk yang ber elemen api.


Namun nihil, tak ada yang berubah sedikit pun. Satu persatu orang di sana mati dengan cara di hancurkan oleh es dan air, semua orang marah dan menangis melihat keluarga nya seperti itu, lalu Ying Jun meledakkan serangannya api murni nya.


Ying Jun pun bebas, baru ia hendak membebaskan yang lainnya tiba-tiba ia di serang oleh Ying Shang menggunakan pedang nya.


"Jangan harap untuk menyelamatkan mereka lagi" Ucap nya dengan senyum miring tercetak di bibir nya. Ying Jun berdecak, kekuatan anaknya sangat hebat ternyata.


"Aku serahkan sisanya padamu ibu" Ucap Ying Shang sedikit meninggi.


"Hahahah~Tentu putraku" Sahutan Du Xie terdengar lalu di susul teriakan yang menyayat hati, Ying Jun bergerak ingin menyelamatkan keluarga nya.


"Tidak bisa kah kau memperhatikan ku dulu ayah? " Tanya Ying Shang dengan ekspresi mengejek nya.


"Hentikan ini Du Xie! Mereka tak bersalah! Jangan bunuh mereka! " Teriak Ying Jun dengan suara bergetar, ia tak fokus pada Ying Shang yang terus menyerangnya dengan pedang.


"Tenang saja ayah. Jika mereka mati, kau pun akan segera menyusul" Pertarungan terus berlanjut dengan sengit, tapi pikiran Ying Jun terus fokus pada keluarga nya yang sedang di siksa oleh Du Xie.


"Hentikan!!! Jangan sentuh keluarga ku!! " Teriak Ying Jun frustasi membuat Ying Shang dan Du Xie berhenti tiba-tiba. Ying Jun segera berlari menuju keluarga nya yang sudah tiada. Ia menangis lalu menyentuh mayat istrinya yang tak berbentuk karena di kuliti.


"Hanya mereka keluarga mu ayah? lalu aku apa? " Tanya Ying Shang dengan suara yang me lirih, amarah Ying Jun masih semakin memuncak lalu menyerang Ying Shang dengan membabibuta, ia tak lagi peduli bahwa anak di depan nya adalah anaknya.


Ia terus mengeluarkan teknik teknik elemen nya. Tepat saat menemukan celah, ia segera menghunus kan pedang nya ke arah jantung Ying Shang. Namun tiba-tiba....


"Uhukk" Sang pemilik suara batuk saat pedang Ying Jun menembus jantung nya. Tapi sang pemilik jantung bukan lah Ying Shang, melainkan Du Xie. Tangan Ying Jun bergetar, air matanya tak dapat lagi di bandung. Tatapan mata Ying Shang kosong melihat ibu nya yang mulai sekarat.


Srekkk


"I-ibu.... " Tepat saat pedang Ying Jun di tarik oleh pemilik nya, tubuh Du Xie ambruk di dekapan Ying Shang.


"Xi-Xie'er.... Aku tidak-" Ia tak meneruskan kata katanya dan memilih untuk menggenggam tangan Du Xie yang mendingin.


"Yi-Ying Shang.... Ja-di lah anak ba-ik... I-bu sela-lu di sisi-mu"Ucap Du Xie sambil menahan sakit. Lalu pandangan nya beralih ke Ying Jun yang menangis.


" A'Jun... A-ku tak pernah memben-ci mu. Aku se-lalu men-cintai mu. Maaf kan aku. A-ku men-cintai ka-lian ber-dua"Setelah itu mata Du Xie tertutup sempurna, nafas nya pun berhenti namun bibir nya nampak tersenyum.


"Ibu? Ibu jangan tinggal kan a-aku! Ibu?! " Tangia Ying Shang pecah memeluk Du Xie, sedangkan Ying Jun menatap Du Xie dengan pandangan kosong tapi air mata nya tak berhenti untuk jatuh.


"Xie'er.... aku mencintaimu" Lalu Ying Jun pun ikut memeluk mayat Du Xie sambil menangis keras.


Ying Shang tak berhenti menangis, lalu ia memandang Ying Jun dengan tatapan amarah yang memuncak.


"Shang? Kau anak ku kan? Maaf kan ayah yang B*doh ini! " Ucap Ying Jun menyentuh pundak Ying Shang.


"Kau ingin membunuh ayah kan? bunuh lah! Jika itu bisa membuat kau memaafkan ayah! Ayah tahu ayah mu tak pantas mendapatkan maaf" Ying Jun langsung berdiri dan mengambil pedang nya yang tadi ia gunakan untuk membunuh Du Xie.


"Apa yang kau Lakukan?! " Teriak Ying Shang, bagaimana pun Ying Jun adalah ayah nya.


"Mulai lah hidup baru, cari lah kebahagiaan mu. Jangan kau khianati cinta sejati mu, apa lagi menyakiti orang yang kau sayang. Ayah ingin menyusul ibu mu, Selamat tinggal" Setelah mengucapkan itu, Ying Jun menusuk jantung nya sendiri dengan pedang yang sama saat membunuh Du Xie.


"Tidak jangan! " Teriakan Ying Shang tak bisa untuk menghentikan perbuatan Ying Jun, kini tinggal lah Ying Shang seorang diri dengan perasaan kacau.


"Haaaaaaaa" Teriak Ying Shang frustasi dan mengacak rambutnya, ia memandang mayat ayah dan ibu nya dengan tatapan sendu. Ia pun menguburkan mayat keluarga ayahnya dan juga termasuk ibu nya dengan layak.


Istana Kekaisaran ia tinggal kan dan di berikan kepada Kekaisaran Gu, ia sudah mengatakan apa yang terjadi. Awalnya mereka marah, tapi akhirnya mereka bisa menerima kenyataan dan membuka pintu lebar lebar bila Ying Shang mau. Ying Shang menolak dan mengatakan bahwa dia hanya ingin berkeliling dunia. Ia pun pergi dan memulai petualangan nya.


...(-Flashback Off-)...


...----------------...


Dukung author....


Jangan lupa


Like


Favorit


Vote


Komen


...Thanks atas dukungan nya😚😘...