
Chen yang sudah berdiri sempurna segera mengangkat tangan nya yang mengepal untuk menahan serangan De Lu sehingga dua kepalan tinju saling beradu.
"Kau yang meminta nya, maka jangan salah kan aku jika terlalu kasar" Ucap Chen dengan nada dingin yang membuat De Lu tersentak sekaligus merasa sedih. Kemudian.....
......................
Kemudian Chen melompat terbalik untuk sedikit mundur lalu memutar tubuh nya berbalik dan tiba-tiba pedang sudah berada di tangan nya lagi.
Setelah nya dia melompat ke arah De Lu dengan pedang yang memancarkan cahaya hijau terang. Aura yang di keluarkan begitu pekat sehingga setiap langkah yang Chen pijak meninggalkan jejak berupa bongkahan kristal.
Syaaatt
Pedang di ayun dari arah kanan atas ke kiri bawah, De Lu yang terkejut akan hal itu tak sempat menghindar dengan baik.
Alhasil dia hanya mampu melompat mundur sedikit sehingga ujung pedang Chen yang tajam memberikan jejak goresan panjang di dada De Lu.
Crrrasssh
Darah merembes keluar dari pakaian berwarna putih yang De Lu kenakan. Dia menyentuh luka nya kemudian menatap nanar Chen yang memasang wajah dingin seolah mereka tidak saling mengenal.
"Teknik-"
"Teknik Alam-Lima Bayangan Pedang! "
Belum sempat Chen menyelesaikan teknik yang akan ia gunakan. De Lu dengan segera menyela dan meluncurkan lima bayangan energi yang membentuk pedang.
Mengenal teknik yang De Lu gunakan, Chen segera melompat dan berputar untuk menghindar. Namun lima bayangan pedang itu terus mengikuti Chen layak nya misil.
Chen melesat ke arah dinding tebing dengan kecepatan tinggi, yang juga di ikuti kelima bayangan pedang yang mengikuti nya dengan kecepatan yang serupa. Namun....
Syuut
Bruaaakkhh
Duaaarrrrr
Namun tiba-tiba Chen menghilang dari sana dan muncul di belakang lima bayangan pedang ciptaan De Lu. Sehingga kelima bayangan itu mengenai Dinding tebing.
Sementara Chen segera berbalik untuk waspada. Siapa yang akan menyangka kalau De Lu akan berada di hadapan nya seraya mengayunkan pedang.
Sreettt
Tak sempat menghindar dengan semesti nya, Namun Chen sempat melompat ke belakang sehingga tebasan Horizontal yang De Lu berikan hanya menggores leher nya sedikit.
Setelah nya Chen segera melesat ke depan dengan ayunan pedang tanpa memedulikan luka nya yang cukup lebar. De Lu pun melompat dan menghindar dari setiap serangan Chen.
De Lu berbalik dan melompat dan memiringkan tubuh nya saat pedang Chen hendak mennyenntuh kulit nya.
Seketika Chen Tiba-tiba menghilang lalu muncul kembali di hadapan De Lu seraya mengangkat tangan kiri nya dan mencengkram erat leher De Lu.
Hal ini membuat De Lu secara alami menggenggam pergelangan tangan kiri Chen. Tubuh De Lu terangkat saat Chen menaikkan tangan kiri nya.
Kemudian Chen memusatkan energi di tangan kiri nya dan melempar De Lu ke dinding tebing atas dengan hentakan yang keras.
Braakkkhhh
"Aakhh" De Lu hampir beteriak kesakitan saat punggung nya menghantam dinding tebing, menciptakan lubang ke dalam dinding tebing.
Syaaatt
Brakh
Tiba-tiba Chen melompat lalu menahan leher De Lu dengan tangan nya kanan nya yang masih memegang pedang. Sehingga leher De Lu kembali tercekik.
Chen menekan Tubuh De Lu dan menahan nya agar De Lu tidak mampu melepaskan diri. Kali ini tatapan Chen sedikit melembut.
"Ku rasa sebaik nya kita berhenti sampai di sini! " Ucap Chen pelan namun masih sanggup di dengar oleh De Lu.
"Jangan menghentikan nya setelah sejauh ini Zhao Li Chen! Apa lagi yang kau tunggu!? Bunuh aku sekarang!! " Bentak De Lu tidak Terima dengan ucapan Chen yang mengasihani nya.
"Apa lagi yang kau tunggu! Sejak kita saling mengetahui identitas masing-masing, saat itu pula persahabatan kita berakhir!!! Aku adalah musuh mu Zhao Li Chen! Jika kau tidak membunuh ku, maka aku lah yang akan membunuh mu!!! " Bentak De Lu seraya mencengkram lengan Chen lalu mengangkat kaki nya dan menendang Chen dengan energi yang cukup kuat.
Duakkhh
Bruuukkhh
"Uhuk!!" Chen terhempas dari atas sehingga punggung nya menghantam tanah dengan keras. Dia terbatuk dengan darah keluar dari mulut.
Sreettt
Bruuugghh
De Lu segera melesat dan kali ini dia lah yang menekan tubuh Chen. Dia mengangkat tangan kanan nya lelu di arah kan ke leher Chen bersamaan dengan kuku jari nya yang memanjang seketika.
"Tunggu apa lagi? Cepat bunuh aku" Lirih Chen seraya menutup mata nya pasrah membuat De Lu tanpa sadar melunakkan tatapan nya.
'Li Chen.... ' Gumam De Lu dalam hati seraya menutup mata nya dan menarik nafas kemudian membuang nya kasar.
"Maaf! "
Craasshhh
Tepat setelah De Lu selesai menggumamkan kata maaf, De Lu menusuk kan tangan nya ke dada kiri Chen. Bersamaan dengan itu pula tubuh Chen berubah menjadi gelembung air yang kemudian menghilang.
"Apa yang-"
Sreettt
Belum sempat De Lu berpikir lebih jauh, Tiba-tiba Chen berada di belakang nya seraya mengayunkan pedang yang di selimuti aura hijau.
Tringgg
Pedang Chen mendenting, menyentuh permukaan yang serupa. Chen sedikit mendongak, menatap dengan dengusan dingin saat melihat sosok yang menghalangi serangan nya.
"Di Sin!? " Ucap De Lu terkejut saat melihat penjaga gelap nya yang telah mengambil langkah menghalangi serangan Chen.
"Yang Mulia menyingkir lah... Biar kan Sin yang mengurus serangga ini" Ucap sosok yang menangkis serangan Chen seraya menekan pedang nya lalu di tarik dan kembali di ayun.
Trang
Chen berusaha menghindar dan menepis serangan Di Sin yang begitu akurat. Sesekali pedang Di Sini memberikan goresan pada tubuh Chen ketika Chen lengah saat menghindar.
Sementara itu De Lu terdiam dengan kilat mata khawatir yang di sembunyi kan dengan begitu apik.
'Apa yang kau fikir kan Kang De Lu!!?? Dia adalah musuh mu, kenapa kau khawatir dengan nya!! Ingat lah bahwa sahabat mu telah mati!!! 'Teriak De Lu dalam benak nya tanpa suara, namun siapa yang menyangka?
Sekuat apa pun mencoba tak peduli, rasa khawatir tetap berada dalam hati terkecil nya. Hati nya mulai gusar karena tidak bisa memilih.
...----------------...
Hai....!
Apa kabar?
Harus baik dong ya!!!
Jangan lupa LIKE!!
WA: +6282123981798(Dua grup yang mengirim Film setiap minggu nya)
IG: @lrnrrhmnia1412
Email: rahmanialiranur@gmail.com
Selalu dukung author!!!