Time Travel The Secret Agent

Time Travel The Secret Agent
T3SA Eps. 34 : Pertemuan dengan Serangga



"Sudah-Sudah, Ayo sebaik nya biarkan adik kalian beristirahat, perjalanan ini pasti melelahkan bagi nya"Lerai Zeying kala melihat Ke tiga anak nya mengobrol tak ingat tempat. Akhirnya mereka masuk bersama dengan Hua Ho juga An Ri yang memiliki kediaman masing-masing.


......................


Keesokan pagi nya seperti biasa Mu Lin akan melakukan pemanasan. Setelah itu ia membersihkan diri dan bersiap sarapan, saat akan berangkat menuju ruang makan Mu Lin bertemu Xiaomi.


" Huaa Nona... Nubi rindu..... "Xiaomi berteriak memasuki kediaman Mu Lin, begitu mereka bertemu Mu Lin langsung memeluk Xiaomi yang membuat Xiaomi mematung dan akhirnya membalas pelukan Mu Lin.


" Nona... kapan anda pulang? "Tanya Xiaomi seraya mengelap air mata nya yang sempat tumpah.


" Akhh... aku baru pulang kemarin, bagaimana kabar mu kakak? "Tanya Mu Lin seraya menghapus air mata di pipi Xiaomi. Xiaomi adalah gadis yang cantik, dia juga seseorang yang setia. Karena itulah Mu Lin menganggap nya sebagai kakak nya sendiri.


" Aku baik, Nona sudah di tunggu oleh tuan di ruang makan" Mu Lin hanya mengangguk dan mereka pun bergegas menuju ruang makan untuk sarapan.


Sesampainya di sana, Mu Lin selalu di sambut baik oleh keluarga itu. Setelah sarapan, Mu Lin pergi ke taman belakang bersama dengan Junsi dan Jinsu. Sedangkan An Ri pergi ber kultivasi di ruang dimensi milik Mu Lin.


"Wahhh, Aku tak menyangka adik ku akan secantik ini" Goda Jinsu seraya mencubit pipi kenyal Mu Lin.


"Kakakk!! Aku pun tak menyangka kakak ku akan se jelek ini" Balas Mu Lin menggoda Jinsu yang membuat Jinsu cemberut. Junsi yang melihat kelakuan adik nya pun hanya bisa geleng-geleng kepala. Mereka terus bermain dan mengobrol hingga Makan siang dan sore.


Malam pun tiba, setelah makan malam Mu Lin segera memakai pakaian pria berwarna serba hitam. Ia mengunci pintu kamar nya dan membuat aray pelindung di sekitar kamar nya agar aman. Segera ia membuka jendela dan melesat menggunakan ilmu peringan tubuh nya.


Ia berjalan jalan di sekitar ibu kota Kekaisaran, ia tak menutup wajah nya melainkan merubah wajah nya agar sedikit maskulin. Ia berhenti di depan rumah bunga, segera ia masuk dan aroma arak yang khas menyapa indra penciuman nya.


Ia memilih tempat yang sepi dan duduk di situ. Nampak pelayan wanita dengan pakaian terbuka datang menghampiri nya.


"Ada yang bisa saya bantu tuan" Suara yang lirih dan sedikit mend*sah menyapa rungu. Mu Lin bergidik ngeri mendengar nya, ia pun menatap nya sekilas dengan wajah datar nya.


"Siapkan aku arak yang terbaik di sini" Ucap Mu Lin dengan nada dingin nya membuat pelayan wanita itu bergetar. Bukan karena takut! Melainkan karena merasa tertarik! Ya Tertarik!


"Baik tuan, apa perlu saya memanggilkan kecantikan untuk melayani anda? " Suara yang lebih seperti mend*sah kembali terdengar.


"Akh.. Tentu! panggil kan satu untuk ku" Ucap Mu Lin agak gugup mengingat sesuatu.


"Baik tuan tunggu sebentar" Ucap nya lalu ia pun berlalu pergi. Jika bukan karena tujuan nya, Mu Lin pun enggan untuk berlama-lama di sini. Benar saja, belum lama ia disini tapi sudah mendengar gosip.


"Kau dengar tidak? Sang Poeny kerajaan mendapat kan serigala spirit Beast kuno Tahap Kematian Bintang 8 di hutan kematian" Ucap salah satu pelanggan pada pelanggan lain nya.


"Iya, dia juga sangat cantik dan berbakat" Timpal yang lain.


"Tentu saja putri pertama dan kedua sangat cantik dan berbakat! Tapi, apakah kau tahu putri ketiga? "


"Aaakh yang saat itu hadir di acara ulang tahun putra mahkota? tapi itu sudah bertahun-tahun yang lalu"


"menurut mu kenapa putri ketiga tak pernah muncul lagi? "


"Entahlah, seingat ku dulu dia sangat imut dan berbakat dengan suling nya meskipun kata nya ia tak bisa mengolah Qi"


"Hahaha percuma saja jika tak bisa mengolah Qi, hanya kecantikan sampah"


"Hahaha betul itu"


"Hahaha!! " Tawa mereka bersamaan.


Tak lama kemudian pelayan tadi datang bersama seorang wanita cantik di sebelah nya dan memegang nampan berisi arak. Mu Lin meringis kala netra tajam nya menangkap wanita di samping pelayan tadi yang memakai pakaian yang lebih terbuka memperlihatkan punggung mulus nya.


"Ini arak nya tuan" Ucap pelayan tadi seraya meletakkan arak nya di atas meja lalu segera pamit pergi. Wanita tadi langsung duduk di sebelah Mu Lin seraya menuangkan arak nya ke cangkir yang tersedia. Tak lupa senyum manis di bibir merah nya ia perlihatkan yang perlu Mu Lin akui, dia cantik.


"Silakan di nikmati tuanh" Nada mend*sah itu betul-betul membuat Mu Lin jijik. Tapi ia ingin mendapatkan banyak informasi dari sini meskipun di sini sungguh Menjijikkan.


"Ekhm tentu" Tak lupa senyum Canggung tersungging di bibir tipis Mu Lin, ia pun mengangkat cangkir nya dan meneguk isi nya dalam sekali tegukan.


"Apa perlu memesan kamar tuanh? " Suara itu! Kembali terdengar, Mu Lin tentu tak mau memesan kamar bersama nya.


"Tidak perlu! Emm apa kau tau kabar yang beredar belakangan ini? " Tanya Mu Lin langsung pada inti nya. Wanita itu tampak terkikik mendengar nya.


"Oh benarkah? Siapa itu Kembar An? "


"Dia adalah Pangeran ke empat Luan dan Putri Ke tiga Shuwan, yang kabar nya tak pernah menampakkan diri sejak delapan tahun yang lalu"


"Putri Shuwan? " Tanya Mu Lin pelan, pasal nya nama ini sama seperti nama nya di kehidupan pertama.


Akhirnya Mu Lin pun hanya mendengar informasi yang tidak terlalu penting menurut nya. Setelah selesai ia pun bergegas kembali sebelum fajar tiba.


Sesampainya di kediaman ia sama sekali tak tidur, melainkan membaca gulungan berisi teknik yang perlu ia pelajari. Gulungan gulungan tersebut berasal dari ruang dimensi nya, ia terus membaca sampai pagi tiba. Ia bergegas membersihkan diri dan sarapan lebih dulu, ia juga menitip salam ke Xiaomi untuk Hua Zeying dan kedua kakak nya.


Ia melesat pergi ke hutan untuk mengasah kemampuan nya, ia juga sering berlatih dengan cara membunuh para hewan untuk mencoba kekuatan nya. Ia sudah membunuh beberapa singa yang bukan spirit Beast, ia pun lelah dan berkeliling sebentar.


Trangg


Srangg


Sreekkk


Bughhh


Wooshhh


Jauh di sana terdengar suara pertarungan yang membuat Mu Lin tertarik. Ia pun bergegas mengikuti pendengaran nya yang tajam untuk mengetahui lokasi pertarungan. Tak lama saat ia sampai, ia melihat Seorang Pemuda tampan bersama dengan gadis cantik tengah di kepung oleh puluhan orang berpakaian hitam.


'Seperti nya mereka pembunuh bayaran'Batin Mu Lin seraya mengamati pertarungan tak seimbang mereka. Terlihat para pembunuh bayaran itu minimal berada pada tahap Da Dou Shi bintang 4. Meskipun pemuda dan gadis itu berada di Dou Ling bintang 7(Gadis) dan Dou Wang bintang 4(pemuda) tetap saja kalau mereka kalah jumlah mereka akan tetap kesulitan.


Mu Lin mempertajam pendengaran nya saat melihat mereka mengobrol.


"Hahaha menyerah lah yang mulia, anda tak akan menang. Akan ku biarkan kalian mati dengan tenang" Ucap seseorang berbaju hitam yang akan kita sebut sebagai ketua nya.


"Bahkan jika kami mati, kami tak akan menyerah" Jawab sang gadis meski luka di tubuh nya sudah tak dapat di hitung.


"Kau pergilah dulu, biar kakak yang urus di sini" Ucap Pemuda itu seraya terus menghalau pedang yang akan menebas adik nya.


"Tidak akan! Kita pergi bersama maka pulang pun bersama! " Ucap gadis itu tak mau di bantah.


"Pergi dan lari Bailin! " Teriak pemuda itu seraya melepaskan serangan api nya.


"Tidak akan! " Si gadis tetap teguh pada pendirian nya. Hingga beberapa saat kemudian situasi mereka semakin terdesak dan mereka tampak akan kehilangan kesadaran nya. Dan ya! Gadis yang di panggil dengan nama Bailin itu pingsan karena tak sadarkan diri.


"Bailin! " Panggil Pemuda itu pada Bailin yang tiba-tiba pingsan.


Swooshh


Srakk


Dugg


"Siapa di sana? Berani nya ikut campur! " Teriak ketua pembunuh itu kala melihat bayangan yang lewat dengan cepat lalu salah satu anggota mati dengan keadaan kepala terlepas dari tubuh nya. Sedangkan Mu Lin kini sedangkan diam di sisi ketua itu dengan wajah datar tanpa suara, dan ia terlihat mengerikan. Sekejap dia menghilang Dan...


...----------------...


Tinggalkan jejak Jempol...


Buat Author semakin semangat dengan Vote...


Nilai karya author dengan Rate....


Jangan lewatkan setiap update an karya author dengan menekan tombol Favorit...


Terus dukung author...