Time Travel The Secret Agent

Time Travel The Secret Agent
T3SA Eps. 195: Sudah Selesai?



Author gak kasih crazy up, tapi author kasih double update.... Terimakasih yang masih setia dengan karya author!!!


Jangan lupa Like 😁😁



......................


Bola-bola Es tiba-tiba saja terlempar ke arah Xio Xin dan Yun Xie. Bola-bola Es itu seperti nya muncul dari bongkahan Es.


"Ck! Tidak ku sangka mereka juga akan bertambah kuat! Merepotkan sekali" Gumam Shuwan mulai merasa tidak sabar untuk segera menyelesaikan ini.


......................


Di sisi lain terlihat Shan Lan yang tiba-tiba melompat dan mengayunkan pedang nya dari bawah ke atas.


Swooossshh


Xio Xan yang menjadi lawan Shan Lan ternyata berhasil melompat mundur untuk menghindar sehingga Shan Lan menebas udara.


"Kemampuan mu cukup hebat dalam beladiri, tidak tahu dalam kultivasi kan? " Tanya Shan Lan menarik sudut bibir nya tersenyum sinis.


"Hmph kau terlalu meremehkan ku! " Ujar Xio Xan yang secara alami merasa kesal karena ucapan Shan Lan yang serupa dengan ejekan.


Xio Xan melompat mundur kemudian memposisikan pedang nya di belakang tubuh. Lalu dia melesat zig-zag ke arah Shan Lan. Dia melompat dan seraya melayang dia berujar....


"Teknik Iblis Hitam-Semburan Api Iblis! " Ujar Xio Xan kemudian menyembur kan api berwarna merah gelap ke arah Shan Lan.


"Perisai Es" Ucap Shan Lan seraya mengarahkan telapak tangan nya ke arah api yang Xio Xan sembur-kan.


Swooossshh


Dooouumm


Api milik Xio Xan membentur perisai Shan Lan dengan sangat kencang. Hal ini menciptakan hembusan angin dan goncangan yang tidak bisa di remehkan.


Dan akibat benturan antar dua elemen yang bertentangan, di sekitar daerah benturan muncul asap tipis yang menghalangi pandangan.


"Hosh! Hosh! Hosh! " Xio Xan yang melayang pun mendarat seketika, nafas nya tidak beraturan lantaran menggunakan teknik khusus Ras Iblis.


Tatapan Xio Xan fokus ke arah tempat serangan yang berbenturan, dia penasaran dengan keadaan Shan Lan saat ini.


"Itu adalah teknik Khusus yang di ajar kan Ayah. Jika itu juga gagal, maka aku harus menggunakan Teknik yang Raja Xiu perintahkan" Ucap Xio Xan lebih kepada diri nya sendiri semacam bergumam.


Lalu asap tipis tadi pun mulai menghilang, pemandangan di hadapan nya membuat Xio Xan terkejut meski sudah menebak sejak awal.


Perisai berupa bongkahan Es milik Shan Lan terlihat berlubang dengan api merah kehitaman di sisi-sisi lubang nya. Di balik sana lengan baju Shan Lan terlihat di lahap api.


Sreettt


Sontak Shan Lan menyobek lengan baju nya kemudian segera dia lemparkan. Bagaimana pun juga, ternyata api milik Iblis ini tidak dapat di remehkan.


Shan Lan menatap serius pada Xio Xan yang masih mengatur nafas seraya mengumpulkan energi gelap yang tersebar di sekitar.


'Lin Lin, aku akan segera menyelesaikan yang di sini' Ucap Shan Lan dalam hati, mengambil tombak nya kemudian melompat melesat ke arah Xio Xan dengan kecepatan yang tidak bisa di lihat kultivator biasa.


Swooossshh


Shan Lan yang berada di atas Xio Xan segera mengayunkan tombak nya dengan ujung runcing yang di hadap kan ke depan.


Xio Xan yang melihat itu segera melompat dan menghindar, namun Shan Lan terus menyerang nya tanpa. memberi jeda untuk Xio Xan bernafas.


Xio Xan kembali mengambil pedang nya kemudian merangsek maju dan ikut menyerang Shan Lan dengan ayunan pedang.


Tringg


Dua bilah besi berbenturan, Shan Lan menatap tajam Xio Xan dan begitu pun sebalik nya. Shan Lan menyeringai, Tiba-tiba....


Syuutt


Jlebb


Mata Xio Xan terbelalak, cengkraman di pedang nya melemah. Lalu dia semakin terkejut kala Shan Lan di hadapan nya tiba-tiba saja menjadi bongkahan Es yang kemudian pecah berkeping-keping.


Mata Xio Xan dengan sulit melirik ke belakang dengan nafas yang mulai putus-putus. Di belakang nya adalah Shan Lan yang menusukkan tombak ke tengah dada nya.


"Bayangan? " Tanya Xio Xan dengan suara yang sangat rendah, dia dapat menangkap senyum miring di bibir Shan Lan.


"Ternyata hanya segini saja! Aku pikir kau sekuat apa!? " Sarkas Shan Lan dengan seringai. Kemudian menambahkan energi di tombak nya.


Seketika serpihan Es muncul di luka Xio Xan. Kemudian perlahan dari sana, tubuh Xio Xan mulai membeku dan perlahan menjadi Es.


Sejenak, Chen mau pun De Lu yang sedang bertarung segera berhenti. Mereka berdua menatap sedih tubuh Xio Xan yang menjadi Es.


Brugh


Pranggg


Shan Lan meninju punggung Xio Xan yang membeku. Seketika tubuh Xio Xan pun hancur berkeping-keping menjadi serpihan-serpihan kecil.


Tanpa menoleh ke arah tubuh Xio Xan lagi, Shan Lan melesat pargi ke arah Chen yang mematung.


"Fokus pada pertarungan, Yang mulia! " Ucapan Shan Lan ini berhasil membuat Chen dan De Lu tersadar kemudian segera kembali menyerang para Iblis.


Namun para Iblis yang melihat pemimpin nya di kalahkan, segera bergerak mundur dan hendak kembali. Tapi tiba-tiba....


Swooossshh


Sringgg


Tanpa mengatakan apa pun, Shan Lan mengayunkan tombak dan melempar nya. Seketika tombak nya terbang ke langit dan membuat duplikat.


Ribuan tombak di langit itu pun menghujani para Iblis. Seketika para Iblis pun mati dengan tubuh membeku, bersamaan dengan itu nafas Shan Lan mulai tercekat.


"Ck kekuatan ku tidak pulih sepenuh nya ternyata" Gumam Shan Lan menggerutu kesal.


Lalu dia menoleh ke arah Chen dan De Lu yang baik-baik saja. Menghela nafas sejenak kemudian duduk bersila untuk mengumpulkan energi.


Chen dan De Lu segera menghampiri Shan Lan dengan banyak tanda tanya. Mereka berdiri di kedua sisi Shan Lan seraya menyarungkan pedang.


"Sudah selesai? " Tanya De Lu pada Shan Lan dengan singkat.


"Ini baru gelombang pertama, setelah nya musuh akan lebih kuat. Bersiap-siap lah...! " Ucap Shan Lan tanpa emosi yang berarti. Sementara Chen masih menatap nya rumit.


"Dimana Shuwan? " Tanya Chen tanpa basa-basi.


Shan Lan membuka mata nya yang terpejam, dia bangkit berdiri dan menatap Chen dengan datar.


"Menara Penghubung Tiga Dunia. Secepat nya kita harus menyusul Master ke sana" Jawab Shan Lan seraya menunjuk ke arah utara.


"Kalau begitu, kita lanjut kan perjalanan dengan berlari" Ujar De Lu lantang kepada para pangeran lain, sementara Chen hanya menatap tanpa gelombang saja.


Kemudian mereka pun mulai melanjutkan perjalanan menuju Menara Penghubung Tiga Dunia dengan segerombolan burung yang terbang di atas mereka.


...----------------...


Hai! Hai! Hai!


Kembali lagi bersama T3SA!!!!


Ada yang semakin penasaran? Atau ada yang mulai bosan?


Waahhh!!!!


Komen ya!! Biar author tahu letak kesalahan novel ini, dan secepatnya author revisi 😃👍


Novel ini sudah dekat-dekat dengan akhir hehehehe


Sebenarnya author mau buat Sad Ending, tapi nanti para reader's kecewa.... Jadi author buat Happy Ending dengan bau-bau Sad 😅


Jadi.... Jangan lupa komen and like!!!