Time Travel The Secret Agent

Time Travel The Secret Agent
T3SA Eps. 242: Terasa Hampa



"Kenapa? " Tanya Iblis itu mengangkat sudut bibir nya yang mengerikan.


"Kekuatan mu berasal dari ku asal kau tahu! " Ucap Iblis itu lagi namun Shuwan tidak menjawab nya dan hanya diam tidak bergeming.


"Sekarang belum saat nya kita bertemu, tunggu beberapa saat lagi! " Tepat setelah Iblis tersebut berucap, Dunia Shuwan kembali berubah dan segala nya menjadi hitam.


......................


Bersamaan dengan kejadian yang menimpa Shuwan, Li Chen juga sudah sadar kalau dia terkena ilusi.


Dan saat ini dia sedang berada di ruang hampa yang keseluruhan nya hanya putih saja yang terlihat.


Dia mencoba bersikap tenang, tapi yang dia khawatirkan adalah Shuwan. Meski tahu kalau Shuwan juga menguasai teknik Ilusi, namun dia tidak bisa berhenti khawatir.


Lalu sesaat kemudian dia begitu terkejut saat tiba-tiba muncul sosok Shuwan di hadapan nya yang terlihat sedang membelakangi nya.


"Wan Wan! "


Li Chen berjalan dan tangan nya melambai hendak menggapai sosok Shuwan yang berada beberapa langkah di hadapan nya.


Tapi langkah nya seketika terhenti ketika sosok Shuwan di depan nya itu menoleh ke belakang. Bersamaan dengan rambut Shuwan yang memutih dan sepanjang lutut.


Tangan Li Chen yang hendak menggapai Shuwan itu berhenti di udara saat melihat Shuwan di hadapan nya menyunggingkan senyum manis yang sebelum nya tak pernah dia lihat.


"Jangan terluka! Itu terlalu menyakitkan untuk ku Li Chen...! "


Suara itu mengalun indah, masuk ke telinga nya dan segera terkirim ke otak. Namun belum sempat Li Chen merespon omongan Shuwan....


Tiba-tiba dunia sekitar nya berputar dengan cepat dan kini berada di tempat terakhir yang dia ingat. Di mana lagi kalau bukan area Tanah Berlapis Es di sekitar Menara Penghubung Tiga Dunia.


"Tempat ini lagi? " Gumam Li Chen dan menyangka kalau dia sudah keluar dari Ilusi ciptaan Wei Tianzi.


Mata nya terbelalak saat melihat Shuwan berdiri merentangkan tangan di hadapan Li Chen. Terlihat dari belakang, terdapat Sebilah besi yang menembus dada Shuwan hingga tertembus ke punggung.


"Wan Wan! " Suara Li Chen tercekat di tenggorokan.


Dia menduga kalau Shuwan telah melindungi nya yang belum keluar dari Ilusi tadi. Dan kini dia lihat Shuwan kembali menoleh dengan senyum manis yang sama.


"Aku..... tidak mengijinkan mu untuk terluka!!! Sekecil apa pun luka yang kamu dapatkan.... tetap terasa sangat menyakitkan bagi ku.... Li Chen" Ucap Shuwan saat itu seraya mencabut besi yang menancap di dada nya itu.


Slapp


Pranhg


Setelah berhasil tercabut, Shuwan melempar besi itu ke sembarang arah. Tepat saat itu Li Chen bergerak ingin menyentuh tubuh Shuwan.


Namun Shuwan mendorong dada Li Chen, bahkan menembak kan energi sehingga Li Chen terpental.


Swoooosshh


Krakkhhh


Byurrr


Blurp


Li Chen kembali terkejut saat mendapati kalau dia jatuh ke dalam danau berlapis es. Membuat es itu retak dan Li Chen tenggelam ke air nya yang dingin.


Karena air danau itu terlampau dingin, Li Chen merasa tidak dapat menggerakkan tubuh nya. Dan kemudian tiba-tiba Li Chen lagi-lagi terkejut.


Swoooosshh


Byuurrr


Tepat setelah Li Chen tenggelam beberapa meter, Shuwan tiba-tiba masuk ke danau dan menyelam ke dalam nya.


Li Chen membuka mulut nya untuk memanggil nama Shuwan. Tetapi air dingin langsung memasuki rongga mulut Li Chen sehingga dia tidak dapat melakukan niat nya.


Swoooosshh


Shuwan berenang terus ke dalam karena Li Chen juga semakin jauh tenggelam. Shuwan mengulurkan tangan kanan nya ketika jarak mereka sudah dekat.


Melihat itu Li Chen pun ikut mengulurkan tangan nya, bermaksud untuk menggapai tangan Shuwan.


Seberkas cahaya keemasan keluar dari pergelangan tangan Shuwan. Membentuk tali dan terulur melilit tangan Li Chen.


Jumlah nya ada empat, menarik tangan Li Chen dan mendekat kan nya pada tangan Shuwan. Sehingga gadis itu dapat menangkap tangan Li Chen dengan cepat.


Bluurrppp


Greeppp


Seketika Shuwan menarik tangan Li Chen dan menangkap tubuh Li Chen yang akan menyentuh dasar danau.


Merengkuh nya ke dalam dekapan dingin Shuwan karena pada dasar nya elemen murni Shuwan adalah elemen Es.


Mereka berpelukan dan Shuwan memutar posisi mereka sehingga Shuwan berada di bawah dan sedikit lagi tenggelam ke dasar.


Cupp


Mata Li Chen terbelalak saat Shuwan menarik dan menahan tengkuk Li Chen dan mengecup bibir nya.


Shuwan mengalir energi sekaligus nafas yang dia tahan pada Li Chen sehingga pangeran muda itu mendapatkan sedikit kesadaran nya.


Li Chen mengedipkan mata nya sekali dan kini dia melihat kalau dia dan Shuwan sedang berci*man di atas tanah berlapis Es yang sama dengan yang terakhir kali Li Chen lihat.


Li Chen merasakan Shuwan mencium nya dengan ciuman penuh kekhawatiran. Tidak ada gairah di sana, hanya terasa perasaan risau yang seketika tersalurkan pada nya.


Perlahan tapi pasti pandangan Li Chen memudar ketika Shuwan melepaskan ciuman mereka. Dia melihat Senyuman samar yang terlukis di bibir Shuwan yang merah itu.


"Kamu adalah yang pertama! Ingat ini!! " Sayup-sayup Li Chen mendengar perkataan Shuwan lalu semua nya gelap.


Sedetik kemudian kegelapan hilang seperti tersapu sesuatu yang Li Chen tidak tahu. Tubuh nya bergerak secara alami menoleh ke kanan dan seketika membeku.


Dia melihat Shuwan yang menarik paksa rahang kokoh Wei Tianzi dan mencium nya. Entah apa yang mereka lakukan, Li Chen tidak tahu dan dia berharap tidak perlu tahu.


"Kamu adalah yang pertama! " Kata-kata Shuwan yang terakhir membuat nya berusaha untuk menghilangkan rasa sesak yang datang entah dari mana.


Li Chen berkedip lalu semua nya kembali berubah. Dia melihat Wei Tianzi yang berdiri tegak di atas sebuah gundukan Es.


Lalu menoleh ke kiri dan melihat Shuwan yang berada sedikit jauh dari nya. Sedang memegang pedang yang di acungkan ke arah Wei Tianzi dengan senyuman lebar yang tersungging di bibir Shuwan.


Li Chen melihat mata Wei Tianzi yang membola dan tiba-tiba Wei Tianzi terlihat kesakitan lalu jatuh berlutut dengan memuntahkan seteguk darah.


Seteguk, dua teguk, tiga teguk. Tidak! Lebih tepat nya Wei Tianzi terus memuntahkan darah tanpa ada tanda tanda untuk berhenti.


Li Chen berkedip kemudian segala nya kembali berubah. Di sedang duduk bersimpuh, dan Li Chen menundukkan kepala nya.


Seketika mata Li Chen terbelalak ketika melihat Shuwan berada di pangkuan nya. Leher Shuwan terdapat sayatan pedang yang terlihat lebar, panjang dan dalam.


"Wan... Wan.... " Lirih Li Chen melihat mulut Shuwan yang sedikit terbuka.


Shuwan terlihat sedang kesulitan bernafas, bahkan mata Shuwan sudah setengah terpejam. Li Chen melihat tangan kiri nya, kemudian Li Chen menutup luka Shuwan.


Berusaha menghentikan darah yang tidak berhenti keluar dengan tangan nya. Namun segala yang dia lakukan hanya sia-sia.


Li Chen tidak mampu mengatakan apa pun. Tolong... Jika ini ilusi, tolong segera sadarkan dia! Dia tak sanggup...!


Li Chen melihat mulut yang setengah terbuka itu mulai tertutup dan melukis kan sebuah senyuman yang lembut. Begitu menyejukkan hati.


Dia melihat manik mata keemasan Shuwan yang perlahan memudar dan berubah menjadi warna abu-abu.


"Hiks... " Li Chen meneteskan air mata tanpa mampu mengucapkan kata-kata.


Degg


Dan paa Akhirnya Li Chen tidak merasakan detak jantung Shuwan lagi. Lalu semua nya gelap, kosong, dan hampa. Tidak ada lagi cahaya atau warna lain nya yang Li Chen rasa kan.


...----------------...


Hiks... Hiks... Hiks...


Cung yang nangis Cung!!


Bagus gak ilusi yang author bikin buat Chen Chen?


Mau ilustrasi?


Nanti aja ya pas di episode terakhir, ini dikit lagi tamat kok.


Jangan lupa mampir di cerita author yang ada di Wttpad ya😉😉


Nantikan kelanjutan cerita nya😁😁