
'Si*lan! Gadis ini licik! 'Batin De An yang kemudian menerjang Shuwan dengan kuku panjang nya yang tajam, entah sejak kapan kuku nya mulai memanjang.
'Pertarungan jarak pendek ya? 'Gumam Shuwan dalam hati seraya memiringkan tubuh nya ke samping untuk menghindari serangan De An. Tiba-tiba.....
......................
Tiba-tiba Shuwan berbalik sedikit menyerong dan mencengkram pedang nya dengan tangan kiri. Kemudian Shuwan mengayunkan pedang nya yang di aliri Qi sehingga Benang Qi milik De An secara alami putus.
Rupa nya De An melemparkan benang Qi untuk menjebak Shuwan. Namun Shuwan tidak seb*doh itu! De An terhenyak sesaat, kemudian bergumam dalam hati.
'Seingat ku... aku sudah membuat benang ini menjadi setipis mungkin. Bagaimana dia masih bisa merasakan nya? ' Batin De An namun tak ingin ambil pusing, dia kembali menerjang Shuwan dengan cakar nya.
Tringg
Tanpa di duga Shuwan menahan cakaran De An menggunakan Pedang nya yang begitu tajam dan tipis. Mereka saling melempar tatapan yang berbeda.
Jika De An menukik kan alis nya dengan tajam, maka alis Shuwan begitu lurus horizontal seolah tidak memiliki emosi yang bergejolak dalam diri nya.
"Teknik Halilintar-Sambaran Seribu Burung! " Ucap Shuwan yang kemudian di tangan nya terdapat mata petir yang menukik tajam membentuk sudut 45° derajat.
"..... " Tanpa mengatakan apa pun lagi, Shuwan menusuk kan tangan nya ke arah De An Namun.......
Sreettt
Zzrrrtttt
Entah dari mana datang nya, Tiba-tiba seorang pria berusia 25 Tahun datang dan menarik De An ke sisi Kanan dengan hentakan keras.
"Apa anda baik-baik saja yang mulia? " Tanya pria itu seraya membungkuk hormat melepaskan cengkraman tangan nya pada tangan De An.
Sementara itu tangan kanan Shuwan yang di selimuti Petir Ungu kehitaman tampak menggantung di udara, memandang datar kedua nya.
"Aku baik-baik saja" Balas De An mengangguk kecil, kemudian mata pria yang bersama De An tadi tertuju pada Shuwan.
"Yang mulia menyingkir lah, biar Yui yang menguras wanita itu" Ucap laki-laki itu menatap tajam ke arah Shuwan seraya berdiri di hadapan De An dan merentang kan tangan seolah melindungi.
"Jangan Impulsif Yui! Dia bukan lawan yang bisa kau remehkan" Ucap De An menghalangi pria yang ternyata bernama Yui tersebut.
"Tapi-"
Sreettt
Zrrzzttt
Belum sempat Yui menyuarakan ketidakpuasan nya, Tiba-tiba Shuwan berada di hadapan mereka seraya mengayunkan pedang nya dan bergerak seperti menusuk dengan tangan kanan.
***
Kraakkkhh
Tidak sempat menghindar, Bahu De Lu terkena serangan Chen sehingga terdengar suara patahan tulang yang seperti nya berasal dari bahu De Lu.
"Akkhh!! " De Lu menyentuh bahu kiri nya yang terasa amat menyakitkan, lalu dia melompat untuk menjaga jarak dari Chen Namun Chen yang paham akan hal itu, segera bergerak kembali mengikis nya.
"Jangan harap dapat lolos dari ku kali ini kawan! Tanpa Di Sin kau hanya lah seekor kecoa yang berlindung dalam naungan kegelapan! " Ucap Chen dengan nada bicara nya yang dingin kemudian menerjang De Lu menggunakan tapak nya.
"Tapak Naga Hijau! " Ucap Chen seraya melepaskan tekanan energi di tapak nya.
"Tapak Mata Angin! " Balas De Lu kemudian juga menyerang Chen menggunakan tapak nya.
Paakkk
Boommm
Dua telapak tangan yang berukuran hampir serupa itu saling bersentuhan dan saling menekan dengan fluktuasi energi yang hampir menyerupai.
Akibat nya terjadi bentrokan energi alam dan energi kedua nya sehingga menciptakan lubang cukup besar di tanah tempat mereka berpijak.
Kedua nya melompat mundur dan saling beradu tatap. De Lu menyentuh dada kiri nya yang sakit seraya mengernyit kan dahi, sementara Chen tetap diam dengan raut wajah datar namun terdapat getaran di mata nya.
'Tapak mata angin ya? Ini adalah Teknik Kelas 2 yang cukup berbahaya, beruntung aku sempat memasang pelindung' Gumam Chen dalam hati kemudian menarik pedang nya dan kembali menerjang De Lu.
Sontak saja De Lu menghindar dan menghindar. Tiba-tiba kedua nya menghentikan pergerakan dengan mata yang sedikit membola.
"Energi ini.... " Lirih De Lu mendongak menatap langit gelap yang masih gerimis.
Lalu kedua nya saling melempar pandangan lalu mengalihkan tatapan menuju arah barat di mana matahari hampir menghilang.
"DiYui Bersaudara" Ucap mereka bersamaan, namun Chen kini merasakan energi yang berbeda.
Kemudian tanpa mengucapkan sepatah kata lagi, mereka segera bergegas menggunakan ilmu peringan tubuh menuju arah barat tersebut.
Seolah melupakan pertarungan sengit yang baru saja terjadi.
***
Langit gelap menampilkan semburat kemerahan dengan aura panas dan suasana mencekam. Pohon-pohon tampak lebih tinggi dari normal nya.
Terdapat banyak aura gelap yang menyelimuti dunia serta beberapa paviliun. Terlihat sebuah menara yang menjulang tinggi dengan nuansa hitam yang mencekam.
Di Menara itu, tampak seseorang berambut putih yang berdiri dengan tangan kanan terlipat ke belakang punggung nya. Dan tangan kiri nya menggenggam pedang berwarna hitam, tatapan nya tertuju ke luar jendela.
"Dua puluh lima hari lagi.... Bulan merah akan muncul dan Tuan dapat di bebas kan" Gumam nya dengan mata tertutup, kemudian membuka mata nya perlahan. Menampilkan iris mata ungu gelap yang menghipnotis.
"Hanya tersisa dua puluh lima hari untuk peristiwa yang terjadi selama seribu kali purnama. Jika pada waktu itu, Xiao Guang belum berhasil menangkap gadis itu... Maka aku terpaksa melakukan cara itu" Lanjut Wei Tianzi dengan sorot mata dingin nya.
Perlahan tapi pasti, dua tanduk muncul di kanan-kiri kepala nya. Bersamaan dengan pupil mata nya yang berubah merah dengan iris ungu.
"Dengan ini.... Perang Besar antar Dunia akan kembali terulang..... " Wei Tianzi menghentikan ucapan nya sejenak lalu menyeringai dan melanjutkan.....
"Seperti dulu"
Braakk
Wei Tianzi pun berbalik, seketika jendela tadi tiba-tiba tertutup rapat. Membuat Wei Tianzi tak lagi terlihat batang hidung nya.
......................
Sebelumnya author minta maaf karena tiga hari kedepan author tidak bisa update karena beberapa hal yang tidak bisa author jelaskan.
Tetapi author berjanji akan triple/double update setelah nya. Author hanya tidak bisa mengetik untuk besok hingga tiga hari ke depan.
Salah satu alasan nya adalah saat ini author sakit kepala yang tidak kunjung menghilang sejak lima hari ke belakang. Author di suruh istirahat yang cukup tanpa banyak memikirkan sesuatu.
Harap para reader memaklumi keadaan author saat ini. Sekali lagi author mohon maaf 😔🙏🙏
...----------------...
Hai....!
Apa kabar?
Harus baik dong ya!!!
Jangan lupa LIKE!!
WA: +6282123981798(Dua grup yang mengirim Film setiap minggu nya)
IG: @lrnrrhmnia1412
Email: rahmanialiranur@gmail.com
Selalu dukung author!!!