
"Huh! Aku pikir kalian akan dapat bertahan sedikit lebih lama lagi.... Tak ku sangka hanya akan sampai di sini, Ya sudah lah... Aku pergi dulu! Berdoa saja agar aku berbaik hati untuk melepaskan anak-anak kalian" Ucap Wei Tianzi terkekeh sinis kemudian pergi meninggalkan Para Kaisar yang tengah sekarat.
......................
Dia menoleh ke arah Li Chen dan De Lu yang bekerja sama sehingga para Iblis itu musnah dalam sekali serangan. Kemudian Shuwan segera menatap ke depan lagi saat.....
Sringg
Dzzzrrtttssh
Shuwan dengan cepat mengangkat belati yang kebetulan masih di genggam oleh nya kemudian menangkis serangan pedang Xiu Min yang di aliri energi Petir.
Xiu Min semakin menekan pedang nya dengan raut wajah dingin, Dan Shuwan menyadari kalau pedang Xiu Min sedikit demi sedikit berhasil membuat belati nya terbelah.
Shuwan segera mengangkat kaki nya guna menendang Xiu Min. Namun raja Iblis itu dengan cepat melompat ke belakang untuk menghindari nya.
Swooshh
"Teknik Raja Angin-Hempasan Tangan Iblis! "Ujar Xiu Min mengarahkan tangan kiri nya je arah Shuwan.
Akibat nya Shuwan terdorong namun dengan segera menstabilkan diri agar tidak terhempas oleh dorongan angin milik Xiu Min yang ti,pelan.
" Teknik Api-Semburan Api! "Ucap Xiu Min lagi seraya menyemburkan api melalui mulut nya saat Shuwan sedang menarik pedang dari sarung nya.
Swooshh
Api menyambar dan sedikit lagi sampai pada Shuwan, hingga gadis itu melakukan sesuatu yang cukup sulit di percaya.
Krakk
Api yang Xiu Min semburkan tiba-tiba saja berubah menjadi Es saat tangan kanan Shuwan terulur untuk menyentuh nya.
Jika serangan Xiu Min adalah serangan tipe air, mungkin hal yang Shuwan lakukan dapat di Terima logika karena pada dasar nya elemen Shuwan adalah Es.
Tapi serangan yang Xiu Min keluarkan adalah Serangan Es, Mustahil rasa nya untuk membekukan api yang tidak memiliki wujud cair!
Namun rupa nya Xiu Min tidak berhenti di situ, dia kembali melesat dengan pedang nya mengabaikan tombak yang sempat dia pakai tadi.
Swoooosshh
Xiu Min meletakkan telapak tangan kanan nya di tanah, seketika tanah pun bergetar membuat perhatian semua orang teralihkan.
Asap hitam mengepul di sekitar Xiu Min sebelum akhir nya berubah menjadi seekor naga hitam yang pernah Shuwan lihat.
Rrrooooaaaaarrrkkhh
'Bukan kah dulu aku berhasil membunuh Naga itu? Kenapa ada lagi? 'Gumam Shuwan dalam hati dengan dahi mengerut dalam.
Seolah mengerti arti ekspresi minim Shuwan itu, Xiu Min menyeringai dan menjawab dengan tenang....
"Sebagai Iblis, aku tentu dapat membangkitkan sesuatu yang telah mati selama itu masih dalam batas jangkauan ku" Jelas Xiu Min membuat kerutan di dahi Shuwan memudar perlahan.
"Huft! Seperti nya aku harus kembali berurusan dengan Naga ini.... Lagi" Ucap Shuwan dengan suara rendah dan menarik nafas kemudian membuang nya perlahan.
"Tapi harus kau tahu.... Naga ini jauh lebih kuat dari yang dulu kau bunuh! " Ucap Xiu Min lagi seraya melesat bersama Naga yang ia pijaki punggung nya itu.
Naga itu mengaum lalu menggeram dengan suara yang begitu memekikkan telinga. Kemudian Naga itu membuka mulut nya dengan asap hitam di sekitar mulut Naga tersebut.
Lalu tiba-tiba sebelum Naga itu menyemburkan api nya, Li Chen berada di sisi Shuwan dan segera menarik Shuwan menjauh.
"Ada apa? " Tanya Shuwan pelan saat mereka sedikit menjauh dari Naga yang sedang mempersiapkan serangan itu.
"Ada yang ingin ku berikan pada mu" Ucap Li Chen seraya merogoh kantong pakaian nya.
Setelah menemukan barang yang di inginkan. Li Chen meraih tangan kanan Shuwan dan meletakkan sesuatu yang terasa dingin di sana.
"Maaf aku tidak bisa menjaga nya" Ucap Li Chen dengan suara lemah, dia menatap Shuwan yang sedang fokus memperhatikan sesuatu di tangan nya.
Itu adalah sebuah bulu! Bulu yang lembut berwarna biru dan terasa dingin. Tidak salah lagi!
"Shan Lan?" Tanya Shuwan pada Li Chen yang di angguki oleh Li Chen dengan ragu.
Shuwan terlihat marah dan menggenggam erat bulu di tangan nya. Kemudian Shuwan memejamkan mata nya.
Bulu tadi pun berubah menjadi aliran Energi yang perlahan masuk ke dalam tubuh Shuwan. Dan Shuwan tentu nya menyadari itu!
"Kamu tahu bukan? Kita bisa membangkitkan Phoenix itu dengan memanggil jiwa nya menggunakan Energi yang berhasil di kumpulkan" Ucap Li Chen takut Shuwan marah pada nya.
"Aku tahu! Dan aku akan melakukan nya! Kamu tenang saja dan lakukan tugas mu sebagai Pangeran" Ucap Shuwan dengan tatapan tenang, dia mengerti ke khawatiran Li Chen.
"Baiklah! "
***
Satu detik Kemudian Shuwan sudah kembali ke tempat awal dia berdiri. Tepat di hadapan Naga yang akan menyemburkan api nya.
"Pertarungan Yang Sebenarnya baru saja Di mulai!! " Ucap Shuwan dengan tatapan dingin nya.
Swwoooosshh
Shuwan mengarahkan tangan kanan nya ke depan dengan posisi lurus. Tepat saat api itu akan menyentuh tangan nya, Shuwan menggumamkan sesuatu....
"Teknik Dewa/Dewi - Ledakan Elemen Cahaya! " Ujar Shuwan dan dari tangan kanan nya keluar Cahaya yang kemudian dengan cepat merambat ke seluruh api.
Syyuutt
Duuaaaarrrrrrkkhhh!
Seketika Api itu meledak dan menghilang di udara dengan kecepatan yang tak terlihat. Namun rupa nya api yang Naga itu semburkan tidak hanya satu!!
Tiga api semakin yang kini melesat ke arah Shuwan. Salah sedikit saja dari langkah yang Shuwan ambil, mungkin Shuwan sudah tidak lagi dapat berdiri Seperti ini!
Shuwan masih diam tak bergeming dengan posisi yang tidak berubah sedikit pun. Jika saja Shuwan tidak mengedip kan mata, orang mungkin akan berpikir kalau dia itu sudah mati berdiri.
Hingga api yang Naga itu semburkan semakin dekat dan semakin terasa hawa panas nya. Wajah datar Shuwan mulai merasakan panas yang menerpa kulit wajah nya.
Syyuutt
Belum sempat Shuwan bereaksi lebih, ketiga bola api yang Naga itu semburkan seketika hilang. Lenyap seolah tidak pernah ada.
Slapp
Seorang remaja laki-laki muncul di hadapan Shuwan dengan posisi satu lutut tertekuk dan menghadap ke arah Xiu Min.
"Apa aku terlambat... Shuwan? " Tanya sosok laki-laki itu seraya bangkit dan melempar senyum tipis ke arah Shuwan.
"Kau terlalu lambat.... Luan! "
...----------------...
Karena mereka kembar.... Jangan harap Shuwan mau memanggilnya kakak! Memanggil Yixuan serta Xuan dengan sebutan kakak saja rasa nya sedikit Asing.
Apa lagi jika di suruh memanggil Luan dengan sebutan serupa! Hehehe....
Gimana? Gimana? Makin seru gak!? Udah ampir sampe puncak klimaks nih!!!
Huaaahh Dikit lagi tamat!
...Attention Please!!...
Author ingin memberi tahu kalian kalau baru-baru ini Author sedang membuat cerita di aplikasi lain yaitu W*ttpad.
Jadi author sudah menetapkan sesuatu! Di aplikasi Novel Toon ini hanya akan ada Cerita Fantasi atau Romansa Istana.
Di Novel Toon hanya ada cerita yang berkaitan dengan Fantasi berlatar belakang Masa Dinasti atau zaman kerajaan.
Untuk cerita "The Female Cold KETOS" itu akan terus di lanjut karena sudah terlanjur kontrak.
Dan di aplikasi W*ttpad sendiri, author sudah merilis sebuah cerita berjudul "The Deepest"
The Deepest artinya adalah Yang Terdalam, cerita ini mengisahkan tentang perjuangan Revan untuk merebut hati Diana, Istri nya.
Pernikahan yang dilandasi perjodohan dan kerjasama membuat Diana semakin tidak menyukai Revan karena Diana telah memiliki kekasih.
Tetapi Revan tidak peduli! Bagi Revan, di dunia ini tak ada yang mustahil! Namun cinta butuh pengorbanan.
Sahabat nya mengajar Revan kalau Cinta itu tak harus memiliki. Sahabat perempuan nya itu mengajarkan Revan kalau Cinta yang suci adalah Cinta yang cukup hanya dengan melihat senyuman nya.
Hingga perlahan masalah yang melanda pun mulai mencapai klimaks nya. Revan telah menyadari betapa kokohnya hubungan Diana dengan Digo, kekasih Diana sejak masa SMA.
Dengan hati yang lapang, Revan akhirnya memutuskan untuk melepaskan Diana menuju kebahagiaan. Dia memutuskan untuk berubah haluan, dia mencintai sahabat nya yang selalu membantu dia saat kesulitan.
Namun kenyataan pahit kembali di rasakan oleh Revan. Kenyataan yang bahkan jauh lebih menyakitkan ketika dia melepas seorang Diana.
Sahabat nya.... Lagi-lagi mengorbankan sesuatu untuk menyelamatkan nya. Revan yang saat itu menderita Kanker Hati, mendapatkan donor hati dari sahabat nya.
Dan sahabat perempuan Revan itu tidak dapat di selamat kan karena sebelum ini telah mengalami kecelakaan.
Luka di hati Revan akhirnya tidak dapat di sembuhkan ketika mengetahui perasaan sahabat nya terhadap dia.
Sahabat yang selalu membantunya itu ternyata menyimpan perasaan kepada Revan. Dan Revan menyesal telah menjadi egois dan berkali-kali melukai sahabat nya.
Bisakah.... Bisakah Revan berharap kalau semua itu hanya mimpi?
***
Update nya belum menentu! Tapi Author masih terus menulis hingga beberapa chapter, Bagi kalian yang memiliki aplikasi W*ttpad silahkan mampir ya...
Dijamin tidak mengecewakan karena cerita itu dapat dibaca oleh berbagai kalangan. Meski memiliki unsur pernikahan, cerita itu tidak memiliki satu pun adegan dewasa.
Cerita The Deepest itu lebih fokus pada masalah dan klimaks dibandingkan dengan cerita lainnya yang kadang terlalu sering di putar.
Silahkan mampir!!
Dan Nantikan kelanjutan cerita nya ya😄😄😄