Time Travel The Secret Agent

Time Travel The Secret Agent
T3SA Eps. 245: Jangan Mati



"Si*lan! Ini racun yang menyerang energi gelap" Gumam Wei Tianzi seraya mengeluarkan racun berupa cairan putih dari telapak tangan kanan nya.


Rupa nya tadi Li Yue melemparkan racun dari udara yang di arahkan langsung ke Wei Tianzi. Sehingga kini Wei Tianzi sedikit melemah.


Tapi dia tidak berhenti, Wei Tianzi kembali melompat dan hendak menyerang Yixuan yang kini sedang bersama De Lu.


......................


Sementara itu Shuwan telah membawa Li Chen sedikit jauh dari tempat itu. Dia menidurkan Li Chen di tanah berlapis Es kemudian mulai memeriksa Li Chen.


"Jangan mati" Gumam Shuwan dengan dahi berkerut dan keringat yang terus menetes dari pelipis nya.


"Ak-ku ti-dak ma... ti... " Lirih Li Chen yang ternyata belum kehilangan kesadaran nya.


"Jangan mati" Ucap Shuwan lagi dengan lebih pelan. Dia melihat mata Li Chen yang setengah terbuka.


"Ak-ku ti-dak ma-ti" Balas Li Chen dengan menggenggam erat tangan Shuwan.


Sreeettt


Li Chen menarik Shuwan hingga gadis itu terjatuh di atas tubuh nya. Li Chen dengan susah payah mengukir senyum saat melihat betapa manis nya wajah gadis yang kini berada dalam dekapan nya itu.


"Aku... Tidak... Mengijinkan mu.... Untuk... Mati... " Lirih Shuwan seraya memejamkan mata nya dengan ekspresi khawatir sekaligus ekspresi kalut nya.


"Semua nya... Ak-kan ba-ik sa-ja Wan... Wan... " Ucap Li Chen mempererat dekapan nya pada Shuwan meski dia merasakan sakit yang luar biasa.


Hembusan nafas Li Chen terdengar sangat pelan dan lambat ketika Li Chen memejamkan mata nya. Bahkan Shuwan yang sedang dia dekap pun merasa nafas Li Chen terlalu lemah.


Shuwan segera melepaskan pelukan Li Chen yang semakin mengendur, dia duduk bersimpuh lalu menatap khawatir pada Li Chen yang telah kehilangan kesadaran nya.


Shuwan segera melihat luka Li Chen lalu menutup nya dengan mengeluarkan elemen-elemen Es. Lalu Shuwan mencoba merasakan nafas Li Chen.


Tak lupa juga menekan pergelangan tangan Li Chen untuk mengecek denyut nadi nya. Dan seketika tubuh Shuwan lemas.


Jantung Shuwan berdegup kencang saat merasakan denyut nadi Li Chen yang begitu lemah. Dan Shuwan pun hanya bisa diam membeku.


"Tidak! Ku mohon jangan lagi.... " Lirih Shuwan dengan tatapan sendu bercampur kepanikan.


"Nona Shuwan!! " Secara alami Shuwan menoleh dan melihat De Lu yang melesat ke arah nya.


"Pangeran Kang? " Gumam Shuwan bingung tapi dia kembali menatap Li Chen yang seperti nya sedang sekarat.


"Teman ku.... Li Chen tidak akan mati dengan semudah itu! Sebaik nya kau kembali mengikuti yang lain untuk menghadapi Kaisar Iblis. Mau bagaimana pun.... Peperangan ini jauh lebih penting! Lagi pula, ksatria yang gugur dalam peperangan adalah hal yang lumrah" Ucap De Lu dengan nada getir di akhir kalimat.


Shuwan menoleh dan menatap nya tajam. Jelas Shuwan tidak Terima dengan pernyataan De Lu meski itu benar! Dia hanya tidak ingin Li Chen yang menjadi Ksatria gugur itu.


"Aku tidak membiarkan dia mati! Jangan biarkan dia mati! " Ujar Shuwan dengan dingin kemudian dia melompat dan meninggalkan mereka berdua.


Tersisa lah De Lu yang menatap Li Chen dengan tatapan sedih nya. Dia mulai mengulurkan tangan dan menyalurkan energi kehidupan nya pada Li Chen.


***


Sementara itu Shuwan segera masuk ke dalam pertarungan. Dan Shuwan dengan kecepatan yang tak terlihat segera melayangkan pukulan untuk Wei Tianzi.


Wei Tianzi yang akan menyerang Yixuan pun sangat terkejut sehingga tidak memikirkan hal lain selain menghindar.


Bughhh


Shuwan menarik pedang nya. Tapi dia berhasil membuat semua orang terkejut! Bukan karena pedang nya, melainkan karena Shuwan memegang pedang itu dengan tangan kanan.


Pedang itu terlihat di selimuti cahaya kebiruan, dan Shuwan mengangkat tangan kiri nya. Seketika muncul pedang serupa yang juga sama-sama mengeluarkan aura dingin.


Swooosshhh


Dengan dua pedang sekaligus dalam genggaman, Shuwan menekuk kedua tangan nya lalu memutar tubuh layak nya sebuah gasing.


Syuuuttt


Secara alami Wei Tianzi bergerak menjauh dari Shuwan yang mendekat ke arah nya. Hingga Shuwan tiba-tiba berhenti dan mengayunkan pedang nya dari arah yang sama menuju arah berlawanan.


Wei Tianzi yang tidak menduga serangan itu pun mendapatkan goresan di bagian dada dan perut. Darah yang keluar adalah berwarna hitam.


Alih-alih panik atau sekedar merasa takut, Wei Tianzi justru menyeringai kemudian tersenyum lebar membuat Yixuan yang awal nya hanya memperhatikan pun merasa aneh.


'Ini bagian dari rencana nya ya? 'Gumam Yixuan dalam hati dengan tatapan terpaku.


Wei mengepalkan tangan kiri nya lalu dia ayun dari bawah ke atas sehingga tangan nya menahan kedua pedang Shuwan yang akan menebas nya.


Lalu Wei Tianzi mengayunkan pedang besar di tangan kanan nya dari samping sehingga Shuwan mendapat goresan sepanjang perut nya.


Swooshh


Shuwan melompat mundur dan memberi jarak beberapa meter. Dia menatap perut nya yang mengeluarkan darah.


Goresan itu memang tidak dalam tapi cukup menyakitkan. Kemudian Shuwan menoleh ketika merasakan keberadaan seseorang di samping nya.


"Kau baik-baik saja? " Tanya Yixuan dengan tatapan khawatir, dia menatap perut Shuwan yang masih mengeluarkan darah.


"Hanya luka kecil" Jawab Shuwan singkat membuat Yixuan hanya mengelus dada dengan sabar.


Bagaimana mungkin adik perempuan nya begitu acuh sehingga menjawab seperti itu kepada orang yang tengah mengkhawatirkan nya.


'Shan Lan!!!! 'Panggil Shuwan melalui telepati.


Shuwan melompat tinggi-tinggi, kemudian dia di selimuti asap atau kabut yang terasa sangat dingin. Tentu saja itu pertanda muncul nya Phoenix Es.


Siapa lagi kalau bukan Shan Lan?


"Jangan gegabah Shuwan! " Ujar Yixuan memperingati, karena dia tahu saat ini Shuwan sedang marah.


"Biarkan aku serius kali ini dan membunuh nya sesegera mungkin" Balas Shuwan melirik Yixuan dengan ekor mata nya lalu dia mengarahkan Shan Lan untuk melesat ke arah Wei Tianzi.


...----------------...


Bagaimana? Part nya kurang sad ya? Author juga ngerasa begitu... Harus nya lebih sedih lagi!!!!


Tapi..... Tenang aja! Male Lead gak mungkin mati kan? Jadi kalian gak perlu khawatir karena ML ataupun FL pasti tetap hidup sekarang... Eh gak tau ya kalo besok-besok.


Do'ain aja biar mereka tetap hidup ya hehe....


Nantikan kelanjutan cerita nya😄😄