Time Travel The Secret Agent

Time Travel The Secret Agent
T3SA Eps. 67: Tempat Apa Ini?



"Aku akan mencoba menepati janji ku Ibu" Gumam Xuan seraya melangkah kan kaki kembali ke kediaman nya.


......................


Saat ini Shuwan sudah sampai di Hutan cahaya, kini ia sedang mencari tempat yang bernama jurang pembatas. Ia terus melesat dengan langkah angin nya membelah hutan nan luas.


Setelah beberapa saat kini Shuwan menemukan sebuah jurang yang sebrang nya terdapat seperti sebuah gurun pasir.


Shuwan dapat merasakan tarikan kuat dari dasar jurang, terdapat keraguan dalam benak nya yang ingin melompat.


'Hemm aku merasa fluktuasi aneh dari dasar' Ucap Shuwan dalam hati seraya menengok ke bawah lebih tepat nya dasar jurang.


"Kau benar! Tempat ini seperti gerbang antar dunia! " Ujar Shan Lan melalui telepati.


'Gerbang antar dunia? ' Tanya Shuwan bingung.


"Ya, dunia kultivator ini terbagi menjadi tiga bagian! Dunia atas, tengah, dan bawah. Dunia tempat kau berada itu dunia tengah, dunia yang mayoritas nya di penuhi manusia. Ada juga dunia bawah, di sana adalah tempat bangsa Demi-Human menguasai dunia. Banyak ras selain manusia di sana! Sedangkan dunia atas itu lebih banyak kultivator hebat, di sana terdapat bangsa Dewa-Dewi atau bahkan Demi-God" Jelas Shan Lan sementara Shuwan hanya menganggukkan kepala nya mengerti.


'Lalu para iblis? '


"Para iblis berada di dunia neraka, tak ada yang tahu bagaimana cara nya ke sana! Jadi dunia neraka tidak masuk dalam salah satu dunia di dimensi kultivar" Jawab nya.


"Oh? " Gimana Shuwan merasa tertarik.


"Hem seperti nya sampai sini saja perjalanan hari ini, sebaik nya aku pulang dulu mempersiapkan diri" Baru saja Shuwan ingin kembali tiba-tiba....


Swooossshhhh


Muncul sebuah portal hitam ke biru an membuat Shuwan penasaran. Entah tarikan dari mana, Shuwan mulai melangkah kan kaki nya ke dalam portal itu.


Sreeettt


Setelah Shuwan masuk portal itu menghilang dengan sendiri nya. Bersamaan dengan itu sambungan ke dimensi biru milik nya terputus.


***


Di sisi lain lebih tepat nya Kekaisaran langit, Fu Lee sedang berlatih bersama Kaisar Fu dan Fu Yixuan.


Mereka tampak sedang melatih kemampuan berpedang mereka. Sedangkan Kaisar Fu terlihat sedang melatih ilmu rahasia nya.


Trangg


Pedang Yixuan dan Fu Lee beradu, berputar, menangkis dan menghindar. Fu Lee melompat dan bersiap memberikan serangan, namun dengan cepat Yixuan menangkis nya.


Tiba-tiba Kaisar Fu berhenti berlatih dan menengadah kan kepala nya ke atas. Dahi nya yang mengernyit di sertai keringat yang mulai mwngucur nampak mengekspresikan perasaan nya saat ini.


"Ada apa ayah? " Tanya Yixuan seraya mendekati ayah nya.


"Energi adik perempuan mu menghilang" Jawab nya dengan nada khawatir.


"Apa? Lalu bagaimana? " Yixuan langsung ikut khawatir lalu pandangan nya mengarah ke Fu Lee yang ikut menengadah.


"Energi dunia neraka bocor! " Ujar Kaisar Fu seraya berlari menemui Kaisar Langit.


"Eh? " Yixuan terpekik saat ayah nya melewati nya begitu saja.


"Yang mulia tenang saja! Biar hamba yang mencari tuan putri! " Tanpa menunggu jawaban dari Yixuan, Fu Lee melesat ke arah yang berlawanan dengan Kaisar Fu meninggalkan Yixuan yang kini mencibir.


"Tcih! Menyebalkan! " Cibir nya seraya pergi menemani Kaisar Fu.


Yixuan berjalan cepat mencari keberadaan sang ayah dan Kaisar langit. Lalu ia menemukan keberadaan mereka di tepi danau, mereka tampak berbicara serius.


"Jadi bagaimana? " Tanya kaisar langit bingung.


"Akua kan ke sana memeriksa nya sendiri" Jawab Kaisar Fu cepat.


" Lee sudah berangkat menuju dunia tengah, kita hanya perlu berdoa dan menunggu kabar dari nya" Timpal Yixuan saat mendengar seruan ayah nya membuat dua kaisar itu menoleh ke arah nya.


"Dia sudah pergi? Cepat sekali" Ucap kaisar langit.


"Semoga tidak terjadi apa-apa" Kaisar Fu menengadah dan menatap langit biru yang berawan.


***


Tokk


Tokk


Tokk


"Masuk! "


Krieeett


Xuan segera membuka pintu dan masuk saat suara di dalam mempersilahkan nya. Begitu masuk ia melihat sang adik yang tengah membaca dengan tenang lalu ia pun mengulum senyum.


"Bisa kita bicara sebentar? " Tanya nya penuh harap, Luan mendongak dan menatap kakak nya yang tersenyum.


"Ada apa kak? "


"Kaisar Qin bukan ayah kandung kita"


Jdaarrr


Bagai di sambar petir, Luan menatap kakak nya dengan tatapan tidak percaya. Sedangkan Xuan tampak enggan menatap adik nya.


"Aku akan menceritakan nya, apa pun yang kau dengar ku harap kau dapat menerima nya" Luan mengangguk menyetujui ucapan Xuan, lalu Xuan pun mulai bercerita.


Xuan menceritakan semua kejadian dari mulai kehancuran Kekaisaran Fu sampai akhir nya kelahiran Luan dan Shuwan.


Sedangkan Luan hanya diam mendengar, lalu ekspresi nya berubah buruk. Setelah Xuan berhenti bercerita, ia segera melihat wajah Luan yang nampak tak enak di pandang.


"Jadi kita terpisah dengan orang tua kandung kita karena Iblis itu! " Bukan pertanyaan yang di lontarkan oleh Luan, melainkan sebuah pernyataan yang membuat Xuan mengangguk kecil.


"Apa yang terjadi kepada ayah dan kakak pertama setelah itu? " Tanya Luan pelan, Xuan pun menoleh menatap Luan yang menunduk.


"Aku tidak tahu.... Tapi aku yakin ayah dan kakak pertama masih hidup! " Xuan tersenyum seraya mengelus surai rambut hitam milik Luan.


Layak nya seorang kakak yang memenangkan sang adik yang tengah bersedih. Luan mengangkat kepala nya dan tersenyum tipis.


"Kalau begitu, aku harus mencari keberadaan ayah dan kakak pertama" Ujar Luan yakin dengan menguatkan tekad nya.


"Kita akan mencari nya bersama, bahkan Shuwan sudah tahu" Suara Xuan mengecil saat mengatakan kalimat terakhir.


"Shuwan? Dia tahu dari mana? " Tanya Luan bingung.


"Aku tak tahu, dia yang bertanya pada ku saat itu"


"....? "


"Dia bilang ada seseorang yang mengetahui kebenaran, dan dia saat ini sedang menemui orang itu" Ucap Xuan menjelaskan tentang yang di katakan Shuwan.


"Siapa orang itu? "


"Mungkin kah Paman kaisar langit? " Gumam Xuan seraya menyentuh dagu nya.


"Apa yang kau katakan kak? " Tanya Luan bingung karena tak mendengar jelas ucapan Xuan.


"Tidak lupakan, Sebaik nya kita berlatih agar bisa menjadi lebih kuat! Lihat lah bahkan Shuwan sudah bisa mengalahkan orang yang mengalahkan mu" Ucap Xuan seraya bangkit dari duduk nya.


"Baik! Aku akan lebih kuat dan melindungi semua nya! " Tekad Luan seraya mengepalkan tangan nya dan tersenyum.


Xuan yang melihat itu ikut tersenyum meski firasat nya buruk saat ini. Setelah itu Luan mengantar Xuan yang pergi untuk berlatih, tak lupa juga ia berlatih untuk memperkuat diri.


***


'Tempat apa ini? 'Batin Shuwan bingung saat melihat tempat setelah sekeliling nya gelap.


Tempat itu seperti dunia pada umum nya namun langit terlihat lebih gelap di sertai cahaya kemerah-merahan.


Awan hitam menggulung menutupi sebagian langit, aura negatif menguar membuat siapa pun bergidik.


Shuwan dapat merasakan nya, Shuwan mencoba Menelepati Shan Lan. Namun Nihil, ia tak bisa melakukan nya.


'Shan Lan! 'Panggil Shuwan melalui Telepati.


Hening!


Tak ada ada suara apa pun dalam benak nya. Shuwan bahkan memanggil An Ri, Erlang dan Hu Ren, namun hasil nya masih sana. Nihil!


Perasaan cemas mulai menjalar di benak nya, ia bahkan tidak tahu bagaimana cara nya kembali. Pada akhir nya ia memilih untuk menelusuri dunia tempat ia berada saat ini.


...----------...


Jangan lupa dukung author melalui...


Like


Vote


Rate


Favorit


Ada yang ingin berteman lebih jauh dengan author? Yuk hubungi author....


Author orangnya care kok, ga mudah tersinggung, bisa cepat akrab dan sedikit blak-blakan.


IG: @lrnrrhmnia1412 (Follow yak, Author follback kok)


WA: +6282123981798(Lira Nur) (Untuk para wibu pecinta anime, author punya group yang selalu share file video anime baik movie ataupun the movie, Seperti Naruto, One Pick Man, Black Clover, Battle Trough Heaven dll. Silahkan hubungi admin yang juga author sendiri untuk yang tertarik. Kalau mau berteman dengan author juga ga masalah sih~hihihi)


FB: Nurrahmania Art(Terima pesanan gambar sketsa wajah buatan author sendiri. Bagi yang berminat silakan hubungi. :


Dan di sini lah ia berada, duduk ber dua bersama orang yang di cintai nya. Mereka duduk di tepi danau yang sejuk dengan tangan yang saling bertautan. ')