
'Master.... ' Hu Ren menutup mata nya dengan pasrah seraya menggumamkan panggilan untuk Shuwan dalam hati.
Hal terakhir yang Hu Ren rasa kan adalah tubuh nya yang seperti di sedot sesuatu dan kemudian dia hanya tahu bahwa sekarang dia tidak melihat atau merasakan apa-apa lagi.
......................
Shuwan sedang duduk di sebuah bongkahan Es, tatapan nya terus tertuju ke depan di mana para prajurit sedang memulihkan tenaga.
Dia tidak merasa kedinginan sedikit pun karena Erlang juga duduk di sisi nya seraya menyalurkan energi panas ke dalam tubuh Shuwan.
"Hemm" Shuwan bergumam pelan seraya bangkit dari duduk nya membuat Erlang sedikit terkejut.
"Master? " Tanya Erlang bingung, lalu dia melihat Shuwan yang berbalik menatap ke belakang.
Prokk
Prokk
Prokk
Shuwan menatap datar sosok wanita cantik yang berdiri seraya bertepuk tangan dan melempar senyum dingin pada nya.
"Aku sungguh tidak menyangka kalau kau akan merasakan hawa keberadaan ku! Aku terkesan" Ucap Wanita itu yang tak lain dan tak bukan adalah Zhang Xueying.
Mendengar suara itu, Erlang ikut bangkit dan berbalik menatap Zhang Xueying dengan waspada. Dia tidak merasakan kehadiran siapa pun.
Shuwan hanya tersenyum kecut karena dia pun baru menyadari keberadaan Zhang Xueying.
"Kau adalah penerus Jiancheng kan? " Tanya Zhang Xueying membuat Shuwan menegang sejenak namun hanya beberapa detik sebelum kembali tenang.
"Aku ingin berbicara dengan mu" Ucap Zhang Xueying lagi yang tentu nya masih tidak mendapat respon apa pun dari Shuwan selain tatapan menyelidik.
Lalu Zhang Xueying pun berjalan santai mendekati tempat Shuwan berada dan mengabaikan Erlang yang baru saja ia lewati.
"Tapi hanya berdua" Lanjut Zhang Xueying seraya menyentuh pundak Shuwan, kemudian mereka pun hilang dalam ketiadaan.
"MASTER!? " Erlang secara alami berteriak panik sekaligus takut, dia meyakini kalau Zhang Xueying bukan orang yang dapat di remeh kan.
Lalu Erlang melirik para pasukan Kekaisaran termasuk Fei Lin sejenak. Kemudian melompat dan dia pun berubah menjadi burung Elang putih.
Koaaakkk
Dia bersuara nyaring membuat Fei Lin Dan seluruh pasukan nya menatap Erlang yang berada di langit.
"Shuwan!!?? " Teriak Fei Lin bingung, namun Erlang malah melesat terbang jauh meninggalkan para pasukan Kekaisaran dan Fei Lin.
"Apa yang terjadi? " Gumam Fei Lin semakin bingung dan heran.
***
Sementara itu di sebuah tempat dengan pemandangan menakjubkan. Karena itu adalah sebuah rumah kecil yang di sisi nya terdapat sungai.
Di dana lah Shuwan dan Zhang Xueying tiba-tiba muncul. Dan Shuwan dengan segera mengambil langkah untuk satu kali menjauhi Zhang Xueying.
'Ini... Ini berada di dimensi yang berbeda. Siapa dia sebenar nya? Tidak! Yang lebih penting, di mana dia berpihak? 'Batin Shuwan seraya memperhatikan sekeliling dengan waspada.
"Kamu tidak perlu takut seperti itu! Aku hanya ingin bercerita tentang masa lalu kepada mu... Masa lalu yang mungkin akan merubah masa depan" Ucap Zhang Xueying dengan santai lalu berjalan memasuki rumah kecil itu.
Shuwan yang mendengar itu pun segera mengikuti Zhang Xueying meski sedikit ragu. Namun dia tetap tenang dan terlihat tidak peduli.
Hingga saat memasuki rumah kecil itu, Shuwan melihat Zhang Xueying yang sudah duduk di kursi seraya menuangkan teh ke dalam cangkir yang terletak di atas meja.
Shuwan terus memperhatikan gerakan Zhang Xueying yang terlihat begitu lihai gemulai. Shuwan juga dapat melihat senyum tipis terpatri di wajah cantik Zhang Xueying.
"..... " Shuwan tidak mengatakan apa pun, tapi dia melangkah dan berjalan mendekati tempat Zhang Xueying duduk.
Kemudian Shuwan menarik kursi yang berhadapan dengan Zhang Xueying. Tanpa bicara, Shuwan menuangkan teh dari Poci ke cangkir di hadapan nya.
"Katakan" Kata ini adalah kata pertama yang Shuwan ucap kan sejak mereka bertemu.
Tepat setelah Shuwan selesai menyeruput teh nya. Shuwan berkata tanpa menatap Zhang Xueying, dan Shuwan terlihat tenang.
'Gadis yang unik' Gumam Zhang Xueying tersenyum tipis memperhatikan Shuwan.
"Masa lalu yang ingin ku cerita kan adalah tentang Aku, Jiancheng dan Wei Tianzi" Ucapan Zhang Xueying ini membuat gerakan tangan Shuwan yang ingin menyeruput teh seketika terhenti.
"Dahulu..... "
...[~Flashback~]...
Dahulu kala.... Jiancheng yang masih muda bersekolah di Sekte Yèzhùzōng atau Sekte Pilar Daun yang kala itu sedang berada dalam masa jaya nya.
Jiancheng adalah murid berbakat di sana, bahkan bakat nya sudah tidak di ragukan lagi hingga di akui secara khusus oleh pemimpin Sekte.
Pemimpin Sekte saat itu adalah Bai Yuliang, kepala keluarga Bai. Dan juga kakek kandung dari Bai Xueying.
Karena Jiancheng adalah orang yang berbakat, dia sering menjalani misi bersama Bai Xueying.
Kedua nya terlihat dekat bahkan bersahabat sejak misi pertama mereka. Liu Jiancheng ternyata sudah sejak lama jatuh cinta kepada Zhang Xueying.
Hingga dia dengan penuh keberanian mencoba mengutarakan niat nya untuk melamar Bai Xueying pada Bai Yuliang.
"Kamu dapat menikahi cucu ku jika kamu berhasil menjalankan misi ini" Ucap Bai Yuliang seraya memberikan gulungan bambu pada Jiancheng.
"Baik guru! Saya akan menyelesaikan misi ini secepat nya" Ujar Jiancheng dengan penuh semangat.
Pada saat itu Jiancheng muda memiliki sifat yang pendiam dan cenderung sering menutup diri dengan berlatih tanpa henti. Dia melakukan ini karena suatu alasan.
Lalu pada keesokan hari nya Jiancheng pun pergi menjalankan misi tanpa di ketahui siapa pun.
Tepat setelah kepergian Jiancheng, Bai Yuliang memanggil Bai Xueying ke ruang kerja nya. Dia berkata....
"Kamu tahu kalau keluarga Bai kita ini adalah keturunan Darah Dewa? " Tanya Bai Yuliang pada Bai Xueying.
"Aku tahu kek! " Jawab Bai Xueying dengan tanpa gelombang emosi.
"Kakek ingin kamu menikahi pria yang berhasil meraih gelar sebagai Dewa atau telah mencapai Dou Saint. Kita tidak bisa melanggar perintah Tetua" Ucap Bai Yuliang membuat dahi Bai Xueying mengerut.
"Ada seseorang yang mengatakan bahwa dia ingin melamar mu... Dan kakek mu ini memberi nya sebuah misi menuju Gunung Qishi tempat pengujian para calon Dewa. Sambil menunggu kepulangan nya, kamu harus pergi mensucikan diri di Danau Baiyuan. " Jelas Bai Yuliang panjang lebar.
"Apa!? Melamar ku? Kenapa kakek tidak mengatakan nya pada ku? Dan lagi, untuk apa aku pergi mensucikan diri? " Tanya Bai Xueying tidak percaya dan juga bingung.
"Usia mu ini sudah layak untuk menikah, Keluarga kita memerlukan penerus lagi. Dan kamu harus mensucikan diri untuk menjadi seorang penerus Dewi yang melindungi Sekte kita" Bai Yuliang memberi penjelasan membuat Bai Xueying mengerti namun tetap saja kesal.
"Apa itu harus? " Tanya Bai Xueying dengan enggan.
"Ya... Kami harus melakukan nya" Jawab Bai Yuliang dengan singkat.
Pada keesokan hari nya, Bai Xueying berangkat pagi-pagi sekali menuju Danau Baiyuan untuk mensucikan diri di sana.
...----------------...
Kayak nya pada chapter ini terlalu banyak narasi ya? Tapi.... ya harus gitu karena akan lama kalau author cerita kan secara detail.
Dah lah.... Yang penting Like!!