
"Mungkin ayah mu sedang sibuk cucuku.... " Timpal ibu suri yang hanya di anggukki oleh Luan. Tak lama kemudian pelayan datang membawa makanan, lalu mereka pun makan dengan lahap tanpa ada yang berbicara.
......................
Setelah makan, Luan pamit untuk kembali ke kediaman nya. Saat sampai ia langsung mengambil kertas untuk menulis surat, segera ia menulis kan sesuatu yang ingin ia sampaikan. Setelah itu ia mengambil Elang pengantar nya untuk mengantar kan surat yang ia tulis kepada sesosok.
Setelah selesai mengirim surat, ia segera mencoba beberapa teknik dari elemen nya. Ia juga memilih untuk membaca dari pada tidur, lagi pula seorang kultivar itu bisa tidak tidur. Ia membaca hingga saat malam akan berakhir, ia segera tidur.
......................
Di sisi lain, Fajar telah tiba. Hal itu nampak dari cahaya nya kekuningan yang berada di ufuk timur. Seorang pemuda berusia 17 (tujuh belas) tahun sedang berlatih pedang di halaman belakang nya tapi ia berhenti saat seekor elang yang dia kenal menghampiri nya. Segera elang itu mendarat di tangan nya, ia melihat sepucuk surat dan segera mengambil nya.
Setelah itu ia menerbangkan lagi burung elang tersebut, segera ia membuka sepucuk surat tadi dan membaca nya. Ada kegembiraan di mata nya, lalu segera ia mengambil alat tulis untuk membalas nya. Sosok pemuda 17(tujuh belas) tahun itu adalah Qin Xuan, dan surat di tangan nya adalah surat yang berasal dari Qin Luan.
Isi dari surat itu hanya lah percakapan kakak dan adik nya, yang tentu nya menanyakan kabar dan bercerita banyak hal.
......................
Waktu terus berlalu, tak terasa kini sudah waktunya Mu Lin melakukan penyucian. Saat itu masih pagi sekali dimana Mu Lin Dan yang lain nya sudah berada di bibir gunung yang di bawah nya adalah kawah panas. Guru Hang nampak merapalkan mantra untuk membuka segel api suci, yang lain nya termasuk Mu Lin hanya memperhatikan saja.
Setelah selesai, muncul lah bunga lotus yang mengambang di atas kawah yang mendidih itu. Mu Lin pun segera melompat ke atas bunga lotus tadi dan duduk bersemedi segera kelopake lotus tersebut tertutup satu persatu membungkus raga Mu Lin yanv akan melakukan penyucian. Erlang dan An Ri memandang ngeri, Lee nampak cemas dan guru Hang seperti sedang berdoa.
Mu Lin langsung merasakan gejolak aneh di seluruh tubuh nya, lalu panas mulai menusuk bahkan sampai ke tulangnya. Ia menyalurkan energi Qi nya agar tak terlalu panas, tapi itu hanya mengurangi sedikit rasa panas nya.
Menurut buku, penyucian itu akan berjalan selama 7 (tujuh) hari dan 7(tujuh) malam. Jadi, Mu Lin harus merasakan rasanya tersiksa selama seminggu penuh. Rasa sakit yang Mu Lin rasakan sangat lah luar biasa. Kesadaran Mu Lin perlahan hilang, tapi tiba-tiba suara seseorang membangun kan nya.
"Shuwan"
Segera Mu Lin sadar kembali meskipun dalam mata tertutup, ia menggigit bibir bawah nya hingga berdarah hanya untuk menahan rasa sakit yang menerjang nya. Sayup-sayup ia mendengar seseorang memanggil nama nya.
"Shuwan... "
'Suara wanita? siapa itu? ' tanya Mu Lin pada diri nya sendiri.
"Shuwan... " Suara itu kembali hadir membuat batin Mu Lin kembali bertanya tanya.
"Putri ku Shuwan.... " Mu Lin terkejut saat suara itu kembali menyapa nya.
Tiba-tiba Mu Lin berada di sebuah jembatan berwarna merah yang cantik, ia mengedar kan pandangan nya dan melihat seorang wanita cantik tersenyum pada nya. Ia menengok ke belakang kanan dan kiri nya mencari sosok yang di tuju wanita itu. Namun nihil, hanya ada diri nya di sana, perlahan ia menunjuk diri nya sendiri sambil mengangkat sebelah alisnya dan wanita itu mengangguk.
"Shuwan putri ku... kemari nak! " Ucap wanita itu, Shuwan membulat kan matanya tak percaya.
"Kau?? "
"Kemari lah" Ucap nya lagi, lalu kaki ku bergerak perlahan menuju samping nya.
"Kamu sudah tumbuh dengan sangat cantik, ternyata wajah mu mirip dengan ayah mu yah~hihihi" Ucap wanita itu di akhiri tawa sumbang, Mu Lin menatap nya dengan tatapan rumit.
"Siapa kau? " Tanya Mu Lin masih tak percaya dengan apa yang di lihat nya.
"Kau tak mengenal ibu mu? Ahh wajar saja kamu kan tidak pernah bertemu dengan ibu mu ini" Ucap wanita itu mengaku sebagai ibu Mu Lin. ?ata Mu Lin sedikit berkaca, Wanita itu segera mengelus kepala Mu Lin dengan senyum lembut khas seorang ibu.
"Ibu... " Ucap Mu Lin Lirih lalu memeluk ibu nya dan di balas oleh ibu nya.
"Kamu belum bertemu ayah mu? "
"Haish! Dia hanya ayah angkat mu, ayah mu yang asli adalah seorang kaisar" Ucap Ibu Mu Lin sambil menghela nafas panjang.
"Jadi, siapa ayah ku? "
"Kamu akan tahu seiring berjalan nya waktu, tapi kamu harus ingat! Mereka mengincar kekuatan mu, kamu harus segera menemukan ayah mu dan menjadi kuat. Lalu kalahkan mereka yang menginginkan kekuatan mu" Ucap Ibu Mu Lin dengan ekspresi serius, segera Mu Lin juga mengubah ekspresi nya menjadi lebih serius tapi ia bertanya....
"Mereka? Siapa? "
"Kamu akan tahu nanti" Ucap Wen dengan senyum penuh arti.
"Hemm" Mu Lin tak menjawab, ia memilih untuk melihat sungai di bawah nya yang terus mengeluarkan suara gemericik.
"Ibu ingin memberikan sesuatu untuk mu" Ucap Wen sambil menatap Mu Lin.
"Apa? " Tanya Mu Lin sambil menaikan sebelah alis nya dan melirik ke arah ibu nya.
"Ibu akan memberi mu sebuah senjata yang memiliki teknik tersendiri"
"Hem? "
"Ayah mu memiliki darah murni ras dewa, sedangkan ibu mu adalah keturunan murni rasa iblis. Jadi, teknik cahaya atau pun kegelapan bisa kamu pelajari, bahkan lebih banyak lebih bagus. Ibu akan memberikan sabit neraka pada mu, ibu harap kau bisa menggunakan nya dengan baik" Jelas Wen panjang lebar, lalu tiba-tiba asap hitam muncul di atas tangan Wen yang menengadah. Dan muncullah sebuah sabit di mana gagang nya berwarna hitam dengan dua mata nya yang tajam dan berwarna merah darah.
"Lakukan kontrak darah, dimana pun dia berada, saat kamu sedang kesusahan kamu hanya perlu memanggil nya karena ia memiliki jiwa nya sendiri" Setelah itu Mu Lin pun menggigit jarinya dan meneteskan darah nya ke permata hitam yang berada di ujung pegangan.
Setelah itu muncul lah cahaya gelap yang merasuki tubuh Mu Lin, saat itu rasanya tubuh Mu Lin merasakan dingin yang sangat menusuk dan menyakitkan. Wen nampak iba melihat Mu Lin, tapi ia hanya tersenyum dan melambaikan tangannya. Kini Dingin yang di rasakan oleh Mu Lin sudah benar-benar tak tertahan lagi. Ternyata di dunia luar sudah seminggu waktu berlalu, hingga sudah saat nya Mu Lin membuka mata.
...----------------...
Permaisuri Fu Wen(Selir Wen)
......................
Huaaaa sedih....
Kuota author habisss... Konter pada tutup, apalah daya ku....
Harus apa yang ku lakukan ketika author sudah siap rilis update an, ehh malah kuota author habisss duluan 😥😥
Lanjutan yang chapter tadi, terus dukung author.
Jangan lupa
Like 👍
Vote ⭐⭐⭐⭐⭐
Komen ✍✍
Favorit 😍💕😍💕😍💕
Thanks atas dukungan nya dan thanks untuk pembaca setia author, jangan bosan membaca karya author ini.