
Sementara Pemuda itu tampak kembali menarik sudut bibir nya mengulum senyum di wajah nya yang sangat tampan.
"Shuwan.... Shuwan.... Gadis, kau telah menarik perhatian ku" Gumam nya lagi, namun kali ini dia menyeringai.
......................
Namun tiba-tiba De Lu bergerak dan meninju perut Chen, lalu De An mengayunkan lengan nya berniat menyakar. Beruntung Chen segera menghindar.
"Lawan mu adalah kami" Ucap De Lu menyeringai dan mengeluarkan pedang nya. Bersamaan dengan De An ikut menerjang Chen.
Sementara itu Shuwan menghentak kan kaki nya, uap dingin tiba-tiba menguar dari tubuh nya. Di bawah kaki Shuwan, muncul bongkahan es yang meruncing ke atas.
"Lumayan" Komentar Shuwan lalu melompat dan berbalik di atas udara seraya menarik pedang nya.
Kemudian ia menghilang dan muncul di hadapan Di Sin seraya mengayunkan pedang nya yang di selimuti uap dingin.
'Cepat nya' Batin Di Sin terkejut dan secara alami menarik pedang nya guna menahan serangan Shuwan.
Tranggg
Dua bilah pedang tampak saling berbenturan, uap dingin menguar dari pedang Shuwan. Hal ini membuat tangan Di Sin bergetar karena dingin nya.
"Teknik Halilintar- Sambaran Seribu Burung" Tiba-tiba Shuwan mengangkat tangan kanan nya yang muncul gumpalan petir ungu gelap.
Kemudian dengan secepat cahaya, dia bergerak mengarahkan serangan nya pada Di Sin seperti sedang menusuk.
Sreettt
Menyadari arah serangan Shuwan, Di Sin secara alami menghindar ke arah kanan. Namun siapa yang menyangka kalau secara tiba-tiba Shuwan menendang Di Sin menggunakan kaki kiri nya.
Brukkhh
Di Sin jatuh tersungkur di tanah. Tak ingin mensia-siakan kesempatan, Shuwan mundur sedikit dan menggerakkan tangan nya seperti menusuk tepat ke arah jantung Di Sin.
Happp
Tak ingin gugur dengan cara yang sama seperti saudara nya, Di Sin menangkap dan mencengkram tangan kanan Shuwan.
Namun justru hal itu membuat Di Sin mengerutkan dahi nya dengan dalam. Bulir-bulir keringat jatuh dari pelipis nya, dia seperti sedang kesakitan.
'Apa ini? Kenapa Qi ku berkurang drastis? 'Batin Di Sin menatap Shuwan dengan tatapan bertanya. Seolah mengerti arti dari tatapan Di Sin, Shuwan pun
berkata....
"Kau b*doh! " Ucapan Shuwan membuat Di Sin tersadar dari lamunan nya yang sedang memikirkan letak kesalahan yang ia perbuat.
'Astaga! Bagaimana mungkin aku dapat melupakan hal ini? Semua pengendali Element Petir atau sejenis nya dapat menyerap Qi lawan' Batin Di Sin dengan cekatan melepas kan cekalan tangan nya pada pergelangan tangan Shuwan kemudian melompat ke belakang.
Shuwan tersenyum miring kemudian menghentak kan kaki nya dengan aura yang begitu dingin menguar dari tubuh nya. Kemudian dia menerjang menggunakan gumpalan petir di tangan kanan nya.
Sreettt
Shuwan menghunuskan tangan kanan nya ke arah depan, dan mengayunkan pedang di tangan kiri nya membentuk garis miring terbalik ().
Swooossshh
Di Sin memperkirakan jarak serangan Shuwan, kemudian dia menangkis pedang Shuwan dengan pedang di tangan kanan nya dan menahan tangan kanan Shuwan dengan tangan kiri nya yang membentuk pelindung.
'Sekilas dia terlihat hebat dan teliti. Namun jika di perhatikan lebih baik, dia terlalu berhati-hati untuk hal. kecil sehingga tidak memiliki persiapan yang bagus untuk hal besar. Kelemahan nya terlalu terlihat' Batin Shuwan yang hanya diam saat Di Sin menghunus kan pedang nya yang berwarna kemerahan.
Zzzrrrzzhhh
Tiba-tiba belum sempat pedang Di Sin mengenai tubuh Shuwan, muncul bongkahan Es yang runcing dari bawah kaki Shuwan yang menjulang ke atas menangkis serangan Di Sin.
'Dia memang hebat, tak heran Yui dapat di kalahkan nya' Gumam Di Sin dalam hati seraya memperhatikan setiap rinci gerakan Shuwan.
"Baik, cukup sampai di sini karena aku lelah" Ucap Shuwan kemudian melompat mundur tanpa melihat ke belakang seraya merapalkan mantra dan membuat segel tangan.
Hal ini membuat Di Sin secara alami memiliki kejutan dalam benak nya. Terutama dengan warna mata Shuwan yang begitu kontras.
"Teknik Legenda- penghancur Bulan" Kemudian sebuah bola hitam seukuran bola golf keluar dari telapak tangan Shuwan dan melayang ke atas.
Lalu seolah memiliki gaya gravitasi sendiri, tanah yang menjadi tempat mereka berpijak mulai terangkat dan melayang mendekati bola hitam tadi.
Bbbbrrrttthhhh
"Apa ini? " Pekik Di Sin terkejut saat dia ikut terangkat bersama dengan tanah tempat ia berpijak saat ini.
***
Tringgg
Chen menahan serangan De Lu kemudian melompat menghindar saat De An menerjang nya dengan cakaran.
De Lu mengatup kan tangan nya kemudian di buka kembali memunculkan pusaran angin yang perlahan membesar dan hampir melahap sekitar.
Namun hanya membuat jarak pandang Chen menyempit sehingga memiliki banyak celah terbuka. Sayang nya Chen bukan orang b*doh!
Chen menggunakan indra pendengaran dan peraba nya, dia dapat mendengar pergerakan dari arah yang saat ini dia yakini adalah arah serangan.
Segera Chen mengayunkan pedang nya yang di aliri Qi kemudian melompat dan mencari jalan keluar.
"Seperti nya... Kau akan kalah seperti dulu Zhao Li Chen" Ucap De Lu yang entah berada di mana, hanya terdengar suara tanpa wujud fisik.
...[~Flashback~]...
Brukkkhh
Seorang Pria muda berusia sekitar 15 Tahun dengan manik mata hijau emerald tampak jatuh tersungkur dengan sudut bibir yang robek.
"Pengkhianat! " Ujar pria muda itu menatap tajam pria muda lain nya yang memiliki warna mata hijau bergaris runcing yang menatap nya datar.
"Aku bukan pengkhianat! Tapi sejak awal kita memang tidak bisa bersama" Balas pria muda beriris runcing itu seraya menbuang pandangan ke samping, enggan menatap pria muda yang tersungkur itu.
"Seharus nya aku sudah tahu sejak awal" Lirih Pria muda bermata hijau itu dengan sendu kemudian bangkit dengan aura membunuh yang menguar dari tubuh nya.
"Kalau begitu, jangan salah kan aku! Kau yang meminta nya Kang De Lu!! " Lanjut pria itu lagi berujar, perlahan bola mata nya memerah dengan iris yang tetap berwarna hijau.
Bersama dengan itu kuku jari nya memanjang beberapa sentimeter, lalu sepasang taring yang tidak terlalu panjang muncul mencuat dari balik bibir nya yang manis.
"Aku akan membunuh mu Zhao Li Chen!! " Ujar pria beiris runcing yang bernama Kang De Lu tersebut seraya menarik pedang nya yang menguar kan aura hijau.
Pria muda dengan taring yang di panggil Zhao Li Chen tadi pun berlari seraya menghunus kan pedang nya dengan kecepatan yang tidak bisa di lihat mata telanjang.
...----------------...
Hai....!
Apa kabar?
Harus baik dong ya!!!
Jangan lupa LIKE!!
WA: +6282123981798(Dua grup yang mengirim Film setiap minggu nya)
IG: @lrnrrhmnia1412
Email: rahmanialiranur@gmail.com
Selalu dukung author!!!