Time Travel The Secret Agent

Time Travel The Secret Agent
T3SA Eps. 21 : Masa Lalu penuh Penderitaan



"Nama ku Du Xie, aku akan bercerita kepada mu tentang kehidupan ku, tapi kamu harus benar benar mendengarkan karena aku hanya bercerita sekali "Ucap wanita cantik bernama Du Xie.


" Hemm"Mu Lin mengangguk saja dan mempersilahkan Du Xie untuk bercerita.


......................


...(-Flashback-)...


Gadis cantik dan manis itu terbaring lemah di dalam gua yang lembab. Mata Phoenix nya sayu dan sembab, kulit wajahnya pucat pasi. Dia adalah Du Xie, seorang kultivator ber elemen dasar Es.


Dia tengah menangis tanpa suara meratapi nasib nya yang menyedihkan. Di buang oleh keluarga nya sendiri karena tidak bisa meningkatkan kultivasi nya, atau macet di level tertentu. Ya! dia macet di tahap dou practitioner bintang 6, sudah sejak umur 10 tahun dan ia tak pernah bisa naik level lagi.


Suatu hari ia memutuskan untuk berjalan jalan di sekitar hutan, namun tiba-tiba...


"To-Tolong! Tolo-long! " Terdengar suara rintihan seseorang dari arah depan Du Xie. Segera ia berjalan kembali mencari orang yang meminta tolong tersebut. Tak lama kemudian, ia melihat seorang pemuda berpakaian bangsawan yang memiliki luka di dada kanannya dan perut nya. Ia segera menghampiri pemuda tersebut dan mengecek nadi nya.


"Masih Hidup" Gumam Du Xie setelah memeriksa nadi tersebut, walau lemah tapi masih ada kesempatan. Ia segera memapah pemuda tersebut dan di bawa kembali ke gua tadi, tak lupa ia juga mencari beberapa tanaman obat untuk menghentikan pendarahan.


Du Xie merawat pemuda tersebut dengan telaten, hingga setelah 5 (lima) hari tidak sadarkan diri akhirnya pemuda tersebut mulai membuka kelopak mata nya secara perlahan. Hal yang pertama kali pemuda tersebut lihat adalah seorang gadis cantik bertubuh kurus yang tidak terawat sedang duduk bersila.


"Engh.... Dimana? " Pemuda tersebut mengerang merasakan sakit di perut dan dadanya, mendengar itu Du Xie langsung membuka mata nya dan tersenyum manis yang dapat membuat para lelaki terpana termasuk pemuda tersebut.


"Akhirnya kau sadar" Ucap Du Xie penuh syukur, lalu pemuda tersebut mencoba untuk duduk dan segera di bantu oleh Du Xie.


"Siapa kau? Dan ini dimana? " Tanya pemuda tersebut dengan wajah datarnya.


"Aku orang yang menyelamatkan mu, ini gua tempat ku tinggal. Maaf kalau kau tidak nyaman" Ucap Du Xie sambil menunduk, pemuda tersebut langsung merasa bersalah dan iba.


"Bagaimana kau bisa tinggal di sini? " Tanya pemuda tersebut dengan suara penasaran. Mendengar itu tatapan Du Xie semakin sendu, mata nya kembali berkaca kaca mengingat kejadian yang sudah menimpa nya.


"Aku-Keluarga ku membuang ku di sini karena aku tak bisa naik tingkat atau macet kultivasi" Jawab Du Xie semakin menunduk dan tanpa sadar air mata nya lolos begitu saja. Melihat itu sang pemuda langsung mengelus punggung tangan Du Xie seolah mentransfer kekuatan.


"Maaf membuat mu mengingat hal itu" Ucap pemuda dengan perasaan bersalah nya. Du Xie pun mengangguk lalu mengusap mata nya yang ber air.


"Akhh... Aku lupa menanyakan namamu, nama ku adalah Ying Jun, siapa namamu? " Ucap pemuda itu setelah melihat Du Xie yang sudah tidak menitiskan air mata lagi.


"Nama ku Du Xie" Ucap Du Xie seraya tersenyum dan senyuman tersebut di balas oleh pemuda bernama Ying Jun.


Hari berganti hari, Sebulan sudah lamanya Ying Jun berada dalam gua bersama Du Xie, tanpa terasa perasaan yang ada di hati mereka kini tumbuh kian menguat seiring masa pemulihan Ying Jun. Bahkan dengan bantuan Ying Jun, Du Xie sudah bisa naik tingkat.


"Xie'er aku ingin mengatakan sesuatu yang penting dengan mu" Ucap Ying Jun memanggil Du Xie yang tengah menyapu depan gua dengan elemen anginnya.


Notes:Elemen Du Xie\= Es (Murni), Air, Angin.


Elemen Ying Jun\=Api(Murni), Magma, Angin.


"Yaa" Du Xie pun segera menghampiri Ying Jun, di lihat nya Ying Jun yang sedang duduk sambil bersender pada batu.


"Ada apa? " Tanya Du Xie menyadarkan Ying Jun dari pikiran nya.


"Xie'er aku... " Ying Jun tampak ragu untuk berbicara kepada Du Xie.


"Aku apa? " Tanya Du Xie penasaran.


"Xie'er aku mencintaimu" Ucap Ying Jun Lirih sambil memegang kedua tangan Du Xie dan menatap manik mata biru milik Du Xie.


"A'Jun aku juga mencintaimu" Ucap Du Xie membalas tatapan Ying Jun. Tatapan mereka kian menghangat, mereka saling merasakan betapa kencang nya degupan jantung mereka.


Telunjuk Ying Jun menyentuh dagu Du Xie dan mengangkat nya lembut, wajah mereka semakin mendekat dan tanpa sadar bibir mereka bertemu. Mereka saling membalas ci*man itu, dan saling menyatakan perasaan dengan cara tersebut.


Dalam tenggelam nya perasaan mereka terhadap masing-masing, mereka mulai terbawa dan mulai melakukan hal yang tidak seharusnya di lakukan oleh mereka.


Setelah kejadian itu hubungan mereka semakin dekat walau tanpa ikatan. Tak terasa sudah 2(dua) bulan lamanya Ying Jun bersama Du Xie, ia ingin membawa Du Xie pulang ke istana nya. Ya! Ying Jun adalah seorang putra mahkota kerajaan Ying, ia berada di hutan karena para pembunuh yang mengejarnya. Ia memutuskan untuk kembali ke istana untuk menikah bersama Du Xie.


"Xie'er aku akan kembali ke istana siang ini" Ucap Ying Jun seraya memegang kedua tangan Du Xie. Du Xie segera menatap mata elang milik Ying Jun.


"Dan kau meninggal kan aku? " Du Xie sudah tahu kalau Ying Jun adalah seorang putra mahkota. Ying Jun yang mendengar itu langsung memberi tatapan meyakinkan.


"Aku akan membawa mu bersama ku" Ucap nya dengan nada serius.


"Tidak! Aku sudah senang tinggal di sini, aku takut aku tak akan di Terima di sana" Du Xie menunduk dalam, Ying Jun yang mendengar itu pun langsung mengangkat wajah Du Xie dengan telunjuk nya.


"Kalau begitu.... Begini saja.... Aku akan ke istana untuk memberi tahu kaisar, bila di ijin kan aku akan kembali ke sini untuk menjemput mu dan menikahi mu. Bila aku tak di ijin kan aku akan tetap ke sini untuk membawa mu pergi. Bagaimana? " Tanya Ying Jun tersenyum dan ia melihat Du Xie dengan tatapan meyakinkan dan tulus.


"Apa itu tidak apa-apa? " Tanya Du Xie ragu.


"Hemmm.... Baiklah asal kan kau berjanji" Ucap Du Xie mengacungkan jari kelingking nya dan segera di sambut oleh Ying Jun. Lalu mereka pun bertatapan dan kembali saling menyentuh kan bibir mereka. Mereka pun mulai terbawa suasana dan melakukan hal terlarang lagi.


Siang pun tiba, Ying Jun sudah bersiap membawa pakaian nya saat pertama kali datang ke hutan itu. Tak lupa juga ia membawa gantungan giok identitasnya sebagai Pangeran.


"Tunggu lah aku akan kembali dalam satu bulan" Ucap Ying Jun seraya mengecup singkat bibir Du Xie dan mengelus puncak kepala Du Xie.


"Aku akan menunggu mu" Jawab Du Xie tersenyum dan memeluk Ying Jun.


Akhirnya Ying Jun pun melesat menggunakan ilmu peringan tubuh nya menuju istana dan membelah hutan dengan kecepatan tinggi nya. Tak lama ia pun tiba di gerbang istana dan segera memperlihatkan giok identitasnya. Melihat itu para penjaga segera tersenyum senang dan membuka pintu gerbang dengan penuh syukur.


Ia segera menuju aula keluarga setelah mengetahui bahwa keluarga nya berada di sana dari para kasim. Saat berada di depan pintu, sang kasim yang melihat kedatangan putra mahkota yang telah lama hilang pun segera tersenyum senang.


"Putra Mahkota Ying Jun tiba! " Teriak sang kasim sukses membuat seluruh keluarga kerajaan baik kaisar, permaisuri, ibu suri, putri, pangeran bahkan selir pun langsung berdiri dari duduk nya dan menatap ke arah pintu dengan perasaan campur aduk antara senang, rindu, terkejut dan penasaran menjadi satu.


Pintu terbuka memperlihatkan seorang pemuda dengan pakaian yang sedikit kotor dan wajahnya tersenyum kaku. Seluruh anggota kerajaan yang berada dalam aula keluarga segera memekik bahgia dan berlari memeluk Ying Jun.


"Dari mana saja kau nak? Tidak tahu kah kami semua mengkhawatirkan mu? " Tanya kaisar memeluk Ying Jun dan tak terasa air mata mereka semua lolos keluar.


"Bagaimana hiks keadaan mu? hiks apakah kamu hiks terluka? " Permaisuri menangis sesegukan sambil memeluk Ying Jun erat dan tak ingin lepas.


"Kau membuat nenek mu ini khawatir! " Ucap Ibu suri ikut memeluk Ying Jun sambil menyeka air matanya yang tumpah.


Para pangeran dan putri pun menanyakan kabar nya, tak lupa juga para selir yang ikut senang dengan pulang nya Ying Jun.


Ying Jun pun menceritakan tentang bagaimana dia bisa berada di hutan, lalu terluka dan di tolong Du Xie. Ia meminta kepada ayah nya untuk menikahkan dia dengan Du Xie, namun sayang nya Ying Jun harus menikah dengan seorang putri dari Kekaisaran lain untuk menjalin hubungan kedamaian, Ying Jun pun di paksa untuk menikahi beberapa wanita bangsawan dan putri untuk di jadikan selir. Ying Jun menolak keras dan membuat kaisar marah. Yang membuat kaisar marah adalah Ying Jun berkali-kali mencoba melarikan diri dari istana hingga terpaksa kaisar mengurung nya hingga hari pelantikan tiba, kira kira sekitar satu bulan lagi.


Satu bulan berlalu, Ying Jun menikah dengan putri dari Kekaisaran Gu, dia adalah putri Gu Li Jia. Seorang putri yang baik hati, pada saat pernikahan Ying Jun di kendalikan oleh Kaisar dengan kekuatan nya.


Sedangkan di hutan, Du Xie menunggu kedatangan Ying Jun dengan perasaan resah nya. Perasaan nya tidak enak sejak malam, kini Ying Jun yang tak kunjung datang membuat perasaan Du Xie semakin Gusar. Ia memutuskan untuk berfikiran positif dan mengira bahwa Ying Jun sedang sibuk.


Keesokan harinya Du Xie kembali menatap langit sambil menunggu kedatangan Ying Jun, namun tiba-tiba perutnya sakit dan membuat nya lemah. Ia memeriksa nadi nya sendiri dan alangkah terkejutnya ia merasakan sebuah pertanda bahwa Dia Hamil.


Hari hari berlalu dengan Du Xie yang tak putus asa terus menunggu kedatangan Ying Jun. Saat ia berjalan jalan menyusui dalam nya gua, ia melihat sebuah telur berwarna putih yang bercahaya saat ia mendekat. Ia terus mendekati telur tersebut lalu terdengar suara....


"Master.... " Suara laki-laki terdengar dari telur tersebut membuat Du Xie ter lonjak kaget.


"Ka-Kau?! " Pekik Du Xie dengan mata melebar.


"Berikan darah mu master" Suara itu kembali terdengar dan semakin jelas. Ia ragu tapi ia saat ia menyentuh telur itu dengan hati hati, secara tiba-tiba telur tersebut bergetar.


"Teteskan darah mu master... " Akhirnya dengan perasaan ragu, ia menggores jari nya dengan pedang milik nya, lalu ia meneteskan darah nya pada telur tersebut. Tiba-tiba telur tersebut bergetar dan retak, Telur tersebut pecah dan seekor burung biru kecil muncul lalu mulai mengepakkan sayapnya.


"Terimakasih master"Burung biru tersebut berbicara memecahkan keheningan yang melanda di antara mereka berdua. Mata Du Xie kembali melebar mendengar suara itu ternyata benar berasal dari makhluk di hadapan nya.


" Kau? Kau itu apa? "Tanya nya sedikit takut.


" Aku adalah burung Phoenix yang melegenda, kini kau adalah tuan ku. Aku akan menjadi tunggangan mu kelak. "Ucap sang burung Phoenix lalu burung tersebut bertengger di bahu kiri Du Xie.


" Siapa nama mu? "Tanya Du Xie lagi.


" Aku tak memiliki nama tuan"Ucap Phoenix.


"Baiklah sekarang namamu adalah Shan Lan"Ucap Du Xie sambil tersenyum lalu mengusap pelan perutnya. Phoenix itu hanya mengangguk dan berterima kasih, lalu mereka keluar dari kedalaman gua. Sejak saat itu Shan Lan sering membantu mempercepat kultivasi Du Xie, Shan Lan juga memberikan sebuah kalung Giok yang merupakan kunci dimensi Biru. Du Xie menguatkan tekad untuk menjadi kuat dan menyusul Ying Jun.


...----------------...


Kasih visual ga ya???


Komen di bawah, yg mau pakek visual like....


Part selanjutnya masih Flashback ya readers.....


Like


Vote


Komen


Favorit


Author berterima kasih atas dukungan yang readers berikan. Author berterimakasih sebesar-besarnya kepada readers yang terus mendukung author dari titik terendah.


Author cinta kalian semua💞💞😘😘