
'Aku lebih senang di sebut kakek di banding kan nenek! Aku ini pria!!! Kalau kau tidak percaya,mari kita buktikan!!! 'Ingin sekali Huo Shuai beteriak seperti itu namun memilih untuk bersabar sejenak.
Melupakan perihal kakek dan nenek, Huo Shuai merasa semakin tertarik dengan sosok Shuwan yang hanya memperdulikan diri sendiri.
......................
Di sisi lain, lebih tepat nya di dunia lain. Terlihat seseorang bertudung yang masuk ke sebuah gubuk tua. Dia membuka pintu gubuk tersebut dengan sangat perlahan dan hati-hati.
Ruangan gubuk tersebut sangat kecil, kumuh, dan gelap. Di sudut ruangan sana terdapat seseorang yang sedang terduduk melamun.
Seseorang itu memakai Hanfu ungu gelap, duduk bersila dengan pakaian yang tidak bisa di katakan Layak dan juga penuh kerusakan.
"Siapa? " Suara dari seseorang berhanfu ungu terdengar lirih seperti putus asa.
Dari suara saja semua orang akan tahu kalau dia adalah seorang wanita. Dan sosok yang sempat mematung di pintu segera masuk dan mendekati perempuan tadi.
"Lama tidak berjumpa, Kakak ketiga" Ucap sosok bertudung itu dengan suara bariton nya, jelas bahwa dia adalah seorang laki-laki.
"Xu-Xuan? Kau kah itu Adik? " Tanya sang wanita segera membuka mata nya dan menatap sosok bertudung yang berdiri tepat di hadapan nya.
"Bagaimana kabar mu, Putri Pertama Qin Lizan? " Tanya sosok bertudung itu lagi seraya membuka tudung nya. Sesuai dugaan sang wanita, sosok itu memang Xuan.
"Kau! Kau datang kesini untuk menolong ku kan Adik? Benar bukan? Kau kesini untuk menolong ku kan!? " Desak wanita yang di panggil Qin Lizan tersebut seraya menggoyang kan sebelah kaki Xuan.
"..... " Xuan hanya menatap nya tanpa kata, dia menunjukkan wajah jijik terhadap wanita di hadapan nya.
Bagaimana tidak?
Wajah nya tidak bisa di katakan hanya sekedar mengerikan, terdapat banyak luka yang bernanah juga bau busuk dari luka di wajah nya yang menghitam.
"Seperti nya kau hidup dengan buruk belakangan ini" Ucap Xuan seolah iba dengan perempuan di hadapan nya.
"Kau tidak membenci ku bukan? Kau tidak akan membuang ku bukan? Kau akan menolong ku kan? " Qin Lizan mulai terisak, wajah nya terlihat semakin menjijikkan.
"Aku akan menolong mu... Tetapi aku memiliki syarat" Qin Lizan terkesiap mendengar nya, lalu tanpa pikir panjang dia mengangguk cepat.
"Aku... Aku menerima syarat mu!! "
***
"Apa lagi yang kau ingin kan Kakek Tua? " Tanya Shuwan tanpa ekspresi karena sudah jengkel terhadap pemuda tampan di hadapan nya.
Siapa yang menyangka kalau pemuda di hadapan nya sudah tidak lagi muda. Bahkan usia kakek dari kakek nya kakek kakek nya Shuwan saja kalah. Seperti itu lah kira-kira isi pikiran Shuwan.
"Hmm" Huo Shuai hanya membalas pertanyaan Shuwan dengan deheman kecil di wajah dingin nya membuat Shuwan bertambah jengkel.
Meski raut wajah Shuwan tetap datar tanpa ekspresi, tidak sinkron dengan suasana hati nya. Sehingga Shuwan hanya bergumam dalam hati.
'Kakek kakek seperti orang ini seharus nya mati saja' Gumam Shuwan dalam hati dengan sarkas seperti sedang menyumpahi. Shuwan menarik nafas lelah lalu berkata....
"Jika tidak ada lagi yang ingin kau katakan, maka ada baik nya kami pergi" Ucap Shuwan seraya bangkit dari duduk nya lalu menarik lengan Chen.
"Tunggu! "
Saat Shuwan hendak berbalik dan pergi, langkah nya terhenti kala Huo Shuai menahan lengan nya yang lain. Dia menoleh sedikit tanoa mengucapkan sepatah kata pun.
"Jika kau membutuhkan bantuan.... Istana Shaolin pasti akan membantu mu. Dan akan ku pasti kan kita akan bertemu kembali! Saat itu tiba, aku tidak akan melepaskan mu Gadis kecil" Ucap Huo Shuai dengan nada datar namun sudut bibir nya terangkat sedikit menampilkan senyum tipis yang sangat tipis di wajah tampan nya.
"Dalam mimpi mu saja" Balas Shuwan dengan nada dingin kemudian segera menarik tangan Chen lalu menghilang menggunakan ilmu teleportasi nya.
'Benar, ku rasa anda telah menjadi gila Yang Mulia' Gumam Yanlei dalam hati seraya meringis.
***
Dua sosok bertudung yang sama-sama menggunakan warna putih tampak berjalan santai melewati jalanan desa yang cukup besar namun juga tidak bisa di katakan besar.
"Setelah ini... kita akan pergi kemana? " Tanya sosok di sebelah kiri dengan suara berat yang samar, jelas bahwa dia adalah pria.
"Kenapa kau mengikuti ku? " Alih-alih menjawab, sosok di sebelah nya justru bertanya.
Dari suara nya yang melengking namun sedikit berat, jelas terdengar dia adalah wanita yang menyamarkan suara nya.
"Aku pernah mengatakan nya pada mu bahwa aku akan mengikuti mu, dan kau hanya menjawab nya dengan kata terserah. Itu berarti kau tidak mempermasalahkan kehadiran ku, bukan? " Ucap sang pria dalam tudung nya tersenyum tipis.
Sreettt
Tiba-tiba sang wanita menghentikan langkah nya sehingga tentu saja membuat sang pria turut ikut serta menghentikan langkah.
"Jangan merepotkan ku atau lebih baik mati saja! " Ucap wanita itu lalu kembali melanjutkan langkah nya yang tertunda.
'Ssshh Kasar sekali' Batin pria itu meringis namun kembali tersenyum karena sang wanita tidak menolak kehadiran nya.
"Jadi... Selanjut nya kita akan kemana? " Tanya pria itu lagi saat sudah berhasil mensejajarkan langkah nya dengan langkah sang wanita.
"Kedai makan" Jawab wanita itu singkat tanpa menoleh ke arah sang pria.
Sedangkan sang pria hanya bisa membulat kan mulut nya dan tetap mengikuti langkah sang wanita hingga mereka memasuki sebuah kedai makan.
Setelah nya mereka berjalan beriringan lalu duduk di kursi kosong yang masih tersedia. Hal itu karena di kedai yang mereka singgahi memang cukup ramai.
Salah satu dari mereka mengangkat tangan kanan tanpa kata guna memanggil pelayan yang bekerja. Benar saja, terlihat seorang pelayan wanita yang bergegas mendekati mereka.
"Ada yang bisa saya bantu emm... "
"Makanan terenak di sini dan jangan banyak bicara " Ucap sang wanita dengan nada datar membuat pelayan tadi meneguk ludah nya susah payah lalu mengangguk patah-patah.
"Ba-baik moho-on tunggu se-bentar" Ucap pelayan itu tergagap lalu segera pergi setelah membungkuk hormat.
...----------------...
Hai....!
Apa kabar?
Harus baik dong ya!!!
Jangan lupa LIKE!!
WA: +6282123981798(Dua grup yang mengirim Film setiap minggu nya)
IG: @lrnrrhmnia1412
Email: rahmanialiranur@gmail.com
Selalu dukung author!!!