Time Travel The Secret Agent

Time Travel The Secret Agent
T3SA Eps. 22 : Terungkap & Visual Bonus!!



"Baiklah sekarang namamu adalah Shan Lan"Ucap Du Xie sambil tersenyum lalu mengusap pelan perutnya. Phoenix itu hanya mengangguk dan berterima kasih, lalu mereka keluar dari kedalaman gua. Sejak saat itu Shan Lan sering membantu mempercepat kultivasi Du Xie, Shan Lan juga memberikan sebuah kalung Giok yang merupakan kunci dimensi Biru. Du Xie menguatkan tekad untuk menjadi kuat dan menyusul Ying Jun.


......................


Sejak saat itu Du Xie sering berlatih dengan di temani Shan Lan, meskipun dalam keadaan sedang mengandung ia sama sekali tak ber malas malas. Sedangkan di tempat Ying Jun berada, ia selalu mengabaikan istrinya. Karena istrinya adalah wanita yang lemah lembut, akhirnya ia pun tak pernah berlaku kasar padanya.


Waktu berlalu begitu cepat, kini anak Du Xie sudah berumur 7 (tujuh) tahun. Du Xie pun sudah tembus pada tahap Ancestor bintang 9. Anak Du Xie bernama Ying Shang, sejak kecil sudah di ajarkan kultivasi sehingga sekarang sudah di tahap Practitioner bintang 7.


Ying Shang memiliki elemen yang unik yaitu, Api, Air, Magma, dan Es. Saat ini Ying Jun telah memiliki 2(dua) anak, Anak pertama adalah perempuan yang kini berusia 6(enam) tahun, berelemen Api dan angin. Anak keduanya laki-laki yang berusia 4(empat) tahun, berelemen angin dan tanah. Merasa cukup kuat, Du Xie pun mendatangi istana Kekaisaran. Namun saat ia datang, ia malah melihat Ying Jun yang sedang tertawa lepas bersama Gu Li Jia. Dengan berurai air mata ia terdiam tepat di atas pohon di samping Ying Jun berada.


Tak lama kemudian Gu Li Jia pergi di panggil oleh ibu suri, kini tersisa lah Ying Jun sendiri yang sedang melamun. Du Xie pun memutuskan untuk menghampiri nya.


"A'Jun.... " Lirih Du Xie yang terdengar oleh Ying Jun sehingga Ying Jun menoleh ke arah kiri nya.


"Xi-Xie'r? "Tanya Ying Jun yang tak terasa air mata nya lolos keluar. Ying Jun pun bangkit dari duduk nya hendak memeluk Du Xie.


" Jangan mendekat! "Ucap Du Xie menarik pedang di pinggangnya dan di sodorkan je arah Ying Jun.


" Xie'r... "Panggil Ying Jun lirih, air matanya tak ingin berhenti keluar, begitu pun dengan Du Xie yang air mata nya semakin deras.


" Kau pembohong! Kau bilang akan menjemput ku.... Tapi apa? Kau di sini bahagia dengan wanita lain? Aku saat itu mengandung anak mu Ying Jun!! "Ucap Du Xia dengan suara parau nya.


Jdarrrr


Bagai di sambar petir pada siang bolong, hati Ying Jun terasa seperti di iris oleh perkataan Du Xie.


"Ka-kamu? " Ying Jun semakin mendekat ke Du Xie, Du Xie pun mundur sambil terus berurai air mata.


"Kamu pembohong! anak mu selalu bertanya tentang ayah nya! Dan kamu bahagia di sini bersama keluarga mu. Aku membesarkan anak mu seorang diri, tidak kah kau ingat diriku? Kau melupakan ku? Kau tahu? Aku-Aku selalu menunggu mu menjemput ku pagi, siang bahkan malam. Dan kau? " Du Xie menangis sambil mengungkapkan isi hatinya, perkataan Du Xie membuat hati Ying Jun bergetar.


"Aku-Aku minta maaf Xie'r. " Suara Ying Jun bergetar, kakinya lemas mendengar perkataan Du Xie.


"Maaf? Hiks Kau pikir hiks maaf bisa menyembuhkan hiks luka di hati ku? hiks Kau pikir hiks kau pikir maaf hiks bisa mengulang masa lalu?hiks Aku menyesal Ying Jun,hiks aku menyesal telah hiks percaya padamu.hiks Aku menyesal telah hiks memberikan segala nya untuk mu, hiks aku menyesal telah hiks mencintai mu. Dan, hiks aku menyesal telah menunggu mu hiks Aku benci pada mu" Tangis Du Xie semakin pecah, begitu pun dengan Ying Jun. Tanpa mereka sadari Gu Li Jia ternyata belum pergi dan menyaksikan pertengkaran Du Xie dan Ying Jun dari awal hingga akhir. Air mata nya keluar dengan deras mendengar perkataan Du Xie, ia kecewa pada suami nya tapi ia sadar bahwa saat itu suami nya belum bersama nya.


"Xie'r.... Jangan begitu.... maaf kan aku. Aku tidak bermaksud-" ucapan Ying Jun terpotong oleh seseorang....


"A'Jun? Kamu.... "Itu adalah suara Gu Li Jia, Du Xie dan Ying Jun menoleh secara bersamaan melihat Gu Li Jia yang berurai air mata.


" Jia'er... "Lirih Ying Jun yang bimbang tentang siapa yang harus ia tenangkan.


" Aku akan membalas semua rasa sakit ini, ku pastikan anak mu lah yang memenggal kepala mu! " Ucap Du Xie lalu menghilang.


"Xie'r!! " Panggil Ying Jun tepat sebelum Du Xie benar-benar menghilang


Jdaarrrrr


Petir menyambar, hujan turun secara tiba-tiba, angin pun berhembus dengan kencang nya tangis Ying Jun semakin menjadi meratapi takdir yang mempermainkan nya. Melihat semua itu, Gu Li Jia ikut merasakan sakit yang di rasakan suaminya, dalam hati ia meminta maaf kepada Du Xie dan berharap Ying Jun di maaf kan juga oleh nya.


Hati nya sakit! Tapi ia tahu, hati Du Xie pasti lebih sakit. Ia tak ingin egois, ia ingin suaminya bahagia, baru lah ia juga bahagia. Gu Li Jia berjalan mendekati suaminya lalu berjongkok tepat di sebelah suaminya berlutut, ia menyentuh tangan suaminya dan berkata...


"Maaf kan kehadiran ku yang membuat hambatan untuk cinta kalian, maaf kan aku yang membuat kalian berpisah. Kejar lah dia bila itu bisa membuat mu bahagia, Aku rela asal kau bisa menemukan kebahagiaan mu suamiku... " Lirih Gu Li Jia dengan suara parau nya tapi memaksakan untuk tersenyum pada suaminya, mendengar itu Ying Jun menoleh untuk menatap istrinya. Hati nya semakin teriris, ia akui bahwa ia sangat mencintai Du Xie, tapi ia juga menyayangi istrinya yang selalu tulus padanya.


"Maaf.... " Ucap Ying Jun lirih lalu menarik Gu Li Jia dalam pelukan nya, mereka pun terus meneteskan air mata walaupun merasakan sedikit ketenangan.


Sedangkan Du Xie kini menangis keras di tengah hutan, tangisan nya bahkan membuat para hewan takut untuk mendekat.


Setelah hari itu, sikap Du Xie lebih pendiam. Ia jadi lebih sering berlatih hingga telah 8 (delapan) tahun berlalu. Kini Ying Shang telah berusia 15(lima belas) tahun.


"Shang'er kemarilah ibu ingin bicara dengan mu"Du Xie tetap terlihat cantik meski sudah menginjak usia kepala tiga.


"Ada apa ibu? " Ying Shang memiliki sifat yang lembut dan ramah, ia tidak terlalu banyak bicara tapi juga tidak dingin. Ia selalu tersenyum apapun yang terjadi, ia juga tipikal orang yang ceria.


"Kamu ingin tahu tentang ayahmu bukan? " Tanya Du Xie tersenyum ke arah Ying Shang, ia juga mengelus kepala Ying Shang dengan lembut.


"Iya? " Ying Shang malah kebingungan, masalah nya adalah ibu nya selalu melarang nya untuk bertanya tentang ayah nya.


"Ibu akan bercerita, ayahmu itu adalah seorang pangeran mahkota yang sekarang sudah menjadi kaisar, ayah mu bernama Ying Jun. Lalu Kisah kami di mulai saat..... " Du Xie menceritakan semuanya tanpa kurang dan lebih, Ying Shang pun mendengarkan dengan seksama. Ekspresi Ying Shang berubah ubah mendengar cerita Ibu nya, mulai dari senang, marah, sedih dan akhirnya kecewa. Ia juga menguatkan tekad untuk membalas perbuatan ayah nya.


...----------------...


--Visual--


Nama:Du Xie



Nama:Ying Jun



Nama:Gu Li Jia



Nama:Ying Shang



......................


Hai Readers.....


Maaf author ga update kemarin, itu karena kuota author abisssss....


Jadi cuma update sekali, moga sore author bisa update lagi.


Hihihi~Author bingung gimana kelanjutan cerita author ini, kisah masa lalu Du Xie sebenarnya mau author buat jadi kelam. Tapi yah,,,, author sendiri ga tega nulis nya.


Jangan lupa


Like


Favorit


Vote


Komen


Thanks atas dukungan kalian muach😘😚