Time Travel The Secret Agent

Time Travel The Secret Agent
T3SA Eps. 97: Kasmaran



...Congratulations On Reaching The Hundredth Episode...


Semoga ke depan nya karya author ini menjadi lebih baik....!


Dan semoga ke depan nya terdapat kemajuan agar para Reader semangat membaca dan semangat menekan Like.


Jangan lupa tekan Like karena Like itu Gratis!!


......................


"Kalau begitu sebaik nya kita makan sekarang! " Ujar Kaisar tersenyum tipis untuk mengakhiri obrolan. Begitu pun dengan Shen yang juga tersenyum pada mereka.


......................


Mereka makan dengan hikmat tanpa ada yang membuka suara karena sudah menjadi tatakrama kerajaan.


Permaisuri dan Kaisar sempat bingung melihat Shuwan dan Qiu yang terlihat sangat terbiasa dengan aturan itu.


Bahkan cara makan mereka terlihat sangat elegan, bahkan bisa di bilang mereka tampak seperti anggota keluarga kerajaan.


Memang tak salah! Seperti nya meski sedang menyamar, mereka tak bisa menghilangkan suatu kebiasaan.


Setelah selesai makan malam Qiu segera pamit undur diri dengan alasan lelah, padahal sebenarnya ia takut identitas nya terbongkar karena ia menangkap kecurigaan dari Kaisar dan Permaisuri.


Sedangkan Shuwan sempat berbasa-basi dulu dengan Shen sebelum akhir nya ikut pamit karena ingin melanjutkan mediasi yang sempat tertunda.


Dan di sini lah Shuwan berada saat ini, sedang bermeditasi. Namun tak urung mencapai terobosan.


Namun tiba-tiba ia merasakan fluktuasi energi yang begitu besar. Ia pun menarik nya dan kembali fokus


Boommm


Ia menerobos dua tingkat sekaligus sehingga saat ini berada pada tahap Dou Ancestor Bintang 7.


Shuwan tersenyum tipis lalu bangkit dan memutuskan untuk membersihkan diri di ruang dimensi.


"Berapa lama kau tidak mengunjungi ku Lin Lin!? " Ucap Shan Lan saat melihat Shuwan.


"Entah aku tak ingat! " Jawab Shuwan sekenanya dan melangkah santai membersihkan diri.


Pada akhir nya Shan Lan hanya bisa menghela nafas pasrah dengan sikap Shuwan yang sudah tidak bisa di ubah.


Sedangkan Shuwan yang sudah membersihkan diri kini sedang duduk diam menatap keluar jendela.


Tiba-tiba ia mendapatkan ide yang sedikit gila. Ia memutuskan untuk berkeliling istana tanpa ada yang tahu.


Shuwan melangkah ringan di atas atap setiap kediaman. Langkah nya begitu ringan dan hampir tak menciptakan suara.


Langkah nya terhenti di sebuah kediaman yang terdapat aura familiar. Dengan santai ia turun dan mengintip sedikit melalui celah jendela.


"Dia.... " Shuwan tak dapat berkata-kata saat melihat Shen yang sedang melukis.


Lukisan seorang gadis cantik terlihat polos dan sederhana. Gadis yang tak lain adalah Qiu, Shuwan meringis melihat nya.


'Seperti nya dia sedang kasmaran'Batin Shuwan lalu ekspresi nya berubah sendu.


"Andai saja.... " Gumam nya pelan berandai-andai jika sosok itu masih hidup dan melukis nya seperti itu.


Dan sesaat kemudian pandangan Shuwan kembali memancarkan semangat seolah menyemangati diri sendiri untuk menjadi lebih kuat.


Tanpa ada siapa pun yang menyadari, kini ia kembali menaiki atap dan melesat ringan seolah terhempas oleh angin.


Menembus dingin nya malam, melewati angin yang berhembus pelan menyapu wajah nya yang sedikit pucat karena hawa dingin.


Namun Lagi-lagi ia berhenti tepat di sebuah kediaman yang memancarkan aura aneh. Aura ini terasa hampa, entah mengapa Shuwan merasa demikian.


'Kenapa di sini panas sekali? 'Batin Shuwan karena di satu kediaman ini terasa sangat panas.


Karena sedikit penasaran, ia pun turun dan Lagi-lagi mengintip melalui celah jendela. Dahi nya mengernyit mendapati ruangan ini lebih aneh dari yang lain.


Pasal nya hanya ruangan ini yang terdapat Aray pelindung, seolah di dalam nya adalah harta yang begitu berharga.


Shuwan tidak bisa membuka jendela karena ada nya Aray itu. Ia pun dengan sedikit ambisi berniat mematahkan Aray ini.


'Hemm Kombinasi Aray yang cukup bagus, mengunakan dua jenis Aray yang berbeda dan di gabung menjadi satu Barier yang bagus! 'Shuwan berdecak kagum dengan pencipta Aray ini.


Dengan semangat ia mencari dan mencoba segala cara untuk mematahkan Aray ini tanpa di ketahui pemasang.


"Seperti nya akan sulit...."


***


Yixuan duduk bermeditasi di kamar yang ia sewa pada sebuah penginapan. Dia membuka mata nya karena sulit menerobos.


"Sejauh ini kau belum pergi dari tempat itu rupa nya kucing kecil" Yixuan tersenyum membayangkan adik perempuan nya.


Ia merasakan energi Shuwan yang tidak berpindah tempat beberapa waktu ini. Yixuan memiliki sebuah keistimewaan dengan mendeteksi aura yang sangat akurat.


Sehingga ia bisa menentukan keberadaan pemilik aura itu dengan sangat tepat. Hanya perlu merasakan sedikit saja celah, maka ia akan menemukan nya.


Dan karena kelebihan nya ini ia selalu berhasil menemukan Shuwan lebih cepat dari yang lain nya.


Yixuan pun beranjak dari duduk nya dan membuka jendela, menatap jalanan kota yang mulai sepi karena hari sudah larut.


Ia jadi merindukan adik-adik nya yang lain, terlebih adik laki-laki nya yang paling tua. Tentu tak lain adalah Xuan.


Dulu saat sang ibu melahirkan Xuan, Yixuan lah yang memberikan nama itu atas persetujuan ayah nya.


Memang benar saat itu Yixuan masih sangat kecil, namun pikiran Yixuan sejak kecil sudah sangat dewasa.


Yixuan tersenyum tipis mengingat kenangan saat ia lah yang pertama kali melihat Xuan merangkak dan bisa berjalan.


Ia sangat menyayangi adik-adik nya, entah lah ia sendiri merasa harus menjadi lebih kuat untuk melindungi ke-tiga adik nya.


"Cepat lah selesai kan liburan mu kucing kecil.... Kita masih memiliki masalah dengan para iblis itu" Ucap Yixuan menghilang dari pandangan untuk melihat keadaan Shuwan dengan kepala nya sendiri.


***


Seorang pemuda yang tak lain adalah Junsi berjalan pelan di sebuah gurun pasir yang tandus.


Orang-orang menyebut tempat itu sebagai Padang kematian, karena di sana terdapat banyak Ras Medusa dan Ras Siluman lain nya.


Belum lagi banyak spirit beast tipe iblis yang juga menjadi penunggu tempat itu. Oleh karena itu lah gurun pasir yang Junsi lalui di sebut sebagai Padang Kematian.


Saat sedang fokus dengan kewaspadaan nya, Tiba-tiba batu mutiara ungu di lengan baju nya bercahaya.


"Aku sudah menemukan jejak aura nya, Di Kekaisaran Zhao Dunia bawah.... Terserah jika kalian ingin mengikuti ku karena aku akan mengawasi nya"


Terdengar suara Yixuan yang mengabarkan kemajuan pencarian nya. Junsi menggelengkan kepala nya samar seraya tersenyum tipis.


"Dia kakak yang baik" Gumam Junsi bersyukur ternyata adik angkat nya memiliki saudara yang begitu penyayang yang mungkin melebihi nya.


Dia pun berhenti melangkah saat merasakan bahaya yang mendekat.


Craassshhhh


Junsi segera melompat ke samping saat tiba-tiba ada sesuatu yang menyerang nya namun terhalang oleh pasir.


Swooossshh


Angin panas berhembus menerbangkan jutaan pasir membuat pandangan Junsi terhalang.


Saat Pasir itu sudah tidak mengudara, ia melihat makhluk besar berwarna hitam dengan bagian belakang yang panjang dan ujung nya berwarna sedikit memerah.


"Kalajengking Gurun? " Ucap Junsi pelan namun bersyukur karena ia adalah kultivator dengan tipe Elemen Yin.


Atau lebih rapat nya kultivar dengan elemen yang berkaitan dengan bumi seperti Air dan lain lain nya.


Dengan begitu ia memiliki sedikit celah mengalahkan Spirit Beast Kuno ini meski pasti sangat lah sulit.


...----------------...


Hai....!


Maaf kemarin Author ga Update


Alasan nya sederhana....


Author ga ada kuota kemarin 😆


Jadi tolong di maaf kan ya....


Dan soal yang pengen Crazy Up, author usahakan aja karena belakang ini author banyak kegiatan sekolah.


Harap di maklum....


Jangan lupa tekan Like ya karena Like itu gratis!!!


Komentar juga ga ada salah nya kok!!


Oh jangan lupa jika Vote buat yang baik aja hehe....


See You Next Time~~~