
Dia melihat manik mata keemasan Shuwan yang perlahan memudar dan berubah menjadi warna abu-abu.
"Hiks... " Li Chen meneteskan air mata tanpa mampu mengucapkan kata-kata.
Degg
Dan paa Akhirnya Li Chen tidak merasakan detak jantung Shuwan lagi. Lalu semua nya gelap, kosong, dan hampa. Tidak ada lagi cahaya atau warna lain nya yang Li Chen rasa kan.
......................
Lain hal nya dengan Li Chen yang mengalami ilusi, Shuwan yang sudah tersadar lebih dahulu pun mulai memperhatikan sekitar nya dengan intens.
Swooshh
Shuwan melompat dan melesat ke satu arah seraya mengarahkan tangan kiri nya ke depan. Terlihat kilau cahaya berwarna biru di tangan kiri Shuwan.
Syuuuuttt
Ddduuuaaarrrr
Shuwan menembakkan energi dengan campuran Elemen Air dan Elemen Listrik. Kemudian asap pun menyelimuti sekitar.
"Tak ku sangka kau mampu keluar dari Ilusi itu Fu Shuwan" Ucap Wei Tianzi yang berdiri di punggung Maque seraya mengibaskan tangan nya sehingga asap itu menghilang terbawa angin.
"Kau serius rupa nya" Ucap Shuwan membuat Wei Tianzi terbahak seketika.
"Hahahahahahahaha!!!!! Apa kau fikir aku akan ber main-main lagi hah!? Jangan bermimpi dasar manusia!! " Ujar Wei Tianzi dengan tatapan sinis nya.
Syuuuuttt
Shuwan mengeluarkan Pedang pemberian Jiancheng di tangan kiri nya. Kemudian dia melesat mendekati Wei Tianzi.
Melihat itu Wei Tianzi segera melemparkan bola api dari mulut nya. Dia tahu kalau Shuwan sangat unggul dalam pertarungan jarak dekat.
Tetapi dengan segera Shuwan menebas bola itu dengan sangat menakjubkan membuat Wei Tianzi kagum sejenak karena bola api nya di belah dengan mudah.
Tidak berhenti di situ, Wei Tianzi terus menembakkan bola api tanpa henti sehingga Shuwan mengerutkan dahi meski tetap menebas setiap bola api yang akan mengenai tubuh nya.
Shuwan melesat begitu tidak mendapati bola api yang melayang lagi. Tapi ketika dia melesat ke atas, dia terkejut saat Wei Tianzi melewati nya bersama Maque.
Shuwan segera berbalik arah membelalakkan mata nya ketika mengetahui kalau Wei Tianzi mengincar Li Chen yang baru saja sadar dari ilusi itu.
"MENGHINDAR!!!!! " Teriak Shuwan dengan sangat keras membuat mereka semua terkejut.
Li Chen segera sadar dan melompat menjauh menghindari Wei Tianzi. Dia melihat Shuwan yang baru saja mendarat kan kaki di tanah dengan sempurna.
Sedetik kemudian Wei Tianzi mengerjapkan mata nya dengan terkejut saat dia sudah di kelilingi empat orang yang sama-sama mengarahkan pedang pada nya.
Itu adalah Junsi yang tiba-tiba berada di hadapan nya, Luan dan Yixuan yang berada si kedua sisi nya yang berlawanan.
Serta Shuwan yang berada di belakang nya dengan pedang yang kini tepat di samping leher nya dari belakang.
"Menyerah lah Wei Tianzi! " Ucap Shuwan dengan tajam.
"Kau ingin aku menyerah? Hidup lah dalam dunia mimpi!! " Ujar Wei Tianzi sinis kemudian dia menghilang begitu saja bersamaan dengan Maque yang mengepakkan sayap tanpa menimbulkan suara.
"Kalian juga terkena Ilusi? " Tanya Shuwan pada Yixuan dan yang lain.
"Ya" Jawab mereka bertiga secara bersamaan.
Sementara itu terdapat Li Chen yang memandang Shuwan dengan tatapan dalam. Tangan Li Chen terkepal erat ketika mengingat bayangan yang muncul saat diri nya terkena ilusi.
Shuwan memejamkan mata nya untuk mendeteksi keberadaan Wei Tianzi. Dia berjongkok dengan satu kaki tertekuk dan tangan kanan yang menyentuh tanah.
Swooshh
Mereka semua terkejut ketika Wei Tianzi tiba-tiba muncul seraya mengayunkan pedang besar nya dari atas ke bawah.
Shuwan yang menyadari itu segera menekuk tangan kiri nya sehingga pedang yang dia genggam berada sedikit ke kanan.
Syuuuuttt
Slaaasshhh
Akibat serangan Shuwan, lengan kanan Wei Tianzi pun terpotong mengingat betapa tajam nya pedang Shuwan itu.
Pranggg
Dan pedang besar yang Wei Tianzi pegang pyn terjatuh begitu saja. Namun Shuwan melihat Wei Tianzi yang menyeringai.
"Li Chen!!! " Panggil Shuwan ketika menyadari ada yang salah.
Dan benar saja, ternyata Wei Tianzi yang asli sedang beradu pedang dengan Li Chen. Kedua nya bertarung dengan sengit dan terus saling melempar serangan.
"Biarkan dia Shuwan! " Ucap Yixuan menghentikan gerakan Shuwan yang ingin melesat dan mendekati kedua nya.
"Kenapa!? " Tanya Shuwan pada Yixuan.
"Dia cukup hebat saat bertarung sendirian. Jadi biarkan dia bertarung tanpa harus merasa terbebani oleh keberadaan mu! " Ucap Yixuan dengan tatapan tajam mengarah pada Wei Tianzi dan Li Chen yang sedang bertarung.
"Tapi..... " Secara alami Shuwan ragu.
Hay! Bagaimana mungkin Shuwan membebani nya? Bukan kah Shuwan sangat hebat, lantas bagian mana yang membebani?
"Kita lihat dulu.... Sejauh mana dia mampu bertahan! Setidak nya harus lebih baik dari Fu Lee" Balas Yixuan melirik Shuwan dengan ekor mata nya.
Shuwan menegang ketika nama itu di sebut, dia menatap Yixuan dengan tajam lalu kembali menatap pertarungan Li Chen dan Wei Tianzi.
Sementara Luan dan Junsi hanya memperhatikan perdebatan dua kakak adik itu. Di sini Luan paham kalau Shuwan benar-benar sudah menganggap Li Chen istimewa.
"Semoga kejadian yang sama tidak terulang kembali" Ucap Junsi membuat seluruh pasang mata melirik nya.
"Kejadian apa? " Tanya Luan tidak mengerti sekaligus penasaran.
"Semakin sedikit yang kau tahu.... Semakin baik! " Ucap Shuwan tanpa melirik ke arah Luan membuat pangeran Fu itu semakin merasa bingung.
"Kak? " Kalo ini Luan mencoba bertanya pada kakak pertama nya membuat Yixuan melirik nya sekilas.
"Diam dan fokus saja pada musuh mu! " Ucap Yixuan berhasil membuat Luan bungkam.
Mereka kali ini benar-benar fokus menatap pertarungan Li Chen dan Wei Tianzi yang sangat menakjubkan sekaligus mengerikan.
Dimana Wei Tianzi yang melemparkan bola ledakan api ke arah Li Chen. Kemudian Li Chen yang telah mengeluarkan taring nya itu terlihat menghindari serangan Wei Tianzi dengan kecepatan yang tidak terlihat siapa pun.
Duarr
Duarr
Duarr
Bukan hanya satu saja yang Wei Tianzi lempar kan. Tak tanggung-tanggung, Wei Tianzi melemparkan bola api tanpa memberi jeda.
Bersamaan dengan itu Maque, burung hantu Wei Tianzi membuka paruh nya dan mengeluarkan sesuatu.
Ini semacam Duri yang kini di arahkan pada pasukan yang sedang berperang. Seketika setiap kultivator yang terkena Duri itu tiba-tiba saja berhenti begerak dan jatuh tersungkur dengan tubuh yang berwarna hitam keunguan.
"Serangan apa itu? " Gumam Shuwan terkejut melihat dampak serangan Wei Tianzi.
Sudah dapat di pastikan kalau prajurit yang terkena Duri itu tidak selamat. Sangat mustahil kalau mereka masih hidup.
Beberapa prajurit yang memiliki kekuatan lebih mampu membelah Duri-duri itu dengan pedang masing-masing. Namun prajurit bawah tentu nya hanya bisa pasrah.
"Ini mulai Berbahaya" Ucap Shuwan dengan raut wajah serius.
...----------------...
Hai!? Apakabar reader author tercinta?
Mudah-mudahan baik ya....
Gimana? Ada yang lagi Isoman? Atau biasa-biasa aja?
Ayo komen tentang episode kali ini.
Nantikan kelanjutannya yaa 😉😄