
Punggung Li Chen dan De Lu bertubrukan, kedua nya saling lirik dan mengangguk. Seolah sedang berkomunikasi melalui telepati, padahal tidak sama sekali.
Namun tiba-tiba kedua nya membuat segel tangan yang serupa, juga menciptakan pola Energi yang hampir serupa.
Terlihat jelas kalau kedua nya akan menggunakan Teknik Kombinasi Gabungan!
......................
De Lu mulai duduk bersila untuk mengumpulkan energi alam, Li Chen pun membersihkan para Iblis dengan pedang nya yang di lempar berputar.
Setelah di rasa cukup, Li Chen berdiri di belakang tubuh De Lu dan menempelkan kedua telapak tangan nya di punggung De Lu.
De Lu membuka mata nya yang kini berubah warna menjadi merah dengan pola seperti mata kucing, dan juga memiliki kumis tipis di pipi nya yang juga seperti kucing.
Seketika kedua nya di kelilingi cahaya kehijauan karena aura kedua nya memang hijau. Meski sedikit ada campuran warna putih di sana.
"Teknik Kombinasi-Pusaran Tombak Kristal Penghancur! " Ujar Kedua nya dalam satu kali tarikan nafas.
Swwwooooossshhhh....!!
Seketika angin berhembus sangat kencang dan mulai membentuk layak nya pusaran. Lalu tiba-tiba Li Chen mengarahkan tangan kanan nya ke depan, Seketika keluar sebuah Tombak berwarna hijau.
Kemudian Tombak itu mulai bergerak dan terbang melesat mengikuti arus pusaran angin. Dalam satu kali kedipan mata, tombak yang awal nya satu kini berjumlah lebih dari seribu.
Para prajurit Kekaisaran segera mengambil langkah mundur karena dampak teknik ini tidak kenal lawan. Ini bukan kali pertama kedua nya menggunakan teknik ini, jadi para prajurit kurang lebih sudah mengetahui resiko teknik ini.
Seketika itu para Iblis yang berada di dalam pusaran terlihat memekik karena tombak yang terus menusuk-nusuk mereka.
Dengan terus di hujam tombak, para Iblis mulai berkurang drastis. Terlebih para Iblis tingkat rendah yang tidak memiliki ketahanan tubuh lebih kuat dari manusia.
Tapi setidak nya mereka tidak lagi di repotkan dengan Iblis yang terus berdatangan! Dan Li Chen juga bisa segera menghampiri Shuwan.
***
Sementara di tempat Shuwan berada, Xiu Min masih diam tidak bergeming setelah Shuwan menusuk tengah dada nya dan membisikkan kata-kata itu.
"Sayang nya ini masih belum cukup untuk membunuh ku! " Ucap Xiu Min pelan kemudian menghilang.
Shuwan segera waspada dan memegang erat gagang pedang nya. Dan saat itu lah Xiu Min muncul di sisi Shuwan seraya menghunus kan tombak nya menyamping ke arah Shuwan.
Shuwan memundurkan langkah nya ke belakang satu kali, lalu membungkukkan tubuh untuk melewati tombak Xiu Min.
Kemudian menghunus kan pedang nya ke arah dada kiri Xiu Min. Namun Xiu Min berhasil menghindari nya.
Beberapa kali setelah nya Shuwan terus mengincar titik vital Xiu Min. Namun Xiu Min masih dapat menghindari serangan Shuwan yang hanya menggunakan kecepatan sedang.
Sreett
Hingga Xiu Min mengangkat kaki nya lurus ke atas untuk menendang dagu Shuwan. Namun secara tiba-tiba Shuwan memegang kaki Xiu Min, mengayunkan nya kemudian menghempaskan nya ke tanah berlapis Es.
Wooosshhh
Baaangg
Alhasil kembali menciptakan bunyi berdebam yang kini terlihat Xiu Min terhempas ke tanah dengan kasar sehingga punggung nya menghantam tanah keras berlapis Es.
Sreett
Xiu Min yang jatuh terlentang memejamkan mata nya sekejap ketika Shuwan sudah berada di atas tubuh nya dengan menekan dada serta leher Xiu Min.Tombak Xiu Min menancap di tanah berlapis Es yang jarak nya tak jauh dari mereka.
Sehingga Xiu Min tidak bisa bergerak atau mendorong Shuwan. Seketika di tangan kanan Shuwan terdapat belati yang tadi Xiu Min gunakan untuk menusuk nya meski tidak kena.
Shuwan mengangkat belati itu tinggi sebelum memposisikan nya dengan posisi hendak menusuk ke arah kepala Xiu Min.
"Mati" Shuwan bergumam pelan seraya menggerakkan belati nya secepat kilat untuk menusuk kepala Xiu Min.
Degg
Seketika belati itu berhenti tepat saat seinci lagi menusuk dahi Xiu Min. Shuwan tiba-tiba menghentikan gerakan tangan nya saat melihat Xiu Min tersenyum tipis dengan mata terpejam.
Seolah memang sudah siap menunggu kematian nya!
"..... " Shuwan menatap datar Xiu Min, tapi peluh menetes dari dahi nya.
Menyadari kalau dia tak kunjung merasakan sakit, Xiu Min membuka mata nya dengan kernyitan heran.
Dia menatap mata Shuwan sehingga tatapan nya bertabrakan dengan tatapan Shuwan yang memang sejak awal sedang memandangi nya.
"Kenapa? " Tanya Xiu Min membuat dahi Shuwan mengerut samar.
Shuwan menaikkan sebelah alis nya seraya sedikit memajukan belati yang berada di tangan nya. Namun masih di hentikan saat sudah menyentuh tengah dahi Xiu Min.
"Kenapa? Apa kau tidak membenci ku? " Xiu Min kembali bertanya, tetapi Shuwan tetap bertahan dengan kebungkaman nya.
"Bukan kah aku yang sudah membuat hidup mu tidak bahagia? Ibu mu tiada karena aku! Guru mu.... Kekasih mu" Perkataan Xiu Min yang ini berhasil membuat manik mata Shuwan sedikit bergetar.
Namun Shuwan masih tidak membalas membuat Xiu Min menghela nafas pelan. Seperti nya dia sudah tahu jawaban keterdiaman Shuwan ini.
"Kalau kau tidak ingin membunuh ku.... Maka aku lah yang akan membunuh mu" Ucap Xiu Min lagi dengan memejamkan mata.
Seketika sepasang tanduk mulai muncul di kedua sisi kepala nya. Sepasang sayap muncul di balik punggung nya yang terhimpit.
Swoooosshh
Shuwan melompat ketika sayap Xiu Min bergerak menusuk nya dengan duri-duri tajam. Dan Shuwan mendarat tepat di hadapan Xiu Min, sedikit jauh.
Kreekk
Xiu Min lalu bergerak perlahan untuk bangkit dengan sayap yang menopang tubuh nya. Manik mata Xiu Min berkilat tajam dengan warna merah yang begitu pekat dan sedikit gelap.
"Jangan salahkan aku... Aku sudah memberikan mu kesempatan, tapi kau tidak menggunakan nya. Jadi jangan salahkan aku" Ucap Xiu Min membuat kernyitan di dahi Shuwan semakin terlihat.
'Semakin kesini... Dia semakin aneh' Gumam Shuwan saat melihat tatapan kosong Xiu Min yang terlihat hampa.
Tapi sesaat kemudian Shuwan segera waspada ketika Xiu Min menghilang dengan Tombak yang di lapisi Petir.
Dia menoleh ke arah Li Chen dan De Lu yang bekerja sama sehingga para Iblis itu musnah dalam sekali serangan. Kemudian Shuwan segera menatap ke depan lagi saat.....
Sringg
Dzzzrrtttssh
...----------------...
...Attention Please!!...
Author ingin memberi tahu kalian kalau baru-baru ini Author sedang membuat cerita di aplikasi lain yaitu Wttpad. (Kalian tahu kan?)
Jadi author sudah menetapkan sesuatu! Di aplikasi Novel Toon ini hanya akan ada Cerita Fantasi atau Romansa Istana.
Di Novel Toon hanya ada cerita yang berkaitan dengan Fantasi berlatar belakang Masa Dinasti atau zaman kerajaan.
Untuk cerita "The Female Cold KETOS" itu akan terus di lanjut karena sudah terlanjur kontrak.
Dan di aplikasi Wttpd sendiri, author sudah merilis sebuah cerita berjudul "The Deepest"
The Deepest artinya adalah Yang Terdalam, cerita ini mengisahkan tentang perjuangan Revan untuk merebut hati Diana, Istri nya.
Pernikahan yang dilandasi perjodohan dan kerjasama membuat Diana semakin tidak menyukai Revan karena Diana telah memiliki kekasih.
Tetapi Revan tidak peduli! Bagi Revan, di dunia ini tak ada yang mustahil! Namun cinta butuh pengorbanan.
Sahabat nya mengajar Revan kalau Cinta itu tak harus memiliki. Sahabat perempuan nya itu mengajarkan Revan kalau Cinta yang suci adalah Cinta yang cukup hanya dengan melihat senyuman nya.
Hingga perlahan masalah yang melanda pun mulai mencapai klimaks nya. Revan telah menyadari betapa kokohnya hubungan Diana dengan Digo, kekasih Diana sejak masa SMA.
Dengan hati yang lapang, Revan akhirnya memutuskan untuk melepaskan Diana menuju kebahagiaan. Dia memutuskan untuk berubah haluan, dia mencintai sahabat nya yang selalu membantu dia saat kesulitan.
Namun kenyataan pahit kembali di rasakan oleh Revan. Kenyataan yang bahkan jauh lebih menyakitkan ketika dia melepas seorang Diana.
Sahabat nya.... Lagi-lagi mengorbankan sesuatu untuk menyelamatkan nya. Revan yang saat itu menderita Kanker Hati, mendapatkan donor hati dari sahabat nya.
Dan sahabat perempuan Revan itu tidak dapat di selamat kan karena sebelum ini telah mengalami kecelakaan.
Luka di hati Revan akhirnya tidak dapat di sembuhkan ketika mengetahui perasaan sahabat nya terhadap dia.
Sahabat yang selalu membantunya itu ternyata menyimpan perasaan kepada Revan. Dan Revan menyesal telah menjadi egois dan berkali-kali melukai sahabat nya.
Bisakah.... Bisakah Revan berharap kalau semua itu hanya mimpi?
***
Update nya belum menentu! Tapi Author masih terus menulis hingga beberapa chapter, Bagi kalian yang memiliki aplikasi Wttpad silahkan mampir ya...
Dijamin tidak mengecewakan karena cerita itu dapat dibaca oleh berbagai kalangan. Meski memiliki unsur pernikahan, cerita itu tidak memiliki satu pun adegan dewasa.
Cerita The Deepest itu lebih fokus pada masalah dan klimaks dibandingkan dengan cerita lainnya yang kadang terlalu sering di putar.
Silahkan mampir!!
Dan Nantikan kelanjutan cerita nya ya😄😄😄