
...ATTENTION PLEASE!! ...
Alhamdulillah ujian author sudah selesai....
Semoga hasil nya sesuai dengan harapan author ya, agar author dapat meraih cita-cita author :)
Terimakasih atas do'a para reader dan terimakasih kepada para reader yang masih setia menunggu kelanjutan karya author!!
Mulai sekarang author akan sering update agar cerita ini cepat tamat dan menjawab rasa penasaran para reader!!
Terimakasih!!
......................
Sreett
Syutt
Syutt
Sebuah pohon persik kembali tumbuh tak jauh dari tempat awal. Pohon itu di kelilingi akar-akar besar yang tajam dan berduri.
Lalu tiba-tiba dari balik pohon itu, muncul sulur-sulur tipis yang menyerang Wei Tianzi. Hal ini menyebabkan benang Wei Tianzi dan sulur Hu Ren saling bertabrakan.
......................
Syutt
Masing-masing serangan saling menyerang, terlihat jemari Wei Tianzi yang terus bergerak sehingga benang Ungu milik nya terus membentuk serangan.
Sementara di Pohon yang tiba-tiba tumbuh tadi, Hu Ren sedang berdiri di depan Pohon tadi dengan tangan kanan lurus ke depan dan tangan kiri sedikit menekuk di sisi.
Syuutt
Benang dan Sulur saling melilit, namun tiba-tiba Wei Tianzi menghentakkan tangan kiri nya. Sehingga benang Ungu itu menegang dan memotong sulur-sulur milik Hu Ren.
Hu Ren tersentak dan secara alami mundur satu langkah ke belakang. Mata nya sedikit melebar ketika benang Ungu Wei Tianzi berada di hadapan nya dengan membentuk pola layak nya jaring Laba-laba.
Dia pun melompat ke belakang, meletakkan telapak tangan di Pohon persik yang rimbun milik nya, sehingga pohon itu tiba-tiba dsna menyusut.
Sreett
Ketika Benang Wei Tianzi semakin mendekat, Hu Ren menekan telapak kaki nya di tanah lalu melompat melewati benang-benang itu.
Dari bawah tanah yang sudah Hu Ren injak, tiba-tiba keluar akar yang mencuat dari tanah lalu menjalar ke segala arah.
Akar-akar itu mulai membelit semua Iblis yang awal nya sedang bertarung melawan sulur.
Seketika para Iblis itu seolah di sedot cairan nya, mereka mengering lalu perlahan menjadi abu hitam yang akhir nya berterbangan.
"Ukh! " Xiu Min mengerang ketika dia tiba-tiba kehilangan fokus dan lengan nya terkena Duri di salah satu sulur.
Wei Tianzi hanya melirik kejadian tadi, lalu jemari di tangan kiri nya kembali bergerak menekuk.
Swoosshh
Benang-benang Ungu mulai melesat memotong setiap akar, lalu benang Ungu mengelilingi Hu Ren dengan pola rumit.
Kemudian Wei Tianzi menarik tangan kiri nya ke arah kanan dan mengepal tangan nya. Hal ini menyebabkan benang yang mengelilingi Hu Ren mulai saling merapat dan membelit Hu Ren.
"Akh! " Hu Ren mengerang namun sesaat kemudian tubuh nya menyusut menjadi sebuah pohon yang perlahan kembali menjadi Tunas dan biji.
"Cih! Selalu melarikan diri seperti p*ngecut! " Umpat Wei Tianzi dengan meludah ke samping.
Dia memperhatikan sekeliling di mana akar-akar tadi mulai menyusut kembali ke tanah. Hal ini membuat sendi di jari Wei Tianzi secara alami melemas setelah tadi begitu tegang hingga urat-urat nya menonjol. Tiba-tiba....
Syuutt
Syuutt
Dia dapat merasakan Energi Qi dan Energi kehidupan milik nya yang seolah tersedot keluar.
Manik mata Ungu nya terarah ke salah satu pilar yang masih berdiri kokoh. Terdapat Pohon dengan Hu Ren yang menempel di batang nya.
Hu Ren terlihat merentang kan tangan kiri nya ke depan dan tangan kanan nya ke samping.
Wei Tianzi hanya diam dengan ekspresi tenang nya, kemudian dia menyeringai. Dan tiba-tiba....
Sreett
Pedang di tangan kanan Wei Tianzi yang belum terlepas itu dengan segera menebas akar milik Hu Ren dalam sekali ayunan dari bawah ke atas.
Sreett
Sreett
Wei Tianzi menghilang dan kembali muncul di hadapan Hu Ren seraya mengayunkan pedang nya dari arah samping.
Hu Ren yang tidak sempat menghindar, hal ini menyebabkan batang pohon persik tadi terbelah menciptakan lubang goresan yang dalam.
Hu Ren menghilang dan muncul di tempat yang tidak jauh dengan tangan kanan memegang perut nya yang berdarah dengan luka tebasan.
"Ini memang sudah beribu-ribu tahun sejak terakhir kali kita berduel, tidak menyangka kalau kamu sama sekali tidak berubah" Ucap Wei Tianzi dengan raut wajah penuh ketenangan.
"Hah! Hah! Hah!" Nafas Hu Ren tidak beraturan, namun dia tetap memaksa untuk mengeluarkan akar-akar guna mengurangi jumlah Iblis yang masih hidup dan bernafas.
Swingg
Tanpa di duga, Hu Ren membuat segel tangan. Seketika dari bawah kaki nya keluar Kayu, bukan lagi akar seperti sebelum nya.
Notes: Kayu yang keluar itu seperti Jurus Mokuton milik Yamato atau Hashirama dalam Film Anime Naruto Shippuden.
Di dahi Hu Ren muncul tanda simbol Tiga daun, bola mata Hu Ren pun mulai menghitam bersamaan dengan kayu tadi yang mulai membentuk sesuatu.
Sreett
Wei Tianzi melangkah mundur satu kali ketika Kayu-kayu milik Hu Ren membentuk patung raksasa, semacam Patung Bunga Bangkai Raksasa (Raflesia Arnoldi)
"Haaaaaaatthhh!! " Hu Ren pun melompat dan berdiri tepat di mahkota bunga kayu tadi.
Tatapan nya tertuju pada Wei Tianzi yang terlihat cukup terkejut dengan kemampuan Hu Ren.
"Hemm.... Rupa nya kamu cukup berkembang ya? " Gimana Wei Tianzi seraya menyentak pedang di tangan kanan nya.
Seketika Pedang itu mulai memanjang dengan ujung yang mulai melengkung. Kedua ujung nya melengkung, bersamaan dengan muncul nya tali yang melintang di antara dua ujung.
Seketika pedang hitam milik Wei Tianzi pun berubah menjadi Panah Hitam yang pernah Wei Tianzi gunakan saat menyerang Istana Zhao dulu.
Wei Tianzi pun menekuk tangan nya, dia pun menarik tali busur dan seketika muncul anak panah berwarna hitam dengan ujung runcing berwarna ungu.
"Tapi masih belum cukup untuk mengalahkan ku" Ujar Wei Tianzi lagi melanjut ucapan pertama nya tadi.
Wei Tianzi dengan panah hitam besar nya, dan Hu Ren dengan Bunga Kayu Raksasa nya. Mereka saling berhadapan sehingga membuat pemandangan yang menakjubkan.
...----------------...
Woah!!!! Author seneng banget pas bayangin mereka ehehehe....
Seandainya cerita author ini di jadikan Komik atau Anime.... Pasti gambar nya keren, ehehehe!
Ayo komen dan Like karya author!!! Jangan lupa mampir di karya sebelah.... West Frontiers-Cuanxing Village.